Mereka Ini Allah Menjamin Rezekinya di Langit dan di Bumi

Rezeki ada dimana saja.

  • Tahukah doa yang dibaca setelah menunaikan shalat dhuha? Ini dia terjemahannya. 

  • Doa ini memang fokus meminta rezeki pada Allah SWT. Dimanapun rezeki berada entah di dalam atau dalam bumu kita berharap agar dipercepat, didekatkan dan dimudahkan datangnya, jumlahnya diperbanyak serta yang paling penting diberkahi. Rezeki yang berkah itu penting karena rezeki yang berkualitas hanya rezeki yang diberkahi. 
baca : apakah rezeki yang berkah itu?
  • Keberadaan rezeki itu bisa di mana saja, di langit ataupun terpendam dalam bumi, tinggal kita yang menjemputnya. Tapi satu yang pasti bahwa rezeki itu di tangan ALLAH SWT. Jadi kalau mau rezeki, mintalah pada sang Empunya.
baca : ada di manakah rezeki itu?


Mau dijamin rezekinya bukan hanya di bumi tapi di langit juga?

  • Rezeki juga ada di langit, seperti firman Allah SWT dalam surah Az Zariyat ayat 22.
  • Rezeki yang ada di langit yang dimaksud ayat di atas adalah hujan, sementara yang dijanjikan dan pasti akan terjadi adalah kiamat. Hujan adalah rezeki karena dengan hujan itu Allah menumbuhkan semua makanan kita di bumi (tumbuhan dan hewan bahkan kita membutuhkan air untuk hidup).

  • Lalu siapakah mereka yang dijamin rezekinya di langit dan di bumi? Perhatikan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Naim berikut ini :

Mereka yang dijamin rezekinya di langit dan di bumi adalah :

CITA-CITANYA AKHIRAT.
  • Mereka yang hidup di dunia semata-mata untuk mencari keridhaan Allah, sadar bahwa dunia ini adalah tempat transit, tempat mengumpulkan bekal untuk perjalanan kampung abadi yaitu akhirat. Mereka yang fokus hidup di dunia untuk memudahkan kehidupan akhiratnya nanti. Tak ada yang dilakukannya selain berharap Allah ridha padanya. 
  • Tujuan hidupnya hanya satu : mengharap keridhaan Allah SWT padanya, pada apapun yang dilakukannya. Cita-citanya memang ingin hidup bahagia di akhirat, meski harus bersusah payah mengumpulkan amal saleh selama di dunia. Semua itu pantas untuk dilakukan jika balasannya adalah kebahagiaan di akhirat.

MENCARI REZEKI JUJUR
  • Dari hadits di atas juga disebutkan bahwa Allah akan mempermudah rezeki seseorang dan memberikan rezeki yang baik-baik bagi mereka yang mencari rezeki dengan jujur karena berhati-hati mencari keadilan.
  • Hati-hati dengan sumber rezeki yang kita usahakan. Sesuatu yang baik akan jadi haram jika sumbernya haram. Makanan yang halal dimakan akan jadi haram jika uang yang dipakai membeli makanan didapat secara haram, seprti mencuri, merampok, korupsi dan sebagainya.
Baca : konsekuensi rezeki haram.

MEMUSATKAN IBADAH HANYA UNTUK ALLAH
  • Jika cita-citanya akhirat maka dunianya terpusat sebagai ibadah. Kerja baginya adalah ibadah, belajar di sekolah itu ibadah, berusaha dan berdagang itu ibadah. Fokus ibadah bukan hanya akan memberi kebahagiaan di akhirat tapi Allah akan memberi dunia juga baginya.
  • Perhatikan sabda Rasulullah di atas. Pusatkan diri beribadah maka Allah akan mengisi hati kita dengan kekayaan dan memenuhi tangan dengan rezeki.
  • Kekayaan kantong adalah UANG. Tapi kekayaan hati adalah kebahagiaan dan keberlimpahan hidup. Ingat selalu, uang tak akan pernah memberi kebahagiaan. Uang itu adalah angka dan angka-angka itu tak terbatas.. jika mengejar uang maka kamu tak akan pernah puas. Punya 10 mau 100, kemudian ingin 1.000, kalau perlu tambah jadi 10.000, masih belum puas? Kalau masih bisa ingin 100.000. Masih kurang, bisa tidak dapat 1.000.000? Masih belum cukup, mungkin 10.000.000 bisa bikin senang. Ternyata tidak juga, masih ingin 100.000.000. Terus saja jumlah nominalnya bertambah tapi selalu saja merasa kurang dan ingin lebih lagi. Itulah mereka yang fokus uang.
  • Tapi jika fokusnya ibadah maka semua aktivitasnya dinilai sebagai ibadah. Usaha dan ikhtiarnya akan dimudahkan karena ada campur tangan Allah disitu. Allah akan memudahkan semua urusannya, menyelesaikan masalahnya, seperti masalah keuangan, masalah pernikahan, masalah keluarga, semua masalah akan bisa dia kontrol karena Allah selalu bersamanya.


KESIMPULAN

  • Orang-orang seperti ciri-ciri di atas akan hidup dengan tenang karena rezekinya dijamin Allah. Rezekinya dijamin bukan berarti dia duduk bermalas-malasan, tapi itu semakin membuatnya bekerja lebih keras dan beribadah lebih baik. Bukannya itu harus membuatnya lebih bersyukur?
  • Jika kita fokus pada akhirat maka dunia akan melayani kita. Kita buat semua aktivitas di dunia itu sebagai pelayanan untuk mencapai cita-cita akhirat kita. Menebar kebaikan di dunia, membantu mereka yang lemah, menolong mereka yang membutuhkan, membangung tempat ibadah, mendirikan majelis ilmu, semuanya itu aktivitas yang dilakukan di dunia tapi bernilai akhirat jika diniatkan untuk memperoleh keridhaan Allah.
  • Barangsiapa yang memiliki concern dan fokus pada akhirat dan menyenangkan Allah, Allah akan meletakkan kekayaan dalam hatinya, Allah akan mempermudah semua urusannya dan Allah akan membuat dunia berada di tangannya. Dia akan menjadikannya berkuasa di bumi seperti yang tertulis pada Surah An Nuur ayat 55 berikut :
  • Allah pasti takkan pernah mengingkari janjinya bukan?
  • Jika ingin berkuasa di muka bumi dan ingin dijamin rezekinya di langit dan dibumi, pantaskan diri untuk menerima anugerah itu. Jika sekarang umat muslimin di Indonesia belum sejahtera, mungkinkah kita kurang memantaskan diri? Atau agama hanya menjadi embel-embel saja, bukan yang utama dalam hidup kita. Tingkah laku kita jauh dari agama, hanya diperturut nafsu dan kamaksiatan?
Wallahu alam..

