Mudahkanlah Rezeki Mahluk Allah, Maka Kitapun Dimudahkan.

Rezeki mahluk lain bisa jadi lewat kita.

  • Bagi mahasiswa ini cerita yang sangat familiar. Saat kelaparan karena kiriman orang tua belum datang, tiba-tiba ada tetangga kost yang habis hajatan ngirim makanan. Sebagai mahasiswa pasti langsung bersorak, "alhamdulillah, dapat rezeki nih !". Akhirnya rasa lapar yang tadi dipikirkan bakal diderita, sirna sudah berganti dengan rasa ngantuk karena kekenyangan.

  • Begitu juga saat rezeki seret karena orderan sepi, tia-tiba aja ada yang minta tolong dengan ngasi uang muka segala sehingga bisa dipake beli bahan, " wah rezeki nomplok!" 
  • Ya, Allah memberi rezeki untuk mahlukNya dengan cara berbeda-beda. Ada yang diberi langsung ke orangnya dan ada yang melalui perantara. Apapun yang kita terima dan bisa langsung dimanfaatkan itulah rezeki. Yang kita beli dan kita usahakan dengan tangan sendiri bisa jadi bukan rezeki kita. Pernah punya pengalaman, lagi nyuap makanan tiba-tiba kesenggol adik sehingga makanan tadi jatuh ke lantai. Tiba-tiba berkerumun sekelompok semut yang bergotong royong menggotong butiran nasi itu beriringan menuju sarangnya. Sadarkah anda bahwa nasi sesendok tadi bukan rezeki anda? Meksipun anda yang beli berasnya, memasaknya, menaruh ke piring dan siap menyendokkan ke mulut. Tapi karena Allah menetapkan kalo nasi itu adalah rezeki sekelompok semut, maka terjadilah takdir yang mengharuskan nasi itu jatuh ke lantai sebelum masuk ke dalam mulut anda.
  • Itulah rezeki. Allah yang mengaturnya, kita hanya menjemputnya, seperti halnya semut yang setia menunggu jatah rezekinya yang dikirim Allah lewat anda.

Mudahkanlah rezeki mahluk lain.

  • Kalo melihat ada seekor kucing yang datang mengeong saat kita sedang makan, janganlah mengacuhkannya. Beri sedikit nasi anda kepadanya, mungkin saja sesendok nasi itu memang rezekinya yang diberi Allah lewat kita. (baca : mengapa kucing datangnya ke kita?). Tak perlu menyepak atau mengusirnya pergi, bisa saja sesendok nasi itu diperlukannya untuk menambah tenaga. Bisa jadi sesendok nasi ini akan dibalas dengan nasi segentong untuk makan keluarga kita.
  • Kalau melihat ada semut kecil jatuh di air dan megap-megap, angkatlah dia ke darat. Bisa jadi semut ini tersesat dari rombongannya. Mungkin semut ini sedang berkeliling mencari rezekinya sampai terpeleset masuk ke air. Pertolongan kita bisa jadi memudahkannya menemukan rezekinya dan memudahkan kita menemukan rezeki kita juga.
  • Kalau melihat ada burung yang jatuh dari sarang dan patah sayapnya, balutlah luka itu dan kembalikan dia ke sarangnya. Mungkin saja induknya mencarinya. Kitalah yang mempertemukan induk dan anak burung itu kembali. Pertolongan kecil yang bisa jadi membuat kesehatan kita dibaikkan dan membuat kita berkumpul dengan anak isteri di surga.
  • Kalau melihat ada anak kecil atau nenek yang takut menyeberang jalan, bantulah. Siapa tau mereka itu dalam perjalanan menjemput rezekinya dan kita hanya memudahkannya menuju tempat tujuan. Siapa tahu Allah juga memudahkan jalan menuju rezeki kita.
  • Kalau melihat batu, atau penghalang yang bisa menyebabkan orang lain jatuh terpeleset karenanya singkirkan. Bisa jadi pertolongan ini membuat Allah menyingkirkan penghalang rezeki kita.
  • Jika ada tetangga yang sakit, jenguklah, bantulah jika dia butuh bantuan. Bisa jadi kedatangan anda menghibur hatinya, membuatnya merasa dipedulikan dan terbantu. Lewat kunjungan itu bisa saja Allah memelihara kesehatanmu dan memudahkanmu mengakses pengobatan kala sakit.
  • Jika melihat tanaman yang meranggas hampir mati, siramilah. Jika melihat dahannya patah, sambungkanlah.. Bisa jadi Allah akan membantumu melalui hari-hari tersulitmu dengan mengirim pertolongan yang tidak kamu sangka-sangka.
  • Jika anda sanggup menolong, sempatkan untuk menolong karena bisa jadi cuma anda yang bersedia menolongnya sementara yang lain memilih untuk tidak peduli. Bisa jadi pertolonganmu itu bikin Allah melapangkan rezekimu dan perduli padamu saat di akhirat nanti.
Jika tak bisa berbuat kebaikan, jaga tangan dan lisanmu dari menyakiti hati orang lain/mahluk lain. Itu jauh lebih baik.
Jangan sepelekan kebaikan-kebaikan kecil. Bisa jadi kebaikan itu menyelamatkan hidup seseorang/mahluk lain, dan memudahkan rezekimu di dunia serta melapangkan jalanmu menuju surgaNya. Amin..

Wallahu alam..

Tips Meraih Berkah Saat Rezeki Sulit

Saat rezeki sulit pasti mengeluh.

