Melapangkan Rezeki Dengan Al Fatihah.

One Day One Ayat

  • Ada program yang sangat menarik dari Uztaz Yusuf Mansur, yaitu gerakan menghafal Al Quran dengan cara menghafalkan 1 ayat 1 hari (one day one ayat). Program ini diharapkan dapat mempermudah umat muslim di Indonesia untuk menjadi hafiz atau orang yang hafal Al Quran.
  • Menjadi penghafal quran itu memiliki banyak keutamaan diantaranya adalah 
  • Sebagaimana kita ketahui kalau Al Quran itu adalah hudan lin naas.. petunjuk hidup kita. Yang namanya petunjuk ya.. harusnya jangan cuma dibaca, jangan cuma berhenti sampe di hafal tapi yang paling penting adalah pengamalannya. Jadi menjadi penghafal quran itu bagus tapi yang paling bagus adalah menjadi pengamal Al Quran.
  • Daripada sekedar menghafal 1 ayat satu hari bagaimana jika mengamalkan 1 ayat 1 hari? Setelah menghafalnya kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa jadi belajar seumur hidup. Bukankah mukjizat Al Quran akan keluar jika isinya diamalkan? Mengapa tidak mulai dengan surah pertama atau ummul quran dalam Al Quran, yaitu Al Fatihah?


Surah Al Fatihah yang agung dan rezeki.


(1) BASMALAH
  • Al Fatihah di awali dengan basmalah..
  • بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِArtinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” 
  • Maknanya adalah memulai bacaan dengan menyebut nama Allah, tujuannya agar terlindung dari musuh terbesar manusia yaitu, syetan. Lewat bacaan ini kita memohon keberkahan dari Sang Pemurah, keberkahan dalam beribadah dan keberkahan hidup, termasuk rezeki.
  • Allah memiliki Ar rahman dan Ar Rahim yang maknanya memiliki kasih sayang yang luas dan agung kepada hamba-hambanya. Rahmat Allah meliputu segala sesuatunya. Kaitan rezeki dan basmalah bisa dibaca lebih lanjut pada tulisan di bawah ini.
baca : pakailah pakaian ini agar rezekimu senantiasa terjaga
  • Jadi amalkanlah bacaan ini setiap hendak memulai sesuatu, agar rezeki kita dilapangkan.


(2). AYAT PERTAMA 

  • الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِArtinya: “Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.”
  • Pada ayat ini kita memuji Allah, Zat yang Maha Kaya, pemilik alam raya dan penentu rezeki kita. Kita manusia suka kalo ada yang puji, Allah pun juga demikian. Dia suka jika hambaNya memuji namaNya. Mengapa? Karena pujian berasal dari hati hamba yang penuh cinta kepada Rabbnya. Jika seorang manusia mencintai sesuatu maka ia pasti akan banyak memujinya. Begitu juga jika seorang hamba mencintai Rabbnya maka dia akan banyak memujiNya, baik lewat doa maupun lewat zikir. Tahukah anda bahwa sebagian besar bacaan shalat kita adalah puji-pujian untuk Allah? 
  • Hadits Rasulullah, SAW
Tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah, karena itulah Dia mengharamkan segala yang keji, dan tidak ada yang lebih suka dipuji selain dari Allah Swt, karena itu Dia memuji diri-Nya sendiri". ( Shahih Al Bukhari )
  • Mengapa seorang hamba butuh memuji Allah? Supaya Allah ridha padanya, mempermudah urusannya, termasuk mempermudah rezekinya. Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk berzikir dan berdoa memuji namaNya. Jika ingin rezekinya dilapangkan banyak-banyaklah memuji Allah. Silakan membaca zikir untuk mempermudah rezeki di sini.

(3). AYAT KEDUA
  • الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ, Artinya: “Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." Pada ayat ini Allah menunjukkan sifatnya yang rahman dan rahim. Ini adalah salah satu dari 99 nama-nama Allah. Kita dianjurkan untuk berdoa menggunakan asmaul husna..
  • Pujilah selalu Allah dengan nama-namanya yang baik, berdoa dan berzikirlah sesuatu dan yakinkah bahwa Allah mendengar dan mencatatnya sebagai pahala kebaikan yang akan memperberat timbangan amal kita di akhirat nanti. 
  • Lapangkan rezeki dengan berdoa menggunakan asmaul husna.
  • Untuk mengetahui lebih lanjut silakan baca artikel menarik rezeki dengan asmaul husna.

(4) AYAT KETIGA
  • مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ,  Artinya : Yang menguasai Hari Pembalasan.
  • Makna dari ayat ini adalah pengakuan seorang hamba bahwa Allah itu penguasa. Penguasa atas hidup dan rezeki kita. Dia Maha menguasai apapun termasuk hari pembalasan. Dialah satu-satunya penguasa yang sesungguhnya yang berhak mengganjar pahala atau menghukum hamba yang berhak mendapatkannya. Apa yang kita lakukan selama di dunia akan jadi penentu di hari pembalasan nanti. 
  • Hari Pembalasan adalah hari dimana Allah memperhitungkan semua amal ibadah kita, saat itu tidak ada penolong lagi kecuali amal ibadah kita. Karena itulah mengakui Allah sebagai penguasa akan menuntun langkah kita agar berhati-hati, karena ada masa di mana kita harus mempertanggungjawabkan amalan kita di hadapanNya. Termasuk rezeki yang kita terima, yang selalu kita mohonkan bertambah akan kita pertanggung jawabkan. Mohonlah rezeki pada Sang Penguasa Rezeki dan pastikan bahwa anda bisa mempertanggung jawabkan rezeki itu kelak di hadapanNya.

  • Lapangkan rezeki dengan berbuat kebaikan, amal saleh, karena kebaikan itu akan kembali pada kita, baik di dunia maupun di akhirat. Ingatlah selalu hari pembalasan..
  • Baca : mengapa kebaikan menarik rezeki?



