Mengapa Kita Selalu Merasa Kurang Rezeki?

Gak pernah merasa cukup.

  • Itulah sifat dasar kebanyakan manusia, selalu merasa kurang, merasa tak cukup, merasa rezekinya tak sepadan dengan usahanya. Apakah salah? Sebenarnya tidak juga. Bagus jika punya sikap gak gampang berpuas diri, kalo terkait dengan prestasi, tapi jika terkait dengan rezeki, itu bisa bikin stres lho..
  • Terima dikit kesal, kalo terima dikit banget...merana. Karena kita seneng kalo diberi banyak. Banyak rezeki bikin happy, bikin senang dan bikin hati melonjak. Sementara kalo kita ngukur pake kuantitas ukuran banyak itu sangat relatif. Karena ada keserakahan dalam diri setiap manusia. Udah punya tapi masih pengen yang lebih lagi, begitu terus menerus. Akhirnya gak pernah ngerasa cukup, selalu merasa kurang..


Kurang apa coba Allah sama kita?

  • Coba kita hitung dulu rezeki Allah yang satu ini.
    • Bisa melihat. Coba kalo mata kita diambil, dunia bakal terasa gelap suram dan gak bisa melihat warna warni dunia yang indah.
    • Bisa mendengar. Coba kalo pendengaran kita bermasalah, gak bisa dengar apa-apa. Dunia yang indah ini jadi terasa sunyi..
    • Bisa menyentuh. Kita bisa ngebedain mana yang panas, mana yang dingin, mana bahaya, mana yang nyaman.. agar bisa melindungi diri.
    • Bisa merasakan aneka rasa makanan. Bayangkan kalau indera pengecap kita diambil tak bisa merasakan apa-apa, nikmatnya makanan jadi hilang, semua terasa hambar bahkan mungkin pahit.
    • Bisa berjalan dan berdiri tegap. Bayangkan jika kita mesti berjalan seperti halnya hewan yang tertopang dengan 4 kaki, betapa gak nyamannya..
  • Kurang apa coba Allah sama kita, mengapa kita selalu merasa kurang? Apa sih yang sebenarnya kita cari? Tinggal di desa pengennya hidup di kota. Sesak dengan kehidupan kota pengen banget suasana desa. Saat panas pengennya hujan, biar adem. Saat hujan melulu pengennya panas, soalnya kelabu dan banjir dimana-mana. Saat sunyi pengennya rame, saat rame pengennya sendiri... Masih jomblo pengennya nikah, saat punya problem rumah tangga pengen jadi jomblo lagi.
  • Sesuatu keliatan asik dan enak kalo kita gak miliki. Sesuatu yang gak ada dan gak kita punya rasanya pengen banget.  Sibuk menginginkan rezeki yang gak kita punyai, yang bukan milik kita, yang gak ditakdirkan buat kita miliki, sementara yang jelas-jelas milik kita gak disyukurin bahkan cenderung diabaikan...

Apapun jadi nikmat jika disyukuri.

  • Percaya gak kalo daun mangga bisa nutupin dunia dan seluruh isinya? Gimana ceritanya selembar daun bisa nutupin dunia yang luas ini? Ya.. kalo daunnya jatuh ke atas mata, nyolokin mata kita dan lembarannya nutupin penglihatan kita..
  • Begitu juga dengan rezeki. Mata kita ditutupin oleh keinginan dan keserakahan sehingga gak nyadar kalo kita sebenarnya kaya. Kita kurang bersyukur dengan apa yang kita punya. Belum lagi kalo hati dipenuhi dengan kelicikan ingin meraih rezeki dengan cara yang salah, nyolong, korupsi padahal waktu kita tuh bentar banget... kita berlomba dengan ajal..
  • Hidup adalah waktu yang dipinjamkan Allah pada kita. Apakah kita ingin mengisi waktu itu dengan dosa dan kedurhakaan?
  • Hidup adalah kekayaan, berisi rezeki yang tak terbatas jika kita mensyukurinya.
  • Mengapa mesti pelit dan enggan berbagi jika semua yang kita miliki ini hanya pemberian? Panca indera, kehidupan, bahkan rezeki yang kita bangga-banggakan pun karena diberi Allah...
  • Kurang rezeki hati merasa lemah, padahal justru lewat kelemahan itu kita memperoleh kekuatan. Hanya karena diberi kekurangan lah kita bisa belajar menghargai saat kita diberi kelebihan. Hanya rasa kurang lah yang mengajari kita untuk sabar, rendah hati dan menerima ketentuan Allah.
  • Gak perlu takut rugi..karena jika kita mendekati Allah hanya untung yang akan kita dapatkan. Jika kita bersyukur maka tambahan rezekilah yang akan kita dapatkan.
  • Syukuri nikmat kehidupan, banyak orang di kuburan sana sudah berhenti merasakannya, kesempatan mereka sudah habis. Sementara kita masih punya kesempatan.
  • Kadang-kadang bahagia itu bukan karena banyaknya rezeki, berlimpahnya harta benda, tapi pada kemampuan menerima apa yang diberi, mensyukuri apa yang ada dan berprasangka baik pada Allah..
  • Mengapa kita harus selalu merasa kurang..??
Wallahu alam...

