Tips Merengkuh Rezeki Yang Banyak Lagi Berkah!

Mau rezeki yang banyak?

  • Saya kira saya tak perlu lagi mempertanyakan hal ini, karena semua orang pasti jawabannya YA..! Memangnya setiap hari kita keluar rumah, tujuannya pasti mencari rezeki Ilahi bukan? Tak ada orang yang mau menghabiskan waktunya bekerja hanya untuk mendapatkan rezeki sedikit. Semua ingin rezekinya banyak, berlimpah, lancar bak air bah, bahkan kalo perlu gak pake kerja!
  • Itulah kesalahan kebanyakan dari kita. Mau rezeki banyak, tapi gak mau usaha. Padahal kita gak mendapatkan sesuatu kecuali apa yang kita usahakan. Tak mungkin kita menanam jeruk tapi tumbuh semangka. Yang ada juga biasanya kita menanam padi tapi ada rumput yang ikutan numpang tumbuh. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
  • Kita semua cita-citanya tinggi, pengen rezeki dimudahkan, dilancarkan, diberkahi, tapi tiap hari kita cuma malas-malasan menunggu rezeki jatuh dari langit. Kita punya banyak impian, banyak mimpi tapi sayangnya semua itu hanya sekedar mimpi di saat tidur dan hilang saat kita terbangun.
rezeki


Mau rezeki yang banyak ya.. usahanya harus sebanding dong !

  • Merengkuh rezeki sesuai keinginan sebenarnya gampang aja, cuma kita aja yang gak tau caranya, atau tau tapi gak peduli, atau tau tapi gak percaya. Gak heran rezeki kita biasa-biasa aja, bahkan cenderung kurang. Kalau udah banyak rezeki pasti gak baca artikel ini kan..?? (ketauan deh, rezekinya pada pas-pasan hehe..).
  • Tips meraih rezeki yang banyak, ini dia...!!

(1) Miliki impian punya rezeki yang banyak dan berkah. 
  • Saya kira kita semua udah punya ini. Punya impian, punya keinginan buat dapet rezeki yang banyak. Tapi ada lho orang yang punya impian aja kagak! Dia ngejalanin hidup mengalir aja, yang penting bisa makan, bisa tidur aja udah cukup. Pernah merhatiin gelandangan gak? Mereka ini tidur di mana aja, makan dari sisa orang, mengorek tong sampah, ato nunggu disedekahin. Pernah juga merhatiin orang gila di jalanan? Mereka ini sibuk dengan dunianya, pakaian kumal, bau, makan seadanya, tidur di sembarang tempat dan gak peduli tatapan orang-orang. Mereka ini orang yang gak punya impian, karena apa yang dia dapat memang itulah yang dicarinya. Kalo lapar, makan makanan sisa orang pun gak apa-apa. Mau tidur gak perlu di tempat yang layak, emperan toko bahkan kolong jembatan pun cukup. Pantas aja rezekinya ya.. segitu-gitu saja! Gak punya keinginan buat berubah, karena yang dimilikinya udah cukup pantas buat dirinya kok! 
  • Kalo orang "normal" pasti pengen lebih dari sekedar makan dan tidur seadanya. Mereka pengen makan yang cukup, kondisinya baik, memenuhi standar gizi dan standar kehalalan. Pengen punya jodoh yang saleh/salehah, menawan, hartawan lagi dermawan. Kalau udah punya impian pengen rezeki yang banyak dan berkah itu sudah langkah awal untuk bertindak. Kalau keinginan aja gak punya gimana mau bergerak??

(2) Pantaskan diri untuk impian / keinginan itu. 
  • Pengen rezeki banyak...? Gampang! Gimana caranya? Pantaskan diri !
    • Kerja kudu bener, cari rezeki yang halal, jangan asal caplok! Mungkin ada yang bilang " tuh pengedar narkoba sama perampok bank, duitnya banyak, padahal kerjaannya gak bener, gak halal dan ngerugiin orang?". Tapi apa hidupnya tenang? Apa duitnya bertahan? Apa duitnya bermanfaat? Yang namanya rezeki haram pasti bakalan bikin susah diri. Untuk apa uang banyak tapi hidup gak tenang? Rezeki yang banyak dan berkah itu bukan kuantitasnya tapi kualitasnya. Artinya dari semilyar uang itu berapa banyak yang bisa kita nikmati, bisa kita bagi dan bisa memberi manfaat buat banyak orang? Duit banyak di bank, dipake foya-foya dan dibeliin minuman keras, narkoba, dan bayar WTS, itu bukan cara memantaskan diri tapi cara menghancurkan diri ke jurang neraka. Cukupkan diri dengan rezeki halal.
    • Cari keridhaan Allah. Rezeki datangnya dari Allah, kalo mau rezeki banyak apalagi berkah ya.. DEKATI PEMILIK REZEKI. Dekati Allah dengan memperbanyak ibadah, memperbanyak amal kebaikan, mengurangi dosa, menjauhi maksiat. Sanggup....? Ibadah bukan hanya kuantitasnya, jumlahnya dibanyakin tapi gak ngasi dampak apa-apa dalam hidupnya. Shalat sih rajin, gak pernah telat, belum tambahan shalat sunat tapi tetap korupsi juga.. doyan bohong dan ngebodohin orang. Amal kebaikan dibanyakin tapi sambil manggil wartawan biar diliput, judulnya sih pencitraan biar menang di pilkada. Dosa jalan terus sambil mikir kan gampang ntar kalo tua bisa tobat, apa yakin umur nyampe tua? Izrail bisa datang kapan aja, mencabut nyawa kita dan gak nunggu kita tobat. Kalo nyawa udah di kerongkongan tobat udah gak diterima lagi.
    • Ikhtiar dibarengi doa. Usaha itu udah pasti, tapi rezeki bukan domain kita, tapi domain Allah. Kerja keras boleh-boleh saja, nyari rezeki yang halal itu harus, tapi hasilnya tetap Allah yang menentukan. Doa itu pengakuan akan kelemahan kita sebagai manusia yang tak bisa menentukan nasib diri sendiri tanpa bantuan Allah. Doa adalah pengakuan akan kebesaran dan kemahakuasaan Allah atas hidup kita. Nabi Ibrahim saja, sebelum meninggalkan isteri dan anaknya di tengah gurun pasir karena menuruti perintah Allah, pun masih berdoa agar mereka diberi rezeki dan dijamin Allah kehidupannya.
      rezeki
      Nabi Sulaiman yang superkaya aja berdoa pada Allah agar diberi kerajaan dan kekayaan yang banyak.
      rezeki
      Abu Bakar As Shiddiq sahabat Rasulullah SAW, Khalifah pertama saja masih berdoa meminta dunia dan akhirat kepada Allah.
rezeki


