Kalau Rezeki Sudah Ditentukan Apa Gunanya Berdoa Minta Rezeki?

Betulkah manusia gak punya pilihan?

  • Kalau rezeki sudah ditentukan Allah artinya kita gak perlu lagi dong berusaha? Gak perlu lagi berdoa minta tambahan rezeki, tinggal terima nasib saja. Kalo sudah ditakdirkan miskin ya.. pasti bakalan miskin juga. Kalo ditakdirkan kaya, biar ongkang-ongkang kaki pasti nanti kaya juga...!
  • Benarkah begitu? Bolehkah bersikap seperti itu? Apa betul kita tak punya pilihan? Apa betul kita ini seperti robot yang tinggal di remote, jalan sesuai dengan kehendak Allah?

  • Kalau kita gak punya pilihan, artinya boleh dong apatis, tinggal nunggu mati aja..!! 
  • Rezeki sudah ditentukan jadi gak perlu kerja keras buat meraihnya. Allah sudah menentukan takdir kita bakalan jadi penghuni neraka atau surga jauh sebelum kita lahir. Jadi buat apa susah-susah ibadah? Meski ibadah rajin kalo takdirnya masuk neraka, kan percuma!!
  • Pemikiran seperti di atas ini SALAH BESAR !!! Manusia punya pilihan, dan dia bisa memilih apa yang terbaik baginya.

baca : rezeki, antara takdir dan ikhtiar.
Manusia bebas memilih nasibnya...

  • Jika kita sudah berbicara tentang takdir, seolah-olah itu sesuatu yang sudah ditentukan dan tak bisa diutak-atik lagi. Kata-kata takdir seolah mengebiri kita untuk memilih nasib kita sendiri, membatasi kita melakukan yang terbaik. Padahal iman, takdir, ikhtiar sebenarnya tak perlu dipertentangkan lagi.
  • Iman adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kita adalah bagian dari kehendakNya dan sudah tertulis dalam Lauh Mahfudz.
  • Takdir adalah ketentuan Allah pada diri manusia dan kita tak pernah tahu seperti apa takdir kita sebelum kejadiannya benar-benar terjadi.
  • Karena takdir, kita belum tahu seperti apa karena itu adalah ilmu Allah yang tak diketahui oleh manusia. Karena itu wajib kita ikhtiar, berusaha melakukan yang terbaik. Jika sudah mengusahakan yang terbaik ternyata hasilnya tak sesuai harapan artinya itulah takdir/ketentuan Allah yang harus kita terima.

Kita gak boleh "nrimo" dan pasrah

  • Buat apa kerja kalo ditakdirkan miskin ya.. bakalan miskin juga?
  • Buat apa belajar kalo ditakdirkan bodoh ya bakalan bodoh juga?
  • Buat apa ibadah kalo ditakdirkan masuk neraka, ya bakalan dibakar di neraka juga?
  • Buat apa ke dokter kalo ditakdirkan mati karena penyakit ya.. bakalan mati juga?
  • Buat apa ta'aruf, kalo ditakdirkan jomblo seumur hidup.. ya bakalan jomblo juga?
  • Buat apa cari yang halal kalo yang haram aja susah dapatnya?
  • Buat apa doa minta rezeki kalo ditakdirkan rezekinya susah ya bakalan susah juga??
Itu semua pertanyaan apatis, nrimo, pasrah yang SALAH BESAR. Mengapa?


ALASAN PERTAMA
Kita gak tahu ilmu Allah.
  • Siapa yang tahu apa yang tertulis di Lauh Mahfuz? Siapa yang tahu Allah menakdirkan kita miskin, bodoh, masuk neraka, mati karena sakit, jomblo, doyan yang haram, susah rezeki?? Yakin gak kalo memang itu takdir kita? Bisa saja kita ditakdirkan sebaliknya?? 
  • Itu sama saja kalo kita ngaku-ngaku paham ilmu Allah. Padahal kita ini manusia yang serba terbatas. Ilmu Allah adalah sesuatu yang gaib yang kita gak bakalan pernah tahu.
  • Jadi please deh, jangan sampai berpikiran seperti di atas karena kita ngaku-ngaku tahu ilmu Allah.

ALASAN KEDUA
Kita dikasi akal.
  • Kalau semua sudah ditentukan olehNya, lalu kenapa Allah memberi kita akal? Akal diberikan pada kita untuk dipakai berpikir, memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Akal inilah yang membedakan kita dengan mahluk lainnya, termasuk binatang dan tumbuhan.
  • Itu sebabnya yang dipilih menjadi khalifah adalah manusia. Karena manusia dengan akalnya diharapkan bisa mengatur mahluk lainnya dengan baik. Manusia dengan akalnya akan menajdi sebaik-baik mahluk. 
  • Lewat akal kita bisa mencari tahu bagaimana mencari rezeki yang halal, yang baik, yang berkah. Banyak jalan dan banyak pilihan, termasuk jalan yang haram dan gak diridhaiNya. Tergantung kita mau memilih yang mana.
  • Karena dengan akal kita boleh memilih, itulah gunanya agama yang menuntun kita untuk memilih jalan yang benar dan menjauhi jalan yang sesat.


ALASAN KETIGA
Kita tak boleh berprasangka buruk pada Allah.
  • Kita tak boleh mengatakan Allah menakdirkan saya miskin, bodoh, jelek, masuk neraka, mati karena sakit, tak punya jodoh. Maha Suci allah dari semua persangkaan buruk hambaNya. Allah selalu ingin yang terbaik untuk kita, tapi untuk menuju ke sana ada jalan yang harus kita lalui.
  • Mau kaya, ya.. harus kerja, harus berusaha. Orang non muslim saja yang berusaha dengan baik, giat dan kerja keras pun bisa kaya, apalagi kita yang punya Allah. Mau pintar ya harus belajar. Mau sembuh ya harus berobat..! Mau nikah ya.. harus ta'aruf. 
  • Berprasangka baik padaNya membuat kita semangat mencari rezekiNya. Karena kita tidak tahu dengan pasti hasil akhir dari usaha kita. Satu yang pasti, jika kita berusaha pasti ada hasilnya. Entah itu banyak atau sedikit, entah itu sukses atau gagal. 
  • Perhatikan firman Allah dalam surah Al Israa ini, yang menghendaki kehidupan dunia dan berusaha dengan sungguh-sungguh mendapatkan dunia maka Allah akan memberiNya. Jika dia menghendaki kehidupan akhirat dan bersungguh-sungguh untuk mencapainya, maka Allah adalah pembalas yang baik.