Haters itu Rezeki Buat Kita.

Tauziah AA Gym

  • Lama tak muncul di TV K.H Abdullah Gymnastiar alias AA Gym menyampaikan tauziah singkat di Acara Hitam Putih yang dipandu oleh pesulap Deddy Corbuzier, beberapa waktu lalu. 
  • Banyak hal dibicarakan termasuk soal haters. Jangan salah ya.. ternyata haters itu rezeki buat kita lho ! Kok bisa? 
  • Ini beberapa rangkuman yang bisa saya tuliskan di sini, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua..


Bagaimana menyikapi maraknya padepokan yang memanfaatkan agama sebagai kedok..?

  • Menurut AA Gym masyarakat sekarang ini sedang sakit, bukan hanya sakit lahir tapi juga sakit qalbu. Karena ada penyakit dalam hati akhirnya jadi kurang jernih dalam berpikir. Mudah simpati, mudah tergiur, mudah kagum, sehingga kejernihan berpikirnya jadinya kurang. 

  • Ketenangan tak mungkin hadir dengan cara-cara seperti itu..mencari figur tertentu untuk dikagumi boleh, tapi jangan sampai mengkultuskan.. Banyaknya padepokan yang muncul karena masyarakat ingin menyembuhkan qalbunya dengan melihat figur pemimpinnya..
  • Pada suatu waktu ada yang bertanya pada sayidina Umar bin Khattab, " katanya, Ya Umar bagaimana kita tahu bahwa seseorang itu baik?" Kata Umar, jangan dulu kau katakan seseorang itu baik sebelum melakukan 3 hal ini :
    • Pernahkah engkau safar dengannya? Safar itu artinya melakukan perjalanan bersama. Karena selama dalam perjalanan kita tahu karakter dan ahlak orang tersebut.
    • Pernahkah engkau bermuamalah /berbisnis dengannya? Karena lewat bisnis kita bisa tahu apakah dia memiliki keserakahan, ketamakan, kejujuran?
    • Pernahkah engkau memberi amanah kepadanya? Karena anda bisa tahu apakah dia bisa menjaga amanah atau tidak.
  • Jika anda belum pernah berhubungan secara langsung dengan orang tersebut untuk 3 hal di atas, artinya belum ada jaminan kalau orang tersebut baik. 
  • Silakan cari rezeki, tapi dengan cara-cara yang halal, yang diridhai Allah. Jauhi praktek-praktek yang bisa membuat kita jadi sesat. Percaya kemampuan seseorang menggandakan uang? Mikirlah sebelum bertindak.(baca lagi : apakah rezeki bisa digandakan?)


Korbannya banyak orang terpelajar, kok bisa?

  • Koruptor juga banyak orang yang terpelajar. Terpelajar itu tidak identik dengan sesuatu yang hebat kalau dia tidak punya kejernihan hati. Ada yang namanya ilusi ilmu, jadi ujub, sombong, tinggi hati, takabur gara-gara ilmu juga. Orang yang tak memiliki kejernihan hati, kalau diberi kelebihan bisa menjadi sarana untuk sombong.
  • Kita ini siapa sih? Manusia yang penuh kekurangan. Kita tampak baik karena Allah menutup aib kita.
  • Banyak orang yang tak jujur pada dirinya sendiri, terpesona dengan penilaian orang lain terhadap dirinya, sehingga jadi sombong dan merasa lebih..
  • Jadi bukan jaminan jika kita terpelajar, banyak harta, rezeki lancar lantas jadi orang hebat???

Mengapa banyak yang terlena dan mau ikutan?

  • Budaya instan. Yang tidak punya cukup duit, ingin segera kaya tapi tak mau bekerja keras yang biasanya percaya pada praktek-praktek penggandaan uang seperti itu. Ingin kaya secara instan. Padahal agama mengajarkan untuk berproses, hasil itu bonus.
  • Gak mau rugi. Yang punya duit secukupnya (sedang-sedang saja hartanya), dalam situasi apapun ingin selalu punya duit, terutama dalam situasi sulit. Pikirannya jadi pendek, apa saja yang bisa menghasilkan duit banyak dan tak perlu kerja keras, akan dia lakukan..
  • Serakah. Yang kaya alias banyak duit kok kenapa ikutan juga? Karena kemaruk. Jika keserakahan sudah menguasai diri seseorang meskipun sudah diberi sebukit emas tetap akan mikir untuk memiliki bukit lainnya.
  • Intinya, kalo gak sehat hatinya pasti bermasalah...Kebanyakan kita lebih sibuk membersihkan rumah daripada membersihkan hati. Lebih sibuk ingin melapangkan hati daripada melapangkan rumah. Lebih takut kotor pakaiannya daripada kotor hatinya..Kalo hatinya tidak sehat pasti akal dan perilakunya juga jadi tidak sehat. Jadi perbaiki hati agar perilakupun sehat dan rezeki masuk lebih banyak serta lebih berkah.