  • Mengeluh adalah hal umum yang dilakukan oleh sebagian besar kita saat rezeki sulit. Tagihan banyak yang harus dibayar, cicilan yang jatuh tempo, bahan makanan semakin menipis, tabungan kosong melompong. Seolah hidup jadi kiamat. Karena rezeki selalu diidentikkan dengan harta, materi dan kekayaan, sehingga saat semua itu kurang kita jadi merasa rezeki lagi sulit nih, Allah lagi gak bersahabat dengan kita nih, lagi dicoba, lagi  diuji, lagi dihukum padahal gak tau salah apa?
  • Mengapa mesti mengeluh? Karena saat kesulitan hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah mengeluh. Melaporkan pada diri sendiri dan orang lain kalau kita sedang susah. Lebih fokus pada kesusahan itu bukan pada solusinya, sehingga membuat diri jadi makin merana, merasa termalang di dunia... Padahal di balik kesulitan banyak mutiara yang tersimpan menunggu untuk ditemukan.

Meraih berkah saat rezeki sulit.


(1) Menerima Kenyataan.
  • Memang tidak mudah untuk menyikapi kondisi yang sedang terpuruk dan susah rezeki. Tapi tahap pertama untuk mendapat berkah saat rezeki sulit adalah menerima kenyataan. Yang bikin kita menderita seringkali adalah karena kita tak bisa menerima kenyataan kalau hidup berubah. Kita lebih suka mengeluh, bertanya mengapa ini terjadi bahkan memprotes Allah karena diberi kesulitan.
  • Menerima kenyataan artinya berhenti mengeluh, bertanya apalagi protes tapi masuk dalam tahap menerima kondisi sebagai ketentuan Allah SWT. Memang banyak gaya hidup yang harus dikorbankan dan disesuaikan dengan kondisi itu. Tapi itu jauh lebih baik dibanding memaksakan sesuatu yang tak bisa diakomodir. Tadinya bisa belanja sesuka hati, sekarang harus irit. Tadinya bisa makan-makan di luar lebih sering sekarang harus masak sendiri. Ini namanya menyesuaikan.

(2) Pahami kondisi itu.
  • Bukan hanya sekedar menerima tapi pahami mengapa kita diberi kesulitan? Begitu banyak manusia di dunia ini, kok kita yang dipilih? Tahukah kalau Allah memberi ujian/cobaan banyak hikmah yang bisa kita dapatkan yang tak bisa dikira-kira saat pertama diberi. Hal itu biasanya kita tahu setelah kesulitan berlalu dan jadi paham karenanya. Bisa jadi kita malah bersyukur telah diberi kesulitan.
  • Memahami kesulitan juga dapat dilakukan dengan introspeksi diri. Daripada terus mempertanyakan pada Allah mengapa kita diberi kesulitan, lebih baik tanya pada diri sendiri. Karena kita lah yang paling tahu kelakuan kita. Jika ketemu penyebabnya, jika harus diubah, ubahlah, jika perlu perbaikan, perbaikilah..

(3) Lihat secara proporsional.
  • Jangan terlalu terbawa suasana atau baper saat kesulitan mendera. Kesulitan itu menghantam nafsu yang selama ini selalu menjadi ukuran. Saat kita dilimpahi kesenangan hidup yang ada hanyalah nafsu untuk terus bersenang-senang. Dengan kesulitan Allah ingin kita kembali padaNya, melepas baju nafsu, merasa terhina, malu, menderita dan dipaksa untuk menerima keadaan yang tak mengenakkan.
  • Saat nafsu turun maka sisi spiritual kita naik, karena hidup cenderung untuk mencari keseimbangan. Saat sisi spiritual naik saat itulah kita butuh Allah, mengadu padaNya, menceritakan semua keluh kesah dalam doa, ibadah, shalat malam, shalat hajat, zikir dan lantunan ayat suci Al Quran. Allah rindu pada kita, sementara kita terlalu sibuk mengejar dunia. Allah memberi kesulitan agar kita kembali ingat dan mendekatkan diri padaNya. Allah cmburu karena kita terlalu mencintai ciptaanNya. 

(4) Ikhlas.
  • Setelah menerima kenyataan, memahami kondisinya, melihat secara proporsional akhirnya sampailah kita ke tahap ikhlas.. Menyerahkan urusan hanya kepadaNya, membiarkan Allah menanganinya dan kita tunduk pada kepasrahan atas kehendakNya.
  • Biasanya di titik ini kita mulai mendapatkan kemudahan mengatasi masalah rezeki, Allah mengirim bala bantuan yang tak disangka-sangka bahkan Allah sendiri membisikkan jalan keluar di telinga kita sehingga berkata, "mengapa kok tak terpikir ya?".
  • Yang paling susah adalah setelah kesulitan itu berlalu, kita kembali diberi kesenangan sementara sisi spiritual kembali tertekan digantikan oleh dominasi nafsu. Kembali lagi Allah menguji dengan kesulitan agar kita kembali ingat padaNya. 
  • Yang terbaik tentu saja sisi spiritual tu tidak pudar, tapi begitulah manusia, kadar imannya naik turun.. Tapi harus tetap berusaha.
Itulah tips meraih keberkahan saat rezeki lagi sulit.

Wallahu alam..

Ciri-Ciri Orang Yang Banyak Rezeki.

Banyak rezeki adalah impian.

  • Pasti semua orang impiannya pengen hidup di dunia ini dengan nyaman, banyak rezeki, dimudahkan ibadah dan mati masuk surga. Tapi apakah mereka yang hartanya banyak otomatis rezekinya pasti banyak? 
  • Rezeki itu tak melulu soal harta (baca ; rezeki itu hakikatnya apa?). Jadi kalau ukurannya bukan banyaknya harta, lalu orang yang banyak rezeki itu yang bagaimana ?

Ciri-ciri orang yang banyak rezeki.

(1) Sederhana meski hartanya banyak.
  • Jika menilik arti sederhana dari kamus, maka defenisi sederhana adalah :
    • bersahaja, tidak berlebih-lebihan.
    • sedang (dalam artian pertengahan tidak tinggi, tidak rendah, dan sebagainya).
    • tidak banyak seluk beluknya, tidak banyak pernik, lugas...
  • Orang yang banyak rezeki adalah orang yang sederhana, bersahaja meski dirinya banyak harta dan mampu untuk hidup wah, berlebih-lebihan dan mewah. Mengapa? Karena kekayaan yang sesungguhnya bukan dari harta yang berlimpah tapi dari kekayaan hati.