ALASAN KEEMPAT
Allah tidak akan merubah nasib jika kita tidak berusaha mengubahnya.
  • Perhatikan firman Allah dalam surah Ar Rad ayat 13, nasib kita ditentukan oleh usaha kita. Allah tidak akan mengubah nasib kita yang miskin, susah rezeki, pecundang yang gagal melulu, jika kita tgak merubah nasib kita dengan ikhtiar, usaha dan kerja keras.
  • Mau kaya tapi ogah berusaha itu mimpi... Mau sukses tapi ogah kerja keras itu khayalan.



ALASAN KELIMA

Kita mendapatkan sesuatu sesuai dengan hasil usaha kita.
  • Jika kita belajar dengan rajin, sekolah yang bener, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, insya Allah kita akan pandai, paham ilmunya.
  • Jika kita belajar bisnis, terjun langsung jadi pengusaha, mencari modal untuk memulai usaha, mencari rekan kerja yang tepat, melakukan analisa produk, melakukan promosi, bisnis dikelola dengan baik dan profesional insya Allah bisnis kita akan menghasilkan keuntungan.
  • Kita dapat apa yang kita usahakan...





ALASAN KEENAM
Kesusahan datang karena perbuatan kita sendiri
  • Rezeki kita susah, gak ada perubahan nasib, hidup gak pernah tenang.. apakah Allah yang membuat kita demikian? Bukan.. semua masalah dan kesusahan yang terjadi adalah hasil perbuatan tangan kita sendiri. Mencuri dan korupsi pasti berurusan dengan hukum. Melanggar aturan pastilah kena denda atau kena tilang. 
  • Jadi, jika rezeki kita seret, macet, susah, silakan introspeksi diri dan perbaiki apa yang salah. Terutama ibadah diperbaiki, dipermantap.





Lalu mengapa harus berdoa?

  • Rezeki sudah ditentukan, lalu mengapa kita perlu berdoa. Jawabannya sama saja dengan mengapa kita perlu ikhtiar. Karena manusia ini lemah, dia berusaha, dia bekerja keras, diselingi dengan amal saleh, jika diiringi dengan doa, permohonan kepada Sang Empunya Rezeki, bukankah semua itu menjadi satu kekuatan pengabul rezeki yang paling mumpuni?
  • Jadi.. jangan pernah lupa berdoa minta rezeki ya..??
  • Jangan lupa baca artikel ini juga cara agar doa menjadi senjata efektif penarik rezeki.
Wallahu alam..

Terkadang Allah Sengaja Membuat Kita Jatuh, Mengapa?

Jangan buruk sangka.

  • Tak ada sesuatupun ketentuan Allah yang terjadi dalam hidup kita itu buruk. Semuanya ditujukan untuk memperbaiki kualitas kita sebagai manusia, sebagai khalifah. Yang membuat ketentuanNYA terlihat buruk adalah CARA PANDANG kita sebagai manusia. Kebanyakan kita melihat musibah, derita, kemiskinan, susah rezeki sebagai sesuatu yang negatif. Padahal terkadang Allah sengaja mengkondisikan seperti itu dengan sebuah alasan.
  • Buruk sangka adalah terlalu fokus memikirkan sesuatu hal dari segi negatifnya, mengapa sesuatu terjadi, siapa biang keladinya, mengapa harus dirinya??? dan sebagainya, seolah-olah semua hal itu bekerjasama untuk memberikan penderitaan baginya.
  • Susah rezeki, miskin, menderita adalah bagian dari pernak pernik kehidupan yang harus dijalani setiap insan. Hidup yang indah adalah hidup yang berwarna, bukan hanya diwarnai kegembiraan dan suka cita tapi juga diwarnai oleh penderitaan dan duka cita.
sengaja


Mengapa Allah sengaja membuat kita jatuh?

  • Terkadang Allah sengaja membuat kita jatuh, bukan untuk menghinakan kita tapi karena ada sesuatu yang berharga di bawah sana yang harus kita temukan. Orang cenderung untuk melihat ke atas, atau memandang lurus ke depan. Jarang orang yang sengaja melihat ke bawah kecuali untuk mencari sesuatu yang jatuh.
  • Itu sebabnya Allah membuat kita jatuh agar kita bisa menemukan makna di bawah sana dan kembali ke atas membawa makna itu.
  • Bukan hal baru jika kita mendengar ada orang yang rezekinya banyak, hidup dengan kelimpahan harta, rumah megah, mobil mewah berbaris, suka belanja jor-joran namun sama orang lain pelitnya minta ampun. Kemudian Allah berkehendak membiarkannya jatuh dalam kemiskinan, agar dia bisa mengerti betapa berharganya harta bagi si miskin dan betapa bahagianya saat kesulitan dan butuh pertolongan ada orang lain yang ikhlas mengulurkan tangan.
  • Ada orang yang dikaruniai tubuh yang kuat, sehat, atletis, tapi tak mau mensyukuri nikmat tersebut. Tubuhnya di pergunakan melakukan maksiat, makan makanan tanpa memperdulikan halal haramnya. Saat tubuhnya kuat dan sehat yang dilakoninya hanya maksiat dan dosa. Lalu Allah berkenan memberinya penyakit yang melemahkan badannya. supaya dia bisa menyadari betapa nikmatnya memiliki tubuh yang sehat, betapa indahnya mendekatkan diri pada Allah dalam ketaatan.
  • Ada orang yang menyia-nyiakan waktunya yang berharga, kelapangan rezeki yang dimilikinya untuk terus mereguk nikmat dunia dan melupakan Allah. Di KTPnya di muslim, tapi tak pernah shalat karena baginya shalat hanya mengurangi waktu produktifnya. Waktu adalah uang, dan tak boleh sedetik pun waktu disia-siakan, karena itu berarti uang yang hilang. Kemudian Allah berkehendak membuatnya jatuh terpuruk, rezekinya disempitkan dan waktunya diperbanyak, agar dia kembali mengingat Allah, kembali shalat, kembali melakukan amal ibadah, sadar bahwa hanya Allah lah yang bisa menolongnya.
  • Percayalah bahwa rahmat Allah bukan hanya apa yang diberi pada kita tapi juga pada apa yang diambil dari kita. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Kalau perlu kita jatuh, miskin, menderita, susah rezeki untuk mengenal kasih sayangNya, maka itulah yang terjadi. 
  • Seperti halnya jika kita menanam jeruk. Kita menyiraminya, memberi pupuk, memangkas ranting-ranting yang tak perlu, mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitarnya, membuang daun-daunnya yang menguning. Tujuannya apa? Agar tanaman jeruk bisa tumbuh sempurna dan menghasilkan buah seperti yang kita harapkan. Bagi tanaman tersebut memangkas ranting dan membuang daunnya yang kekuningan akan menyakitkan tapi kita sebagai pemiliknya tahu bahwa kegiatan itu bukan untuk menyakitinya tapi untuk menyehatkan dan menumbuhkannya dengan sempurna.
  • Anda lagi jatuh terpuruk? Cobalah periksa apa yang diinginkan Allah sebenarnya dari keterpurukan kita itu? Introspeksi dan perbaiki diri. Allah ingin kita belajar dan kembali mengandalkanNya.
Wallahu alam..