Bagaimana menyikapi orang non muslim yang ingin jadi pemimpin kita?

  • Ini untuk menanggapi kandidat Gubernur DKI, Pak Ahok yang beragama Nasrani. Aa menjawabnya dengan sangat bijak. Beliau mengatakan bahwa di negara ini hidup banyak muslim dan ada juga non muslim. Kalo seorang non muslim ingin jadi kepala daerah, ya silakan saja. Yang penting jangan maksa orang untuk memilih dirinya.
  • Islam adalah agama yang adil yang menempatkan sesuatu pada tempatnya. Pak Ahok terlahir sebagai etnis Tionghoa, bukan pilihan pak Ahok untuk terlahir sebagai Tionghoa, dan ini bukan wilayah kita untuk membahasnya. Karena itu bukan takdir memilih. (Saya pun juga tak memilih untuk dilahirkan sebagai Orang Bugis-red). Jika pak Ahok beragama nasrani kitapun juga tak ikut campur, karena itu pilihan hidupnya. Tapi saat kemarin pak Ahok mengatakan sesuatu yang bukan bagiannya (yang kemudian jadi polemik penistaan agama) itu namanya melampaui batas alias OFFSIDE. Ini sudah takdir kejadiannya begitu. Tak perlu pelik memikirkannya karena yang terpenting adalah bagaimana mengambil hikmah atau pelajaran dari situ.
  • Dari sini kita bisa belajar bahwa ucapan yang tidak terjaga dampaknya bisa sangat besar. Pejabat publik atau siapapun yang ingin menjadi pemimpin rakyat harus berlipat-lipat kali punya kemampuan menjaga lisannya.
  • Apalagi yang bisa dipelajari? Orang jadi pengen tahu apa itu surah Al Maidah ayat 51?

  • Jika dalam agama ada larangan untuk memilih pemimpin yang non muslim sebenarnya sangat realistis. Karena seseorang yang beda akidah dengan umat Islam itu tak akan bisa memahami tentang Islam. Orang yang beda agamanya tak akan bisa memuliakan Allah sebagaimana umat Islam memuliakan Allah karena dia tidak beriman kepada Allah sebagaimana orang Islam beriman pada Allah, dan itu haknya untuk tidak beriman. 
  • Seorang pemimpin yang gak paham bakal gak ngerti gimana harus bersikap secara tepat. Bagi yang non muslim mungkin akan bertanya-tanya mengapa ibadah orang Islam begitu? Misalya haji. Bagi Muslim haji adalah ibadah yang betul-betul agung. Tapi bagi yang non muslim kok haji kek perbuatan sia-sia, ngelilingin kotak gitu..?? Jadi kalau ada anjuran untuk memilih pemimpin yang non muslim adalah hal yang sangat realistis. Karena umat Islam membutuhkan pemimpin yang memahami dan bisa membuat mereka lebih baik imannya, ibadahnya.

Bolehkah anarkis atas ucapan Pak Ahok yang dianggap merendahkan Islam?

  • Marah boleh tapi anarkis jangan. Islam tidak mengenal kezaliman, bahkan dalam pertempuran sekalipun. Islam adalah agama yang adil menempatkan sesuatu pada tempatnya. Bahkan Rasulullah menegur mereka yang ngobrol di atas kuda untuk turun, kasian dengan kudanya kan..wong gak jalan kok ditunggangi..
  • Ada seorang wanita ahli ibadah tapi mengurung seekor kucing yang tak diberinya jalan untuk mencari makan, itu ibadahnya sia-sia belaka. Ahlak pada seekor kucing bisa membuat celaka.. Sebaliknya ada wanita ahli zina yang kepengen tobat dan membantu seekor anjing yang kehausan bakal masuk surga.

Apakah banyaknya padepokan aneh itu mempengaruhi jumlah santri?