(3) Kondisikan lingkungan agar sesuai dan sejalan dengan impian kita.
  • Sudah punya keinginan yang besar biat dapat rezeki yang banyak dan berkah, sudah berusaha memantaskan diri selanjutnya adalah mengkondisikan lingkungan agar sejalan dan selaras dengan impian.
    • Mengkondisikan hati agar selalu berpikir positif bahkan saat rezeki datang tak sesuai keinginan.
    • Mengkondisikan diri agar jadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Minta restu orangtua, jangan durhaka kepada mereka. Sayangi isteri dan anak-anak, jangan sakiti hatinya. Bantu orang yang membutuhkan. Jadilah orang yang peduli pada kebaikan.
    • Mengondisikan keluarga agar bersama-sama memantaskan diri menerima rezeki Ilahi. Bagi yang berkeluarga ajak isteri dan anak-anak untuk beribadah bersama, didik mereka agar menjadi isteri salehah dan anak-anak saleh salehah. Ajak isteri dan anak-anak untuk berdoa bersama kepada Allah, doa yang sama. Tujuannya untuk menyelaraskan doa kepada Allah SWT. Doa yang  dipanjatkan oleh banyak orang pasti dampaknya beda dengan doa yang kita panjatkan sendiri. Kenapa mesti malu meminta pada Allah? Justru kita malu kalau meminta sama manusia.
    • Mengkondisikan pekerjaan. Jadikan pekerjaan/usaha sebagai ibadah untuk meraih keridhaan Allah SWT. Jadilah pekerja yang baik yang bekerja bukan untuk cari uang semata tapi juga untuk ibadah padaNya. Tidak korupsi, tidak menerima gratifikasi apalagi menyalahgunakan jabatan. Jadilah usahawan yang baik yang berbisnis bukan semata-mata mencari keuntungan tapi juga untuk ibadah, jangan menipu, jangan mengurangi takaran, jangan menjual barang yang berbahaya dan tak layak jual, jangan lupa sedekahkan sebagian keuntungan.

(4) Tawakkal dan sabar menerima hasilnya.
  • Kalau sudah usaha, sudah memantaskan diri dan lingkungan sudah dikondisikan agar sejalan dengan impian, selanjutnya tinggal tawakkal dan sabar menunggu hasilnya.
  • Ingatlah selalu, bahwa kita akan menerima apa yang menjadi rezeki kita. Yang bukan rezeki akan kembali pada pemilik rezeki yang sebenarnya. Agar kita ikhlas dengan segala sesuatu yang tak kita miliki.
  • Ingat juga bahwa Allah memberi sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan kita. Agar kita bisa sabar dan tetap bersyukur seberapa pun yang kita terima.
  • Tawakkal menarik rezeki, dan sabar adalah pangkal kemenangan. Hanya orang-orang bersabar yang bakal memperoleh keridhaan Tuhannya.

Siap merengkuh rezeki yang banyak dan berkah ? Praktekkan hal-hal di atas !
baca juga : Petunjuk praktis menarik rezeki ke arah kita.
Wallahu alam.. 

Rezeki Bukan Dari Hasil Bekerja !

Salah Pemahaman

  • Selama ini kita salah pemahaman, kita memaknai rezeki sebagai hasil dari bekerja, hasil kerja keras kita, hasil kita banting tulang, peras keringat. Itu sebabnya kita berlomba-lomba mencari pekerjaan, lomba-lomba buka usaha, lomba-lomba menghabiskan sebagian besar waktu dan umur produktif kita hanya untuk menyibukkan diri mencari rezeki Ilahi. Padahal rezeki itu dari Allah bukan dari hasil kita bekerja. Bekerja itu hanya ikhtiar, proses mendapatkan rezeki, tapi dapat atau tidaknya, tetap Allah yang tentukan. 
  • Maka tak heran kadang kita sudah bekerja keras tapi malah tak mendapatkan hasil yang sesuai harapan, tak dapat rezeki, kita bilang. Kita sudah melakukan analisa kelayakan usaha tapi di lapangan toh usaha kita malah merugi. Melakukan kerjasama dengan pihak yang terpercaya, malah uang kita dibawa kabur. Bukan untung yang didapat tapi buntung !
rezeki

Bolehkah tidak bekerja?