Renungan Rezeki Yang HARUS dibaca !

Tak ada yang kupunya...

  • Tulisan ini terinspirasi oleh sebuah puisi yang dikirim suami saya ke salah satu akun medsos saya untuk menjadi bahan renungan. Saya pikir puisi ini sangat mengena dan bisa jadi renungan kita bersama, para pembaca blog lancarrezeki.blogspot.com ini.

  • Intinya untuk membuat kita memikirkan kembali tujuan hidup di dunia ini, tentu saja terkait dengan rezeki, sebagai tema utama dalam blog ini. Rezeki yang seringkali kita defenisikan hanya sebagai uang dan harta benda.
  • Pernahkah anda bertanya, harta benda yang kita usahakan, mobil, rumah, perhiasan, tanah berhektar-hektar, anak keturunan bahkan jiwa kita, apakah semua itu milik kita? Mungkin anda akan menjawab, YA, tentu saja. Mobil adalah milik saya, dalam BPKB dan STNKnya tertulis nama saya. Demikian juga dengan rumah dan tanah, di sertifikatnya tertera nama saya. Perhiasan, jelas-jelas dibeli dengan uang saya. Anak-anak yang lahir dari benih dan rahim saya adalah milik saya, di akte kelahiran mereka tertera nama saya sebagai orangtuanya. Badan saya tentu milik saya, sudah saya miliki sejak lahir dan badan itu punya nama yang sudah melekat dengan diri saya sejak dulu kala. Tapi benarkah demikian?
  • Coba anda renungkan kembali. Dari mana asal muasal kehidupan kita? Dari pencampuran benih kedua orang tua kita. Kemudian roh kita ditiupkan Allah sehingga jadilah kita sebuah mahluk yang bernyawa, lahir di bumi ini, makan dengan makanan yang ditumbuhkan Allah. Berkembang dan bisa mandiri, mencari uang untuk membeli mobil, rumah, tanah, perhiasan. Bisa menikah dan memiliki anak keturunan. Jika Allah tidak memberi kita roh, tidak memberi kita makanan yang tumbuh dari bumiNya, apakah kita ADA??? Tidak bukan? Artinya apa yang kita miliki sesungguhnya bukan milik kita, tapi milik Allah yang dititipkan ke kita. Jika Allah menghendaki bukan hal yang susah bagiNya untuk mengambil mobil, rumah, tanah, perhiasan, anak keturunan bahkan tubuh yang kita bangga-banggakan ini. 
  • Banyak kisah yang sudah kita lihat, mobil mewah keluaran terbaru, terjungkal masuk jurang. Rumah megah harga miliaran habis karena terbakar. Perhiasan mahal habis digondol maling. Tanah berhektar-hektar jadi sengketa dan kalah di pengadilan sehingga harus lepas. Anak-anak yang cantik dan tampan malah ditangkap polisi karena terbelit kasus kriminal ataupun pecandu barang terlarang. Tubuh yang yang tadinya sehat, kuat dan menarik jadi cacat atau didera penyakit kronis. Segalanya bisa saja berubah, tak ada yang permanen.
  • Tak ada yang kupunya, tak ada yang milik kita, anda dan saya tak punya apa-apa, karena semua itu hanya TITIPAN, bahkan tubuh kita sendiri pun titipanNya, yang jika ingin diambilNya bukan hal yang sulit.

Mengapa Allah menitipiku sesuatu?

  • Jika semua yang kita anggap rezeki kita, adalah hanya TITIPAN pernahkah anda bertanya, untuk apa Allah menitipiku hal ini? Kita tahu bahwa rezeki semua orang beda-beda. Jika kebetulan anda dititipi Allah rezeki yang banyak, pernahkan anda bertanya mengapa Allah menitipiku rezeki yang lebih banyak dari orang lain? Rezeki datang pada kita bukan dari hasil bekerja, tapi dari keridhaan Allah. Jika Allah ridha makan semua usaha yang kita lakukan demi menggapai rezeki Ilahi akan dipermudah, sehingga rezeki lancar bak air bah.
  • Allah menitipi kita rezeki yang jauh lebih banyak dari orang lain bisa saja karena memang di tangan kita rezeki itu akan jauh lebih bermanfaat buat banyak orang. Bisa saja rezeki itu ujian, bisa juga rezeki yang banyak itu pengingat agar kita selalu bersyukur. Hanya Allah yang tahu.
  • Kalau semua yang kita miliki adalah TITIPAN, lalu mengapa hati terasa berat jika harus kehilangannya? Jika titipan itu diminta kembali oleh pemiliknya malah kita sebut sebagai musibah, cobaan, ujian seolah-olah itu adalah penderitaan yang membuat kita tak nyaman? Kalau anda dititipi sesuatu trus yang punya minta, anda marah nggak? 

Doaku sudah benarkah?

  • Sadarkah bahwa selama ini yang tercetus dalam doa-doa kita adalah permintaan yang cocok dengan kebutuhan kita di dunia. Minta harta lebih banyak, mobil, tanah, perhiasan, anak keturunan yang banyak, tubuh yang sehat dan menawan.
  • Kalau boleh kita menolak sakit, penderitaan, keterpurukan, kebangkrutan, kemiskinan. Karena semua itu kondisi yang membuat kita merasa tidak nyaman. Sadarkah bahwa kita mengukur kasih sayang Allah dengan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita. Saat Allah memberikan penderitaan dan ketidaknyamanan kita merasa Dia sedang menghukum kita?
  • Sadarkah bahwa kita memperlakukan Allah seperti halnya partner bisnis. Kita hanya menerima apa yang menguntungkan kita. Kita merasa sudah melakukan amalan terbaik, harusnya penderitaan jauh dari kita, harusnya rezeki makin banyak yang nyamperin kita. Kita meminta Allah membalas "perbuatan baik" yang kita lakukan dengan sesuatu yang kita inginkan, dengan rezeki yang banyak, dengan kehidupan yang lebih mudah. Kita menolak keputusanNya yang tak sesuai dengan harapan kita. Mengapa rezekiku susah? Mengapa Allah tidak mengangkatku dari kemiskinan padahal setiap hari aku mengagungkan namaNya. Mental kita adalah mental buruh yang selalu ingin balasan dari apa yang dilakukannya, kalo bisa segera dan harus sesuai dengan keinginannya. 

Betapa keliru kita memandang Allah.