  • Hidup sederhana itu pilihan. Jika mampu untuk hidup mewah dan glamour mengapa memilih hidup sederhana? Karena dalam kesederhanaan itu dia merasa kaya, merasa cukup atau merasa nyaman, mengapa harus dikuasai nafsu pamer dengan hidup berlebih-lebihan?
  • Orang yang suka pamer bukanlah orang yang kaya. Karena dia perlu pengakuan orang lain akan kekayaanya. Orang yang kaya tak butuh pengakuan orang lain karena yang paling penting adalah pengakuannya terhadap diri sendiri. Yang terpenting adalah dirinya bukan orang lain. 
  • Yang paling penting adalah apa yang dilakukannya dengan kekayaan itu bukan dengan cara hidupnya. Yang penting juga adalah bagaimana dia tampak di hadapan Yang Maha Kaya, apakah kekayaan itu bermanfaat dan diridhai Allah bukan bagaimana dia tampak megah dan elegan di mata manusia.
  • Mereka inilah yang banyak rezekinya, karena fokus pada kualitas dan kebermanfaatan rezekinya demi ridha Ilahi daripada sekedar pujian palsu manusia.

(2) Olahraganya rajin meski tubuhnya sehat-sehat saja.
  • Tubuh yang sehat adalah karunia Ilahi. Orang yang banyak rezekinya mensyukuri karunia tubuh yang sehat itu dengan menjaganya sebaik-baiknya. Dia sangat paham bahwa ibadah hanya bisa dilakukan secara baik jika ditopang oleh tubuh yang sehat, baik ibadah yang bersifat ritual seperti shalat, puasa dan haji, maupun ibadah kemasyarakatan, termasuk ikhtiar mencari rezeki hanya bisa dilakukan secara baik jika ditopang tubuh yang sehat.
  • Tak perlu menunggu sakit ataupun karena pengen kurus baru mau olahraga. Karena kesehatan itu investasi yang harus terus dijaga, justru pada saat kondisi primalah tubuh perlu terus dijaga, bukan saat bermasalah. Jika anda merasa banyak rezeki tapi tak menjaga tubuh dan kesehatan anda artinya rezeki anda belum paripurna. Tubuh adalah aset, investasi, rezeki sehingga menjaganya dengan baik artinya menghargai PemberiNya. (baca : bagaimana memberdayakan tubuh untuk menarik rezeki).


(3) Tak pernah berhenti belajar meski dia pandai luar biasa.

  • Tak ada orang yang tahu semuanya karena otak dan kemampuan manusia terbatas. Tapi tak berarti tak bisa dipelajari. Orang yang banyak rezekinya mensyukuri kemampuan otak yang diberi Allah padanya dengan menggunakan otak itu untuk berpikir dan merenungkan kebesaran Ilahi Rabbi. Menggunakan otak itu untuk sebesar besar manfaat bagi diri dan orang lain.
  • Orang yang banyak rezeki tak henti hentinya belajar, meski gelarnya sudah banyak, punya pencapaian di bidang akademis yang bagus, diakui sebagai orang pandai. Karena dia tahu betul jika banyak hal yang masih perlu dipelajari. Makin banyak yang dipelajari, makin banyak yang membuka wawasan dan makin haus akan ilmunya. Menggunakan otak secara teratur juga bisa mencegah kepikunan..


(4) Pekerja keras meski hidup cukup dan tak kekurangan.

  • Hidup berkecukupan dan tak kekurangan tapi tetap bekerja keras adalah ciri orang yang banyak rezeki. Mengapa? Karena muslim itu wajib kaya. Muslim yang kaya bisa lebih berdaya untuk mengembangkan agama dan umat ini. (baca : 6 alasan mengapa hidup harus kaya).
  • Hidup berkecukupan tak membuatnya malas-malasan, sebagai tanda syukur justru dia bekerja lebih keras agar hartanya bisa dipergunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk agama Allah. Karena semua itu nantinya akan ditanya dan dipertanggung jawabkan. Nabi Sulaiman saja yang banyak harta dan berkuasa tapi lidahnya terus basah oleh syukur pada Allah.


(5) Mudah ibadah meskipun sibuknya luar biasa.

  • Sibuk adalah penjara manusia modern yang diperbudak dunia. Atas nama kesibukan seringkali Allah dinomorduakan. Rapat tak boleh telat tapi sholat boleh di akhir waktu. Plesir keliling dunia untuk bisnis dan jalan-jalan mampu tapi ibadah haji terus ditunda, katanya tak ada waktu. Tubuh sehat dan tak kurang suatu apapun tapi enggan berpuasa dengan tak bisa karena harus menjamu klien.
  • Mereka yang banyak rezekinya tahu bahwa tujuan penciptaannya adalah untuk sibuk menyembah Allah, bukan menyembah dunia. Sehingga sesibuk apapun dunia tak akan melenakannya sedikitpun dari mengingat Allah. Kerja, rekreasi, bisnis hanyalah selingan diantara waktu-waktu ibadah. 
  • Jadi bagi mereka yang dilenakan oleh dunia dan sangat susah meluangkan waktunya untuk ibadah, belumlah banyak rezeki. Orang yang banyak rezei menyerahkan dunia pada Allah dan menghadirkanNya dalam setiap aktivitasnya. Apapun yang dilakukannya adalah dalam koridor ibadah.
  • Orang yang sibuk ibadah diantara kesibukannya di dunia ini merekalah penguasa bumi sesungguhnya. Tak heran jika rezekinya banyak.