Rezeki Menjauh Kalau Kebanyakan Menggerutu.

Manusia modern adalah manusia penggerutu

  • Sadarkah bahwa kita adalah bagian dari manusia modern yang doyan menggerutu? Sumpah serapah adalah hal yang biasa bagi kita. Menyebut semua binatang saat kesal kalo perlu nama setan pun dibawa-bawa (padahal setannya itu kita he..he..). Jalanan macet menggerutu. Proposal proyek ditolak menggerutu. Anak isteri gak mau diatur ngedumel. Tetangga bunyiin musik keras-keras di jam tidur bikin emosi kita memuncak tapi gak berani negur, akhirnya stres sendiri. Baju kotor kena makanan secara gak sengaja, kesal lagi. Nonton bola terus tim kesayangan kalah langsung emosi dan kesal bukan main.
  • Ya.. hitunglah berapa kali dalam sehari anda mengeluh, berapa kali anda menggerutu, berapa kali anda merasa tak puas dan marah oleh keadaan? Kalo lebih dari 10 kali itu tandanya ada yang salah dengan anda. 

Mengapa harus menggerutu sih?

  • Pertanyaan ini layak ditanyakan pada diri kita, pada anda dan saya. Mengapa harus ada gerutuan, keluhan, ketidakpuasan, kemarahan dalam diri setiap orang? Jawabannya gampang... Karena kita cenderung menginginkan sesuatu terjadi sesuai kehendak kita. Kita ingin perjalanan lancar, aman, nyaman, bebas macet. Kita ingin perekonomian bagus, harga-harga kebutuhan pokok murah dan terjangkau. Tetangga semuanya baik hati dan tidak sombong trus rajin kirim makanan lagi.. (hahaha.. ngarep).
  • Tapi kenyataan kadang tak seindah harapan. Itu sebabnya kita menggerutu, ya... ungkapan kekecewaan pada apa yang terjadi. Kok begini sih jadinya, kok gak begitu, kok harus macet sih, kemarin lancar-lancar aja tuh?
  • Menggerutu adalah pekerjaan paling sia-sia sedunia. Karena digerutuin toh tetap kejadian. Menggerutu karena jalan macet, tak akan membuat kemacetan berhenti. Kesal karena dompet dicopet, tak akan membuat dompet kembali. Marah karena ban motor kempes di tengah jalan tak akan membuat ban motor kembali normal. Jadi menggerutu tak akan mengubah apapun ! Cuma bikin stres, bikin suasana hati dan mood kita jadi jelek, bikin perasaan kita gak enak, yang rugi adalah kita sendiri. Sudah ditimpa kemalangan, suasana hati kita juga gak enak, kan rugi dua kali?

Lalu apa kaitannya dengan rezeki?

  • Kita sudah sepakat bahwa Allah yang menyediakan rezeki buat kita dan kita tinggal menjemputnya. Kalo rezeki itu milik kita pasti akan datang dan sampai ke tangan kita dengan sukses. Gak akan nyantol di rumah tetangga, gak akan nyasar di kampung sebelah, gak akan mampir di tempat orang lain. Rezeki itu domain Allah, artinya hak prerogatifNya, jumlah rezeki, ukurannya, dikasinya di mana, bagaimana nyampainya ke kita itu misteri. Ada yang bisa memastikan rezekinya satu bulan ke depan, jumlah persisnya berapa, bentuknya gimana dan sumbernya darimana? Pada gak tau kan? 
  • Meski anda ini PNS, yang gajinya tetap setiap bulan tetap belum bisa memprediksi jumlah rezekinya setiap bulan. Karena gaji hanya sebagian kecil dari rezeki yang dianugerahkan Allah pada seorang PNS. Anda seorang wirausahawan, meski bisa melakukan hitung-hitungan secara matematis berapa keuntungan yang akan didapatkan dalam sebulan, tapi tetap tak bisa memprediksikan dengan pasti jumlah rezekinya bulan depan, karena keuntungan hanya sebagian kecil dari rezeki yang diberi Allah pada seorang wirausahawan. Rezeki tak dapat diprediksi dan dihitung dengan rumus matematika.
  • Menggerutu adalah tidak menerima kejadian di sekitarnya dengan ikhlas. Macet, digerutuin. Telat, dikesalin. Dicopet, dikeluhin. Ban kempes, disumpahin. Semua kejadian yang menurutnya tidak sesuai keinginannya atau dianggap merugikannya digerutuin. Lalu..kalo digerutui masalahnya selesai? Gak kan?
  • Rezeki mandek, digerutuin. Rezeki sedikit ditangisin. Rezeki tetangga lebih banyak disirikin. Susasana hati gak pernah ada enaknya, gak pernah ada syukurnya. Karena yang dilihat keadaan yang serba negatif, diterima dengan negatif dan bereaksi secara negatif. Bukannya fokus menghitung nikmat dan rezeki yang dipunyainya seperti badan yang sehat, keluarga yang harmonis, rumah yang nyaman, kendaraan yang tersedia siap mengantar kemana saja, tapi malah sibuk mengeluhkan dan menggerutukan nikmat/rezeki yang tidak dimilikinya. Kok rezeki ku kurang sih, gak kayak si B, perasaan usahaku lebih maju deh, prestasiku lebih bagus deh. Wah.. ini bisa menjurus jadi kufur nikmat nih, tidak mensyukuri rezeki yang diterimanya, seolah-olah protes sama Allah, kok tega-teganya Allah ngasi cuma secuil perasaan aku udah ibadah siang malam? 
  • Wah mental begini namanya mental buruh, mental pamrih. Dia lupa bahwa kita yang butuh Allah, kita yang butuh ibadah buat nenangin diri kita, kita yang butuh kasih sayang Allah, agar hidup kita senantiasa dibimbingNya. 

Allah bilang akan menambah nikmat kita.


  • Syaratnya cuma satu.... BERSYUKUR.
  • Kalo menggerutu bersyukur gak? Nggak kan? Makanya jangan ngarep rezekinya ditambah....!!!
  • Paham...???
Wallahu alam...

Mau Mudah Rezeki? Banyaklah Berserah Diri Pada Allah.

Berserah diri itu penting.