  • Betapa salah kita memperlakukan Allah selama ini. Kita mengagungkan namaNya, menyatakan dalam setiap shalat bahwa hidup dan mati kita hanya untukNya, tapi kenyataannya kita pilih-pilih pada keputusanNya. Kita hanya senang jika itu sesuai harapan dan kita akan memberengut, mengeluh kalau perlu protes padaNya jika harapan tak sesuai kenyataan.
  • Tahukah anda betapa besar kasih sayang Allah kepada kita? Bumi disediakannya lengkap untuk keperluan kita. Tapi apa balasan kita? Kita menjadi pembangkang nomor satu. Bahkan di tengah shalat yang cuma beberapa menit yang kita khususkan buatNya kita masih memikirkan urusan dunia??? Betapa curang kita. Mau rezeki banyak, mau selalu diperhatikan Allah, mau rezekinya dipercepat tapi apakah kita betul-betul mnegingatNya dan memperlakukannya seperti kekasih? Kalau YA, coba sebutkan apa yang kita lakukan? 
  • Kita berbuat amal karena kita mau surgaNya, mau rezekiNya, mau dimudahkan urusan. Padahal surga, rezeki, kehidupan yang mudah diberi pada mereka yang mendapatkan keridhaanNya. Jadi harusnya kita hidup untuk mendapatkan keridhaan Allah. 

Renungkan ini...

  • Kita ingin KAYA padahal hidup itu sendiri adalah sebuah Kekayaan. Betapa banyak yang kita dapat dalam hidup? Oksigen gratis, matahari yang menghangatkan, panca indera yang luar biasa..
  • Mengapa kita begitu PELIT memberi jika semua yang kita terima adalah PEMBERIAN Allah? Rezeki yang banyak itu pemberian Allah, bukan?
  • Mengapa kita harus sedih, saat KEBERUNTUNGAN tak berpihak pada kita? Padahal dalam keterpurukan Allah ingin kita belajar banyak. Bisnis yang bangkrut, usaha yang gagal, rezeki yang sedikit bukan akhir segalanya. (baca : renungan yang harus dibaca saat susah rezeki)
  • Tak ada yang SULIT kecuali kitalah yang membuat sulit. Rezeki kita sulit bukan karena Allah benci dan tak suka tapi mungkin kita sendiri yang mengundang kesulitan itu. (baca : 3 alasan mengapa rezeki kita susah).
Wallahu alam...

Mengapa Kebaikan Menarik Rezeki?

Kebaikan kadang dimanfaatin orang.

  • Pernahkah anda merasa berhutang budi pada seseorang yang berbuat baik pada anda? Misalnya mobil anda rusak di tengah jalan dan tidak ada bengkel dalam jarak dekat. Anda tidak tahu bagaimana memperbaikinya dan anda juga tak tahu nomor telepon tukang derek yang bisa menderek mobil anda menuju bengkel. Anda merasa putus asa dan terus berharap dalam hati ada orang yang berbaik hati singgah dan membebaskan anda dari kesulitan.
kebaikan

  • Tapi semakin anda melambaikan tangan, meminta orang lain untuk berhenti dan memberikan bantuan, semakin kencang mereka memacu mobilnya, meninggalkan anda dalam keputus asaan. Di era yang penuh tipu daya seperti sekarang ini, semua orang berhati-hati dengan orang yang tak dikenal, meskipun mereka kelihatannya kesulitan, tapi bisa saja itu kedok atau modus operandi kejahatan yang mereka lakukan. Banyak perampok dan begal yang berhasil memperdaya korbannya dengan pura-pura minta tolong. Seperti halnya kejadian yang saya alami beberapa waktu lalu di mesin ATM. Saya menceritakannya di artikel ini 6 langkah agar tak ditipu dan rezeki melayang. Meskipun tak menjadi korban tapi banyak oknum yang memanfaatkan kebaikan orang lain untuk mengambil keuntungan. Kebaikan kita disalahgunakan oleh mereka yang tak bertanggung jawab. Tapi itu tak harus menghentikan kita untuk terus menebar kebaikan.

Alasan mengapa kebaikan menarik rezeki.

(1) Kebaikan adalah energi yang positif.
  • Rezeki adalah energi yang positif. Rezeki akan sejalan dengan energi yang positif pula, artinya kebaikan dan rezeki akan saling tarik menarik. Coba pikir baik-baik apa yang anda rasakan setelah berbuat baik? Tenang, puas, bahagia, merasa berguna? Itu karena kebaikan itu memancarkan energi positif yang bisa mempengaruhi perasaan kita. 
  • Bandingkan jika anda melakukan dosa, maksiat dan kejahatan. Sebelum melakukannya anda was-was dan setelah melakukannya pun anda merasa tidak tenang. Karena maksiat dan dosa itu memancarkan energi negatif. Karena tidak berada di frekuensi yang sama maka dosa akan menolak rezeki dan rezeki tak mendekati para pendosa.
  • Pernah dengar kisah keajaiban sedekah? Betapa keikhlasan memberi, mendatangkan balasan yang jauh lebih baik dan tak menunggu lama pula! Karena sedekah itu kebaikan, yang memancarkan energi positif dan menarik rezeki menuju ke arah kita. 
baca : Petunjuk praktis menarik rezeki Ilahi ke arah kita.

(2)  Kebaikan menarik kebaikan.
  • Pernah dengar hukum tarik menarik? Apa yang kita pikir kita punyai, kita bayangkan kalau kita memilikinya maka itulah yang kita dapatkan. Jika kita melakukan kebaikan maka kebaikan juga yang akan kita dapatkan. Karena kebaikan menarik kebaikan.
  • Dalam Islam kita tidak mempercayai hukum karma. Tapi apa yang kita tanam, maka itulah yang akan kita panen. Jika kita menanam kebaikan maka kita akan panen kebaikan. Percaya pada hal itu.
  • Jika kita pernah menolong orang, maka suatu ketika kita butuh pertolongan maka kita juga akan ditolong, karena Allah akan mengirim pertolongan untuk kita. Jika kita memudahkan urusan orang, maka urusan kita pun bisa dipermudah, Allah memberikan jalan keluar bagi masalah kita. 
  • Saya dan keluarga sangat percaya bahwa kebaikan menarik kebaikan. Melihat orangtua yang terjatuh di jalanan, kami menolongnya. Kami berharap jika orangtua kami pun terjatuh ada orang lain yang juga menolongnya. Jika ada anak-anak yang ingin menyeberang jalan, kami membantu menyeberangkannya. Siapa tahu anak-anak kami kesulitan menyeberang jalan, maka ada orang juga yang membantu menyeberangkannya. Jika melihat ada korban kecelakaan di jalan raya, sedapat mungkin kami membantu, jangan sampai ketidakpedulian kita membuat seseorang kehilangan nyawa. Kami tidak ingin jika kami atau keluarga kami yang kebetulan mengalaminya, tergeletak sendirian di jalan raya, harusnya masih bisa mendapat pertolongan tapi tak ada yang peduli sehingga harus meregang nyawa di jalanan.
  • Kebaikan bukan hanya dilakukan pada sesama manusia tapi juga pada binatang. Jika kita punya binatang peliharaan, perlakukan dengan baik, beri makan yang cukup, jangan pernah disakiti maka balas budi kebaikan kita adalah kepatuhannya pada perintah kita, tuannya. Punya ternak yang dipelihara dengan baik, penuh kasih sayang dan dilimpahi kebaikan, maka balas budi atas kebaikan kita adalah ternaknya tumbuh sehat memberi kita telur, daging, susu, bahkan kulit atau bulu yang banyak untuk dikonsumsi sendiri atau untuk dijual. Kebaikan kita mengalirkan rezeki yang diberi Allah lewat binatang tersebut.
baca juga : mengapa orang baik rezekinya lancar?