(6) Banyak syukur tak terpengaruh oleh kondisi ekonominya.

  • Saat rezekinya lagi banyak, lancar dan mudah dia bersyukur atas kondisi ekonomi yang menyenangkan. Saat rezekinya lagi sedikit dan seret pun dia bersyukur, karena rezeki itulah yang dianggap pantas diterimanya, karena Allah tahu apa yang terbaik baginya.
  • Karena rasa syukur yang ada dalam dadanya akhirnya dia selalu merasa cukup, berapapun rezeki yang diterimanya. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi muslim yang beruntung, seperti hadits Rasulullah berikut ini.


  • Bukan kuantitas rezeki yang dipikirkannya tapi bagaimana menyikapi rezeki yang diberi Ilahi padanya. Rezeki sedikit jika dimanfaatkan dengan baik akan mencukupi bahkan bisa berlebih, karena Allah Maha Mencukupkan. Rezeki yang banyak bisa jadi tak pernah cukup karena ada keserakahan dan ketidakpuasan di dalamnya. Pernahkah anda menghitung penghasilan dengan pengeluaran anda setiap bulan? Dengan uang yang pas-pasan pun kita tetap bisa hidup layak dan cukup? Itulah misteri rezeki yang telah diatur Allah untuk kita.

(7) Tetap rendah hati meski mampu untuk sombong.
  • Kesombongan adalah sifat setan yang seringkali membelenggu manusia. sifat inilah yang menjadi penyebab utama mengapa setan/iblis terusir dari surga. Dia merasa lebih mulia dari Adam, sehingga berani menentang perintah Allah yang menyuruhnya agar sujud padanya. Iblis berani karena kesombongan memenuhi relung hatinya.
  • Saat manusia berada di puncak kekuasaan dan dikaruniai harta benda dan anak yang banyak seringkali tergoda untuk sombong, untuk merasa lebih dari orang lain. Bukan hanya pada sesama manusia dia sombong bahkan kepada Allah pun sombong. Karena sibuk mengurus harta benda dan mempertahankan kekuasaannya maka dia jadi lalai, meninggalkan Allah jauh ke belakang. Apa akhir manusia seperti ini? Berkacalah dari kisah Firaun yang ditenggelamkan..
  • Orang yang banyak rezeki terlalu malu untuk sombong pada Allah, karena dirinya hanyalah setitik debu di padang pasir yang luas. Kekayaannya hanya seujung kuku dibanding Sang Pemilik Jagat Raya. kekayaan yang diklaim miliknya itupun sesungguhnya hanya titipan dari Sang Maha. Kekuasaan yang sedang dipegangnya adalah amanah dariNya untuk dipergunakan mensejahterakan umat dan membaikkan kehidupan. Meski mampu untuk sombong itu tak dilakukannya. Karena dia tak ingin seperti iblis yang dilaknat. Tadinya memiliki begitu banyak keutamaan, kemudian menjadi terhina karena kesombongannya.



(8) Ingat mati meski masih hidup dan baik-baik saja.
  • Orang yang banyak rezeki tahu kalau dirinya akan berakhir di mana. Tahu bahwa rezeki yang dipercayakan Allah akan ditanya. Tahu bahwa pemanfaatan umurnya akan dipertanggungjawabkan. Sehingga tak sedetikpun dirinya melalaikan ibadah, karena ajal bisa datang kapan saja. 
  • Ingat mati adalah kontrol yang paling baik bagi diri, sehingga kelakuan pun bisa terjaga. Maksiat dan dosa bisa dengan mudah dilakukan tapi pilihan tetap ada di tangan. Tak perlu menunggu tua baru mau mulai beramal. Tak perlu menunggu sakit keras baru mau mengingat mati. Karena malaikat Izrail tak memilih mereka yang tua, uzur dan sakit saja untuk dijemput. Tapi siapa saja yang diperintahkan Allah.
  • Jadi banyak rezeki membuat banyak ingat mati. Karena ajal bisa datang menjemput justru saat kita tak menyangkanya.. saat berada di puncak kekuasaan dan di atas gelimangan harta dan kesenangan dunia.

Wallahu alam...

Cerita Rezeki dan Helm Yang Menggelitik

Pak polisi dan pengendara yang bandel..

  • Seorang petugas polisi yang sementara bertugas di jalan raya menghentikan seorang bapak yang mengendarai motor tanpa menggunakan helm. Berikut petikan percakapan antara polisi dan pengendara motor yang menggelitik hati.
  • Polisi : "Permisi pak, surat-suratnya?"
  • Pengendara : "tidak punya pak."
  • Polisi : Anda tahu apa kesalahan anda? Pertama anda berkendara tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan, seperti SIM dan STNK. Kemudian bapak berkendara tanpa menggunakan helm. Mohon maaf saya harus menilang bapak"

