Logika VS Takdir, Kaitannya Dengan Rezeki

Logika versus takdir.

  • Ada sebuah cerita yang saya baca tentang 2 orang bernama Logika dan Takdir yang bersahabat karib dan sedang menempuh perjalanan jauh dengan mobil. Tapi ternyata perjalanannya gak semulus bayangan mereka. Perjalanan mereka harus terhenti karena mobilnya mogok, kehabisan bahan bakar. Sepanjang perjalanan gak ada stasiun pengisian bahan bakar, sehingga mulailah kedua sahabat itu saling berpikir dan memulai ikhtiar masing-masing. Awalnya mereka melanjutkan dengan berjalan kaki tapi setelah itu mereka kecapean dan mencari tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
  • Si Logika memilih untuk tidur di bawah pohon yang rindang. Dalam pikirannya bahwa pohon yang rindang adalah sebuah tempat yang nyaman untuk ditempati istirahat dan merebahkan badan.

  • Sementara sahabatnya memilih tempat yang lebih gila yaitu berbaring di tengah jalan. Si Logika mencoba mengingatkan si Takdir kalo tengah jalan bukan tempat istirahat yag baik. Tengah jalan adalah tempat yang berbahaya karena kendaraan lalu lalang dan bisa saja salah satunya menabrak si Takdir sampe mati. 
  • Tapi si Takdir bersikeras untuk tidur di tengah jalan dengan alasan bahwa lebih mudah ditemukan oleh pengendara lain dan lebih cepat bisa minta tolong. Akhirnya karena bosan memberi nasehat yang gak didengarkan oleh si Takdir, si Logika kembali ke tempatnya dan mulai memejamkan mata. Meski bersahabat tapi mereka membuat pilihan yang berbeda. Keduanya akhirnya tidur di tempat piihan masing-masing. Si Logika di bawah pohon dan si Takdir di tengah jalan.
  • Singkat cerita gak berapa lama kemudian lewatlah sebuah mobil yang berkecepatan tinggi, supirnya kaget melihat ada orang yang tidur di tengah jalan refleks membanting setir ke samping dan akhirnya malah menabrak si Logika yang sedang tidur di bawah pohon, sementara si Takdir selamat dari insiden itu.

Pelajaran yang kita dapat dari cerita di atas?

(1) Takdir kadang bertentangan dengan logika.
  • Seringkali otak kita yang terbatas berusaha untuk menentukan jalan hidup kita sendiri. Kalo saya kerja keras, ikhtiar gak kenal lelah buat sukses, saya pasti sukses, gak mungkin gak. Padahal kenyataannya gak begitu bukan?
  • Seringkali kita udah ikhtiar, kerja mati-matian, usaha gak kenal henti, kita udah pake semua prisip-prinsip ekonomi yang diajarin di sekolah, udah patuh semua aturan, logikanya pasti rezeki kita bagus.. Kenyataannya kan gak selalu demikian? Seringkali usaha dan ikhtiar itu gak membuahkan hasil. Yang kita peroleh adalah kegagalan dan kesusahan. 
  • Seringkali juga terjadi hal sebaliknya. Kita usahanya biasa-biasa aja, malah cenderung pasrah menerima keadaan terburuk, ternyata hasilnya di luar dugaan. Hasilnya lebih banyak, bahkan lebih dari yang kita butuhkan..
  • Rezeki adalah takdir Ilahi. Kita gak bisa memprediksinya, kapan datangnya dan berapa jumlahnya, datangnya lewat mana juga kita gak tau pasti. Semua misteri. Jadi usaha yang kita lakukan buat nyempurnain ikhtiar, nunjukin kalo kita tuh serius, kalo kita betul-betul berusaha menggapai impian kita. Kalo hasilnya nanti gak sesuai harapan itu udah takdir (ketentuan Allah). Kalo kita gak berusaha kita gak akan pernah tahu apakah berhasil ato gak kan?
baca : rezeki, antara takdir dan ikhtiar.

(2)  Manusia harus berani ngambil resiko.