(3) Kebaikan itu menggetarkan kalbu.
  • Kembali pada kisah di atas, saat kita sangat membutuhkan pertolongan, mobil mogok dan berhenti tiba-tiba, jauh dari bengkel dan tidak tahu nomor telepon derek, tiba-tiba ada orang yang singgah dan spontan menolong memperbaiki kerusakan mobil kita. Mobil akhirnya berhasil dihidupkan, sebagai ucapan terima kasih kita memberi sejumlah uang tapi orang itu menolaknya, ia segera berlalu, meninggalkan kita dengan perasaan syukur yang mendalam.
  • Beda jika kita menelepon bengkel dan membantu kita menyelesaikan masalah mobil itu. Kita memang merasa berterima kasih atas bantuannya, tapi getaran hati kita beda, karena jasanya kita bayar. Bantuannya tak berkesan, hanya kejadian hari-hari buat kita. Beda jika kita dibantu orang lain dengan ikhlas, kejadian itu membuat kita terkesan dan termotivasi untuk melakukan kebaikan yang sama. Karena perasaan yang kita rasakan saat butuh pertolongan terus ada yang tolong itu sangat mengesankan.
  • Jika kita menolong dengan niat ikhlas, hati bersih, penuh kasih sayang dan tanpa pamrih, pasti keajaiban-keajaiban dalam hidup akan kita rasakan. Percayalah doa orang yang kita tolong itu bisa menembus langit. Mungkin anda mengatakan bahwa orang yang kita tolong tidak berdoa hanya merasa terharu trus berucap terima kasih saja. Doa yang baik tak mesti harus selalu diucapkan. Bagi orang yang hatinya terharu, ia tak sanggup menyusun kalimat doa dan mengucapkannya tapi rasa terharu dan bergetarnya hati karena merasa berterima kasih itulah doa yang sangat kuat energinya. Hakikatnya ia sudah berdoa. Getaran kalbunya didengar oleh Allah dan dikabulkan. 
  • Bukan hanya manusia yang hatinya bergetar saat kita tolong, binatang pun demikian. Masih ingat riwayat yang diceritakan Rasulullah SAW kepada para sahabat, saat seorang pelacur yang kehausan di gurun pasir menemukan sumur dan bertemu dengan seekor anjing yang menjulurkan lidah karena kehausan. Pelacur itu sangat paham betapa tersiksanya saat tenggorokan kering karena haus dan betapa nikmatnya saat tenggorokan basah oleh air yang segar. Akhirnya diberinya minum anjing itu lewat sepatunya. Anjing itu tak bisa bicara tapi dalam hatinya ia mendoakan agar kebaikan pelacur itu dibalas oleh Allah. Konon pelacur itu akan terbebas dari api neraka di akhirat nanti, karena menolong seekor anjing.
baca juga : fenomena rezeki, mengapa kucing datangnya ke kita?.
  • Jangan pernah menyepelekan kebaikan, bisa saja kebaikan kecil beroleh balasan yang besar dariNya. Balasan Allah akan datang di lain kesempatan secara rahasia, bisa saja itu bebas dari api neraka dan mendapatkan surga???
Sudahkah anda berbuat baik hari ini?

Wallahu alam...

Rezeki 50 Juta Ditarik Oleh 2 Lembar Lima Ribuan.

Keajaiban sedekah.

  • Mungkin anda sudah terlalu sering membaca keajaiban sedekah yang bisa menarik rezeki yang banyak dan tak disangka-sangka. Sedekah memang bisa menarik rezeki. Tapi banyak juga orang yang sudah bersedekah tapi rezekinya tak kunjung membaik. Alasannya bisa dibaca di artikel ini, Sudah sedekah tapi rezeki masih macet. Mengapa?
  • Ini salah satu dari kisah keajaiban sedekah yang saya baca dari sebuah buku. Mudah-mudahan bisa menginspirasi kita semua.
sedekah


Menarik rezeki dengan 2 lembar lima ribuan.