  • Kalau rezeki itu adalah urusanNya jadi boleh dong kita leha-leha tinggal menunggu jatuhnya rezeki dari langit? Ini juga pemahaman yang salah. Allah memang Penentu Rezeki kita tapi kepantasan untuk mendapatkannya ditentukan oleh kita sendiri. Ibadah, amal saleh, kebaikan adalah cara kita memantaskan diri di hadapanNya, agar Allah ridha dengan amal ibadah kita dan berkenan memuluskan permintaan kita, termasuk dalam hal rezeki. 
  • Kerja itu ibadah. Lewat pekerjaan yang kita lakukan kita jadi bermanfaat bagi banyak orang. Dokter menolong mengobati orang sakit, memberi resep, memberikan obat, melakukan penanganan medis padanya. Dari jasanya sebagai dokter ia mendapatkan uang yang dibayarkan pasien. Apakah uang itu rezeki yang didapatkan dari hasil bekerja mengobati pasien? Bukan...!!
  • Siapa yang menyembuhkan penyakit? Bukan dokter, suster, obat, tindakan medis, tapi Allah. Melakukan pengobatan itu adalah ikhtiar mencari kesembuhan sambil terus berdoa memohon kesembuhan dariNya. Jadi dokter tidak menyembuhkan dan orang tidak membayarnya untuk menyembuhkannya. Dokter MENOLONG orang karena dia punya ilmunya (dia pernah belajar dan lebih paham hal ikhwal penyakit dibanding orang awam). Mengapa dokter menolong orang? Karena dia menginginkan ridha Allah pada setiap perbuatannya, yang nantinya akan dipertanggung jawabkan di akirat kelak. Jika dari perbuatan itu dia diberi rezeki itulah bonus dari Allah SWT.
  • Rezeki yang diterima seorang dokter adalah kegembiraan saat melihat harapan terpancar dari wajah pasiennya, harapan akan kesembuhan dari penyakit. Rona bahagia terpancar dari pasien yang tadinya terbaring lemah karena sakit menjadi kuat beraktivitas kembali. Dokter itu merasa bahagia dengan membahagiakan orang lain. Dia memudahkan jalan pasiennya menuju kesembuhan. Amal kebaikan yang dilakukan dokter itulah yang memudahkan rezekinya masuk. Allah menyukai hamba-hambaNya yang berbuat baik.
  • Jadi kalau isteri berhenti bekerja dan menyerahkan urusan rezeki kepada suami, apa rezekinya akan tetap sama jika dia masih bekerja? YA.. karena sumber rezekinya adalah dari Allah SWT, bukan dari pekerjaannya. Allah akan tetap memberi rezekinya lewat tangan suaminya. Bukankah setelah menikah rezeki suami bertambah karena dalam rezekinya terikut rezeki isteri dan anak-anaknya? Jadi bagi para wanita karier, ambillah keputusan yang bijaksana. Karena tempat seorang isteri dan ibu adalah di sisi suami dan anak-anaknya. Jika memutuskan berhenti berkarier dan fokus pada keluarga, maka rezeki anda Allah yang akan memberi. Ilmu yang diperoleh dari pendidikan formal bisa tetap dipakai untuk membimbing anak-anak, membantu tugas sekolahnya dan bekal menjadi isteri yang cerdas sekaligus salihah. Bagi anda yang memilih tetap berkarier, jadikanlah pekerjaan anda bermanfaat bagi orang lain. Misalnya bagi anda yang berprofesi sebagai dokter, bantulah para wanita melahirkan yang suaminya tak mengizinkannya untuk diperiksa oleh dokter laki-laki. Berkarierlah dengan izin suami tanpa mengesampingkannya sebagai kepala keluarga dan tanpa melupakan anak-anak yang butuh bimbingan ibunya.


Rezeki adalah apa yang dinikmati.

  • Rezeki adalah apa yang dinikmati. Makanan yang sementara kita makan adalah rezeki, kalau belum masuk ke lambung belum menjadi rezeki. Bisa saja makanan yang sudah siap masuk ke mulut tiba-tiba tumpah dan kucing-kucing pada berebutan menyantapnya. Itu artinya rezeki itu bukan milik kita, tapi milik kucing yang didatangkan Allah melalui kita.
baca : Fenomena rezeki, mengapa kucing datangnya ke kita?
  • Kesembuhan dari penyakit itu juga rezeki yang didatangkan Allah lewat dokter yang merawat kita. Uang yang kita pakai membeli keperluan hidup adalah rezeki, karena bisa langsung dinikmati. Tapi uang yang dibank, meski jumlahnya lebih banyak tapi tak kita nikmati seketika itu, bisa saja uang itu hilang karena banknya bangkrut / collaps?
  • Udara yang kita hirup dan menyehatkan badan adalah rezeki. Anak-anak yang sehat dan taat adalah rezeki. Pasangan hidup yang menyayangi adalah rezeki. Kawan-kawan yang selalu mengajak pada kebaikan juga rezeki. Lingkungan rumah yang aman dan tenteram juga rezeki. Kemampuan tidur nyenyak, badan yang selalu sehat semua itu rezeki yang patut disyukuri.
  • Apalagi rezeki syurga. Semua orang Muslim bercita-cita masuk surga, inilah rezeki tertinggi dari Allah. Tapi bukan amal ibadah kita yang memasukkan kita ke dalamnya tapi keridhaan Allah SWT. Cobalah ambil analogi sederhana ini. Allah memberi kita panca indera, sebiji mata saja tak tergantikan dengan uang, belum lagi oksigen yang bisa diperoleh secara gratis. Bukankah semua itu nikmat Allah, yang jika dibandingkan dengan amal ibadah kita, tak sebanding bukan? Sejak umur berapa kita mulai beribadah kepadaNya? Paling tidak setelah akil baligh, umur 13 an tahun, itupun ibadah kita belum sempurna. Ibadah yang kita lakukan sepanjang hayat yang kira-kira sampai umur 60-an tahun, belum tentu semuanya sempurna dan diterima Allah. Sepanjang hayat bisa jadi dosa-dosa kita jauh lebih banyak dibanding amal kita. Itu tak bisa membayar semua nikmat yang diberi Allah secara gratis (panca indera, anggota tubuh yang sempurna, oksigen, matahari dan sebagainya). Bagaimana pula dengan harapan akan surganya?
  • Tapi sebagai manusia kita dilarang untuk berputus asa dan diperintahkan untuk terus berharap yang terbaik. Surga yang dijanjikan adalah pasti dan yang bisa masuk ke dalamnya bukan orang yang paling banyak pahalanya tapi orang yang mendapatkan ridha Allah atasnya. Rezeki surga hanya diberi karena keridhaan Allah pada seorang hamba.
  • Jadi lakukan yang terbaik selama hidup di dunia, bukan untuk mendapatkan pahala, bukan untuk mendapat rezeki yang banyak tapi untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Jika Allah ridha, insya Allah semua akan mudah.
Wallahu alam...

Ghibah Menutup Rezeki

Abad Ghibah !

  • Apa itu ghibah? Ghibah disamakan dengan menggunjing yang artinya menceritakan atau menyebutkan sesuatu kejelekan pada diri seorang Muslim yang dia tidak akan suka mendengarkannya. Seperti hadits Rasulullah SAW berikut ini :
ghibah
  • Sekarang ini adalah abad ghibah, dimana menceritakan kejelekan, aib atau kekurangan orang itu sudah dianggap biasa. Malah dikomersilkan. Lihat saja acara infotainment yang dipenuhi gosip dan cerita kehidupan selebriti. Kalau soal prestasi, karya dan pencapaian mereka sih tidak apa-apa tapi gosip-gosip seputar kehidupan mereka, perceraian, pertengkaran, kejelekan, keburukan semuanya diumbar dan menjadi konsumsi publik.
  • Tak jarang pasangan selebriti yang sedang dirundung masalah pada rame-rame konferensi pers untuk saling menyalahkan pasangannya. Dan celakanya kita suka menonton aib-aib mereka, lalu turut menceritakannya kembali kepada teman-teman yang belum sempat menontonnya. Atau malah ikutan berdiskusi dan membahasnya bersama-sama sambil makan pisang goreng seolah itu hal biasa saja.
  • Padahal ghibah itu DOSA BESAR dan tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Meskipun yang diceritakan itu benar itu artinya menggunjing, jika tak benar artinya fitnah! Benar atau atau tidak cerita kejelekan orang lain, jika keluar dari mulut kita untuk diceritakan pada orang lainnya PASTI SALAH!