  • Mengapa si Takdir berani tidur di tengah jalan padahal itu mengancam nyawanya? Karena peluangnya untuk bertemu kendaraan jauh lebih besar dibanding kalo dia tidur di pinggir jalan di bawah pohon rindang. Ini namanya berani mengambil resiko.
  • Memang zona aman itu bikin nyaman, tapi hasil yang didapatkan juga gak sebesar kalo menempuh resiko. Jadi karyawan atau PNS memang tampak nyaman dan mudah. Berseragam rapi dan wangi, tiap hari masuk kantor dan setiap awal bulan terima gaji. Duitnya memang pasti, tapi sedikit. 
  • Jadi pengusaha memang terlihat sulit, harus mikirin modal, manajemen, SDM, teknologi, pemasaran dan manfaatin semua sumberdaya yang ada. Ribet mikirin gaji karyawan, perputaran modal, ngasi pelatihan SDM tapi duit yang didapat juga lumayan..
  • Hidup mengambil resiko bisa memberi hasil yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hidup nyaman dalam zona nyaman..
  • Ibadah yang dilakukan di tengah cuaca ekstrim, kondisi tubuh yang gak fit serta jalanannya jauh dan susah adalah perjalanan ibadah yang penuh resiko tapi ganjaran pahalanya jauh lebih besar dibanding mereka yang ibadah dekat rumah, tinggal jalan kaki dan tubuhnya sehat pula.
  • Rezeki juga gitu..mau besar rezekinya lakukan sesuatu yang mengandung resiko, seperti sedekah ekstrim. Sedekah dengan sesuatu yang paling dicintai, besar nilainya dan membuat jantung berdebar-debar karena sebagian hati gak rela melepasnya.
baca : Pengen hajat cepat terkabul, lakukan ini.

(3). Berbaik sangkalah pada Allah SWT. 

  • Si Logika memperingatkan si Takdir agar gak tidur di tengah jalan karena bisa berbahaya, itu wajar karena logika mikir itu berbahaya. Tapi si Takdir berpikiran lain, bahwa jika memang belum waktunya maka ajalnya belum akan datang. Tapi kalo dia gak memberanikan diri tidur di tengah jalan dia gak bakal pernah tahu apakah ada kendaraan yang berhenti untuk menolongnya ato gak. Dia memilih untuk berbaik sangka pada Allah SWT, memilih untuk berpikir positif daripada cemas yang melemahkan. Berpikir positif dan berprasangka baik itu menguatkan. Apa yang terjadi? Ternyata ajal malah menjemput si Logika yang tidur di tempat yang dikiranya aman, sementara si Takdir malah selamat..
  • Jadi saat rezekimu lagi seret dan susah tetaplah berprasangka baik pada Allah SWT, mungkin inilah yang kamu butuhkan dan terbaik untukmu saat ini. Mengapa penerbangan kita tertunda, bisa saja itu jalan keselamatan yang diberiNya. Banyak hal akan lebih mudah menerimanya jika disertai dengan prasangka baik dan pikiran positif. Termasuk rezeki. Berapapun jumlahnya jadi gak penting, karena bagaimana kamu menerimanya saja.
  • Selalu ada hikmah di balik sebuah kejadian.
baca : berbaik sangkalah pada Allah, maka rezeki akan menghampiri

KESIMPULAN.

  • Logika adalah alat untuk membantu kita berjuang memperbaiki nasib dan kondisi kita. Kita diberi pikiran sadar untuk menimbang apakah sesuatu itu mungkin, sesuatu itu benar, sesuatu itu baik ato tidak. Logika membantu kita berpikir layaknya manusia berakal yang beda dengan hewan yang hanya mengandalkan naluri / insting. Logika yang membantu ikhtiar kita agar sejalan dengan apa yang kita inginkan. Karena logika hanya alat bantu, maka gak bisa nentuin apa yang kta ikhtiarkan itu berhasil ato gak. Logika bisa memprediksi tapi hasilnya belum tentu sama dengan apa yang diprediksikan tersebut. Peluang untuk terjadinya hal yang sebaliknya pun sama besarnya. Di sinilah peranan takdir.
  • Takdir adalah ketentuan Allah SWT yang menjadi misteri bagi kita. Takdir inilah yang menentukan apakah sesuatu yang kita usahakan akan berhasil atau tidak. Itu sebabnya usaha gak akan mengubah rezeki kita. Apapun yang kita lakukan di dunia ini sebenarnya hanyalah menjalankan apa yang telah ditakdirkan untuk kita.  Tapi takdir ini misteri, kita gak akan pernah tau bagaimana takdir kita sampe kita menjalaninya.
  • Logika memanusiakan kita sementara takdir menyempurnakannya..
Wallahu alam..

0 Response to "Logika VS Takdir, Kaitannya Dengan Rezeki"

Post a Comment