  • Kisah ini dialami oleh seorang lelaki yang merupakan orang kebanyakan seperti halnya anda dan saya. Sang lelaki adalah kepala keluarga dari sebuah keluarga kecil dengan 2 anak. Sebelumnya hidupnya cukup, tapi krisis moneter yang melanda negara ini sesaat setelah mundurnya Presiden Suharto beberapa waktu lalu, membuat perusahaan tempatnya bekerja ditutup karena bangkrut. Akhirnya ia bersama dengan karyawan lainnya harus di PHK dengan pesangon seadanya. Pesangon yang jumlahnya tak seberapa itu akhirnya habis juga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Akhirnya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari isterinya terpaksa harus ngutang ke orang tua, keluarga bahkan tetangganya.
  • Sang suami yang merasa harus bertanggung jawab menafkahi keluarga kecilnya, suatu hari keluar rumah dengan niat mencari pekerjaan. Dia tahu bahwa mendapatkan pekerjaan dalam masa ekonomi yang serba sulit ini bukan hal yang mudah. Tapi dia tetap punya semangat dan berharap nasib baik berpihak padanya.
  • Keluar masuk kantor dan tempat kerja yang diharapkannya bisa memakai jasanya ternyata tak membuahkan hasil. Tak ada pekerjaan yang cocok untuknya. Akhirnya dia merasa lapar dan berniat mencari warung makan murah di pinggir jalan. Diperiksanya dompetnya, ternyata ada 2 lembar uang 5 ribuan di sana. Cukuplah untuk membeli nasi dengan lauk sederhana, pikirnya. 
  • Tapi belum sempat ia masuk warung, di depannya berdiri seorang lelaki tua yang menadahkan tangan dan menghiba padanya. Pandangannya nanar dan tubuhnya kelihatan sangat lemah dan ringkih. Katanya dia lapar dan ingin beli makan tapi tak punya uang. Akhirnya diagsurkannya selembar uang 5 ribuan yang dimilikinya kepada pak tua itu.
  • Lelaki itu melanjutkan perjalanan dengan maksud mencari makanan yang bisa dibeli dengan selembar 5 ribuan terakhir yang dimilikinya. Tapi belum jauh beranjak, seorang tua yang naik sepeda onthel terserempet mobil hingga jatuh, tepat di hadapannya. Velg ban sepedanya ringsek di bagian depan. Refleks dia menolong bapak tua itu dan membantunya memperbaiki sepeda di bengkel yang berada tak jauh dari situ. Begitu giliran bayar upah perbaikan ternyata ongkosnya 5 ribu rupiah dan pak tua itu tak punya uang. Akhirnya dia mengangsurkan selembar 5 ribuan terakhir yang dimilikinya untuk membayar ongkos perbaikan itu. Pak Tua itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih padanya. 
  • Akhirnya lelaki itu pulang ke rumah, masih dengan perut yang keroncongan tapi hati dipenuhi kebahagiaan, karena merasa uangnya bermanfaat bagi orang lain yang jauh lebih susah darinya. Sekonyong-konyong ia ingat dengan teman-temannya waktu sekolah dulu. Teringat salah seorang diantaranya. Dia berpikir bahwa mereka semua sudah sukses, hanya dirinya yang tetap susah. Meski susah ia merasa senang karena bisa membantu orang lain yang membutuhkan.
  • Keesokan harinya, teman yang dibayangkannya itu tiba-tiba bertemu dengannya secara tidak sengaja. Temannya itu sudah menjadi petinggi sebuah partai berkuasa di negeri ini. Mereka saling bertukar cerita dan temannya itu memberikannya modal sebesar 50 juta untuk membuat umbul-umbul dan bendera partainya. Kebetulan dia punya keterampilan nyablon karena sebelumnya kerja di perusahaan sablon, sebelum di PHK. Orderan tersebut berhasil dan dia akhirnnya bisa punya usaha sablon sendiri dan menerima lebih banyak pesanan. Bukan hanya umbul-umbul dan bendera partai, juga baliho-baliho reklame dengan nilai yang lebih besar.
  • Itulah keajaiban sedekah, bagaimana 2 lembar 5 ribuan menarik rezeki 50 juta dalam waktu yang singkat. Intinya adalah bersedekah dari hati dan bersedekah di saat sempit. Bersedekah jauh lebih tinggi nilainya jika dilakukan saat kita dalam keadaan terjepit, susah dan sempit. Banyak orang yang sanggup bersedekah di saat lapang, saat masih punya cukup duit. Tapi tak banyak orang yang sanggup bersedekah saat hidupnya sempit, uangnya pas-pasan dan kebutuhan hidupnya sendiri belum terpenuhi. Tak banyak orang yang sanggup menyedekahkan uang pembeli nasinya pada orang lain saat perutnya sendiri lapar seperti lelaki di atas.
  • Tapi itulah yag terjadi. Lelaki itu sanggup melakukannya karena percaya janji Allah bagi siapapun yang niatnya ikhlas melakukan kebaikan, termasuk bersedekah akan mendapat balasan yang  jauh lebih baik. 
  • Dia berhasil mengalahkan setan yang berusaha menggodanya dan membisikinya untuk menyimpan uang yang dimilikinya untuk dirinya sendiri. Seperti firman Allah dalam surah Al baqarah ayat 268 berikut ini :
kikir

Sudahkah anda bersedekah hari ini? Jika belum.. yok buruan..!!

Wallahu alam..

Sudah Sedekah Tapi Rezeki Masih Macet. Mengapa?

Lancar rezeki dengan sedekah.

  • Intinya ayat ini menggambarkan bagaimana Allah mengumpamakan mereka yang suka bersedekah dengan sebutir benih yang berkembang menjadi 700 biji. Jika dia menyedekahkan miliknya 1 maka akan beroleh balasan berlipat ganda sampai 700 kali lipat.
  • Karena itu mulailah orang berlomba-lomba untuk bersedekah, dengan harapan rezekinya bakal membaik. Tapi kenyataan tidak selalu sesuai harapan. Banyak orang yang bersedekah secara rutin tapi rezekinya tak kunjung membaik. Ada apa gerangan? Apa ada yang salah?


Mengapa rezeki tak kunjung lancar padahal sudah sedekah?

(1) Niatnya kurang tepat.
  • Niat melakukan sedekah agar rezekinya banyak. Dia menunggu setiap hari datangnya balasan Allah. Pikirnya cukup bersedekah saja, tak perlu kerja, tunggu aja balasan dari Allah. Pikiran seperti ini adalah pikiran yang tak benar. Berniat lah melakukan sedekah karena hati anda tergerak dan bahagia karenanya, bukan karena anda ingin balasan Allah. Itu namanya sedekah pamrih, sedekah yang gak ikhlas, sedekah karena kepaksa.
  • Niat melakukan sedekah agar dibilang dermawan, gak pelit, baik hati dan tidak sombong. Ini sedekah, niatnya bukan karena Allah tapi karena mengharap pujian manusia.
  • Niat melakukan sedekah karena ingin mendapat balasan dari orang yang diberinya, minimal dapat ucapan terima kasih. Jika orang tersebut tidak membalasnya bahkan lupa mengucapkan terima kasih maka dia bisa marah sekali dan menganggap orang yang diberinya tak tahu terima kasih.

(2) Tidak mendapat kepuasan setelah sedekah.
  • Niat utamanya ingin membantu melepaskan seseorang dari kemiskinan. Akhirnya orang tersebut disedekahi tapi ternyata uang hasil sedekahnya bukannya dipake buat modal tapi dipake untuk membeli togel, miras atau bermain perempuan. Sehingga uang sedekahnya dia rasakan percuma dan tak memberinya rasa puas dalam hati.
  • Selalu ada perasaan menyesal karena memberikan sedekah. Berharap tidak memberi sedekah dan bahwa uang itu bisa dipakai untuk yang lain.

(3) Sedekahnya salah sasaran.
  • Dia memberikan sedekah pada orang yang salah. Dikiranya uang yang diberinya pada seorang pengemis buta, pengemis buntung, orang miskin yang banyak anak, ternyata dia tertipu. Pengemis itu tidak buta dan buntung, serta anak yang dikiranya anak pengemis itu ternyata anak orang lain yang diakuinya sebagai anak hanya untuk mendapat sedekah darinya.
  • Akhirnya setelah tahu kalau dirinya ditipu mulailah mencak-mencak dan menyumpahi kebodohan dirinya dan menyumpahi semua pengemis yang ada di jalanan.