Allah mengancam para penggibah!

  • Jangan main-main dengan ghibah, ancamannya neraka lho! Kalau anda rela masuk neraka teruskan saja kebiasaan ghibah anda!
  • Harusnya jika ada orang yang mulai mengghibah jika tak dapat mengingatkannya untuk menghentikan ghibahnya, lebih baik tinggalkan dia. Karena kalau kita tetap di tempat dan mendengarkan ceritanya akan kejelekan seseorang artinya kita ikut berpartisipasi dalam ghibah itu meski sebenarnya dalam hati kita tidak setuju dengan tindakannya.
  • Jika menonton TV, carilah tontonan atau acara yang berkualitas. Jika kebetulan anda memutar chanel yang menayangkan aib selebritis, segera pindahkan chanel TV anda, jangan malah asyik menonton dan memberikan komentar.
  • Jika mendengar acara radio yang kebetulan membahas aib orang lain, pindahkan segera. Lebih baik mendengarkan hal-hal yang bermanfaat seperti ceramah agama, murattal Al Quran dan sebagainya.
  • Jangan terlalu kepo apalagi kepo dengan urusan orang, kepo dengan aib orang lain. Allah melarang kita berprasangka dan mencari keburukan orang lain seperti yang diungkap dalam Surah Al Hujurat ayat 13 berikut ini.
ghibah


Ghibah menutup rezeki.

  • Jangan sampai kita terlalu bersemangat menggunjing dan memfitnah orang lain sehingga kita jadi lupa diri seolah kita ini manusia paling sempurna dan tanpa cela. 
  • Tahukah anda menggunjing bisa menutup rezeki? Mengapa? Karena rezeki hanya bisa ditarik dengan kebaikan-kebaikan bahkan kebaikan kecil sekalipun. Ghibah tak memberikan keuntungan sama sekali. Ghibah malah bisa bikin kita bangkrut. Jika kita menceritakan keburukan orang lain, kebaikan kita akan diberikan pada orang itu dan kejelekannya menjadi milik kita. Kalau setiap hari kita kerjaannya menggunjing melulu, kira-kira apa kebaikan kita masih bersisa? Bisa saja minus, alias kejelekan lebih banyak dibanding kebaikannya, karena kita dapat transferan kejelekan milik orang lain. Belum lagi perumpamaan ghibah seolah kita makan bangkai. Apa anda suka makan bangkai? Pasti jijik bukan?
  • Kalau tubuh kita berlumur dosa, berlimpah kejelekan dan amal ibadah kita tak bermanfaat, apa Allah berkenan memberi kita rezeki yang banyak? Mengapa amal ibadah kita tak bermanfaat? Karena amal ibadah itu tak mencegah kita melakukan kemungkaran. Kalaupun dapat pahala dari amalan itu, bisa saja pahala itu ditransfer ke orang yang kita ghibahin. 
  • Sebelumnya sudah dibahas kalau rezeki itu ibarat energi yang mengalir pada frekuensi yang positif dan akan bersinergi dengan mereka yang memancarkan frekuensi yang positif pula. Mereka yang memancarkan frekuensi yang positif adalah mereka yang menghiasi hidupnya dengan kebajikan dan amal saleh, serta menjauhi maksiat dan dosa. Apakah anda pernah merasa adem berdekatan dengan seseorang? Orang baik memancarkan energi positif, memberi kenyamanan dan membuat orang lain lebih percaya padanya. Orang-orang inilah yang menarik rezeki.
  • Dosa adalah penghambat rezeki yang paling utama. Kalau kita doyan ghibah artinya kita doyan berbuat dosa. Kalau rezeki kita tertutup jangan langsung menyalahkan nasib, periksa diri anda terlebih dahulu. Siapa tau anda sendirilah yang menutup keran rezeki anda dengan tumpukan dosa yang bejibun.
  • Coba kalau kita punya sesuatu barang berharga dan akan diberikan pada seseorang, kira-kira kita memberi pada orang yang kita percayai atau tidak? Pasti orang yang kita percaya yang akan kita beri. Pasti orang baik yang kita beri, bukan?
  • Paling enak memang kalo kumpul sambil berdiskusi, kalau sudah mulai nyerempet ghibah, mending bubar aja deh. Kalo tak bisa menahan diri, baca istighfar banyak-banyak...!!
Wallahu alam..

Petunjuk Praktis Menarik Rezeki Ilahi Ke Arah Kita

Menarik rezeki itu mudah.

  • Siapa bilang menarik rezeki itu susah? Kita saja yang belum tahu caranya. Pada artikel 40 hari menjadi kaya juga sudah diuraikan amalan apa yang harus dilakukan secara konsisten selama 40 hari untuk menarik kekayaan mendekati kita. Amalan itu tujuannya untuk mendukung ikhtiar yang kita lakukan, bukan serta merta karena sudah melakukan amalan kemudian melupakan ikhtiar?
  • Tulisan ini akan membahas cara-cara praktis yang bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari yang tujuannya untuk menarik rezeki Ilahi menuju ke arah kita.
rezeki

Cara praktis menarik rezeki Ilahi.