(5) AYAT KE EMPAT.
  • إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ, Artinya: “Hanya kepada-Mu lah Kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah Kami meminta pertolongan.” 
  • Makna dari ayat ini sangat jelas..pengakuan seorang hamba bahwa hanya Allahlah satu-satunya yang dia sembah, ibadahnya hanya untuk Allah dan saat susah, minta tolongnya juga ke Allah. Inilah tauhid, pengakuan akan keesaan Allah. Tapi dalam realisasinya betulkah begitu? Betapa banyak orang beribadah bukan untuk Allah, tapi untuk bos, untuk dilihat orang, untuk dipuji manusia? Berapa banyak orang yang mempertuhankan bos, atasan, mendewakan uang, jabatan dan pangkat? Betulkah saat kita susah, kita mencari Allah, bersimpuh di atas sajadah, memohon pertolongannya? Bukannya dukun, paranormal, sesama manusia bahkan jin pun kita minta tolongi? Sikap seperti inilah yang akan menghalangi rezeki kita masuk. Tidak konsisten antara pengakuan lisan kita pada Allah dan amal perbuatan kita. 
  • Baca : Tembok-tembok penghalang masuknya rezeki. Bukan Allah yang menghalangi rezeki kita tapi kita sendirilah yang menghalanginya. Kalau mau dilapangkan rezekinya, singkirkan dulu semua tembok-tembok penghalang tersebut.
(6) AYAT KELIMA
  • اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ, Artinya : Tunjukilah kami jalan yang lurus.
  • Inilah doa yang paling lengkap dan merangkum semua kebaikan dan manfaat bagi diri seorang hamba. Jalan yang lurus itu adalah jalan yang benar yang akan mengantarkan kita menuju Allah dengan memahami kebenaran dan MENGAMALKANNYA.
  • Setiap hari kita memohon agar ditunjukkan jalan yang lurus, jalan yag benar sesuai dengan syariat agama yang kita anut, agama Islam dan jangan sampai kita mati dalam keadaan kafir.
  • Kita mengaku beragama Islam, kita mengaku sebagai muslim, sudahkah kita tunaikan hak Allah untuk mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Mengapa masih banyak muslim yang korupsi, berzina, minum minuman keras, membunuh dan bergelimang dosa besar? Kitakah salah satu diantaranya? Pantas saja rezeki kita kembang kempis, kita selalu minta ditunjukkan jalan lurus oleh Allah di setiap shalat, Allah sudah menunjukkannya lewat Al Quran dan sunnah nabi, tapi kita OGAH MENGAMALKANNYA..
  • Jika ingin dilapangkan rezekinya, ikutilah jalan yang lurus, kalo pernah menyimpang dari jalan itu, taubatlah segera dan kembali ke jalan yang benar. 

(7) AYAT KE ENAM
  • صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ, Artinya : yaitu jalan orang-orang yang Engaku berikan nikmat atas mereka.
  • Siapa mereka yang diberi nikmat itu? Merekalah contoh orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, yaitu :
    • Para nabi, rasul, sahabat, orang-orang yang shiddiq/jujur dan benar, para pejuang yang mati syahid dan orang-orang saleh.
    • Orang yang diberi anugerah keimanan oleh Allah SWT, mengenalNya dengan baik, mengetahui apa yang disukaiNya, mengerti apa yang dimurkaiNya dan mendapatkan taufik dan hidayah untuk mengamalkan yang disukaiNya dan meninggalkan yang dimurkaiNya.
    • Orang yang istiqamah dalam Islam inilah yang senantiasa akan mendapat nikmat dariNya. Nikmat keimanan, nikmat kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat.
  • Jika ingin dilapangkan rezekinya tetaplah istiqamah dalam Islam, lakukan kewajiban anda, kerjakan perintahNya dan jauhi laranganNya baru anda menuntut hak mendapatkan rezekiNya. Anda tak menuntut pun Allah akan kasi rezeki.. tapi mbok ya...tau dirilah jadi hamba.

(8) AYAT KE TUJUH
  • غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ, Artinya : bukan jalan orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.
  • Siapakah mereka ini? 
    • Orang-orang yang dimurkai adalah orang yang sudah mengetahui kebenaran tapi tidak mau mengakuinya apalagi mengamalkannya, seperti orang-orang Yahudi.
    • Orang-orang yang sesat adalah orang yang tidak mengamalkan kebenaran karena kebodohan dan kesesatannya, seperti orang-orang Nasrani.
  • Jika ingin dilapangkan rezeki, teruslah belajar agama, dan AMALKAN. Pastikan bahwa anda tahu apa yang anda kerjakan benar dan diperintahkan Allah. Pastikan juga bahwa yang anda hindari adalah sesuatu yang dilarang Allah. Jangan berada di tengah-tengah, sudah tahu benar tapi ogah dilaksanakan, sudah tahu salah eh.. masih dikerjakan. Akhirnya kita terjerumus dalam dosa, yang bisa jadi menyebabkan rezeki kita terhalang.

KESIMPULAN

  • Surah Al fathihah adalah surah yang sangat familiar dengan kita karena selalu dibaca dalam shalat. Banyak tulisan di blog lain yang menulis tentang fadhilah Surah Al fathihah yang akan memberi manfaat jika dibaca sekian ratus kali. Saya sebenarnya lebih fokus untuk mengajak kita berfikir tentang ayat ini. Daripada sekedar komat kamit puluhan kali atau ratusan kali tapi tak memahami maknanya bahkan tak mengamalkan apa isinya. 
  • Mudah-mudahan amalan kita diridhai Allah SWT dan mempermudah jalannya rezeki masuk dalam hidup kita. Sehingga bukan saja rezeki dan kebahagiaan duniawi yang kita terima tapi juga pemberat amal kebaikan kita di hari pembalasan kelak, insya Allah.
  • Semoga tulisan sederhana yang ditulis pada hari ke 25 Ramadhan ini memberi manfaat setidaknya bagi saya
Wallahu alam..

Doa Hebat Untuk Rezeki Itu Caranya Gini..

Doa Hebat.

  • Mau jadi pengusaha yang hebat? Mau banyak rezeki, hutang pada lunas, bisa sedekah dalam jumlah banyak, bisa punya jodoh, bisa punya anak, bisa punya banyak perusahaan dengan ribuan karyawan..?
  • Mau juga diampuni Allah dosa-dosanya kalo perlu sampe tujuh turunan, masuk surga dan terlindung dari api neraka? Sebenarnya gampang banget doanya..
  • Tinggal menengadahkan tangan, minta sama Allah.. apa yang dimau ucapkan dengan jelas, gak pake ragu. Kudu yakin dulu bahwa doa kita pasti didengar Allah..

  • Meskipun doa seperti itu dianjurkan. Karena sejatinya doa itu bukan sekedar komat kamit bak orang baca mantra, tapi gak ngerti artinya, tapi lebih pada pengakuan akan kelemahan diri yang serba butuh Allah, jadi isi doanya kudu ngerti, jangan cuma ngapal..