  • Pengendara : "Tunggu dulu ! Saya keberatan jika ditilang. Mengapa saya harus punya surat kendaraan? Yang penting saya bisa mengendarai motor dengan baik. Trus mengapa harus pake helm, di zaman Rasulullah beliau juga gak pake helm?"
  • Polisi : (sambil menutup buku tilangnya, wajahnya menatap serius pengendara motor yang ngeyel itu). "Karena saya tahu bapak muslim, saya ingin bertanya. Jika ada yang meragukan keislaman anda apakah anda marah?"
  • Pengendara : "Oh tentu saja. Saya Muslim sejati, sejak lahir sudah muslim, kakek moyang saya semua muslim. Jadi jika ada yang mempertanyakan keislaman saya bisa saya gampar."
  • Polisi : "Apa bukti yang anda tunjukkan buat meyakinkan orang lain kalau anda Muslim?"
  • Pengendara : "KTP, di situ tertulis kalau agama saya Islam. Kemudian saya ke mesjid bukan ke gereja atau tempat agama lain. Saya shalat, puasa, haji.." (katanya dengan sengit).
  • Polisi : " Sebagai muslim saja anda punya identitas, begitu juga dengan kendaraan anda. STNK itulah identitas kendaraan yang bisa meyakinkan petugas. Kemudian untuk masuk surga pasti anda syarat-syaratnya, kan?"
  • Pengendara : " Ya iya dong, amal baiknya harus lebih banyak dari amal buruknya."
  • Polisi :" Jadi untuk masuk surga saja ada syarat-syaratnya, berkendara juga begitu pak. Jangan asal bisa menjalankan motor sudah dikatakan layak berkendara. Nanti anda dikatakan layak berkendara jika anda mematuhi persyaratan berkendara yang baik, yaitu punya surat kendaraan yang lengkap STNK, SIM, perlengkapan kendaraan berfungsi dengan baik dan menggunakan helm sebagai pelindung kepala. Kira-kira mengapa harus dibuatkan persyaratan seperti itu? Agar semua pengendara di jalan selamat tiba di tempat tujuan. Tempat tujuan akhir kita semua ini adalah kampung akhirat, agar selamat di sana dan masuk ke dalam surgaNya harus memenuhi syarat-syaratnya bukan?"
  • Pengendara : " Kan gak ada hubungannya?"
  • Polisi : " Ada pak, jika anda tidak memperhatikan keselamatan berkendara dan akhirnya kecelakaan dan meninggal, kira-kira bagaimana nasib keluarga yang anda tinggal? Bagaimana dengan nafkah keluarga anda? Allah sudah meletakkan rezeki mereka di tangan anda? Jika pencari rezekinya tak hati-hati, bagaimana dengan mereka? Jika anda berkendara tak hati-hati selain bisa mencelakakan nyawa anda juga bisa mencelakai orang lain, yang juga mungkin kebetulan pencari nafkah utama dalam keluarganya? Lagipula jika di zaman Rasulullah sudah ada motor apakah anda yakin bahwa beliau tidak akan menggunakan helm? Allah Maha Sayang dan Melindungi hambaNya? Tapi bukankah manusia harus berusaha melindungi dirinya dari bahaya juga? Helm adalah salah satu perangkat untuk melindungi kepala dari benturan. Dengan begitu anda bisa terlindungi, keluarga anda terlindungi, orang lain dan keluarganya juga terlindungi rezekinya."
  • Pengendara : " mmm...." (tidak tahu harus berkata apa).
  • Polisi : " Itulah kesalahan kita pada umumnya, kita memilih sesuatu yang kita suka saja. Aturan yang tak kita sukai kita tinggalkan dengan beragam alasan, kalo perlu agama dibawa-bawa. Padahal identitas kita sebagai Muslim bukan dari KTP atau hal-hal yang sifatnya ritual, tapi lewat ahlak. Ritual seperti shalat, puasa, haji adalah kewajiban yang harus kita laksanakan. Tapi yang paling penting bukan ibadah yang tampak secara fisik tapi dampak ibadah ritual itu bagi kehidupan kita. Apakah betul kita berahlak seperti halnya seorang Muslim? Apakah kita mengaku Muslim tapi masih makan rezeki haram? Kita lebih bangga dengan identitas fisik tapi ahlak kita jauh dari seorang Muslim.."
Pak polisi yang bijaksana...

Wallahu alam..

Tips Bebas Hutang Dan Rezeki Mengalir Masuk.

Hidup terbebas dari hutang itu mudah.

  • Hidup yang terjerat hutang, gali lobang tutup lobang adalah hidup yang menyesakkan. Bagaimana tidak, semua penghasilan yang kita peroleh dengan kerja keras hanya bisa dimanfaatkan sedikit saja karena sebagian besarnya harus digunakan untuk membayar utang.
  • Agar hidup terbebas dari hutang terlebih dahulu harus tahu apa penyebabnya sampai kita terjerat hutang, supaya bisa diketahui dengan pasti mulai dari mana kita menanggulanginya.
  • Sub judul di atas itu betul, hidup terbebas dari hutang itu mudah. Persoalannya kita mau tidak, hidup lempeng.. tenang dan terbebas dari tumpukan hutang. 
  • Sekarang kita analisa mengapa hutang bisa terjadi?
    • Besar pasak dari tiang, artinya uang yang masuk lebih kecil dari uang yang keluar. Inilah penyebab utama seseorang terbelenggu utang. Pengeluarannya jauh lebih besar dari pendapatannya, sehingga berapapun penghasilan yang diperoleh tak sanggup menutupi pengeluarannya. Jika pengeluaran lebih besar dari pendapatan maka selisih uang inilah yang diperoleh lewat utang. Jika ini yang terus dilakukan tidak heran jika utangnya semakin besar.
    • Tak punya prioritas dalam hidup. Semua adalah prioritas dan semua harus terpenuhi segera, jika belum ada uangnya dicarikan dengan cara berhutang. Karena semakin lama prioritasnya makin banyak akhirnya semakin banyak yang harus dipenuhi sementara sumber dayanya tak bisa memenuhi peningkatan prioritas itu. Akhirnya utang pun jumlahnya  makin membengkak.
    • Tak bisa membedakan keinginan dan kebutuhan. Kebutuhan adalah apa yang kita perlukan untuk mempermudah hidup, sementara keinginan adalah apa yang kita perlukan untuk membuat hidup lebih indah, nyaman dan enak. Misalnya kita ingin punya rumah mewah, bertingkat 3, padahal yang kita butuhkan hanya rumah berlantai satu dengan fasilitas sederhana. Rumah bertingkat 3 dan rumah berlantai satu pasti harganya beda. Selisih inilah kita pakai utang untuk memenuhi keinginan itu.
    • Tak membuat rencana dengan baik. Bukannya tak boleh berutang tapi utangnya tak direncanakan dengan baik. Giliran tak bisa bayar baru kalang kabut.
    • Tak membayar hutang tepat waktu. Jika punya uang lebih, bukannya langsung bayar hutang malah digunakan untuk keperluan lain. Sehingga utangnya makin bertambah..
  • Untuk membuat hidup terbebas dari hutang maka faktor-faktor penyebab utang yang harus di eliminir atau dikurangi.. MUdah kan?