(1) Stop mengeluh selama 30 hari.
  • Sadarkah anda bahwa rezeki menjauhi kita karena kita yang mendorongnya pergi? Kita tukang mengeluh. Apa-apa saja kita keluhkan. Mulai dari cuaca yang tak bersahabat, harga-harga barang kebutuhan pokok yang melonjak naik, gaji/penghasilan yang stagnan, jalanan yang macet, kepala yang pusing, barang yang hilang, pokoknya tiada hari tanpa mengeluh. Keluhan sudah menjadi keseharian kita. Padahal mengeluh bisa membuat rezeki mandek.
  • Cobalah untuk berhenti mengeluh, bukan hanya sehari atau dua hari tapi selama 30 hari. Mengapa harus 30 hari? Supaya kita bisa konsisten dan hasilnya lebih terasa.
  • Buat kesepakatan dengan keluarga atau diri sendiri juga boleh, jika anda ketahuan mengeluh, anda harus membayar keluhan tersebut pada orang yang mendengar anda mengeluh. Bisa juga jika keluhan itu tak terucap hanya dirasakan, bersedekahlah. Jadi setiap anda mengeluh anda kena denda. Usahakan cukup 30 hari tanpa sedikitpun keluhan, jika satu atau dua hari gagal, anda harus ganti ! Ini sebagai motivasi bagi diri anda untuk mengurangi keluhan. Karena keluhan membuat anda kehilangan uang.
  • Mengapa harus mengeluh? Apa yang terjadi di sekitar kita adalah ketentuan Ilahi, mengeluh artinya kita tak suka dengan ketentuanNya. Cuaca hujan, terjebak dalam kemacetan panjang, harga yang tak stabil, gaji yang tak naik, kehilangan barang, sakit pada badan, semua itu ketentuan Ilahi bagi diri kita. Allah sangat Kuasa untuk menetapkan sesuatu bagi kita. Kun fayakuun, jika Allah berkata A maka A lah yang jadi. Titik..!! Tak ada tawar menawar.
  • Kalau mau menarik rezeki perbaiki dulu mindset alias cara berpikir kita. Rezeki sedikit kita keluhkan, padahal kita sendiri yang menyebabkannya, bukan Allah yang menzalimi kita. Kita ini sangat egois, karena kita hanya mau menerima ketentuanNya yang sesuai dengan keinginan kita. Sesuatu yang tidak kita inginkan tidak ingin kita terima, buktinya kita mengeluh !
  • Berhenti mengeluh adalah tanda kita menerima ketentuan Ilahi dengan ikhlas. Keikhlasan itulah yang akan menarik rezeki ke arah kita.

(2) Rekam semua nikmat yang anda terima selama 30 hari.
  • Buat buku jurnal, nikmat apa saja yang anda terima, catat! Ditraktir teman, dibawakan oleh-oleh, diberi hadiah / kado, kenaikan gaji, dapat honor, dapat angpau, terbebas dari kecelakaan, sembuh dari penyakit, apa saja yang membuat hati anda senang. Bahkan menikmati matahari pagi, menikmati liburan, mencium wangi bunga, jika itu membuat hati anda senang, catat! Setelah 30 hari baca kembali tulisan anda dan anda akan mendapati betapa banyak nikmat yang diberi Allah pada anda.
  • Rasakan kesyukuran dari dalam hati anda. Kalau perlu sujud syukur, mengucap terima kasih atas apa yang anda terima selama 30 hari itu. Rasa syukur itulah yang menarik rezeki ke arah anda.


3) Buatlah kebaikan-kebaikan kecil selama 30 hari.
  • Berhenti mengeluh dan banyak bersyukur jadikan itu aktivitas harian anda. Selain itu hiasi hidup anda dengan kebaikan-kebaikan kecil. Bertemu teman, ucapkan salam. bukankah salam itu doa keselamatan untuk orang lain? Jika tak bisa tebarkan duit, tebarkan senyum pada siapa saja, bukankah senyum juga sedekah. Lihat dahak di jalanan, tutupi dengan pasir, agar tidak menebarkan penyakit bagi siapa saja. 
  • Lihat anak kecil usap kepalanya dan doakan agar hidupnya diberkahi, apalagi kalo ditambah permen atau potongan coklat. Lihat tukang sapu jalan atau tukang bersih WC umum, apa salahnya menyodorkan uang 20 ribu untuk beli makan siang. Tidak perlu nunggu kaya untuk sedekah. Tidak perlu nunggu dimuliakan orang baru mau berbuat baik. tak perlu menunda untuk membuat kebaikan yang besar, kebaikan kecil yang dilakukan konsisten itu lebih baik dibanding kebaikan besar yang hanya dilakukan satu kali. Saat ini pun anda bisa mendoakan orang di sekitar anda agar urusannya di mudahkan. 
  • Kebaikan sekecil apapun akan di balas Allah. Kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan secara konsisten itulah yang akan menarik rezeki ke arah kita.

4) Jangan pernah lepas doa selama 30 hari.
  • Sebelum makan berdoalah, bukan hanya sekedar komat kamit tapi berdoalah dari hati semoga makanan yang terhidang di hadapan anda bermanfaat bagi tubuh. Setelah shalat berdoalah, agar shalat anda diterima. Setelah BAB, berdoalah agar semua ampas makanan yang sekiranya akan menjadi penyakit dalam tubuh semua keluar. Saat melihat anak-anak anda, doakanlah agar mereka dijadikan anak saleh, yang akan terus mendoakan anda bahkan setelah dipanggil Allah nanti.
  • Kumpulkan semua bon-bon tagihan, kuitansi pembayaran, iuran-iuran yang anda harus bayar, ucapkan syukur karena anda diberi kemampuan untuk membayar semua tagihan itu. Berdoalah pada Allah agar anda selalu diberi kemampuan membayar sambil menatap lembaran tagihan tersebut, mohonkan pada Allah agar anda selalu memiliki uang untuk membayar kewajiban anda tersebut.
  • Doa itulah yang akan menarik rezeki ke arah anda. Bukankah Allah yang menyuruh kita berdoa.


5. Buat kalimat afirmasi / motivasi!
  • Ucapkan hanya yang baik-baik. Saat bangun tidur setelah berwudhu untuk shalat subuh, tatap wajah anda di cermin, katakan pada bayangan anda, bahwa anda adalah orang yang murah rezeki, rezekinya gampang masuk, rezeki lancar bak air bah, urusannya selalu mudah, dan hidup lebih berkah. Kalau tidak mau berpanjang lebar, cukup katakan pada bayangan anda di cermin "saya adalah orang yang mudah rezeki, rezeki datang dari segala arah menuju saya." Ini adalah kalimat afirmasi yang memaksa otak kita fokus pada keberlimpahan. Kita memposisikan diri sebagai orang yang mudah rezeki, sehingga kita menjalani hidup lebih ringan dan semua aktivitas kita akan berpusat pada hal-hal yang kita fokuskan.
  • Bayangan kalau kita bakal susah rezeki, semuanya mandek membuat pikiran kita terfokus pada rasa kekurangan. Perasaan keberlimpahanlah yang menarik rezeki, bukan rasa kekurangan. Kenapa? Karena perasaan berlimpah membuat hati kita tenang, kita merasa Allah selalu bersama dalam setiap langkah dan memudahkan setiap usaha kita.