  • Berserah diri adalah memasrahkan diri dan semua urusan yang tak bisa kita tangani pada Allah SWT. 
  • Ya.. betul, berserah diri itu masalah penting, karena orang yang berserah diri itu :
    • tak akan merasa bingung menjalani kehidupan, 
    • tak takut pada manusia
    • tak berhasrat mendapatkan harta dari sesama manusia.
    • tak peduli dengan pandangan orang lain atas amal salehnya.
    • hati lebih tenang
    • punya waktu lebih banyak untuk ibadah.
    • REZEKI JADI MUDAH..
  • Sabda Rasulullah SAW..

  • Allah memuji orang yang berserah diri melalui ayat di bawah ini :


Mengapa berserah diri pada Allah memudahkan rezeki?

(1) Tenang.
  • Berserah diri berkaitan dengan niat dan tidak membebani hati maupun badan. Tapi ketenangan yang didapat bisa dirasakan oleh hati dan badan. Orang yang berserah diri pada Allah tidak akan merasa gundah, gelisah, dan tidak takjub memandang dirinya sendiri.
  • Orang yang jiwanya tenang akan mudah mencari rezeki Ilahi. Sikap positifnya akan menarik rezeki menuju ke arahnya. Jika telah berusaha sekuat tenaga, bekerja keras dan melakukan ikhtiar, urusan rezekinya selanjutnya diserahkan kepada Sang Pemberi Rezeki. Apapun hasilnya dan berapapun rezekinya diterima dengan hati ikhlas.

(2) Tak bergantung pada manusia.
  • Dia tak akan merasa tinggi hati jika rezekinya banyak dan manusia memuliakannya. Sebaliknya dia juga tak merasa hina jika rezekinya sedikit dan manusia merendahkannya. Tak ada yang mempengaruhinya karena apapun yang diterimanya sudah diikhlaskan diterima dengan hati lapang. Dia meyakini bahwa itulah yang terbaik yang diberi Allah padanya.
  • Fokusnya bukan seberapa banyak rezekinya tapi seberapa mampu dia menerima rezekinya dengan hati lapang, mengikhlaskannya dan berserah diri pada Allah. Jika kita tak tergantung pada manusia dan hanya menggantungkan nasib pada Allah, bukankah Allah Maha Berkehendak dan sanggup melakukan apa saja, termasuk memudahkan rezeki kita?

(3) Akan dimudahkan urusannya.
  • Allah menyuruh manusia untuk berserah diri padaNya seperti yang terlihat pada Surah Ghafir ayat 44 di atas. Dia menjamin akan melindungi orang yang berserah diri padaNya dan akan melancarkan segala urusan yang dipasrahkan padaNya, termasuk urusan rezeki.
  • Berserah diri adalah bagian dari tawakkal murni karena lewat tawakkal kita menyadari ahwa kehendak Allah pasti terjadi dan menyadari betapa besar kasih sayang dan kemurahan Allah pada kita. Berserah diri itu intinya menyadarkan diri padaNya dalam semua urusan yang dtakutkan, tak bisa ditangani maupun yang bisa ditangani. Tawakkal itu memudahkan rezeki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
memudahkan rezeki


(4) Menyadari kelemahan manusia.
  • Berserah diri adalah pengakuan akan kelemahan manusia. Bahkan terhadap nasib dan rezeki kita tak sanggup untuk memastikannya. Karena hanya Allah yang pasti. Hal ini pengakuan akan kelemahan kita dan kekuatan Allah.
  • Pasrah bukannya mmbuat kita jadi apatis dan malas tapi membuat kita lebih optimis memandang hidup, bahwa selalu ada berkah di setiap kesusahan dan penderitaan. Mungkin rezeki kita datang dengan mudah sehingga menggembirakan hati, Mungkin juga rezeki datangnya sedikit yang membuat kita belajar dari kesalahan yang kita lakukan.
Mulailah untuk berserah diri padaNya jika ingin urusan rezeki dilancarkan.

Wallahu alam...

Bagaimana Memberdayakan Tubuh Untuk Menarik Rezeki?

Tubuh sepenuhnya bisa dikontrol.

  • Setiap insan dilahirkan satu paket dengan tubuh yang berfungsi sempurna. Setiap insan juga punya pilihan untuk memperlakukan tubuhnya. Banyak yang menjaganya agar tubuh senantiasa sehat dan berfungsi baik. Tapi tak sedikit juga yang sengaja merusaknya. Ada yang memasukkan makanan yang membahayakan tubuh seperti minuman keras, rokok dan narkoba sampai junk food yang tinggi lemak tapi minim gizi. Ada yang tak puas dengan bentuk tubuh yang diberikan Allah padanya. Mulailah rekayasa manusia untuk mempercantik diri di bawah pisau dokter ahli bedah plastik. Yang pesek jadi mancung, payudara yang kecil jadi besar, bibir tipis jadi tebal dan sexy, tubuh gendut, melakukan operasi sedot lemak agar kembali langsing dan menarik.
menarik rezeki

  • Tubuh adalah aset, kepunyaan, investasi kita yang bisa kita kontrol sepenuhnya. Mulai dari kepala, badan, panca indera, kaki, tangan, sampai kemaluan ada dalam kendali kita. Karena kitalah yang mengendalikannya, mau kita gunakan dalam kebaikan atau berbuat jahat, pilihan ada di tangan kita.
  • Jika sesuatu itu berada dalam kontrol kita harusnya kitalah yang mengatur dan mengendalikannya. Tubuh boleh berteriak lapar saat puasa, tapi kita menahan diri untuk tidak makan sebelum waktu berbuka tiba. Kemaluan boleh minta jatah tapi kita bisa menahannya untuk berhubungan dengan pasangan yang sah saja dan terhindari dari zina yang berbahaya.

Memberdayakan tubuh untuk menarik rezeki.