  • Dengan santainya Aa Gym bilang kalo yang merusak kita bukan kejadian dari luar tapi dalam diri kita sendiri. Kalo pesantrennya konsisten, benar dan lurus jangan pernah takut gak bakal dimininati santri. 
  • Gak perlu sibuk ngurusin orang sebelum membenahi diri. Kalo pun pengen ngurusin orang pastikan kalo diri kita udah baik. Ciri orang malang yaitu orang yang sibuk mengomentari orang lain yang tak perlu dikomentari, sibuk memikirkan sesuatu yang gak perlu dipikirin, dan sibuk ngurusin yang bukan urusannya.
  • Gak perlu sok repot dengan rezeki orang lain. Mau banyak kek mo sumbernya gak jelas, itu bukan urusan kita. Yang menjadi urusan kita adalah diri sendiri, rezeki kita, sumbernya, pemanfaatannya, karena itu yang bakal ditanya nantinya..

Bagaimana menyikapi  persoalan yang datang?

  • Yang bahaya itu bukan pada persoalannya, tapi bagaimana menyikapi persoalan itu. Seperti saat ujian di sekolah itu gak lulus bukan karena soalnya tapi salah jawabannya. Kita tuh semua lebih sibuk dengan persoalan, tapi jarang memikirkan benar gak sih cara kita menyikapinya. Rezeki boleh susah tapi kita lebih banyak fokus pada perasaan menderita karena susah rezeki itu sehingga kita beneran susah dan menderita.
  • Trus habis baca blog semua tentang rezeki ini, katanya artikelnya banyak yang menarik, bermanfaat dan menginspirasi tapi kita berubah gak setelah membaca tulisan ini, berubah ke arah yang lebih baik dalam urusan rezeki dan menyikapi rezeki? Ini berlaku juga buat saya admin blog yang selalu menulis artikel di sini. Apakah setelah mempublikasikan sebuah tulisan saya mengikutinya? Apakah setelah menulis sebuah artikel saya betulan menjadi lebih baik? Apakah hidup saya berubah ke arah yang lebih positif / lebih baik ?
  • Ingat bahwa kita dikagumi banyak orang, sukses, berhasil bukan karena kitanya yang hebat tapi karena Allah nutupin aib kita.

Bagaimana menyikapi haters?

  • Jika mengupload sebuah tulisan/artikel, status di medsos tulislah yang baik-baik. Apapun yang dikatakan / dikomentarin orang itu gak nunjukin kita tapi nunjukin siapa dia sebenarnya. Baik itu komentar positif atau negatif. 
  • Komentar miring gak menjadi ancaman bagi kita. Ancaman bagi kita adalah keburukan kita sendiri. Orang mau berkomentar, pro kontra, mau membenci biarkan saja, gak ada pengaruhnya, karena nasib kita gak ditentukan oleg omongan orang, oleh tulisan dan komentar orang lain.
  • Kalau ada orang yang ngata-ngatain kita itu :
    • Ladang untuk bersyukur. Untung bukan kita yang berkata jelek. Berkata yang buruk itu bisa menuai dosa, syukur bukan kita yang melakukannya.
    • Ladang untuk bercermin. Dikatain jelek itu gak enak bukan? Kita jadi tahu untuk gak bersikap yang sama, karena sikap itu gak baik. Kalo kita bisa tersakiti orang lain juga bisa bukan? 
    • Ladang untuk belajar. Para haters dimunculkan Allah agar kita dapat pelajaran bahwa membenci itu gak ada gunanya, pekerjaan sia-sia dan gak menambah timbangan pahala kita.
    • Ladang untuk memaafkan dan mendoakan kebaikan. Kasian banget para haters, pasti hidupnya selalu menderita karena hanya terisi kebencian dan kata-kata makian/buruk untuk orang lain. Maafkan mereka dan doakan kebaikan untuknya. Gak rugi kalo kita mendoakan kebaikan bagi orang lain bukan?
  • Mustahil semua orang suka pada kita. Tapi orang-orang yang gak suka pada kita bisa jadi aset, karena mereka siang malam memikirkan kekurangan kita yang kita sendiri mungkin gak punya waktu buat mikirin kekurangan kita, karena kebanyakan pengen dipuji. Haters selalu punya waktu buat mikirin kita, buat ngomongin kejelekan kita, jadi sebenarnya Haters itu rezeki buat kita. Keliatannya kok kesian banget punya banyak haters padahal banyak haters banyak rezeki he he he.
  • Sesuatu yang keliatan gak ngenakin dan berbahaya belum tentu gak baik.
  • Contoh saat kita duduk di depan ada makanan yang enak, tapi di dekatnya ada ular yang siap menerkam. Kira-kira sikap kita gimana? Apakah asyik menikmati makanan tanpa peduli ularnya bakalan mematuk kepala kita, atau malah menghindarkan diri, menjauhi makanan enak itu karena ada bahaya di dekatnya?
  • Semua pasti milih menghindar dari ular kan? Jadi yang paling penting adalah menghindarkan diri dari bahaya. Kira-kira apa yang paling membahayakan kita, keburukan orang lain atau keburukan kita? Pasti keburukan kita kan? Lalu kenapa kita capek mikirin keburukan orang lain? Capek sakit hati karena dikata-katain dan dibenci orang lain? Yang paling penting sikap dan ahlak kita, udah baik, udah bener gak. Kalo masih ada yang masih gak suka dan benci karena sikap kita itu, bukan urusan kita.
  • Kita jangan terpenjara akan keburukan orang lain ke kita. Kita jangan mau diatur oleh keburukan orang ke kita. Kalo orang ngomong jelek kita balas jelek, orang menghina kita balas dengan hinaan yang lebih kejam, orang melotot kita ikutan melotot artinya kita gak punya prinsip selain ikut-ikutan dengan keburukan orang.
  • Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalo bisanya hanya niru keburukan orang? Kita sekolah, belajar agama agar bisa bersikap benar. Orang boleh bersikap buruk tapi kita bisa memilih bersikap baik, bukankah begitu? Karena kemuliaan seseorang bukanlah dari banyaknya gelar yang dimiliki tapi dari sikap dan perilakunya (ahlak).
  • Apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah takdir kejadian yang harus kita terima. Yang paling penting adalah kita bisa mendapatkan pelajaran dari setiap kejadian tersebut.