  • Praktekkan 5 hal di atas selama 30 hari dan rasakan perubahan yang berarti dalam hidup anda. Jika ingin melanjutkan lebih dari 30 hari silakan saja, itu memang yang diharapkan. Ala bisa karena biasa. Mari kita membiasakan hal-hal baik sehingga hanya hal-hal yang baik juga yang masuk dalam kehidupan kita, termasuk rezeki yang baik-baik. 
baca juga : tips merengkuh rezeki yang banyak lagi berkah.
  • Wallahu alam

5 Amalan Yang Melancarkan Rezeki Bak Air Bah..!

Selama ini kita kurang nyadar sih !

  • Ada kisah yang saya baca tentang seorang kakek berumur 80 tahun yang kena serangan jantung dan segera dibawa ke rumah sakit oleh anak-anaknya. Kakek tersebut sudah pasrah dan mikir sebentar lagi bakalan meninggal dan kembali ke pangkuan penciptaNya. Ninggalin harta, anak-anak, kesenangan hidup di dunia tempat dia bermukim selama ini..
  • Tapi tim dokter yang menanganinya berhasil menyelamatkan nyawanya. Semua anak-anaknya berterima kasih pada tim dokter yang dianggap telah mengembalikan bapak mereka dari kematian. Dan kakek tersebut malah menangis tersedu-sedu sehingga membuat keluarganya bingung. Selamat dari maut kok malah nangis, harusnya kan seneng?
  • Kakek itu berkata, tak terlukiskan rasa terima kasihnya pada tim dokter yang telah menyelamatkan nyawanya. Itu baru sekali saja tim dokter melakukan hal yang begitu berarti baginya. Bagaimana dengan Allah yang telah melimpahkan bgitu banyak nikmat dan telah menyelamatkan hidupnya dari penderitaan selama 80 tahun, sedangkan ia tak sedikitpun pernah mengucapkan terima kasih dari hati, seperti yang dia lakukan pada tim dokter tersebut. Itu sebabnya dia menangis.
  • Apa anda juga selama ini kurang nyadar dengan berkah yang anda terima? Sebenarnya mudah saja menarik rezeki hanya kita saja yang membuatnya jadi sukar.

Amalan Pelancar Rezeki !

PERTAMA
Selalu ingat Allah.
  • Boleh jadi setiap hari kita shalat, 5 waktu sehari semalam, belum tambahan shalat sunat. Tapi apakah kita konsisten mengingat Allah dalam shalat kita yang berlangsung selama beberapa menit itu? Jujur aja deh..kita lebih banyak inget tetek bengek urusan dunia saat shalat. Bahkan kita udah mulai nyusun rencana apa yang bakal dilakuin setelah shalat itu berakhir. Padahal shalat adalah peluang kita untuk berkomunikasi dengan Allah, Zat yang Maha Tinggi, Yang Memberi Rezeki pada kita. Kalo kita shalatnya lalai, artinya kita membuang peluang untuk dekat-dekat padaNya.
  • Ibaratnya kalo kita dekat dengan seorang penguasa, orang kaya harta, kita selalu ingat padanya, selalu bersamanya saat suka dan duka, selalu ada di sampingnya setiap saat, kira-kira saat dia pengen bagi-bagi harta, siapa yang bakalan diingat dan dikasi? Pasti kita bukan?
  • Apalagi, ini Allah.. Kita mau punya rezeki banyak, kita mau dikejar rezeki, tapi lalai mengingat Sang Pemberi Rezeki, logikanya di mana? Lihat hadits Rasulullah berikut ini :

  • Begitu besarnya kasih sayang Allah pada kita, sementara untuk mengingatNya pun kita enggan. Kita disibukkan dengan dunia bahkan pada waktu-waktu yang memang disediakan untuk mengingat dan memujiNya. Padahal setiap hari kesibukan kita tujuannya mencari rezeki Allah bukan? Kita sibuk mencari rezekiNya tapi ogah mengingat pemilikNya, kan gak nyambung? Kita mau rezeki lancar, tapi shalatnya bolong-bolong. Kita mau rezeki gampang datang, tapi shalatnya di akhir waktu. Kita mau menarik rezeki yang banyak tapi shalatnya dikebut..1 menit cukup! Ya.. mimpi !!!
  • Ingat Allah bukan hanya dengan shalat, tapi juga lewat zikir-zikir.
baca : doa dan zikir keberlimpahan rezeki.


KEDUA
Berdoa
  • Allah sudah menyediakan rezeki untuk kita, lalu apa gunanya berdoa, kan jatah rezeki kita udah pasti? Coba mikir begini, ada anak yang pengen banget beli sepeda, tapi duitnya belum cukup. Orangtuanya sih tau kalo anaknya pengen beli sepeda dan udah nyiapin duit buat itu. Tapi orangtuanya nunggu saat yang tepat buat kasi ke anaknya. Karena kepengen banget punya sepeda, si anak berusaha belajar mengendarai sepeda, tiap hari dia latihan, jatuh bangun sampe luka dia abaikan karena pengen banget cepat bisa, kalo punya uang jajan sisa, pasti ditabung. Sampai suatu ketika dia ngeberaniin diri minta ke ortunya. Ortu yang melihat kesungguhannya belajar dan kesungguhannya menabung akhirnya mengabulkan permintaan buat beli sepeda. Bukan pake uang tabungannya tapi malah pake uang orangtuanya, juga dapet bonus helm, pelindung lutut, gembok sepeda sampe botol minum segala. Kenapa bisa begitu? Karena orangtuanya sayang sama anaknya. 
  • Si anak dianggap pantas untuk dihadiahi sepeda karena dia udah ikhtiar (nabung dari sisa uang jajan), dia udah memantaskan diri (belajar naik sepeda sampe bisa), minta dengan merendahkan diri (memberanikan diri minta dibeliin sepeda ke ortu). Orangtua mana yang sanggup nolak permintaan anak seperti itu?
  • Apalagi Allah! Dia Maha Kuasa, Maha Kaya. Kalau kita udah ikhtiar yang bener (kerja, usaha, bisnis), memantaskan diri (ibadahnya bagus, sedekahnya rajin, maksiat dijauhin), dan minta pada Allah agar diberi rezeki yang lancar dan berkah, kira-kira Allah ngasi ato nggak? Apa mungkin rezeki datang kaya' air bah? 
  • Permintaan kita itu kecil di hadapan Allah. Seberapa besarpun itu hanya laksana jarum yang dicelupin ke laut bagi Allah.
  • Orang yang gak mau berdoa itu orang yang sombong. Mereka nganggap diri mereka bisa hebat karena usaha sendiri. Padahal dia hebat karena Allah menghendakinya demikian. Jika Allah mau mencabut nikmatNya dalam sekejap dia bakalan menderita. Tapi Allah kan tidak begitu, selalu ada kesempatan bagi setiap orang buat kembali ke jalan yang diridhaiNya.