  • Jika tubuh sepenuhnya berada dalam kontrol kta harusnya kita bisa memberdayakannya untuk kepentingan kita termasuk untuk menarik rezeki.
(1) Memberdayakan pikiran.
  • Yang paling pertama harus kita berdayakan adalah pikiran, karena pikiranlah yang mengatur pergerakan anggota tubuh lainnya. Gunakan pikiran untuk hal-hal yang baik. Selalulah berniat untuk melakukan kebaikan karena Kebaikan menarik rezeki. Kita akan selalu melakukan kebaikan jika pikiran kita arahkan untuk senantiasa berniat baik, meskipun kebaikan itu nilainya dianggap kecil.
  • Agar niat kita selalu baik maka jagalah pikiran kita, karena pikiran adalah asal segala kebaikan juga asal segal keburukan. Orang yang pikirannya selalu dalam kebaikan akan melahirkan niat untuk berbuat baik dan niat itu menjadi amal saleh. Begitu juga sebaliknya orang yang pikirannya selalu diliputi nafsu jahat akan menimbulkan niat jahat dan dibuktikan dengan amalan jahat.
  • Pikiran yang baik akan menarik hal-hal yang baik. Sebaliknya pikiran yang jahat akan menarik yang buruk pula. Jika ingin menarik rezeki, karena rezeki itu sesuatu yang baik, jaga pikiran agar senantiasa baik dan jangan lupa memperbanyak amal kebaikan.

(2) Memberdayakan kepala.
  • Jika pikiran tak terlihat secara fisik tapi tetap bisa dikendalikan apalagi sesuatu yang fisik. Jika ingin menarik rezeki gunakan kepala untuk menyembah Allah. Banyak-banyaklah sujud, dalam artian perbaiki shalat fardhu, perbanyak shalat sunat, bersungguh-sungguhlah dalam shalat. Jangan sekali-kali meremehkan shalat, karena Allah akan mencabut keberkahan rezeki orang yang meremehkan shalat.

(3) Memberdayakan telinga.
  • Jika ingin menarik rezeki gunakan telinga untuk mendengarkan hal-hal yang baik. Dengarlah lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan. Jangan ngobrol saat azan bergema, segera ambil air wudhu dan hayati panggilan Allah yang mengajak umatnya menuju kemenangan. Jangan terlalu banyak mendengarkan musik yang tak bermanfaat.
  • Gunakan telinga untuk mendengarkan ide-ide dan inspirasi orang-orang sukses, sehingga bisa jadi panutan dan teladan yang baik. Dengarkan ceramah/ kisah-kisah orang saleh yang mendapatkan rezeki berkah dengan kesalehannya.

(4) Memberdayakan mata.
  • Gunakan mata melihat hanya yang baik-baik dan cegah mata melihat yang haram. Di era keterbukaan seperti sekarang ini video porno, tontonan yang merangsang syahwat bukan hal yang susah untuk didapatkan. Bahkan ada orang yang sengaja menyebarkannya di media sosial agar semakin banyak orang yang menontonnya. Belum lagi pakaian para wanita yang semakin terbuka dan menggoda, tundukkan pandangan pada yang bukan mahram.
  • Wahai para muslim / muslimah, jika ingin menarik rezeki, berdayakan mata untuk melihat apa-apa yang baik saja. Peliharalah pandangan dari hal-hal yang memalingkan kita dari agama dan memancing murka Allah. 
  • Jika suka menonton, tontonlah tayangan yang positif, yang menyadarkan kita bahwa dunia ini hanya persinggahan. Lihatlah tayangan yang memberi inspirasi bagaimana harusnya seorang muslim/muslimah menjalani hidup. Mata orang beriman senantiasa basah oleh penyesalan dan permohonan ampun kepada Tuhannya.

(5) Memberdayakan mulut.
  • Bicaralah hanya yang baik-baik saja atau diam. Karena apapun yang keluar dari mulut kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Gunakan mulut untuk mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran yang tampak di depan mata. Jangan justru kita yang mempelopori kemaksiatan. Karena perbuatan ini dosanya terus mengalir meskipun kita sudah meninggal.
  • Gunakan mulut untuk membaca Al Quran, mengajarkan ilmu yang bermanfaat dan mengucapkan kata-kata yang penuh belas kasih pada anak yatim, fakir miskin dan orang yang butuh bantuan.
  • Jaga mulut dari memakan yang haram. Lebih banyak puasa dan menghindari rakus. Kalau mau menarik rezeki yang berkah, makanlah makanan yang baik-baik. Ketahui dengan pasti makanan apa yang hukumnya haram dan harus dijauhi, seperti daging babi, darah dan nanah, makanan yang tidak disebut nama Allah saat menyembelihnya.
  • Belum lagi makanan yang sebenarnya halal tapi diperoleh dengan uang yang haram, jatuhnya haram juga. Misalnya uang yang diperoleh dari menipu/korupsi/merampok dan dipergunakan untuk membeli makanan, maka makanan itu menjadi haram karena sumber perolehannya dari uang haram.
  • Apakah pantas kita menarik rezeki jika apa yang kita makan, apa yang kita pakai, apa yang kita belanjakan semuanya haram??
baca : mau beruntung dan banyak rezeki, bacalah Al Quran.

(6) Memberdayakan hati.
  • Hati orang beriman senantiasa berzikir dan mengingat Allah. Tak pernah sedetikpun hatinya dibiarkan terlena dengan gemerlapnya dunia. Kalaupun dia terlupa seketika dia kembali mengingat Allah setelah beristighfar dan memohon ampun.
  • Hati adalah segumpal daging yang sangat menentukan. Jika segumpal daging ini baik maka baiklah semuanya. Sebaliknya jika hati dipenuhi keburukan maka buruklah segalanya. 
hati

  • Jika ingin meraih surga dan rezekinya Allah, jaga hati untuk selalu mengingat pada Sang Pemberi Rezeki.

(7) Memberdayakan tangan.
  • Tangan digunakan untuk memberi pertolongan pada orang yang membutuhkan. Dia ringan tangan membantu mereka yang lemah, orang miskin yang tak sanggup membayar biaya dokter dibantunya, anak yatim yang tak bisa sekolah karena tak ada biaya, dibantunya dengan beasiswa. Tukang bakso yang saleh butuh modal untuk memulai usahanya, dibantunya dengan membelikan gerobak bakso secara cuma-cuma.
  • Tangannya senantiasa ringan mengeluarkan zakat, sedekah, infaq, sumbangan, bantuan. Jika ingin menarik rezeki berdayakan tangan untuk banyak-banyak menolong dan mengeluarkan sedekah. Bukankah sedekah bisa menarik rezeki?

(8) Memberdayakan kaki
  • Jika ingin menarik rezeki berdayakan kaki untuk melangkah menuju mesjid, menuju majelis ilmu, menuju tempat pengajian, menuju tempat pengabdian, menuju tempat kerja yang halal. Hindari melangkahkan kaki ke tempat-tempat maksiat, yang memudahkan kita terjerumus untuk melakukan maksiat.
Itulah tips bagaimana memberdayakan anggota tubuh untuk menarik rezeki. Jika kita yang berkuasa bagi tubuh maka kendalikan tubuh sebaik mungkin. Jadikan tubuh sebagai alat untuk mendekatkan diri kepadaNya. Jika dalam proses pendekatan itu, kita diberi rezeki yang banyak lagi berkah itulah bonus Allah yang hanya diberikan bagi orang-orang beriman.