(4) Mengungkit-ungkit sedekahnya.
  • Jika telah memberikan sedekah pada seseorang atau pada kelompok tertentu, dia selalu menyebut-nyebut sedekahnya, mengungkit-ngungkitnya dengan tujuan agar orang yang diberi selalu ingat akan kebaikannya dan tahu membalas budi.
  • Jika si penerima melupakannya dia akan marah besar dan menganggapnya tak tahu diri. 

(5) Meminta kembali apa yang telah disedekahkannya.
  • Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu ketika Umar bin Khattab bersedekah seekor kuda yang bagus kepada seseorang, tapi ternyata orang tersebut menyia-nyiakan kuda tersebut. Umar berpikir jangan sampai kuda tersebut akan dijual murah dan dia akan membeli kuda itu kembali. Kemudian beliau datang untuk meminta nasehat kepada Rasulullah SAW tentang niatnya hendak menarik kembali kuda itu atau membelinya. Tapi apa kata Rasulullah?
sedekah
  • Rasulullah melarang kita untuk meminta kembali atau membeli apa yang telah kita sedekahkan. Kalo sudah ngasi orang gak usah dipikir lagi, tanggung jawab pemanfaatan barang itu sudah berpindah pada orang yang disedekahi.

(6) Menyakiti hati si penerima.
  • Kalau ada yang meminta sedekah, kita memang memberinya tapi cara kita memberi menyakiti hati si penerima. Uang sedekah kita lempar, sehingga si peminta harus merangkak untuk memungutnya. Melemparkan uang sedekah itu ke mukanya. Atau menyuruh si penerima untuk mengingat-ingat apa yang telah kita sedekahkan dan memintanya untuk mengucapkan terima kasih atas kebaikan kita. Masih ingat dengan orang kaya yang bersedekah dengan membariskan orang miskin di halaman rumahnya, sampai mereka harus berdesak-desakan lemas karena rebutan uang Rp.20.000 dari si kaya?
  • Sedekah memang kita lakukan tapi pahala sedekah kita jadi rusak karena kita menyakiti hati penerima sedekah. Seperti firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 264  berikut ini :
sedekah


(7) Bersedekah dengan barang yang tak layak.
  • Kita bersedekah dengan baju yang sobek, kotor dan tak layak pakai. Kita memberi uang sedekah sebesar 100 rupiah yang nilainya tidak cukup, bahkan untuk membeli sebutir permen. Kita bersedekah dengan barang berbahaya seperti narkoba, rokok, senjata pembunuh, kupon togel.
  • Niat kita untuk bersedekah itu bagus tapi nilainya jadi merosot karena barang yang kita sedekahkan tidak dapat dimanfaatkan atau kalau digunakan memberi mudharat bagi penerimanya.
  • Itulah 7 alasan mengapa sedekah bukannya memperlancar jalan rezeki kita, tapi malah tambah memacetkannya. Waspadai niat kita. Kebaikan yang kita lakukan akan memberi efek jika dilakukan dengan benar. Termasuk sedekah. Periksa apakah anda termasuk dermawan dengan 7 ciri di atas? Jika YA, perbaiki diri, perbaiki yang salah dan teruslah berbuat baik.
Wallahu alam....

Mengapa Rezekiku Tak Kunjung Membaik?

Manusia memang cinta dunia.

  • Manusia adalah mahluk pencinta dunia seperti yang Allah gambarkan dalam surah Al Imran ayat 14. Mereka menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk memperoleh apa-apa yang diingininya yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Tapi anehnya rezeki dunia yang terus dikejar itu semakin dikejar malah semakin menjauh karena tak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Bagaikan minum air laut, semakin banyak diteguk malah semakin haus.

Penyebab rezeki tak kunjung membaik. Apa yang salah?

" kita terlalu cinta dunia"
Apa yang disukai manusia dari dunia? Kalau dari konteks ayat di atas sih..

a. Wanita
  • Wanita adalah keindahan dunia yang jika tidak salihah bisa membawa fitnah dan malapetaka bagi dunia. Banyak pemimpin yang harus jatuh hanya karena tipu daya wanita. Banyak kita baca pejabat yang bisa disuap bukan dengan duit (karena bisa bahaya kalau tertangkap tangan KPK) tapi dengan wanita, begitu besar daya tarik wanita itu sehingga bisa dijadikan sebagai upeti, alat suap bahkan gratifikasi.
  • Wanita sudah tidak dimanusiakan lagi, mereka seolah-olah sebuah komoditi yang diperdagangkan layaknya barang yang dipajang di etalase yang setiap orang bisa memesannya, memakainya dan kemudian membuangnya jika sudah bosan.
  • Bagi anda yang merasa rezekinya tak kunjung membaik, apakah anda memperlakukan wanita yang ada di sekitar anda dengan baik? 
    • Ibu yang melahirkan anda, hormatkah anda padanya, masihkah anda memperhatikan dan peduli padanya? Apakah anda tergolong anak yang berbakti atau anak durhaka. Jika rezeki anda tak kunjung membaik perbaiki hubungan anda dengan orangtua, terutama ibu kandung anda. Jika masih hidup, perlakukan dengan baik, jika sudah meninggal jangan lupa ziarahi kuburnya dan kirimkan doa-doa kebaikan agar siksa kuburnya diringankan.
    • Istri yang mendampingi hidup anda. Sudahkah anda memperlakukannya secara ma'ruf? Jangan sering menyakiti hatinya, sayangi dia, didik dia, minta kerjasama dan perkenannya untuk bersama-sama mengatur rumahtangga.
    • Saudara perempuan. Selain bapak, maka saudara perempuan adalah tanggung jawab anda. Sudahkah anda memperlakukannya dengan baik, apakah anda melindunginya dan mengajaknya melakukan hal yang ma'ruf.
    • Anak perempuan anda. Sudahkah anda mendidiknya dengan ilmu agama yang baik. Sudahkah anda mempersiapkannya untuk menjadi anak dan isteri salehah? 
    • Wanita di sekitar anda. Entah itu keluarga, tetangga, rekan kerja, teman baik bahkan sekedar kenalan, apakah anda menghormatinya atau malah ikut-ikutan melecehkannya. Apakah anda membela kehormatan seorang wanita atau malah anda yang merenggutnya?
  • Jika anda tak bisa memperlakukan wanita sebagaimana seharusnya, memanusiakannya, menjaga kehormatannya, tak heran jika rezeki anda tak kunjung membaik. Kalaupun dapat tak memberikan kepuasan, karena tak ada keberkahan di dalamnya.