Tips bebas hutang dan membuat rezeki mengalir masuk

(1) Atur keuangan.
  • Jika pendapatanmu 3 juta belanjakanlah sebanyak kurang dari atau sama dengan 3 juta, jangan lebih, karena itu membuatmu cari hutangan. Catat semua pengeluaran agar kamu tahu kemana saja larinya uangmu, sehingga kamu bisa menentukan langkah-langkah menanggulangi kebiasaan berutang.
  • Penghasilan yang diperoleh dengan bekerja harus digunakan sebaik-baiknya. Karena prinsip pengelolaan keuangan secara islami adalah "sebaik-baik harta yang saleh (baik) dikelola oleh orang yang saleh (amanah dan profesional)."
  • Penghasilan yang diperoleh lewat bekerja jauh lebih mulia dibanding yang diperoleh lewat meminta-minta, meskipun hasilnya lebih sedikit. Rasulullah menjelaskan itu dalam hadits berikut ini :



(2) Buat prioritas dalam hidup.
  • Apa yang paling kamu butuhkan, jadikan itu sebagai prioritas seperti kebutuhan makan harian, pelengkap seperti PLN, PAM, Telepon, uang sekolah anak-anak, bahan bakar dan sebagainya. Penuhi dulu apa yang menjadi prioritas baru yang lainnya. Tak bisa membuat semuanya jadi prioritas karena kemampuan untuk memenuhinya pun terbatas.
  • Belanjakan harta dengan baik, jangan asal belanja, belanjakanlah untuk hal-hal yang bermanfaat. Hati-hati dalam membelanjakan harta, karena apapun yang kamu belanjakan nantinya akan ditanya..


(3) Bedakan keinginan dan kebutuhan.
  • Penuhi terlebih dahulu apa yang menjadi kebutuhan, jika ada sisanya baru bisa diputuskan lebih lanjut, apakah akan ditabung, diinvestasikan atau dibelanjakan untuk memenuhi sebagian keinginan kita.


(4) Rencanakan keuanganmu dengan baik.
  • Catat semua uang yang masuk dan rencanakan tujuan penggunaanya. Utamakan yang prioritas baru yang lainnya. Setelah direncanakan semanya tapi masih lebih besar pasak dari tiang, pilihannya hanya dua yaitu menghemat pendapatan atau menambah penghasilan (tidak termasuk utang di dalamnya) 
  • Kalaupun ingin menambah utang pastikan bahwa utang itu untuk membantu upaya menambah penghasilan seperti dijadikan modal untuk bisnis yang nantinya memberikan keuntungan untuk menambah penghasilan dan satu lagi pastikan bahwa utang itu bisa dibayar. Jangan berutang yang tak mungkin kamu bayar.
  • Prinsipnya adalah belanja sesuai peruntukannya, jangan boros tapi jangan juga kikir..


(5) Bayarlah hutang tepat waktu.
  • Jika memiliki utang, jadikan membayar utang sebagai prioritas. Penuhi apa yang menjadi prioritas baru yang lain. Saat menerima penghasilan / gaji sisihkan dulu untuk pembayaran hutang dan bayarlah sesuai kesepakatan. Jangan mengalihkan uang yang sedianya untuk membayar utang untuk keperluan lain. 
  • Jangan boros, meskipun kamu mampu melakukannya, apalagi boros dengan modal hutang saja. Karena pemboros itu saudaranya setan.


Amalan agar hutang lunas dan rezeki lancar

(1) Sedekah / infaq.

(2) Bantu orang lain yang berutang.
  • Allah akan membantu kesulitan kita jika kita membantu kesulitan orang lain. Jika kita kesulitan karena hutan, bantulah kesulitan orang lain yang juga punya utang seperti kita. Sangat jelas di hadits Rasulullah SAW berikut ini :


(2) Doa dibebaskan dari hutang.
  • Allah menyuruh kita berdoa dan doa kita pasti didengarNya. Silakan baca artikel kunci pengabulan doa di sat susah. Karena itu saat kesulitan, termasuk karena hutang bisa membaca doa berikut ini :
  • Doa di atas adalah doa yang diajarkan oleh Baginda Nabi. Amalkan secara rutin, misalya setelah selesai shalat. Tapi ingat jangan asal doa tanpa disertai ikhtiar. Lakukan juga usaha untuk melepaskan diri dari jeratan hutang, caranya sudah diperlihatkan di atas. Doa + ikhtiar = usaha optimal, selanjutkan tawakkal serahkan pada Allah penyelesaiannya. Allah akan memberi petunjuk bagaimana kita menyelesaikan masalah utang ini. Berprasangka baiklah padaNya.

3. Zikir.
  • Zikir adalah upaya mengingat dan mendekatkan diri padaNya. Zikir berisi puji-pujian pada Allah, agar usaha yang kita lakukan dalam hal ini terbebas dari jerat utang bisa dimudahkan.
  • Silakan baca artikel rezeki gampang terbuka dengan zikir ini. Zikir yang sudah saya praktekkan sendiri, begitu banyak manfaatnya. Baca juga zikir yang teruji memperlancar rezeki lahir dan batin.
  • Ingatlah Allah selalu, dimanapun kamu berada. Allah sesuai persangkaan hambaNya. Jika kita menyangka Dia akan menolong, maka yakin Dia betul akan menolong kita. Hanya saja bentuk dan ukuran pertolonganNya hanya Dia yang tahu.