Wallahu alam...

Menarik Rezeki Dengan Pikiran.

Berdayakan Pikiran Anda !

  • Saya tak ingin membahas tentang telepati, kekuatan supranatural, sulap atau hipnotis karena terus terang saya gak punya ilmunya.. Yang saya ingin bahas adalah bagaimana kita memberdayakan pikiran agar memberi manfaat bagi kita. 
  • Semua orang dikaruniai akal. Mereka, anda dan saya tiap hari mikir. Pikirannya juga macam-macam. Ada yang mikir buat bayar kontrakan, ada yang mikir gimana caranya dapetin jodoh yang baik, ada yang nyari akal gimana gak dimarahin bos, ada yang pontang panting mikir gimana dapetin narkoba buat memenuhi rasa kecanduannya. Ya.. 1001 pikiran menghiasi hari-hari kita setiap hari.
  • Permasalahannya sebenarnya gimana memberdayakan pikiran? Ya kudu mikir yang baik-baik alias berpikir positif, jauhi prasangka, jauhi dendam, jauhi pikiran negatif.. Karena pikiran negatif itu melemahkan, bukan hanya kehidupan anda tapi juga rezeki anda.. (baca : berbaik sangkalah pada Allah maka rezeki akan menghampiri).

  • Gimana ceritanya pikiran negatif bisa melemahkan?
    • Selalu merasa sial. Pernah gak sih anda mikir kok aku gagal terus sih, pada usaha sudah, doa apalagi, emang mungkin aku bakat sial kali' ya. Jadi apapun yang dilakuin pasti hasilnya gagal, wong bakat sial.. Tau gak orang yang mikir kalo dirinya pembawa sial pasti beneran sial. Karena dia yang mengundang kesialan itu datang padanya.. Kesialan itu bukan takdir, kesialan itu kita yang ngundang, kita yang ciptakan. (baca : betulkah sial bisa dibuang?).
    • Selalu merasa miskin. Ada orang yang gak pernah merasa cukup, selalu saja merasa kurang, mereka inilah yang miskin. Meski secara kasat mata dia berkecukupan tapi secara mental dia miskin. Tau gak kalo Allah gak menciptakan kemiskinan? Bagaimana gak miskin kalo kita belum apa-apa sudah merasa kurang?
    • Selalu pesimis. Kalo ngelakuin apa-apa gak pernah yakin bakal sukses. Gak siap menerima kesuksesan. Ada masalah langsung terpuruk, gak mikir kalo masalah bisa jadi tempat belajar..
  • Mental negatif seperti di atas betul-betul melemahkan. Kalo pikiran dibuat lemah maka tubuh jadi tak berdaya, lumpuh tak mampu berbuat apa-apa.

Menarik rezeki dengan pikiran..