KETIGA
Berbaik sangkalah pada Allah
  • Baca baik-baik kalimat "AKU sesuai persangkaan hambaKU". Allah mah ngebebasin kita berpikir Dia itu seperti apa? Kalo kita menganggap Allah sengaja bikin rezeki kita seret, Allah nganggap kita gak pantas dikasi rezeki banyak-banyak, kita emang pantes miskin, menderita dan melarat, emang udah nasib kali' rezekinya dikit, ya.. itulah yang akan kita dapetin.
  • Kita memposisikan diri kita sebagai orang yang gak pantas diberi dan udah ditakdirkan menderita. Akhirnya kita jadi malas berusaha dan celakanya malas berdoa. Ngapain doa kalo udah takdirnya miskin? Padahal doa bisa mengubah takdir lo! baca hadits Rasulullah SAW berikut ini :
  • Intinya adalah berbaik sangkalah pada Allah. Jika kita menyangka Allah adalah Pemberi Rezeki yang paling Pemurah dan tak akan menyia-nyiakan hambaNya yang butuh pertolongan, butuh rezekiNya, maka rezeki akan datang bertubi-tubi. Kita yakin itu dan keyakinan itu menguatkan kita, maka rezeki akan mengalir bak air bah..! Lewat mana? Ya.. lewat mana aja. Bisa lewat ide-ide baru untuk bisnis, bisa lewat kerjasama dengan pihak tertentu yang memberi banyak keuntungan, bisa dengan promosi jabatan, bisa dengan apa aja..pokoknya ada aja jalannya. Bukankah kalau Allah sudah berkehendak, semuanya jadi mudah?

KEEMPAT
Jadilah bermanfaat.
  • Kalo udah ingat, udah doa, udah berbaik sangka pada Allah trus diam aja di mesjid, ibadah melulu tapi gak bersosialisasi dan gak memberi manfaat bagi orang di sekitarnya ya.. sama aja bohong.
  • Kalo Allah pengen kita diciptain seorang diri aja, biar ibadahnya bisa pol.. Tapi kan gak gitu. Allah menciptakan orang lain bagi kita untuk melengkapi hidup kita dan agar kita bisa saling memberi kemanfaatan, saling memanfaatkan dalam artian yang positif. 
  • Lalu gimana ceritanya menjadi bermanfaat bakalan mendatangkan rezeki bak air bah?
  • Gimana caranya jadi bermanfaat bagi orang lain? 
    • Tolonglah mereka yang membutuhkan pertolongan. Jangan acuh dan jangan gak peduli. Allah akan menolong orang yang menolong saudaranya. Kira-kira kalo Allah yang tolongin kita hasilnya gimana? Pasti lebih baik dan lebih berkah kan?

    • Bebaskan kesulitan orang lain. Jangan pura-pura sibuk saat seseorang mengalami kesulitan. Bagi mereka yang punya utang dan tak sanggup membayar utangnya, bantulah. Bagi mereka yang tak bisa beli obat karena miskin, bantulah untuk menebus obat bagi anaknya yang sakit. Ada orang yang ditodong atau diancam, bantulah dia agar terbebas dari ancaman. Allah akan membebaskan kesulitan kita jika kita membebaskan kesulitan orang lain. 
    • Tunaikan hajat orang lain. Ada orang miskin yang rajin dan  ingin punya usaha sendiri tapi tak punya modal, bantulah dengan membuatkannya sebuah gerobak kecil untuk jualan. Ada orang yang tak punya anak dan ingin mengambil anak angkat, fasilitasi agar dia bisa mendapatkan anak angkat yang diinginkannya. Allah akan menunaikan hajat mereka yang menunaikan hajat orang lain. Punya hajat? Sebelum minta pada Allah, tunaikan dulu hajat orang lain di sekitar kita.


KELIMA
Adukan masalah pada Allah.
  • Tak ada orang yang lepas dari masalah, tapi kesalahan kita adalah kita mengadukan masalah itu pada manusia, minta tolong pada manusia dan percaya bahwa manusia itu akan menolong kita. Padahal itu salah besar.
  • Termasuk saat rezeki kita susah, tak ada gunanya mengadukan pada manusia, mengeluh pada keadaan yang serba susah. Mungkin orang lain hanya akan ikut prihatin dan cuek, mikirnya "itu masalah lu!". Yang paling sial kalo mulai ngadu kepada sesama manusia dan manusia itu minta dia ngelakuin dosa atau maksiat sebagai ganti pertolongannya. Yang lebih sial lagi kalo dia mulai tersesat mencari pertolongan dari dukun, paranormal sesat yang bekerjasama dengan jin dan semakin jauh meninggalkan Allah.
  • Adukan masalah rezekimu pada Allah, maka Allah akan memberi rezeki, cepat atau lambat.
Wallahu alam...

Ciri-ciri Orang Yang Terhambat Rezekinya.

Cari tahu apakah anda termasuk orang yang terhambat rezekinya. Berikut ini ciri-ciri yang perlu diwaspadai, ada dalam diri kita.


terhambat rezekinya


(1) Bekerja sekeras apapun hasilnya tetap sama bahkan kurang.

  • Pernahkah anda memperhatikan penghasilan anda? Seberapa keraspun anda bekerja hasilnya tetap sama. Banyak penghasilan banyak pula pengeluaran. Sedikit penghasilan malah banyak utang. Padahal anda sudah bekerja keras, siang malam bahkan mengambil beberapa pekerjaan sekaligus kalau perlu lembur, tapi hasilnya tak pernah mencukupi.
  • Anda punya beberapa bisnis yang berjalan lancar tapi keuntungan yang anda peroleh stagnan bahkan terus menurun.
  • Saat mendapat tambahan uang, selalu saja ada pos yang mengharuskan uang tersebut untuk dibelanjakan. Entah itu harus mengeluarkan biaya pengobatan yang besar karena sakit, entah itu harus memperbaiki mobil yang hancur ditabrak / kecelakaan.
  • Semakin keras anda bekerja, hasilnya tetap sama bahkan kurang. 