  • Perhatikan adab-adab dalam berdoa, 
    • berdoa di waktu yang mustajab (1/3 malam, turun hujan, ketika perang, saat sujud, diantara azan dan iqamah dan saat puasa, yaitu sebelum berbuka). Kudu nyari waktu di mana prosentase terkabulnya doa itu lebih besar. Ambil kesempatan waktu mustajab itu buat doa.
    • Menghadap kiblat sambil menengadahkan tangan ke atas. Ini yang dicontohkan Rasul.., kalo gak tau arah kiblat di mana, niatkan aja dalam hati kalo kita menghadapkan hati padaNya.
    • Suara lembut dan gak dikerasin. Coba kalo kamu minta duit sama seseorang tapi pake teriak-teriak, kira-kira dikasi gak..? Minta sama manusia aja ada tata kramanya, gimana minta sama Allah?
    • Gak pake lebay.. (melampaui batas). Gak usah merangkai kata-kata syahdu yang lebay, yang penting intinya...apa yang diminta.
  • Pake juga hiasan-hiasan doa yang disenangi Allah. Dahului doa dengan hamdalah (puji-pujian kepada Allah), istighfar (mohon ampun), shalawat dan sedekah.
  • Kalo kita mau minta sesuatu sama manusia kan biasanya kita cari muka dulu tuh, muji-muji dia, mohon maaf kalo kalo ada salah sama dia, bahkan kalo perlu ngedoain dia didepannya, sampe bersedia ngasi apapun milik kita ke dia, bersedia ngelakuin apa yang dia suruh, pokoknya bikin kelakuan baik deh. Itu baru manusia yang kekayaannya terbatas, gimana kalo yang kita mintai itu Allah, yang Maha Kaya, pujiannya harus lebih mantap, mohon ampunnya harus lebih sering, shalawat dan sedekah kudu serius. 
  • Jangan remehkan shalawat ya..baca hadits Rasulullah yang diriwayatkan Ahmad berikut ini :

  • Sebelum minta rezeki, syukuri dulu apa yang sudah kita punya. Syukuri panca indera, mata, hidung, mulut, kaki, tangan, yang lengkap. Syukuri pekerjaan tetap yang selama ini menjadi jalan kita mencari nafkah. Syukuri umur yang diberi Allah, kesehatan, keluarga yang utuh dan bahagia. Kata Allah Dia bakalan nambah nikmat kalo kita banyak bersyukur.

  • DP dulu rezeki yang kita minta dengan sedekah, copot cincin ato ngosongin dompet buat sedekah. Makin banyak makin bagus..Bukankah sedekah itu bisa menarik rezeki?
  • Biar tambah mantep jangan lupa kasi bumbu doa rezeki kita dengan amal saleh, jangan lupa menebar kebaikan, kebaikan kecil pun gak apa, seperti menutup dahak dengan pasir, membalas senyuman dsb. Ini namanya nyari kelakukan baik sama Allah. Surat kelakuan baik yang dikeluarin kepolisian hanya bisa dipake buat nyari kerja ato urusan keduniaan, tapi kalo yang ngasi sertifikat kelakuan baik itu Allah, dunia ini bisa milik kita plus bonus surgaNya pula.
  • Istiqamah, gak pernah berhenti, gak lelah, gak bosen sampe doanya dikabulkan Allah SWT. Bahkan setelah doanya terkabul pun tetap gak berhenti mendoakan dirinya dan orang di sekitarnya.
  • Allah itu Maha Luar Biasa, doa yang ngebatin (dalam hati) aja bisa dikabulkan apalagi yang diucapin dengan niat dan kesungguhan, yang bener-bener ngarep sama Allah. Luar biasa banget itu..
  • Udah gitu sabar dan jangan protes kalo doanya belum dikabulin, tenang deh, Allah itu gak mungkin PHP (Pemberi Harapan Palsu). Yang gak minta aja kadang dikasi, apalagi yang minta. Karena Allah tau dengan pasti kapan waktu yang tepat buat ngabulin doa kita.
  • Iblis aja yang kerjanya suka mangkir perintah Allah aja, saat berdoa padaNya dikabulkan. Apalagi kita yang mengaku hambaNya yang saleh..
  • Yang terpenting jadikan doa sebagai kebiasaan yang menyenangkan hati, bukan hanya sekedar rutinitas komat kamit yang ngebosenin, karena gak paham makna dan sekedar mengikuti kebiasaan yang ditiru dari orang lain.


Doa hebat itu bisa menyenangkan.

  • Doa itu bisa menyenangkan hati asal tau caranya. Sebagian udah dijelasin di atas..Jangan sekedar komat kamit, ngapalin doa, tapi kudu NGERTI apa yang diminta.
  • Doa itu gak mesti selesai shalat, setiap saat kita bisa berdoa, paling bagusnya sih di waktu mustajab. Jangan lewatkan aktivitas harian anda tanpa berdoa. 
  • Misalnya : Begitu bangun tidur...bersyukur dulu masih dikasi umur sehari lagi sama Allah,  Biar afdhol kemudian membaca doa bangun tidur.
    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
    alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur
    Artinya :
    Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan kembali 
  • Jangan lupa bersyukur "Ya Allah terima kasih, Engkau masih memberi kesempatan hamba sehari lagi untuk hidup. Baru kemudian shalat sunat fajar, shalat subuh dan berdoa memohon rezeki. Bukankah pagi hari itu waktu yang diberkahi?
  • Begitu seterusnya.. saat dhuhur tiba, ashar, magrib, isya, gak ada waktu yang kita sia-siakan tanpa aktivitas doa. Tujuannya biar Allah ridha sama kita dengan menghadirkanNya dalam segala aktivitas harian kita.
  • Biar rezekinya bagus, hadirkan Sang Pemberi Rezeki dalam aktivitas mencari rezeki di dunia. Kerja yang bener, bisnis yang halal, cari duit yang berkah, jadikan kerja sebagai ibadah. Ditunjang dengan doa hebat dan amal saleh.
  • Terakhir... doa gak boleh egois ya.. jangan cuma doain diri sendiri melulu, doakan juga orang lain. Orang tua itu sudah pasti ya..(baik yang masih hidup maupun udah meninggal), yang kaya doain yang miskin, yang sudah nikah doain yang masih jomblo, yang udah lunas utangnya doain yang punya banyak utang, yang udah punya anak doain yang belom punya, yang udah saleh doain yang masih sesat, begitu seterusnya...
  • Semoga doanya cepat dikabulkan Allah ya..
Wallahu alam....

KAYA, Bukanlah Satu-satunya Pembenaran.

Muslim itu wajib kaya.

  • Betul, di bagian lain dari blog ini admin memang menulis bahwa muslim itu wajib kaya. Karena muslim yang kaya dan saleh memiliki manfaat yang jauh lebih banyak dibanding muslim yang saleh tapi kere. Karena kaya itu pilihan, maka pilihlah untuk kaya. Kekayaan jika disalurkan dengan benar akan memberi efek yang besar bagi kemanusiaan. Bagaimana memberdayakan fakir miskin, anak yatim dan orang terlantar yang sebenarnya berdasarkan UUD 45 harus dilakukan oleh negara. Tapi karena terlalu repotnya para pemimpin negeri ini mengurus urusan yang "lebih penting" membuat mereka terpinggirkan.