(1) Pikiran menentukan anda.
  • Anda adalah apa yang anda pikirkan.. Kalo anda pikir kaya, maka kayalah anda. Kalo anda pikir rezeki anda seret, maka seretlah rezeki anda. Kenapa bisa begitu? Karena anda memikirkannya artinya anda tahu dengan sadar, anda yakin dengan hati kemudian anda wujudkan dengan perbuatan...
  • Jadi kalo mau menarik rezeki yang banyak, perbaiki pikiran. Pikirlah yang baik-baik saja.. (baca : rahasia bagaimana menjadi magnet rezeki). Pikirkan bahwa Allah telah menyediakan alam ini untuk menjadi rezeki bagi kita. Rezeki itu ada dan akan datang pada kita dengan kuasa dan ridha Allah..
  • Jika belum apa-apa kita udah mikir kalo gak punya rezeki artinya kita udah berprasangka buruk pada Allah. Bagaimana rezeki bisa lancar kalau kita suka berprasangka. Berprasangka sama manusia aja dilarang apalagi berprasangka pada Allah..(baca : rezekimu Allah yang atur, jangan berprasangka buruk padaNya

(2) Status bukan segalanya..
  • Pikiran kita terlalu banyak dibebani oleh keinginan untuk tampil memukai di depan orang lain. Kita haus pujian, haus pengakuan. Itu sebabanya kita mati-matian bekerja dengan harapan dari kerjaan itu harkat, martabat dan gengsi kita terangkat. Padahal bukan itu yang membuat kita mulia di hadapan Allah. Kaya bukan tanda mulia miskin bukan tanda hina.. (baca : rezeki bagi si kaya dan si miskin diberi secara adil).
  • Kita memblok rezeki kita sendiri dengan pikiran yang salah..membandingkan diri dengan ukuran-ukuran yang kita ciptakan sendiri. Kaya itu bagus, sepanjang kekayaannya bermanfaat.. Miskin juga bagus sepanjang kemiskinan menjauhkan dia dari maksiat..
  • Serahkan masalah rezeki pada Allah, karena itu domainNya. Kita tak kuasa mengatur lalu lintas rezeki kita. Rezeki yang kita peroleh bukan karena kita kerja, bukan karena kita ingin tapi karena ridha Allah, dari kemurahan hatiNya..
  • Kalau mau menarik rezeki ikhtiarlah dan serahkan pada Allah sisanya..itu bukan urusan kita lagi, biarkan Allah yang mengaturnya. Karena apa yang diatur Allah adalah yang terbaik.

(3) Menerima dan merasa cukup.
  • Banyak orang yang menerima rezekinya tapi belum tentu semua merasa cukup dengan rezeki itu, dengan apa yang diberi Allah padanya. Kebanyakan kita manusia menerima jika rezeki kita banyak, tapi mempertanyakan saat rezekinya sedikit. Karena kita masih terbelenggu dengan dunia, seolah-olah kita baru puas saat seluruh dunia dan isinya berada dalam genggaman kita..
  • Orang yang selalu merasa cukup adalah orang yang banyak rezekinya (baca : ciri-ciri orang yang banyak rezeki). Jadi wajar bagi mereka yang selalu merasa cukup takkan pernah hidup kekurangan, karena berapapun rezekinya pasti cukup baginya. Bukan banyaknya rezeki yang membuatnya cukup tapi perasaan dari dalam lah yang selalu menerima ketentuan Allah sebagai yang terbaik baginya, termasuk ketentuan soal rezeki.
Itulah 3 tips menarik rezeki dengan pikiran. Jika pikiran sudah dibenahi maka yang lainnya bakalan ngikut..hati dan perbuatan akan sinkron untuk menarik rezeki yang datang padaNya..

Wallahu alam...

Bisakah Rezeki Digandakan?

Fenomena penipuan yang marak.

  • Tulisan pertama saya di bulan Oktober ini turut menyoroti kasus seseorang yang ditengarai melakukan penipuan pada masyarakat dengan mengatakan bisa menggandakan uang. Berita ini sekarang ramai di koran dan hampir tiap hari jadi pembahasan di TV, media sosial, warung kopi. 
  • Saya tidak akan membahas soal siapa Dimas Kanjeng Taat Pribadi, karena terus terang saya gak kenal. Saya juga gak pengen ikut-ikutan menjudge, menilai hanya karena berita-berita yang disajikan media. Karena gak ada gunanya menjudge orang. Buat apa kita ikut-ikutan menghujatnya? Kasusnya toh sudah masuk ranah hukum, biar deh penegak hukum yang menyelesaikannya..
  • Yang lebih penting bagi saya adalah kita sebagai pribadi, bagaimana harusnya menyikapi hal ini. Penipuan mah dari dulu juga ada. Pelakunya ada di mana-mana dan sialnya banyak orang yang dengan mudah jadi korban penipuan sampai kerugiannya pun tak sedikit.
  • Mengapa kita? Karena satu-satunya yang bisa kita kendalikan adalah diri kita. Biar di luar ada 100 penipu kalo kita memilih untuk berhati-hati bisa jadi kita tak tertipu. Penipuan pun makin lama makin canggih metodenya. Kita yang kudu update gimana modus operandinya agar bisa berhati-hati.
  • Rasulullah pun udah mengingatkan kita...


Mengapa orang jadi penipu?