Wallahu alam...

Pelajaran Penting Dari Kemiskinan.

Susah rezeki dan miskin bukan akhir dari segalanya.

  • Mengapa mesti sedih dan merasa terpuruk saat kondisi sulit, rezeki terasa jauh dan enggan mendekati hidup kita, keuangan menipis, kondisi ekonomi menyulitkan kita untuk bertahan. Mengutuk kehidupan yang dianggap tak bisa berdamai dengan hidup kita tak akan menyelesaikan masalah. Bunuh diri juga bukan solusi. Memprotes Allah juga bukan sikap yang bijak. 
  • Sikap terbaik yang bisa kita lakukan saat hidup didera kesulitan, suah rezeki dan miskin adalah pertama, menerimanya, selanjutnya mencari solusinya dan yang paling penting mendapat pelajaran dari kondisi sulit itu. Hidup yang sukses bukan hidup yang tak pernah susah, tapi kesusahan itu tak menghalanginya untuk terus maju.
miskin


Apa yang bisa dipelajari dari seseorang dari kemiskinan?

(1) Siapapun bisa miskin.
  • Kalau kita mengambil keputusan yang salah dan harus kehilangan semua harta, itulah kenyataan yang pahit yang harus kita terima. Siapapun bisa melakukan kesalahan dan bisa jatuh miskin. Jika Allah ingin mengambil apa yang dititipkan (harta) kepada kita, dengan sekejap kita akan kehilangannya. Bahkan nyawa kitapun milik Allah, jika tiba waktunya nyawa kitapun akan pergi meninggalkan raga dan kembali kepada penciptanya.
  • Karena siapapun bisa miskin, karena itu tak perlu sombong dan arogan menjalani hidup. Harta tidak otomatis menjadikan kita lebih baik dari orang lain. 


(2) Manusia itu sama derajatnya.
  • Tak ada yang lebih tinggi dibanding yang lainnya hanya karena orang kaya berharta tidak otomatis menjadikan dia lebih baik dan lebih berharga. Orang miskin meski tak berpunya tak mesti dia direndahkan. Karena martabat  manusia itu sama di hadapan penciptanya. Harta tidak menjadikan seseorang lebih mulia, kecuali jika hartanya digunakan untuk kepentingan agama. Miskin tak harus menjadikannya terhina jika kemiskinannya tidak menjadikannya kufur dan jauh dari agama tapi malah semakin mendekatkannya pada Allah.
  • Perlakukan semua orang sama, jangan membeda-bedakan karena sesungguhnya status sosial hanya ciptaan manusia.


(3) Uang dan harta tak bisa membeli kebahagiaan.
  • Berapa banyak orang kaya tapi hidupnya terasa hampa dan jauh dari bahagia. Karena uang tidak dapat membeli kebahagiaan. Uang bukannya tidak penting tapi bukan yang terpenting.
  • Uang bisa membeli kenyamanan dan orang yang merasa nyaman dengan hidupnya akan lebih mudah berbahagia dibanding mereka yang tidak nyaman dengan kondisinya. Karenanya berusaha itu perlu.

(4) Bersyukur.
  • Kemiskinan mengajari seseorang untuk mensyukuri apa yang dimilikinya. Sedikit pun harus disyukuri. Jangan pernah mengeluhkan gelas yang hanya berisi setengah. Daripada mengharapkan gelas itu untuk penuh terisi, bersyukurlah karena setidaknya gelas itu tidak kosong.
  • Saat hidup berlimpah harta kita tak pernah bisa menghargai harta benda yang kita miliki karena kita punya banyak. Saat kemiskinan melanda hidup kita barulah kita paham betapa kita tak cukup bersyukur atas apa yang dimiliki. Kita baru menyadari betapa berharganya hal itu setelah kehilangannya.

(5) Kesederhanaan dan perasaan cukup.
  • Saat hidup berlimpah harta kita selalu merasa kurang dan ingin terus menumpuk kekayaan. Tapi kemiskinan mengajari kita untuk bahagia dalam kesederhanaan. Kemiskinan mengajarkan kita untuk merasa cukup dengan apa yang kita miliki.
  • Perasaan cukup itulah yang penting bukan seberapa banyak harta yang kita punya. Meski hidup berlimpah harta tapi tak pernah merasa cukup kita akan terus mencari tapi dalam hati kita merasa hampa.

(6) Rezeki Allah itu luas.
  • Rezeki Allah itu luas dan tak melulu tentang harta, uang dan materi. Tapi juga kesehatan, pertemanan, kekeluargaan juga rezeki. Allah menjamin rezeki semua mahluk, termasuk kita yang sedang diuji dengan kemiskinan. Miskin harta tak berarti akhir dari segalanya, karena Allah akan mencukupkan kita.
  • Berprasangka baiklah pada Allah, apa yang diberi Allah pada kita boleh jadi tidak mengenakkan tapi itulah yang terbaik bagi kita. Bisa jadi Dia ingin kita belajar menghargai apa yang kita miliki, belajar dari kesalahan yang kita buat dan Dia ingin kita hanya mengandalkanNya, bukan yang lain.
Wallahu alam...

Tips Menjemput Rezeki Jodoh Sesuai Islam

Jodoh di tangan Tuhan tapi manusia wajib berusaha

  • Masih menanti jodoh yang tak kunjung tiba? Atau harap-harap cemas, akankah suatu ketika kamu bertemu jodoh yang baik.  Bukankah jodoh itu di tangan Tuhan, jadi kita boleh pasrah dong ! Pasrah hanya boleh dilakukan oleh seorang muslim setelah dia berusaha, itupun tidak disebut sebagai pasrah tapi tawakkal, yaitu menyerahkan urusan kembali kepada Allah.
  • Jodoh wajib kita usahakan. Setiap orang telah ditentukan jodohnya oleh Allah SWT tapi adalah kewajiban kita untuk mengusahakan agar jodoh yang baik-baik yang datang ke kita. Melakukan segala daya upaya agar jodoh yang saleh dan salehah lah yang akan kita temui dan mengenyampingkan semua jodoh yang buruk.
  • Gimana caranya mengusahakan agar jodoh yang baiklah yang akan kita temui. Berikut tipsnya.