(4) Taubat.
  • Kenapa kita bisa terjerat hutang? Selain beberapa alasan di atas, kemungkinannya adalah kita banyak dosa. Berusaha tidak sesuai anjuran agama, usahanya haram, hasilnya haram dan dibelanjakan di jalan yang haram. Bisa jadi banyak utang karena azab. Ya.. penyelesaiannya cuma satu yaitu dengan taubat..
  • Baca artikel ini taubat berkaitan erat dengan kelancaran rezeki.

(5) Fokus pada perbaikan diri.
  • Mengapa hutang bisa jadi masalah? Karena kontrol diri yang tidak bagus. Karena itu fokuslah pada perbaikan diri. Lakukan apa yang seharusnya dilakukan bukan apa yang sebaiknya dilakukan menurut orang lain. Ukurlah kepantasan diri. Maksudnya jika hanya pantas membeli ikan 20 ribu jangan memaksakan diri membeli daging 150 ribu.
  • Sebelum memutuskan pikirkan baik-baik, apakah keputusan itu betul? Jika betul apakah bermanfaat? Jika betul dan bermanfaat apakah sanggup melakukannya dan menerima akibatnya?
  • Lakukan usaha dengan benar. Hindari hal-hal yang menyeret pada perbuatan maksiat dan dosa meskipun itu memberi keuntungan dan uang yang besar. Karena jika kita sibuk melakukan hal-hal haram maka yang kita panen adalah kesulitan dan musibah, termasuk kesulitan karena terjerat utang.
Itulah tips agar hidup bebas hutang, mudah dipraktekkan asal ada kemauan Semoga memberi pencerahan dan kemudahan mencari jalan keluar. Ingatlah bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Allah yang mengatakan itu, karena hidup itu dipergilirkan .


Wallahu alam..

Apa Rezeki Berlimpah Jaminan Kebahagiaan?

Banyak rezeki apa menjamin kebahagiaan?

  • Kebanyakan kita suka iri dengan mereka yang sukses, kaya, berhasil, pintar, cantik, tampan, seolah mereka punya segalanya. Dengan uang yang banyak apa aja bisa dibeli, termasuk membeli kebahagiaan. Apa sih yang bisa bikin bahagia? Kalo kita udah bisa melakukan semua yang kita mau, pasti kita akan bahagia. Mau makan apa aja yang enak, mahal, eksklusif, buatan chef kelas dunia, bisa. Mau jalan-jalan ke tempat paling eksotis dan mahal dengan jet pribadi, bisa. Mau punya mobil paling mahal yang cuma ada 2 di dunia, bisa banget. Semua yang kita inginkan tersedia. Benarkah kita bisa bahagia karenanya?
  • Rezeki banyak dan berlimpah dambaan setiap orang. Kita semua mati-matian kerja dan berusaha agar bisa dapat rezeki lebih, agar bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan kita. Tapi mengapa tingkat bunuh diri dan stres mereka yang kaya dan sukses jauh lebih tinggi dibanding orang biasa? Pasti ada yang salah di sini. Rezeki banyak dan berlebih gak menjamin kebahagiaan.. jika rezeki kita fokuskan hanya pada uang dan harta benda..


Rezeki berlimpah BUKAN jaminan kebahagiaan.

(1) Uang gak bisa membeli keamanan.
  • Orang kaya, hartanya banyak, uangnya banyak, ya.. kita menganggap rezekinya banyak dan berlimpah. Tapi banyak juga yang menginginkan miliknya. Banyak perampok yang mengincar hartanya, banyak orang yang bersedia membayar kematiannya, banyak orang yang bahagia jika dia mati. Nunggu warisan, harta gono gini ato peralihan kepemilikan.. Manusia itu tamak dan suka dengan harta.. gak peduli apa diperoleh secara halal atau tidak.
  • Si kaya mungkin bisa membuat tembok tinggi dengan penjagaan ketat. Bisa menyewa bodyguard untuk melindunginya dari serangan bahaya..tapi hal itu gak menjamin dia aman. Orang akan mencari cara menghancurkannya, jika gak bisa dari luar maka akan dihancurkan pelan-pelan dari dalam.
  • Ya.. uang dan harta tak bisa menjamin keamanan, tapi sikap rendah hati, gak angkuh, ramah dan ogah cari musuh adalah cara membeli keamanan untuk diri. Serangan kebanyakan dilakukan oleh orang lain. Jika ingin aman, dekati orang lain bukan dengan kepalsuan tapi dengan ketulusan dan kebaikan hati. Kalo kita baik, ramah, ringan tangan dan gak punya musuh, siapa yang mau menyerang kita, wong orang-orang pada suka sama kita. Mereka bakalan berdiri di depan membela kita meski kita gak bayar atau nyogok mereka. (baca : 7 langkah menarik rezeki keselamatan saat bepergian).

(2) Uang gak bisa membeli kesehatan.
  • Harusnya orang kaya berbahagia karena peluangnya bertahan hidup dari penyakit mematikan jauh lebih besar. Kenapa? Karena dia punya akses untuk membayar fasilitas kesehatan terbaik, pelayanan kesehatan nomor satu, serta sarana dan prasarana kesehatan yang mumpuni, seperti obat, vitamin, serum, dokter ahli.
  • Tapi kenyataannya mereka toh mati juga, gak sedikit mati karena penyakit berbahaya seperti kanker, AIDS maupun overdosis obat-obatan.. Karena sesungguhnya uang gak akan bisa membeli kesehatan. 
  • Karena kesehatan hanya didapat dari kesadaran untuk menjaga ucapan, menjaga hati, mengikuti  pola hidup sehat yang seimbang antara nutrisi dan olahraga, serta membantu menyembuhkan mereka yang sakit. Gak perlu jadi dokter untuk menyembuhkan penyakit seseorang. Bantulah mereka yang lemah dan gak mampu untuk membayar biaya pengobatan atau untuk membeli pelayanan kesehatan yang layak. Karena itulah cara paling ampuh untuk "membeli" kesehatan. (baca : 6 langkah menarik rezeki kesembuhan saat sakit).