  • Kekayaan bisa menolong yang lemah, menolong memberdayakan mereka. Bukan hanya sekedar memberi sedekah setahun sekali di momen puasa atau menjelang lebaran seperti sekarang ini. Dengan cara-cara yang kurang patut, yaitu menjejerkan mereka, mempertontonkan mereka di depan orang lain (termasuk umat agama lain) untuk diberi sekedar uang Rp. 20.000 per orang. Tak peduli apakah mereka kepanasan, saling berdesakan bahkan banyak yang sudah tua pun ikut antri. Belum lagi anak-anak kecil yang menangis terjepit diantara orang dewasa. Mudah-mudahan tahun ini para orang kaya lebih bijak menyalurkan sedekahnya.
  • Memberdayakan yang lemah maksudnya bukan hanya memberi mereka uang tapi yang paling penting adalah pelatihan keterampilan, membimbing mereka agar dapat mandiri secara finansial. Jangan bangga tinggal di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tapi sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan?
  • Jika saja mekanisme zakat, infaq dan sedekah berjalan dengan baik dan muslim di negara kita menyadari bahwa ada hak orang lain di dalam hartanya maka insya Allah tak ada lagi muslim yang miskin...
  • Oke.. kita lanjut pembahasan tentang kekayaan.


Kaya, bukanlah satu-satunya pembenaran.

  • Abad sekarang adalah abad dimana virus materialisme yang mendewakan harta benda menjalar ke semua sendi-sendi masyarakat yang hedonis (yang fokus pada pencapaian kenikmatan dalam segala bentuk). Masyarakat yang sudah sangat kapitalis yang tak lagi memperdulikan halal haram, yang penting beroleh keuntungan.
  • Jadi ada 3 yang diinginkan manusia modern abad ini yaitu :
    • HARTA
    • KENIKMATAN
    • KEUNTUNGAN.
  • Semua aktivitas yang dilakukannya dalam rangka memperoleh harta benda yang banyak, dalam rangka memuaskan hawa nafsunya mereguk kenikmatan duniawi serta mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Apakah anda juga demikian adanya?
  • Mengapa ada koruptor? Karena korupsi mempermudahnya memperoleh harta yang lebih dari yang seharusnya didapatkan. Mengapa ada narkoba dan minuman keras? Karena benda terlarang itu memberikan kenikmatan sesaat baginya. Mengapa ada kong kali kong bisnis? Karena semua orang ingin mendapatkan keuntungan meski dengan jalan yang menyimpang, menyuap, menyalahgunakan jabatan, menerima gratifikasi dan sebagainya.
  • Karena begitu pentingnya harta, kenikmatan dan keuntungan itu tadi makanya semua orang berlomba-lomba mengejar kekayaan. Karena kekayaanlah yang memungkinkan mereka memenuhi 3 keinginan itu. Orang kaya pasti punya harta, pasti bisa membeli kenikmatan dengan hartanya itu dan pasti selalu mendapatkan keuntungan.
  • Itu yang perlu diluruskan, menjadi kaya boleh sekali, tapi kaya yang bagaimana dulu? Hidup di dunia haruslah kaya, bukanlah satu-satunya pembenaran yang harus diagungkan. Tapi kualitas hidupnya sebagai manusia. Apakah kekayaan itu membantunya menjadi manusia yang BERKUALITAS DI MATA ALLAH?
  • Berkaitan dengan harta, Rasulullah SAW telah berpesan kepada Hakim bin Hizaam :
  • Ambillah harta dengan jiwa yang bersih yaitu :
    • KONSUMSI SECUKUPNYA.
    • DISTRIBUSIKAN SEBANYAK-BANYAKNYA.
  • Yang terjadi dalam masyarakat kita malah sebaliknya, konsumsi secukupnya dan distribusikan sesedikit mungkin. Akhirnya yang didapat adalah ketidakberkahan karena ia mengambilnya dengan jiwa yang tamak. Akhirnya terjadilah ketimpangan sosial di mana yang kaya tambah kaya dan yang miskin semakin miskin.
  • Yang paling penting itu bukan KAYAnya tapi BERKAHnya (silakan baca lagi bagaimana rezeki yang berkah itu di sini).


Luruskan niat!

  • Perbaikan pertama adalah luruskan niat. Jangan sekedar hanya mau kaya, tapi hidup kaya yang berberkah. Jadi niat untuk mendapatkan keberkahan dalam mencari rezeki adalah :
    • BEKERJA MENCARI NAFKAH (bukan ngemis, bukan maling, tapi yang halal).
    • DILANDASI MARDATHILLAH (jiwa yang baik).
    • MENCARI RIDHA ALLAH (bukan mencari keuntungan sebesar-besarnya).
    • DIWUJUDKAN DENGAN SIKAP YANG BENAR (profesional tapi amanah, berintegritas/jujur dan tidak melanggar aturan Allah dan aturan normatif masyarakat).
  • Sehingga hasilnya adalah manusia-manusia yang KAYA, bukan karena hartanya melimpah tapi karena SELALU MERASA CUKUP dengan hasil yang diperolehnya, dengan rezeki yang diterimanya (qanaah), lapang dada, puas dengan ketentuan Allah padanya dan tak lupa selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberi Allah untuknya.
  • Sudah siap menjadi orang kaya?? Tapi, ingatlah hadits Rasulullah SAW berikut ini.

Gunakan kekayaan secara bijaksana.

Wallahu alam....

Tips Melapangkan Rezeki Dengan Bekerja.

Bekerja Tidak Menjamin Rezeki Banyak dan Berkah.

  • Apakah anda mengalaminya, capek kerja seharian, berpeluh dan tubuh penat tapi rezeki yang didapatkan tidak sesuai harapan? Sementara ada orang yang kelihatannya santai saja, bekerja pun tidak sekeras anda tapi rezekinya terus mengalir, bertambah-tambah dan hidupnya kelihatan enak, makmur sejahtera.
  • Kadang kita sudah berpikir dan penuh percaya diri yakin bisa mendapatkan rezeki, karena kita kita sudah mengusahakan jalannya. Tapi ternyata rezeki itu tak kita dapatkan malah berpindah ke orang lain yang upayanya tidak sekeras kita. Hal itu membuat kita jadi bingung dengan fenomena rezeki ini. 
  • Camkan baik-baik bahwa bekerja tidak menjamin kita mendapatkan rezeki yang banyak apalagi berkah. Karena yang mengatur dan memberinya adalah Allah SWT. Perhatikan firman Allah SWT dalam Surah At Taubah ayat 105.


Bekerja itu harus..