  • Alasan seseorang jadi penipu macam-macam tapi umumnya adalah :
(1) Malas.
  • Anda, saya dan orang kebanyakan biasanya bakalan usaha lewat kerja keras untuk dapatkan uang. Uang dipakai untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup yang bisa dibeli dengan uang, seperti makanan, pakaian, rumah, kendaraan, pendidikan dan sebagainya.
  • Sementara ada orang yang kerjanya hanya leha-leha, malas-malasan tapi pengen kaya, pengen punya uang banyak. Mereka ini malas dan ogah kerja tapi pengen duit. Akhirnya mereka jadi penipu dan membodohi orang lain agar bisa dapat uang hasil kerja keras orang lain.

(2) Gampang.
  • Jadi penipu itu gampang, cukup dengan modal bohong dan kemampuan meyakinkan orang lain. Sekolah boleh gak tamat dan keterampilan teknis gak dibutuhkan sama sekali. Tidak seperti kerja kantoran ataupun kerja profesional yang butuh ijazah dan sekolah tinggi.
  • Kalo menipu itu susah, pasti pelakunya tidak banyak, wong susah kok.. Kenyataannya tiap hari ada aja orang yanh ditangkap karena nipu.

(3) Kerja kecil hasilnya besar.
  • Cuma dengan modal sms bohongan saja bisa meraup ratusan juta. Cuma dengan modal senyum manis dan gaya sok akrab bisa menipu ratusan klien (salesman penipu).

(4) Pengen cepat kaya / sukses.
  • Gak ada itu kaya dan sukses instan. Semua butuh kerja keras dan perjuangan yang berdarah-darah. Tapi ada orang yang gak suka kerja keras dan emoh berjuang tapi pengen sukses. Mereka ini lah yang nipu orang lain demi ambisi pribadinya dengan mengiming-imingi sesuatu pada korban. 

Gimana menyikapinya?

  • Masih banyak alasan lainnya tergantung motif masing-masing penipu sih.. Nah sekarang jangan menyalahkan penipunya, salahkan kitanya kok mau-maunya ditipu? Sudah tau kalo manusia biasa gak bisa menggandakan uang kok mau-maunya ditipu dengan menyetor mahar sampe ratusan juta bahkan miliar? Kalau memang dia bisa menggandakan atau mengadakan uang ngapain juga pake ngajak orang, pake uang orang? Kenapa gak pake uang sendiri aja, gandakan tiap hari? Dan kenapa mesti digembar gemborkan sampe bikin padepokan segala..? Bukankah orang berilmu harusnya rendah hati? Gak perlu pake pamer karena bisa jatuh ke riya?
  • Hati-hati kalo ada yang ngajak untuk melakukan sesuatu. Otak kudu dipake, mikirlah.. apa ini bener, kalo bener haruskah dilakukan, orang yang dipercayai punya ilmu apa bener ilmunya bermanfaat buat kita, apa dia orangnya lulus, ahlaknya bagaimana? 
  • Jangan gampang termakan ajakan untuk mengkultuskan seseorang. Apalagi kalau memakai simbol-simbol agama, berpakaian layaknya ulama, karena bisa saja itu setan yang menjelma jadi manusia untuk menyesatkan kita. Rasulullah SAW saja yang Nabi Besar minta diperlakukan sebagai orang biasa, bukan seperti raja. Padahal beliau sangat mampu untuk melakukan itu dan umatnya pasti tak berkeberatan?
  • Perlakukan setan sebagai musuh bukan sebagai kawan. Jangan mau diajak bersekutu dengan setan/jin karena imbalannya gak sebanding, iman yang terkoyak karena melakukan syirik, dosa tak diampuni, rezeki macet dan kehidupan dunia akhiratnya bisa tak berhasil..

  • Banyak orang yang jualan agama untuk mendapatkan dunia. Waspadai mereka ini. Kedoknya gampang kebuka karena menggunakan simbol-simbol agama tapi fokusnya bukan pada akhirat tapi pada mengejar keduniawian..



Bisakah rezeki digandakan?