Tips menjemput jodoh sesuai Islam

(1) Perbaiki diri dulu.
  • Kalau mau dapat jodoh yang baik, kita harus menjadi orang baik terlebih dahulu. Bukankah perempuan yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik juga, demikian pula sebaliknya. Jika ingin mendapat jodoh yang rajin shalat tahajud, jadilah orang yang menjadikan tahajud sebagai ibadah harian. Jika ingin punya jodoh yang rajin sedekah, biasakan diri terlebih dahulu bersedekah.

(2) Tak putus doa dan pengharapan
  • Jodoh itu di tangan Allah dan doa adalah pengharapan seorang hamba kepada Allah agar dipertemukan dengan jodoh yang didam-idamkannya. Bukankah Allah mengatakan, "berdoalah maka akan kukabulkan?" Ini doa yang banyak diamalkan untuk memohon jodoh yang baik pada Allah SWT.



(3) Membanyakkan amalan sunat.
  • Tujuannya untuk mendekatkan diri pada Sang Pemberi Jodoh. Jangan hanya lakukan ibadah fardhu yang rutin tapi lakukan juga ibadah sunat sebagai amalan tambahan. Seperti merutinkan tahajud, dhuha, puasa sunat, baca quran, infaq, sedekah. Bahkan anjuran Uztaz Yusuf Mansur untuk membeli jodoh lewat sedekah. 

(4) Bergaul dengan orang yang baik-baik.
  • Jodoh bisa saja ada di sekeliling kita tapi kita tak tahu. Jika kita membiasakan diri bergaul dengan orang baik-baik, orang saleh, salehah insya Allah orang-orang seperti inilah yang akan ditakdirkan menjadi pendamping hidup kita. Bukankah cinta dari mata turun ke hati. Karena sering bertemu bukan tidak mungkin tumbuh rasa sayang dan suka dalam hati.

(5) Minta bantuan orang yang jadi panutan anda.
  • Tidak ada salahnya meminta tolong dipertemukan dengan orang baik, orang saleh/salehah pada orang yang menjadi panutan anda. Orang yang menjadi panutan seperti guru, ulama, tokoh masyarakat bahkan orang tua atau keluarga yang memiliki reputasi yang baik. Mereka pasti punya pertimbangan tertentu dalam memilihkan calon yang tepat untuk anda.

(6) Jangan terlalu banyak kriteria yang tak jelas.
  • Banyak yang susah dapat jodoh karena kriteria jodoh yang diinginkannya terlalu banyak atau malah tidak jelas. Jodoh seperti apa yang diinginkannya itu masih kabur. Nabi SAW bersabda agar dalam memilih jodoh ada tuntunannya, yaitu memilih mereka karena kekayaannya, karena keturunannya, karena wajah eloknya atau karena agamanya.
  • Nabi menyarankan kita untuk memilih seorang pendamping karena agamanya. Agama yang baik akan menjadi imam/suami atau isteri yang baik.

(7) Meminta secara langsung.
  • Boleh saja seorang lelaki meminta secara langsung agar seorang wanita yang terkenal salehah dan bagus agamanya untuk menjadi isterinya. Bahkan seorang wanita pun tidak dilarang untuk meminta seorang lelaki saleh dan baik agamanya untuk menikahinya. Hal ini pernah dilakukan oleh sayidina Khadijah ra saat meminang Rasulullah SAW. 
  • Kitalah yang menentukan mana yang terbaik untuk kita dan rencana Allah adalah yang terindah. Jika semua jalan telah diusahakan tapi jodoh tak kunjung datang, maka mungkin Allah punya rencana lain yang jauh lebih indah dibanding menikah. (baca : rezeki jodoh mengapa tak kunjung bertemu?).
Untuk referensi silakan baca artikel yang terkait dengan jodoh lainnya di sini.

Wallahu alam..

Rajin Ikut Training dan Seminar Kekayaan, Kok Gak Kaya-Kaya?

Seminar... oh.. seminar

  • Banyak orang yang memimpikan jadi orang kaya, hidup mewah, berkelimpahan harta. Mau apa aja tinggal sebut, mau kemana aja tinggal perintah. Hidup nampak mudah dan indah. Tapi jadi kaya itu gak mudah, butuh kerja keras, butuh kemampuan yang mumpuni. Andai kaya itu mudah, anda dan saya pasti sudah kaya. Nyatanya gak begitu kan?
kaya

  • Jadi pegawai yang hidupnya bergantung dari gaji, gak bisa bikin kaya. Mana ada pegawai yang kaya dengan mengandalkan gaji? Wong gajinya sudah disesuaikan dengan standar yang sialnya ditentukan oleh negara atau perusahaan. Standar yang dianggap cukup untuk bertahan hidup sekedar agar gak kelaparan dan bisa bertahan hidup dari himpitan ekonomi. Kalo ada pegawai yang kaya raya, perlu dicurigai kalo dia dapat warisan, punya usaha sampingan yang keuntungannya besar ato dia pandai menilep uang negara / perusahaan.
  • Salah satu upaya yang dianggap bisa mempercepat seseorang menjadi kaya adalah berdagang alias jadi enterpreneur ato wiraswasta. Ato bahasa sederhananya, jualan. Jadi penjual itu gak ada sekolahnya. Memang sih ada sekolah marketing, bisnis, manajemen usaha, tapi tamat dari sekolah ini gak menjamin seseorang bisa jadi penjual yang sukses bikin dia kaya!
  • Karena sekolah gak menjamin seseorang sukses jadi orang kaya, ada lagi trik biar bisa jadi penjual yang sukses meraih kekayaan, yaitu ikut seminar, training, dengerin celotehan para motivator, gimana caranya biar cepet kaya. Ato belajar langsung dari pakarnya, mereka yang sudah kaya duluan, trik-trik apa yang mereka lakukan sehingga bisa kaya? Bayar biaya seminar ato trainingnya gak murah lho, mulai dari ratusan ribu sampe jutaan. Mereka gak menyebut biaya seminar tapi investasi...Bener gak sih itu investasi ato malah buang-buang duit? Buktinya berapa banyak alumni seminar atau training kekayaan yang tetap kere? Meski gak menutup kemungkinan beberapa diantaranya ada juga yang berhasil, tapi hanya segelintir alias sebagian kecil saja.

Seminar dan training gak bikin kaya !