  • Meskipun bekerja tidak menjamin kita beroleh rezeki yang banyak dan berkah tapi bekerja itu sifatnya harus. Bekerja saja belum menjamin adanya rezeki sesuai harapan, apalagi jika tak bekerja?
  • Ada seorang sufi dan juga pedagang yang saleh, bernama Al Bakhi (nama aslinya adalah Syaqiq bin Ibrahim, kebetulan asalnya dari kota Balkh, yang merupakan bagian dari daerah Khurasan, sebuah wilayah yang sekarang menjadi bagian dari negara Iran, Pakistan dan India. Suatu ketika pedagang in dalam perjalanan melihat seekor burung yang patah sayapnya. Burung itu tak mampu terbang untuk mencari makan. Burung itu kemudian diberi makan oleh  burung lain yang sehat, sehingga tetap bisa hidup. Kejadian itu membuatnya merenung, burung yang berada dalam kondisi tak berdaya saja selalu mendapatkan rezeki, bagaimana dengan dia? Kemudian dia memutuskan untuk mundur dari dunia perdagangan memilih jalan zuhud dengan mengurangi dunia dan lebih mendekatkan diri pada Allah.
  • Selain pengalaman dengan burung itu Al Bakhi juga punya pengalaman lain yang memantapkannya memilih jalan zuhud. Saat itu ia dalam perjalanan berdagang di daerah Turki dan menemukan tempat pemujaan berhala. Sebagai hamba Allah yang saleh dia memberitahu bahwa apa yang dilakukan oleh para penyembah berhala yang gundul dan berjubah sutera itu salah, karena yang patut disembah adalah Allah SWT, yang Maha Kuasa, Maha Hidup, jangan menyembah berhala yang tak dapat mendatangkan kebajikan baginya. Tapi jawaban yang didapatkannya dari penyembah berhala itu adalah, "jika benar Tuhanmu mampu mendatangkan kebajikan untukmu, mengapa harus jauh-jauh ke sini mencari rezeki, apa Dia tak menyediakan rezekimu di tempat asalmu?" Ucapan yang membuatnya terpana dan memikirkan banyak hal. Mengapa harus kemana-mana mencari rezeki, jika rezeki itu ada di sekitar tempat tinggalmu, pasti akan kamu dapatkan.
  • Sahabatnya sekaligus gurunya, Ibrahim bin Adham, merasa heran melihat dia yang tiba-tiba berubah drastis dari pedagang yang kaya raya, berharta dan sukses menjadi sufi zuhud dan melupakan dunia? Al Bakhi menceritakan apa yang dilihatnya di perjalanan, bagaimana seekor burung cacat yang seharusnya tak bisa melakukan apa-apa untuk memperoleh rezeki, tetap diberi oleh Allah SWT lewat burung lain yang lebih sehat. Dari situ Al Bakhi mengambil kesimpulan, untuk apa susah-susah berdagang, kalo rezeki pasti akan datang?
  • Sahabatnya tak sependapat dengan Al Bakhi. Dia mengingatkannya dan berkata, 
MENGAPA KAMU LEBIH SUKA MENJADI BURUNG BUTA DAN PINCANG, BUKANKAH SEBAIKNYA KAMU MENJADI BURUNG YANG MEMBANTU MEMBERI MAKAN BURUNG BUTA DAN PINCANG ITU?"
  • Mendengar penjelasan sahabatnya Al Bakhi menjadi sadar bahwa pemahamannya tentang rezeki itu keliru. Allah memang menjamin rezeki setiap mahluk, tapi untuk memperolehnya mahluk harus berusaha, menjemput rezekinya sendiri serta mengantarkan rezeki orang lain yang dititipkan Allah lewat tangannya. Lewat berdagang ia bisa menjual barang kebutuhan masyarakat, memperoleh keuntungan, memenuhi kebutuhannya dengan uang yang diperolehnya, menyisihkan sebagian uang itu untuk orang lain yang lebih membutuhkan dan menjadikan uangnya bermanfaat bagi banyak orang.
  • Kembalilah dia ke aktivitas yang sangat dikuasainya, yaitu berdagang, tapi tidak seperti dulu yang betul-betul mengejar keuntungan dan harta, tapi hanya menggunakan keuntungan itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan sebagian besar keuntungan dan juga waktunya digunakan untuk Allah.


Apa jadinya jika rezeki  diperoleh meski tanpa bekerja?

  • Memang bukan bekerja saja yang menjadi sebab datangnya rezeki, karena Allah bisa memberi rezeki lewat jalan mana saja, bahkan lewat jalan yang kita tak sangka-sangka. Tapi ikhtiar itu perlu karena manusia hanya mendapatkan apa yang dikhtiarkannya.

  • Apa jadinya jika manusia diberi rezeki tanpa harus berikhtiar? Jika Allah memberi rezeki tanpa perlu ikhtiar pasti manusia akan jauh dari tabiatnya sebagai mahluk yang sempurna, yang bisa menggunakan daya pikir dan akalnya. Pasti banyak manusia yang lebih rusak dan lebih bebas melakukan dosa dan maksiat? Berbuat dosa aja terus karena soal rezeki pasti diberi Allah SWT. Karena itu Allah menyibukkan manusia untuk berusaha / bekerja keras mencari rezekinya, agar waktu untuk melakukan dosa dan maksiat tersita pada upaya mencari rezeki itu.
  • Perintah bekerja ditujukan pada semua manusia sebagai bentuk kesempurnaan ciptaan yang dibekali dengan akal, jasmani dan rohani. Begitu besarnya pahala yang diberi pada para pencari rezeki sampai disamakan dengan pahlawan perang, bahkan saat tidurnya pun diampuni dosanya, seperti yang dikemukakan pada hadits Rasulullah SAW berikut ini :
  • Agama kita menghendaki manusia menggunakan potensinya untuk berupaya mencari nafkah lewat bekerja dan melarangnya untuk minta-minta, sementara ia masih mampu bekerja. Lagipula binatang yang kelaparan akan berupaya mencari makan dan memenuhi kebutuhannya, bagaimana dengan manusia yang otaknya lebih sempurna?


Tips melapangkan rezeki dengan bekerja. 

1. BEKERJA HALAL.
  • Bekerjalah mencari rezeki yang halal. Halal sumbernya, halal tempatnya, halal caranya, dan halal membelanjakannya.
  • Allah sangat menyukai hambanya yang kelelahan mencari rezeki halal, bukan kelelahan melakukan maksiat dan mengejar dunia. Jika Allah sudah senang sama kita bukan hal yang mudah bagiNya untuk melapangkan rezeki kita.