b. Anak-anak
  • Anak-anak adalah kesenangan para orangtua itu sebabnya mereka disebut sebagai buah hati, karena anak-anak membuat hati siapa saja terutama orangtuanya jadi bahagia. Karena itu banyak orang yang merasa perkawinannya tak bahagia jika tak ada anak. Banyak orangtua yang akhirnya dilenakan, memanjakan anak-anaknya sehingga mereka menjadi manja. Karena kesibukan kerja, akhirnya tak punya waktu untuk mendidik mereka dengan ilmu agama sehingga anak-anak menjadi liar. Jika tak memperlakukan anak sebagai amanah yang harus dipertanggung jawabkan, maka anak akan membebani orangtuanya di akhirat nanti. Bisa jadi seorang anak bisa menjadi penghambat orangtuanya masuk surga.
  • Sudahkah anda mendidiknya dengan baik. Apakah mereka siap menjadi anak saleh/salehah yang akan terus mengalirkan pahala bagi kita meskipun kita tak ada di dunia ini dan tak lagi mampu mendulang pahala?
  • Apakah anda memperlakukan anak-anak yang ada di sekitar anda dengan baik. Anda menyantuni anak yatim. Anda memberi makan anak dari orang miskin yang kelaparan. Anda membantu anak tak mampu untuk terus bersekolah. Atau anda turut mengeksplotasi mereka, menyuruh mereka bekerja dengan ancaman, melecehkan, memukul bahkan membunuh tubuh kecil yang lemah yang seharusnya butuh perlindungan anda?
  • Tanyakan pada diri. Apakah anda sudah memperlakukan anak-anak dengan baik? Jika tidak, wajarlah rezeki anda tak kunjung membaik.

c. Harta yang banyak.
  • Setiap hari kita bekerja keras menghabiskan waktu dan umur untuk bekerja mencari nafkah, mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian. Tapi kebanyakan kita lalai dan dilenakan oleh harta yang banyak itu. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk menghitung-hitungnya, menjaganya sebisa mungkin dan menikmatinya untuk kepentingan kita.
  • Semua milik kita, harta benda, uang yang banyak di bank nantinya akan kita tinggalkan. Saat Izrail datang menjemput kita hanya bawa diri yang terbungkus kain putih murahan. Hilang sudah kemegahan, keagungan yang dulu kita bangga-banggakan saat hidup di dunia, karena kita menghadap Zat yang jauh Lebih Mulia dan Lebih Agung untuk mempertanggung jawabkan perbuatan di hadapanNya. Tak akan ada yang luput dari hitunganNya. Biar amal sebesar biji sawi tetap diberi nilai, begitu juga dosa sekecil apapun tak akan luput dari pertanggung jawaban kita.
  • Harta membuat mata kita buta, tertutup dari kebaikan dan silau oleh megahnya harta dan kenikmatan duniawi.

d. Kuda pilihan.
  • Kalau disesuaikan dengan konteks kekinian, kuda pilihan identik dengan kendaraan yang siap mengantar kita kemana saja. Pernah memperhatikan mereka yang uangnya banyak, koleksi mobil sport yang mahal untuk dipamerkan pada orang-orang. Bahkan ada orang kaya di daerah Timur Tengah sana yang garasinya sangat luas karena dipenuhi dengan koleksi mobil sport yang mahal-mahal.
  • Bagaimana dengan anda? Yang jalan kaki pengen punya kendaraan, minimal sepeda. Yang hanya sanggup beli sepeda pengen punya motor biar gak capek-capek mengayuh pedal sepeda. Yang punya sepeda motor pengen merasakan punya mobil biar gak kepanasan di musim panas dan gak basah saat musim hujan. Yang tadinya hanya sanggup beli mobil bekas yang harganya murah, pengen juga punya mobil baru yang baru keluar dari dealer. Yang sudah punya satu mobil pengen punya 2, kalo perlu yang kelasnya di atas mobil yang pertama.
  • Apa gejala yang kita lihat dari perlombaan memiliki kendaraan ini? KETIDAKPUASAN! Buat apa punya mobil pribadi 20 unit jika yang dipakai cuma 1? Yang 19 itu tak bermanfaat, kecuali hanya untuk memuaskan ego pribadi. Memang itu hak setiap orang untuk membeli kendaraan seberapa banyakpun yang mereka mau. Tapi kembali lagi pada sisi kemanfaatan, apakah kendaraan itu bisa berkontribusi menghasilkan pahala untuknya atau sebaliknya?
  • Jika rezeki anda seret dan tak kunjung membaik apakah anda termasuk orang yang tak kunjung puas dan tak pernah bersyukur dengan apa yang dimilikinya, seperti diungkap di atas? Jika ya... silakan perbaiki dulu diri anda, baru berharap kasih sayang Allah akan menghampiri hidup anda.
e. Binatang ternak dan sawah ladang.
  • Ada orang yang uangnya dihabiskan untuk investasi, beli binatang ternak yang banyak, katanya untuk investasi. Investasi yang terus berkembang itu bukannya membuatnya bersyukur dan memperbanyak ibadah, tapi malah membuatnya lupa diri. Tanah makin diperbanyak, beli dengan harga murah dan jual saat harganya sudah naik, akhirnya dikenal sebagai tuan tanah. Beli sapi 2 ekor yang terus menerus beranak pinak sehingga jadi juragan sapi.
  • Harta membuatnya gelap mata dan semakin tamak untuk merengkuh kelezatan dunia tanpa memikirkan akhirat yang abadi. Tanah banyak dan akan dijual ke penawar tertinggi. Enggan baginya mewakafkan tanah untuk mesjid, pesantren ataupun panti asuhan, padahal semuanya itu yang akan menjadi amal jariyah baginya.
  • Sapinya yang banyak akan dijual dengan penawar tertinggi tapi enggan untuk menyedekahkannya sebagai hewan kurban. Dia lebih memilih dunia daripada akhiratnya.
  • Sampai kemudian suatu ketika Allah menghendaki hartanya semua habis. Sawah ladangnya habis dijual untuk membayar pengacara karena anaknya terlibat kriminal berat. Sapinya satu demi satu mati terkena penyakit kuku dan mulut. Jika Allah menghendaki sekejap mata harta kita bisa diambilnya. 
  • Saat memulai usaha lagi dari bawah ternyata rezeki tak kunjung membaik. Kenapa? Karena sikap hidup masih sama saja dengan sebelumnya. Banyak dosa, banyak maksiat, tapi minus ibadah.
Jika anda melakukan semua hal di atas, tak perlu bertanya mengapa rezekiku tak kunjung membaik? Tak perlu protes pada Allah tanpa ada usaha untuk memperbaiki diri.

Wallahu alam..

Followers

Pages

About Me

My photo

Saya  apa adanya, senang baca buku, mikir, nulis dan berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Harapan saya sih  ilmu yang sedikit itu bermanfaat, setidaknya untuk saya sendiri. Saya juga menulis blog pribadi lancarrezeki.blogspot.com, berbagidanjadikaya.blogspot.com catatanngocol.blogspot.com, hanya-love.blogspot.com dan belajarlewatquotes.blogspot.com