  • Ya.. iyyalah. Tau gak para motivator kekayaan mencari uang dengan cara memungut dari orang lain yang bermimpi untuk kaya? Sang motivator atau trainer menjadi kaya dengan menjual mimpi. Tips dan trik memang mereka berikan tapi apakah tips dan trik itu praktis membuat seseorang menjadi kaya? Kalo memang begitu sang motivator / trainer pasti memilih pensiun dan mengaplikasikan sendiri tips dan trik yang diajarkannya. Biar dia cepat kaya dan kekayaannya terus bertambah. Tapi sang trainer malah memilih profesi sebagai seorang motivator kekayaan (apakah dia sudah kaya? Masih perlu dipertanyakan). Orang yang kaya beneran waktunya habis buat urusan usahanya, bisnisnya, investasinya, ato malah asik berlibur di tempat-tempat eksotis, menikmati hasil usahanya. Mereka gak ada waktu buat berkoar-koar di depan banyak pemimpi yang memimpikan jadi kaya hanya lewat seminar/training. Anehnya peserta seminar dan training kekayaan tetap membludak..!
  • Coba deh anda cermati, kebanyakan mereka ngajarin hal-hal yang sifatnya duniawi saja. Materinya selalu tentang uang, pengembangan usaha, investasi A yang potensial dan sebagainya. Prinsipnya waktu adalah uang. Jadi waktu kita yang sangat berharga ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar bisa menghasilkan lebih banyak uang. Tujuan utamanya adalah uang. Tiada hari tanpa rencana menghasilkan uang. Padahal uang itu hanya ALAT TUKAR. ALAT...yang artinya sesuatu yang digunakan manusia untuk menunjang hidupnya. Sama seperti ponsel, ALAT komunikasi, juga seperti mobil/motor, ALAT transportasi, yang sifatnya membantu kita, bukan tujuan akhir. Jadi uang juga harusnya membantu kita mencapai tujuan yaitu ridhanya Allah.
  • Sangat jarang seminar kekayaan membicarakan tentang pengembangan diri agar menjadi hamba yang paling dicintai Allah, peningkatan amal saleh untuk investasi akhirat, bagaimana meningkatkan saldo kebajikan sebagai bekal masa depan di hari pembalasan nanti. Padahal inilah kekayaan yang abadi, yang akan terus menemani di kuburan sampai di akhirat nanti.
  • Pernahkah anda membaca kisah para sahabat yang kaya raya, yang tetap berniaga untuk menghidupi dirinya, tapi mereka tak menjadikan kekayaan itu tujuan akhir, tapi malah memanfaatkannya sebagai sarana meraih investasi akhirat yang kekal lewat zakat, sedekah, amal jariyah. Raga mereka bekerja tapi hati mereka selalu merindukan kebersamaan dengan Allah. Mereka inilah yang dimaksud dalam surah An Nur ayat 36 berikut ini :
  • Kembali ke persoalan mengapa training dan seminar gak bikin kaya. Karena kekayaan itu bukan teori tapi action. Melakukan tindakan yang menuntun kita semakin dekat menuju kekayaan. Jangan lupa siapa Pemilik Kekayaan, yaitu Allah SWT. Libatkan Allah dalam usaha anda. Usaha dagang, lakukan dengan jujur, jangan lupa sedekah, lengkapnya silakan baca artikel ini, bagaimana menjalankan usaha agar terus mendatangkan rezeki. Sekali lagi ini cuma teori, silakan dipraktekkan. Cari ridha Allah, karena kekayaan dan rezeki yang banyak hanya bisa diperoleh lewat keridhaanNya.


Mencari ridha Ilahi.

  • Diberi rezeki kesehatan. Jadikanlah kesehatan yang Allah beri menjadi sebab semakin dekatnya kita padaNya. Pakai tubuh yang sehat dan tegap untuk banyak-banyak beribadah dan melakukan amal saleh.
  • Diberi rezeki harta. Jadikanlah harta yang diberi itu semakin membuat kita bersyukur kepadaNya. Rasa kebersyukuran kita itu ditunjukkan lewat menggunakannya di jalan Allah.
  • Diberi rezeki keluarga yang harmonis. Jadikan pasangan hidup dan anak kita sebagai sarana untuk menggapai ridha Allah, beribadah bersama dan menjalani kehidupan rumah tangga sesuai tuntunan agama.
  • Diberi rezeki wajah yang menawan dan tubuh aduhai. Jadikanlah wajah dan tubuh itu sebagai jalan menggapai ketaatan padaNya dengan cara menjaga diri dari yang bukan mahram, menjaga kesucian perkawinan dan sarana cinta dan setia pada pasangan.
  • Diberi rezeki ilmu. Jadikanlah ilmu itu bermanfaat bagi diri dan orang banyak. Sebarkan kebaikan lewat ilmu, bukan sebaliknya.
  • Diberi rezeki jabatan tinggi. Jadikan jabatan itu sebagai amanah, untuk menjalankannya dengan baik, memberi kemanfaatan bagi banyak orang, dan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi.
  • Diberi rezeki iman Islam. Jadikanlah hidayah yang Allah beri agar tetap istiqomah sampai akhir hayat, meninggal dalam keadaan Islam dan khusnul khotimah.
  • Yakin dan percayalah bahwa :
SETIAP NIKMAT YANG TIDAK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH , MAKA NIKMAT ITU SIA-SIA BELAKA, ATAU MENJADI PETAKA BAGI KITA.
Wallahu alam.. 

Allah akan Mencabut Keberkahan Rezeki Mereka Yang Meremehkan Shalat.

Shalat itu penting !

  • Saya kira tidak perlu menjelaskan secara panjang lebar mengapa shalat itu penting? Bukankah shalat itu tiang agama? Jadi bagi mereka yang meremehkan shalat, suka menunda-nunda dan mengakhirkan waktu shalat apalagi mereka yang sengaja meninggalkannya meski tak ada uzur, artinya sedang meruntuhkan agama. Tiang agama dibangun dengan shalat yang konsisten, tepat waktu, dimaknai dan memiliki dampak setelah melaksanakannya. 
  • Bukankah shalat itu harusnya mencegah kemungkaran? Jadi jika ada orang yang rajin shalat tapi rajin korupsi, doyan zina, kerap berbohong, suka memfitnah, artinya hanya fisiknya yang kelihatan melakukan gerakan shalat tapi batinnya tidak.
shalat tapi celaka