2. UPAYA SENDIRI.
  • Hindari meminta-minta, usahakan cari rezeki dengan tangan sendiri. Ada kisah dimana Rasulullah SAW bertemu dengan Sa'ad Al Anshari. Beliau melihat tangannya hitam, kasar dan melepuh, lalu menanyakan kepadanya. Sa'ad menjawab kalau tangan itu digunakan untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Kemudian beliau mencium tangan itu dan berkata, "ini tangan yang dicintai Allah." Bayangkan Rasulullah yang tangannya orang berebut untuk menciumnya malah mencium tangan Sa'ad yang hitam, kasar dan melepuh.
  • Bahkan para nabi kesayangan Allah yang senantiasa dekat dan tak berhenti mengabdi padaNya pun semua bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan tak berdoa memohon rezekinya jatuh dari langit. Nabi Adam seorang petani, Nabi Daud pandai besi, Nabi Nuh tukang kayu, Nabi Idris penjahit, Nabi Musa penggembala kambing, Nabi Sulaiman yang kaya raya adalah pengrajin, serta Rasulullah, Muhammad SAW junjungan kita adalah pedagang. Kurang contoh apalagi kita?
  • Bekerjalah dengan hasil keringatmu sendiri, meskipun hasilnya sedikit karena Allah yang akan mencukupkannya, seperti doa yang dicontohkan nabi berikut ini :


3. KERJA SEBAGAI IBADAH.
  • Ini yang sering dilupakan oleh kita. Kebanyakan kita bekerja untuk berlomba-lomba mengumpulkan harta, tidak peduli bagaimana caranya, bertentangan dengan norma agama atau tidak. Karena kita tidak menghadirkan Allah saat bekerja. Kita menyimpan Allah hanya saat shalat itupun kalo kita ingat..
  • Kerja bukanlah ibadah tapi aktivitas untuk mencari keuntungan baik keuntungan berupa uang, gengsi, status sosial. Tidak heran jika sikap saling menjatuhkan, saling sikut, bersaing tidak sehat, korupsi, suap bahkan rela membunuh demi mengejar kepentingannya.
  • Jika ingin rezeki lapang dan berberkah jadikan kerja sebagai ibadah dengan menghadirkan Allah saat kita beraktivitas mencari rezeki. Sehingga hati kita senantiasa terjaga untuk melakukan dosa dan maksiat demi memperturutkan hawa nafsu. Hal ini sudah diprediksi oleh Rasulullah beberapa abad yang lalu.

Itulah 3 tips melapangkan rezeki lewat bekerja, semoga bermanfaat.

Wallahu alam...

Tips Melapangkan Rezeki Dengan Istighfar.

Saat susah rezeki dan kesulitan hidup mendera.

  • Saat kesulitan hidup menimpa anda, rezeki susah, kebutuhan meningkat tapi tak sanggup memenuhinya, selalu kekurangan, apakah hanya keluhan yang keluar dari bibir anda? Pernahkah anda bertanya mengapa kesulitan hidup terus mendatangi anda? Sebelum satu masalah teratasi muncul lagi masalah baru yang tak kalah beratnya. Apakah anda berada di posisi seperti ini sekarang? Artinya hidup anda sedang terpuruk sementara anda belum menemukan cara mengatasinya, sehingga hanya keluhan yang bisa anda lakukan.
  • Bukankah Allah telah membagi rezeki untuk mahlukNya dengan baik? Kata Rasulullah, coba tanya hatimu! Karena hati tak pernah berbohong. Apakah selama ini sudah hidup dengan benar? Hidup benar itu intinya cuma 2:
    • Menjalankan perintah Allah.
    • Menjauhi larangan Allah.
  • Mungkinkah anda merasa sudah menjalankan perintah Allah, sudah shalat, puasa, zakat bahkan sudah haji dan umrah, tapi kok hidup masih susah? Coba lihat poin yang satunya lagi, apakah anda menjauhi larangan Allah? Dilarang zina, membunuh, memperkosa mungkin tidak anda lakukan, bagaimana dengan bohong, menipu, korupsi kecil-kecilan? Dosa kecil yang dilakukan berulang-ulang akhirnya menjadi besar dan menenggelamkan rezeki anda. Rasulullah telah mengingatkan hal itu..
  • Coba tanya diri anda, apakah anda kerap melakukan dosa, sehingga anda tak merasa salah, menganggap itu wajar saja. Terlalu sering melakukan dosa membuat hati tertutup dari cahaya Allah apalagi rezekiNya?


Istighfar solusinya.

  • Setelah sadar bahwa mungkin saja tumpukan dosa yang banyak itu yang menghalangi rezeki masuk, anda tak boleh tinggal diam dan pasrah. Anda harus melakukan sesuatu. Namanya taubat.. istighfar, mohon ampun pada Allah dengan sebenar-benarnya. Rasulullah adalah orang yang paling bersih ahlak dan hatinya itu masih memohon ampun setidaknya 70 kali dalam sehari, apalagi kita yang sering berbuat dosa? Seharusnya kita lebih banyak bersimpuh dan mohon ampunanNya.
  • Cobalah buka Al Quran temukan kisah-kisah kesudahan kaum nabi-nabi terdahulu yang dihancurkan Allah karena dosa yang mereka perbuat. Kaum Tsamud ditimpa azab yang keras, Kaum Nabi Nuh dilanda banjir bandang, Kaum Nabi Luth yang dijatuhi bebatuan dari langit, juga Kaum Ad yang diterjang angin kencang. Ini sebenarnya pelajaran berharga bagi kita bahwa siapapun yang berbuat dosa akan berakhir dengan penderitaan dan kesengsaraan.
  • Allah sendiri yang menyuruh kita untuk memohon ampun (istighfar).

  • Banyak sekali keutamaan istighfar yang terkait dengan rezeki, silakan baca artikel terkait hal itu di sini.
  • Ada juga riwayat dari Jabir bin Abdullah kalau ada orang yang menemui Rasulullah SAW, orang ini belum dikaruniai anak dan ingin sekali mendapatkan keturunan. Akhirnya Rasulullah menyarankan hal ini pada orang itu :
PERBANYAKLAH ISTIGHFAR DAN SEDEKAH, MAKA ENGKAU AKAN DIBERI REZEKI DENGAN LANTARAN KEDUANYA.

  • Akhirnya orang itu mengamalkannya melakukan banyak istifghfar dan sedekah. Jabir kemudian menyampaikan dia akhirnya dikaruniai anak laki-laki. Subhanallah, betul-betul istighfar itu sangat powerful bukan?


Tips melapangkan rezeki dengan istighfar.

(1) Jangan sekedar di bibir saja.
  • Jika ingin melapangkan rezeki dengan istighfar lakukan pertobatan dengan betul. Jangan asal mengucapkannya saja, tanpa meresapi makna dan esensinya. Hayati maknanya, rasakan penyesalan yang mendalam atas dosa-dosa yang telah anda lakukan.
  • Kenikmatan yang baik itu menurut Ibnu Abbas adalah anugerah rezeki dan kelapangan hidup.

(2) Merendahkan diri.
  • Mohon ampunlah dengan merendahkan diri di hadapan Allah. Posisikan diri anda sebagai orang yang lemah, orang yang butuh Allah untuk menguatkannya. 
  • Pastikan diri menyesali kesalahan dan paham bahwa itu kelemahan manusia. 


(3) Perhatikan lafaznya.
  • Sebenarnya boleh memohon ampun / istighfar dengan bahasa Indonesia, karena Allah pasti mengerti. Tapi ada beberapa lafaz istighfar yang dapat diamalkan yang diambil dari Al Quran, seperti berikut ini :
    • AL ARAF ayat 23.
    • Ini adalah doa Nabi Adam yang mohon ampun atas kekhilafannya. Doa diucapkan beliau sesaat setelah melakukan kesalahan memakan buah khuldi yang dilarang Allah dan dikeluarkan dari kenikmatan surga dan menghuni bumi yang tandus.