  • Rezeki yang diberi Allah pada kita jumlahnya udah pas gak lebih dan gak kurang sesuai dengan kebutuhan kita (baca : kalo rezeki sudah dijamin mengapa masih ada yang miskin, kurang dan kelaparan?). Jangan berharap rezeki bisa digandakan karena rezeki akan menjumpai pemiliknya dengan jumlah yang pas sesuai dengan yang dibutuhkannya.
  • Rezeki tak harus kita yang mencari atau mengusahakan. Karena rezeki juga bisa datang melalui orang lain. Rezeki uang, gaji, makanan yang memang kita beli dari hasil keringat adalah contoh rezeki yang memang kita usahakan. Tapi saat bertamu di rumah orang dan kita disuguhi teh panas dan camilan ala kadarnya adalah rezeki kita meskipun bukan kita yang mengusahakan/membelinya. Saat berjumpa dengan kawan lama kita ditraktir makan, itu juga bukan kebetulan, tapi rezeki kita. Saat bertemu teman yag baru pulang dari luar kota, kita dapat oleh-oleh, itulah rezeki kita. Rezeki itu akan menjumpai di manapun kita berada. (baca : rezeki tak mungkin nyasar, dia tahu betul letak keberadaanmu).
  • Jadi jika rezeki kita 100, maka itulah yang dianggap cukup dan sesuai untuk kita. Lalu mengapa kita merasa perlu menggandakannya menjadi 200, 300, 400? Apalagi dengan bantuan manusia?? Apakah kita jadi tergantung pada manusia, apakah kita mulai menyembah uang dengan menganggapnya sebagai sesuatu yang paling penting? Kita bersekutu dengan manusia yang mungkin memanfaatkan jin untuk melakukan aksinya? Sadarkah bahwa kita terjerumus pada praktek syirik? Suatu dosa yang tak diampunkan ?? Hal yang kita pikir bakal melancarkan rezeki ternyata malah menghambatnya? (baca : apakah susuk menghalangi rezeki?). Mengapa? Karena kita lebih bergantung pada manusia, kita percaya kuasanya bisa menggandakan rezeki (uang kita), kita ikut terlibat bersekutu dengan mahluk halus (jika memang ia menggunakan jin) (baca : waspadai 17 pintu masuk setan).
  • Berani benar kita ini..!! Berani melakukan kemusyrikan. Kita terlalu silau akan harta dunia, sehingga akal sehat kita terabaikan.. Bekerjasama dengan mahluk halus itu meminta imbalan yang sangat besar, tumbal nyawa, tumbal harta bahkan tumbal akidah.. Kita merelakan iman Islam kita hanya untuk segepok rupiah???? 
  • Saat semua terungkap, berbondong-bondonglah kita mencari uang setoran mahar, bukannya berbondong-bondong untuk taubat, kembali ke jalanNya. Sekali lagi yang kita cari adalah dunia, harta, uang..karena itu jauh lebih penting dibanding ketaatan kita padaNya. Sesuatu yang di hari nanti akan dimintai pertanggung jawabannya..
  • Rezeki tak dapat digandakan oleh manusia, karena manusia itu lemah. Kita akan menerima apa yang pantas, layak dan cukup untuk kita, tak lebih dan tak kurang. Allah hanya berkata akan menambah rezeki kita itupun jika kita bersyukur...
  • Kalau Allah yang menggandakan dan menambah rezeki kita, itu sangat mungkin. Bukankah Dia Maha Kaya? Bukankah Dia yang menjamin rezeki kita? Bukankah Dia yang membaginya secara adil? Lalu jika Allah cukup untuk kita mengapa pula kita harus mencari manusia untuk melakukannya?
  • Kitalah yang menciptakan kesialan hidup kita sendiri. Kita yang mengundangnya.. Bukan Allah yang menakdirkan kita sial. Siapa yang menyuruh kita mempercayai kemampuan manusia menggandakan uang? Siapa yang menyuruh kita menyetor mahar sampe ratusan bahkan milyaran rupiah? Tak ada bukan? Setan telah merasuki pikiran kita untuk tamak, serakah serta berpengharapan pada manusia. Akhirnya bukan rezeki (uang) yang berlipat kita terima tapi maharnya pun hilang tak berbekas...
  • Bayangkan jika uang sebanyak itu dipakai sedekah, dipakai membangun fasilitas yang mendukung perbaikan generasi islami, dipakai untuk menebar kebaikan?? Uangnya tak lari sia-sia tapi malah akan kembali pada kita dengan berlipat ganda.. Allah menjanjikan itu..
  • Mengapa kita justru percaya manusia daripada Allah????? Allah SANGAT BISA menggandakan rezeki kita syaratnya cuma bersyukur dan bersedekah.. tak perlu mahar mahal-mahal, sesuai kemampuan dan keikhlasan (baca : sedekah memperderas rezeki), tak perlu ribet hanya bersyukur dengan lidah, hati dan perbuatan... (baca : rezeki disyukuri hati jadi lapang).
  • Semoga kita paham akan kesalahan kita dan kembali taubat padaNya sebelum nyawa lepas dari raga.
Wallahu alam..

Followers

Pages

About Me

My photo

Saya  apa adanya, senang baca buku, mikir, nulis dan berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Harapan saya sih  ilmu yang sedikit itu bermanfaat, setidaknya untuk saya sendiri. Saya juga menulis blog pribadi lancarrezeki.blogspot.com, berbagidanjadikaya.blogspot.com catatanngocol.blogspot.com, hanya-love.blogspot.com dan belajarlewatquotes.blogspot.com