  • Allah tidak butuh gerakan shalat tanpa makna. Allah tidak butuh kita menyembahNya. Karena tanpa menyembahpun Dia tetaplah Tuhan pemilik kuasa dan kerajaanNya membentang sepenuh jagad raya ini. Allah tak butuh kita, sebaliknya kitalah yang butuh Dia. Kita ini serba lemah, serba tidak pasti, serba tak menentu. Allah lah yang kita perlukan untuk membimbing kita memilih pilihan yang betul, memilih jalan yang benar, jalan orang-orang saleh dan diridhai, bukan jalan mereka yang ingkar dan bukan jalan mereka yang sesat. Inilah kata-kata yang terus menerus kita ulang-ulang saat shalat. Tapi sadarkah kalau kita meminta itu wong kita hanya komat kamit tanpa ngerti bacaan kita?
  • Shalat itu penting. Perintah shalat tidak lewat malaikat Jibril sebagaimana perintah-perintah lainnya. Tapi perintah shalat langsung diterima oleh Rasulullah dari Allah SWT. Itu saja sudah menunjukkan betapa pentingnya shalat itu sampe gak boleh diwakili. Amalan yang paling pertama dihisab adalah shalat, kalo baik shalatnya maka insya Allah yang lain-lain juga akan baik pula.


Shalat dan rezeki.

  • Allah sudah membagi rezeki yang adil untuk mahlukNya. Hanya saja karena akal kita yang terbatas, kita hanya menganggap rezeki itu sebagai anugerah untuk menyambung hidup dan mempertahankan eksistensi kita di dunia ini alias gimana caranya agar bisa survive. Tapi nyatanya manusia sebenarnya mendambakan hidup yang sejahtera, kebutuhan terpenuhi, selalu cukup, tak kekurangan, hidup layak, bisa beribadah dengan tenang, dapat  bersedekah, memberi santunan, memberikan manfaat bagi banyak orang, bisa membiayai melakukan amal ibadah termasuk pergi haji, umrah, mendirikan rumah ibadah dan sebagainya.
  • Rezeki asalnya dari Allah bukan dari kita bekerja. Selama ini kita salah paham bahwa rezeki yang kita terima karena kita sibuk kerja. Kalo tidak kerja rezeki juga tak ada. Padahal sumber rezeki adalah Allah, jika Allah ridha dan ingin siapapun bisa Dia beri rezeki. Bahkan hewan kecil, lemah pun sudah dijamin rezekinya oleh Allah SWT.
Allah memberi rezeki

  • Shalat kita kerjakan 5 kali sehari semalam. Apa maknanya? Agar dalam sehari itu kita terus mengingatNya, agar dalam sehari itu hati kita tetap terjaga untukNya, melakukan perintahNya, menjauhi laranganNya dan tentu saja mengharapkan ridhaNya. Jika Allah ridha pada kita yakinlah maka semua urusan kita akan beres, termasuk urusan rezeki.
  • Jadi ada hubungan yang erat antara shalat dan rezeki. Mungkin anda mengatakan, banyak kok orang non muslim yang kaya raya padahal tak sekalipun mereka shalat? Betul... kekayaan yang mereka nikmati adalah bagian mereka di dunia tapi tak memiliki bagian lagi di akhirat sana, karena jatahnya sudah diterima semua di dunia. Lebih jelasnya bisa baca di sini alasan mengapa dermawan non muslim tak bisa masuk surga?
  • Lain dengan kita, umat muslim. Shalat adalah investasi kita, mudah mendapat rezeki di dunia dan insya Allah mendapat bagian rezeki tertinggi di akhirat, yaitu dimudahkan dari siksa neraka sampai meraih surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.
Al Araf 96

Keberkahan rezeki akan dicabut bagi mereka yang meremehkan shalat.

  • Ada dialog antara Sayyidina Fatimah dan ayahanda tercintanya Rasulullah SAW tentang orang yang meremehkan shalat.
  • Bertanya Sayyidina Fatimah, apa yang akan didapat oleh wanita atau laki-laki yang meremehkan shalat? Rasulullah SAW menjawab, "Siapa yang meremehkan shalat dari laki-laki maupun wanita, Allah akan mengirimkan 15 bencana kepadanya, 6 bencana di dunia, 3 di hari kematiannya, 3 di dalam kuburnya dan 3 saat ia keluar dari kuburannya di hari kiamat kelak.
  • 6 bencana di dunia itu :
    • Allah akan mencabut keberkahan umurnya.
    • Allah akan mencabut keberkahan rezekinya.
    • Allah akan menghapus cahaya saleh dari wajahnya.
    • Seluruh amalan baik yang dilakukannya tak akan dapat balasan.
    • Doanya tak akan dikabulkan.
    • Dia tak akan mendapat bagian dari doa orang-orang saleh.
  • 3 di hari kematiannya :
    • mati dalam keadaan terhina.
    • mati dalam keadaan kelaparan.
    • mati dalam kehausan, walaupun diberi minum dari air sungai-sungai di dunia, tak akan menghilangkan dahaganya.
  • 3 di dalam kuburannnya :
    • Allah mengirimkan malaikat yang membuatnya takut dalam kubur.
    • Allah akan mempersempit kuburannya.
    • Allah akan memenuhi kuburannya dengan kegelapan.
  • 3 di hari kiamat :
    • Allah akan mengirim malaikat yang akan menyeretnya keluar dari kubur diiringi pandangan semua mahluk lainnya.
    • Dihisab dengan hisab yang sulit.
    • Allah tidak akan melihatnya dan tidak akan mensucikannya, dan baginya azab yang pedih.
  • Naudzubillahi min dzalik. Kita berjuang mencari rezekiNya di dunia ini tapi jika kita meremehkan shalat, menganggap enteng waktu-waktu yang telah ditetapkanNya, itu percuma saja. Dapat rezeki tapi kalo tidak berkah itu tak ada guna. Rezeki yang berberkah itu yang bagaimana, silakan baca kembali artikel ini bagaimanakah bentuk rezeki yang berkah itu?
  • Semoga kita semua dijadikan orang yang mendirikan shalat dan dijauhkan dari sifat meremehkannya.. amin.
  • Walahu alam....

Followers

Pages

About Me

My photo

Saya  apa adanya, senang baca buku, mikir, nulis dan berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Harapan saya sih  ilmu yang sedikit itu bermanfaat, setidaknya untuk saya sendiri. Saya juga menulis blog pribadi lancarrezeki.blogspot.com, berbagidanjadikaya.blogspot.com catatanngocol.blogspot.com, hanya-love.blogspot.com dan belajarlewatquotes.blogspot.com