    • AL ANBIYA ayat 87.
    • Ini adalah doa Nabi Yunus saat beliau berada dalam perut ikan paus. Doa ini adalah permohonan ampun atas kemarahan Nabi Yunus kepada kaumnya yang dianggap melemparkannya ke lautan, saat perahu yang membawanya beserta mereka hampir tenggelam karena kelebihan muatan, dan setelah diundi berkali-kali pilihan jatuh pada Nabi Yunus as. 
    • Kemarahan itu membuat beliau disempitkan ruang geraknya dalam perut ikan, hingga akhirnya beliau menyadari kesalahannya dan mohon ampun pada Allah SWT.
    • Doa ini sangat manjur untuk mereka yang mengalami kesulitan. Silakan baca artikel ini doa saat susah rezeki.

    • IBRAHIM ayat 41.
    • Ini adalah doa Nabi Ibrahim yang pernah berjanji untuk memohonkan ampun bagi bapaknya. Tapi setelah dia tahu bahwa bapaknya memusuhi Islam maka beliau berlepas diri darinya.

    • AL MUKMINUN Ayat 109
    • Ini adalah doa kaum Muhajirin dan kaum mukmin yang lemah pada awal-awal Islam. Mereka harus menghadapi cercaan, ejekan, penindasan dari kaum kafir. Doa ini adalah penggabungan antara iman yang menghendaki amal saleh dan berdoa meminta ampunan Allah agar Allah berkenan menurunkan pertolonganNya.

    • AL QASHASH ayat 16.
    • Ini adalah doa Nabi Musa as saat beliau habis membunuh seorang laki-laki karena membantu kaumnya yang saat itu sedang berkelahi dan butuh bantuan dan menjadi penyebab keluarnya beliau dari Mesir menuju Madyan.
  • Itulah lafadz-lafadz permohonan ampun yang diambil dari doa-doa para Nabi yang ada di Al Quran. Nabipun tak luput dari kesalahan, karena biar bagaimanapun mereka manusia biasa. Tapi bedanya nabi dengan kita adalah mereka, para manusia terpilih itu langsung tersungkur bertaubat, memohon ampun sesaat setelah melakukan dosa. Mereka menyebut dosa sebagai menganiaya diri sendiri. Sementara kita manusia biasa yang bukan nabi biasanya tenang-tenang saja berbuat dosa dan enggan bertaubat, atau buru-buru taubat, malah tidak peduli kalau yang dilakukannya itu dosa, yang penting keinginannya terpenuhi.
  • Nanti mereka sibuk mencari Allah dan mulai bertaubat saat Allah mulai menyempitkan hidup dan memampetkan jalan rezekinya.
  • Istighfarlah, mohon ampunlah setiap hari, setiap saat jika anda ingat mohon ampunlah dan pastikan sedapat mungkin anda tidak mengulangi dosa dan kesalahan tersebut.
Wallahu alam...

Mengapa Allah Tak Langsung Membalas Pahala Sedekah Kita?

Sedekah berbalas vila.

  • Cerita ini seingat saya, ada di salah satu buku karangan Uztaz Yusuf Mansur. Cerita yang saya baca itu sangat memotivasi dan menginspirasi sehingga saya menuliskannya kembali di blog ini dengan mengandalkan daya ingat.
  • Ceritanya berawal dari sepasang suami isteri yang bekerja sebagai makelar, yang membantu menjualkan vila milik orang lain di daerah puncak, Bogor. Mereka ini sudah menjalani profesinya sejak lama dan hanya bisa menelan ludah saat melihat keindahan vila-vila yang dibangun dan ditawarkannya ke pembeli. Terbetik keinginan untuk memiliki salah satu vila tersebut, apa daya ternyata harganya tak terbeli.

  • Meskipun kehidupannya tidak kaya, mereka tak pernah absen untuk melakukan shalat dhuha dan sedekah. Hal yang rutin mereka lakukan dan tak pernah ditinggalkan. Karena mereka sangat percaya pada janji Allah untuk mencukupkan hidup mereka yang rajin melakukan amalan tersebut. Baca : Mengapa dhuha melancarkan rezeki?.
  • Sedekah adalah amalan rutin yang tak pernah mereka lupakan. Mereka tahu bahwa balasan Allah akan segera tiba berlipat-lipat kali dibanding yang mereka sedekahkan. Mereka sangat percaya surah Al Baqarah ayat 261 berikut ini :
  • Seperti yang pernah saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi di tulisan sebelumnya, "rezeki takkan kemana sedekah 50 ribu langsung dibalas keesokan harinya." Bukan hanya uang yang langsung dapat balasannya dari Allah, bahkan sedekah makanan pun juga begitu, baca : Jangan ragu berbagi rezeki karena balasan Allah tak menunggu lama. 
  • Tapi buat pasangan suami  isteri ini, meski sedekah mereka tak langsung berbalas berkali-kali lipat tapi mereka tak pernah berhenti bersedekah, karena yakin bahwa sedekah itu mereka yang butuh, bukan Allah. Bukankah sedekah itu selain penderas rezeki, juga penolak bala? Meski tidak kaya tapi mereka juga tak pernah hidup kekurangan, itu yang paling penting. Karena hidup kaya berlimpah harta tidak menjamin seseorang merasa cukup hidupnya.
  • Hingga akhirnya penantiannya berakhir, suatu ketika ada seseorang yang ingin dicarikan villa di Bogor melalui jasanya. Setelah ketemu villa yang cocok, orang tersebut membayarnya dan mempersilakan pasangan suami isteri itu untuk menempati vilanya dengan cuma cuma sekaligus menjaganya. Lama kelamaan melihat kesungguhan suami isteri itu si empunya villa akhirnya menyedekahkan villa tersebut untuk mereka miliki subhanallah, pembalasan sedekah mereka yang terlambat terbayang berjuang manis. Mungkin ini takkan terjadi jika mereka berhenti sedekah hanya karena merasa sedekahnya tidak dibalas Allah segera.
  • Tentu saja Allah punya kuasa untuk membalas kebaikan hambaNya dengan caraNya sendiri. Bayangkan setiap kali sedekah yang nilainya kecil tidak langsung dibalas 10 kali lipat tapi disimpan sampai harganya pembalasan itu senilai dengan sebuah vila. Subhanallah.


Apa yang kita pelajari dari kisah ini?

  • Kalo niat sedekah, silakan segera melakukannya, tidak pake ragu, tak menunggu lama bahkan tak perlu menunggu ikhlas. Karena ukuran keikhlasan itu sangat susah parameternya.
  • Tak perlu berharap balasan Allah, karena Allah sudah menjanjikan balasan berlipat ganda dan Allah tak mungkin ingkar janji.
  • Tak perlu berharap agar pahala kita dibalas segera, karena Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk membalasnya.
  • Sudahkah anda bersedekah hari ini?
Wallahu alam..