(3) Uang gak bisa membeli kenyamanan dan keharmonisan.
  • Punya harta berlimpah, rumah megah dilengkapi kolam renang dan halaman yang luas gak menjamin kita hidup nyaman. Banyak keluarga yang terpecah belah hanya karena harta. Saling berebut harta dan kekuasaan. Anak-anak menjadi manja dan nakal karena dibesarkan dengan fasilitas. Isteri atau suami yang gak setia, perselingkuhan jadi hal biasa yang akhirnya berujung pada perceraian. Gak ada ketenangan dalam rumah tangga. Mengapa bisa begitu?
  • Karena keharmonisan dan kenyamanan berumah tangga gak ada kaitannya dengan uang. Bukannya uang gak penting dalam rumah tangga tapi uang bukanlah yang terpenting. Tapi lewat saling mengasihi, menghormati, memaafkan dan saling support antar pasangan. Keluarga itu satu team yang tujuannya untuk saling membahagiakan.

(4) Uang banyak gak menjamin kepuasan hidup.
  • Punya gaji tinggi, punya penghasilan milyaran, punya perusahaan yang omzetnya trilyunan gak menjamin kepuasan hidup. Karena sejatinya manusia itu gak ada puasnya. Punya uang uang seratus mau seribu. Punya seribu mau sepuluh ribu. Punya sepuluh ribu mau seratus ribu. Gak ada akhirnya..
  • Lalu dari mana kepuasan hidup bisa diperoleh? Dari kemampuan bersyukur atas apa yang dimiliki. Sedikit atau banyak gak menjadi soal, berapapun nilainya tetap diterima dengan rasa syukur. 
  • Kepuasan hidup juga didapat dari berbagi. Dengan berbagi kita membuat harta kita jadi bermanfaat bagi banyak orang. Membuat orang lain bahagia adalah kunci kebahagiaan dan kepuasan hidup itu sendiri.

(5) Uang berlebih gak menjamin hidup terhormat.
  • Pernah liat bagaimana para gembong narkoba yang punya harta berlimpah sampai bisa membeli fasilitas mewah di penjara dan menyuap sipir berakhir? Ya.. Fredy Budiman harus berakhir di depan regu tembak karena kejahatannya meracuni anak bangsa dengan narkoba.
  • Bukan banyaknya uang yang membuat orang terhormat. Bahkan bisa jadi uang banyak justru membuatnya terhina jika diperoleh dan dimanfaatkan di jalan yang salah. Pemanfaatan uang itu  yang menentukan apa seseorang menjadi terhormat atau tidak.
  • Kemurahan hati, penghargaan pada orang lain, kesediaan menjaga ucapan dan tindakan dari menyakiti orang lain serta kemampuan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di sekitarnya itulah yang menentukan apakah kita hidup terhormat atau tidak.

(6) Uang berlimpah gak menjamin banyak kawan.
  • Karena kita kaya, banyak uang dan banyak kemudahan membuat kita gak susah buat dapat kawan. Kita ibarat gula yang manis yang mengundang banyak semut untuk datang menikmati manisnya gula. Tapi kawan yang banyak mengitari kita, betulkah itu kawan sejati? Belum tentu. Bisa saja mereka mendekat karena kita kaya dan mereka turut menikmati fasilitas karena menjadi teman kita.
  • Jika akhirnya kita jatuh miskin, terpuruk dan menderita akankah mereka tetap setia kawan dan mendukung kita untuk bangkit? Belum tentu. Adalah sifat manusia untuk mencari lingkungan yang menguntungkan dirinya. Jika lingkungan dianggapnya sudah gak memberikan keuntungan, dia memilih meninggalkannya. Dan itu meski keliatan kejam adalah hal yang wajar.
  • Itu sebabnya uang gak menjamin kita punya teman sejati. Hanya dengan setia kawan, kepedulian, empati, saling menghargai, saling dukung serta menerima mereka apa adanya yang membuat kita mendapat kawan sejati.

(7) Uang banyak gak menjamin kesempurnaan fisik.
  • Uang banyak bisa membeli kosmetika yang paling kinclong, bisa membayar dokter bedah plastik yang paling mahal, bisa membeli baju rancangan desainer kelas dunia dan brand-brand terkenal. Tapi apakah semua itu membuat kita sempurna secara fisik? Belum tentu !
  • Wajah boleh menawan, kulit boleh sempurna, tubuh menarik tak menjamin memiliki kesempurnaan fisik jika gak didukung kepribadian yang baik.
  • Tapi seyuman manis yang tulus, kasih pada sesama, kemampuan untuk membantu dan memudahkan urusan orang lain lah yang membuat seseorang sempurna fisik dan jiwanya. Orang yang wajahnya biasa aja tapi punya kepribadian yang menawan akan terlihat sempurna dibanding mereka yang cantiknya mirip boneka barbie tapi kelakuan kaya' boneka santet.

Itulah 7 hal yang membuktikan bahwa rezeki banyak dalam hal ini uang dan harta benda gak menjamin kebahagiaan hidup seseorang. Jadi yang paling penting bukannya kuantitas rezeki yang kita miliki tapi kualitasnya alias keberkahannya. Biar sedikit yang penting berkah. (baca : dicari : berkah dalam rezeki).

Wallahu alam..

Followers

Pages

About Me

My photo

Saya  apa adanya, senang baca buku, mikir, nulis dan berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Harapan saya sih  ilmu yang sedikit itu bermanfaat, setidaknya untuk saya sendiri. Saya juga menulis blog pribadi lancarrezeki.blogspot.com, berbagidanjadikaya.blogspot.com catatanngocol.blogspot.com, hanya-love.blogspot.com dan belajarlewatquotes.blogspot.com