Meraup Rezeki di Saat Sahur.

Puasa, bulan penuh berkah.

  • Saya kira gak perlu dijelaskan lagi mengapa bulan ramadhan disebut sebagai bulan penuh berkah. Berkah karena amal ibadah kita dilipatgandakan pahalanya, dan berkah ampunan dari Allah SWT. Paling bagusnya sih kalo bulan ini kita dapat banya rezeki yang berkah pula. Amin..
  • Mumpung sekarang lagi puasa nih kita bicarain hal hal yang bisa kita lakuin biar puasa kita sukses, apalagi kalo dapat bonus rezeki lagi, wuih asik...


Meraup rezeki saat sahur.

  • Supaya bisa meraup rezeki saat sahur ya..lakukan langkah langkah berikut ini :

1. Sahurnya kudu bener.

    a. Makan sahur itu dianjurkan.
  • Kalo mau dapat rezeki saat sahur, ya kudu sahur dong, jangan sampe gak sahur ya...! Meski udah kenyang benar karena menyantap makanan yang banyak saat buka puasa, usahakan agar tetap sahur. Mengapa? Karena Rasulullah SAW bersabda :
  • Saking pentingnya sahur itu, bahkan kalo gak punya makanan ato makanan gak bisa masuk lagi saking fullnya, dengan segelas air pun cukup. Awali dengan niat yang baik, niat untuk menahan diri, bukan hanya menahan diri dari makan, minum dan seks tapi juga dari berbuat ingkar dan keburukan. Yang halal saja dilarang pada saat kita berpuasa, apalagi yang haram?
  • Lalu apa hubungannya dengan rezeki? Sahur kan tujuannya untuk mengisi energi agar bisa dipake buat cari nafkah, buat kerja, buat usaha keesokan harinya. Kalo gak sahur kan bisa lemes, malas dan bawaannya ngantuk melulu. Itu bisa menurunkan produktivitas. Saat makan kita sudah dapat berkah, semoga energi yang dihasilkannya juga diberkahi dan dapat rezeki yang banyak dan berkah.
     
    b. Waktunya diakhirkan.
  • Sunnah Rasulullah SAW ntuk mengakhirkan waktu sahur. “Aku bersahur bersama keluargaku, kemudian aku bersegera untuk menyusul sujud dalam shalat fajr (sholat subuh) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” [HR Al Bukhari 1920].
  • Jangan jam 2 udah bangun, udah gitu masak dan makan yang banyak, setelahnya langsung nonton TV, apalagi acara TV saingan menayangkan program yang bikin betah pantat buat duduk nonton. Harusnya tuh sahur dilakukan menjelang shalat subuh, setelah sahur, tadarus, sambil nunggu shalat subuh. 
  • Bagaimana mau meraup rezeki yang berkah kalo amalannya selama bulan puasa lebih banyak di depan TV, di tempat tidur atau bahkan di mall?
    
    c. Makannya jangan kayak banteng terluka.
  • Pernah merhatiin banteng terluka gak? Nggak? Sama...., admin juga belum pernah liat hehehe.. Konon banteng terluka itu fokus dengan keadaannya dan gak peduli sama sekitarnya. jadi makan sahur seperti banteng terluka kira-kira kondisinya adalah makan dengan kalap seolah-olah udah seminggu gak makan dan gak peduli kalo orang lain gak kebagian, gak pusing kalo orang lain memperhatikan, yang penting perutnya kenyang.
  • Allah SWT dan Rasulullah SAW melarang kita untuk makan berlebih-lebihan.


  • Bagaimana mau dapat rezeki yang banyak di pagi hari jika yang kita lakukan perkara yang dibenci Allah SWT? Sementara yang ngasi rezeki itu Allah, kita kudu baik-baikin Allah dong. Caranya ya.. menjalankan apa yang diperintahNya dan menjauhi laranganNya.
    
    d. Makanan yang dimakan kudu halal dan baik.
  • Jangan asal makan, mentang-mentang kelihatannya enak gak mikir lagi kalo makanan yang dia makan saat sahur adalah makanan yang diharamkan Allah. Kalo bukan jenis makanannya yang haram tapi juga sumber rezekinya yang haram. Artinya uang yang dipake beli makanan hasil pekerjaan haram, mencuri, merampok, korupsi dan sebagainya. Allah memerintahkan kita untuk makan makanan yang halal lagi baik. Baca "Mau hidup berkah, makanlah rezeki yang baik-baik."
  • Coba pikir apa pantas dapat rezeki dari Allah SWT jika makanannya yang mengisi perutnya untuk menjadi energi, daging dan otot untuk bergerak mencari rezekiNya itu haram?


2. Habis sahur jangan tidur lagi.
  • Kenapa? 
   a. Kehilangan Berkah di pagi hari. 
  • Rasulullah berdoa, "Ya Allah berikanlah Berkah pada umatku di pagi hari mereka." Bagi yang ketiduran kesian kan gak kebagian berkah. Soalnya pas pembagian berkah dia malah ngorok.
  
   b. Bisa kelewatan shalat subuhnya.
   
   c. Gak mencontohi para nabi.
  • Rasulullah SAW dan para sahabat, sehabis sahur duduk berzikir, baca Quran, menunggu tibanya shalat subuh. Setelah subuh mereka duduk di mesjid sampe matahari terbit. 
    
   d. Bikin malas dan melemahkan badan.
  • Ibnu Qayyim Ra berpesan " banyak tidur dapat menyebabkan lalai dan malas. Banyak tidur termasuk gak dianjurkan, karena sama dengan kurang tidur, banyak tidur juga gak baik buat kesehatan.

   e. Pagi hari adalah waktu dibaginya rezeki.
  • Apa mau saat Allah bagi bagi rezeki kita malah tidur? Pantas rezekinya segitu gitu aja, soalnya pas pembagian rezeki dia malah tidur. Rasulullah aja membangunkan putrinya Fatimah yang tertidur sebelum subuh,

Selamat menjalankan ibadah puasa buat pembaca blog lancarrezeki.blogspot.com. Semoga amal indah kita diterima Allah SWT dan rezeki kita tambah banyak dan lebih berkah selama bulan suci ini.

Wallahu alam..

Followers

Pages

About Me

My photo

Saya  apa adanya, senang baca buku, mikir, nulis dan berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Harapan saya sih  ilmu yang sedikit itu bermanfaat, setidaknya untuk saya sendiri. Saya juga menulis blog pribadi lancarrezeki.blogspot.com, berbagidanjadikaya.blogspot.com catatanngocol.blogspot.com, hanya-love.blogspot.com dan belajarlewatquotes.blogspot.com