(2) Selalu mengambil keputusan yang salah.

  • Hidup ini adalah pilihan. Setiap hari kita mengambil keputusan apa yang akan kita lakukan, bagaimana kita mengelola hidup kita, kemana kita akan menuju, siapa yang akan kita ajak bertemu dan bekerjasama.
  • Jika anda selalu mengambil keputusan yang salah yang membuat anda terjebak dalam masalah, mengalami keterpurukan, tenggelam dalam kesulitan. Contoh kecil, memutuskan untuk berbisnis makanan dan telah mengeluarkan modal yang cukup besar, ternyata keputusan itu kurang tepat karena bisnis itu merugi dan akhirnya gulung tikar. Memutuskan untuk menerima sebuah pekerjaan yang kita pikir berpotensi memberi gaji yang besar, tapi ternyata perusahaannya bangkrut dan kita kena PHK. Memutuskan untuk memilih seorang wanita/pria untuk menjadi pendamping hidup yang ternyata hanya membawa kesengsaraan dalam kehidupan rumah tangga.

(3) Selalu berurusan dengan orang yang salah.

  • Kita tak bisa hidup tanpa orang lain. Kita pasti bekerja sama dengan orang lain untuk mengurus kepentingan kita. Tapi bagi mereka yang terhambat rezekinya selalu saja berurusan dengan orang yang salah. 
  • Bekerjasama dengan seseorang yang kelihatannya terpercaya ternyata seorang penipu ulung yang membawa kabur dana maupun aset berharga kita. Memiliki teman akrab yang kita percayai, ternyata ular berkepala dua yang menikam kita dari belakang. Memiliki pasangan yang dikira setia ternyata jago selingkuh. Memiliki pimpinan / bos yang galak, pemaksa dan tak memiliki belas kasihan. Membeli barang yang dikira bagus ternyata hanya barang tiruan murahan dari orang yang tampaknya meyakinkan.
  • Kemanapun pergi dan dimanapun berada hanya orang-orang yang tak bereslah yang selau ditemuinya. 

(4) Selalu sial.

  • Baru jalan sedikit dari rumah sudah terjebak macet, lepas dari kemacetan ngebut karena takut telat eh malah tabrakan, masuk rumah sakit, tak ditangani dengan baik karena rumah sakitnya penuh, pindah rumah sakit ternyata rumah sakit tersebut tidak bekerjasama dengan asuransi kesehatannya sehingga harus membayar biaya pengobatan dari kocek sendiri. Begitu sembuh malah dipecat dari pekerjaan dan jadi pengangguran. Saat jadi pengangguran karena stres akhirnya terjebak jadi pemakai narkoba. Karena tuntutan kebutuhan coba-coba jadi pengedar dan akhirnya ketangkap polisi dan mendekam di penjara dengan  vonis yang berat.
  • Kok keliatannya hidupnya tak ada bahagianya bukan? Apapun yang dilakukannya selalu mengudang kesialan.

(5) Selalu ditolak.

  • Melamar kerja ditolak, melamar gadis tidak diterima, mengajukan proposal pekerjaan, ditolak, mengajukan kredit di bank tidak diterima karena dianggap tidak layak, mau meminjam uang ke orang lain tapi gak dikasih. Jualan tapi tak ada yang beli. Menawarkan jasa tapi tak ada konsumen yang berminat.

(6) Selalu kalah.

  • Ikut kompetisi apapun tak pernah menang. Ikut tes jadi PNS tidak lulus. Ikut tes jadi pegawai magang pun gagal. Coba-coba berbisnis tapi kalah bersaing dengan kompetitor. Coba-coba semua peluang, ikut kursus, pelatihan, diklat, rajin ikut seminar, tapi selalu kalah bersaing dengan orang lain.

(7) Selalu rugi dan kehilangan.

  • Berbisnis apapun selalu saja rugi sampai akhirnya bangkrut. Kerja dimanapun pasti ujung-ujungnya di PHK. Punya uang sedikit pasti selalu hilang, entah itu ditipu, dicopet, dicuri, dirampok atau raib begitu saja.
  • Beli hape baru, ketinggalan di suatu tempat. Beli mobil baru, diparkir di tempat yang aman malah digondol maling. Punya perhiasan emas kok malah dirampok. Punya uang sedikit kok malah dicopet.


(8) Kualitas hidupnya stagnan bahkan cenderung menurun.

  • Suka sakit-sakitan, suka marah-marah, suka galau, tak merasa bahagia, sedih berkepanjangan. Tidak punya isteri galau, begitu menikah malah tambah galau. Belum punya anak sedih, begitu diberi keturunan anak itu, nakalnya naudzubillah. Belum punya rumah hatinya susah, begitu punya rumah puyeng mikirin cicilannya yang gak sanggup bayar. Belum punya kendaraan sulit, begitu nyicil malah ditarik pembiayaan karena nunggak melulu. 

(9) Susah mendapatkan kepercayaan orang.

  • Mau bisnis susah dapat modal karena tidak dipercaya pihak bank atau pembiayaan. Mau menawarkan jasa tak ada yang mau pake jasanya. Di kantor tidak diserahi tanggung jawab apapun. Oleh tetangga sering diacuhkan dan tak dilibatkan dalam kegiatan apapun.

(10) Hidup dilimpahi penderitaan.

  • Punya badan tegap tapi ternyata digerogoti penyakit kronis. Punya isteri cantik tapi ternyata tidak setia. Punya anak cantik / gagah tapi salah pergaulan, entah kecanduan narkoba atau hamil di luar nikah. Punya harta yang banyak tapi ternyata uang dan harta tak bisa membeli kebahagiaan. Tak punya teman sejati karena yang mendekat yang hanya punya kepentingan. Punya jabatan bagus, tapi tanda tangan dimanfaatkan oleh anak buah sehingga terancam pidana. 
  • Apapun yang dipunyainya semuanya membawa bencana, membuatnya menderita sehingga hidupnya susah terus. Kesusahan datang beruntun dan penderitaan tiada akhir. Hidup seolah hanya berisi kesusahan, kesulitan, ujian, cobaan dan penderitaan.
terhambat rezeki

Apakah anda mengalami salah satu dari 10 gejala di atas?

  • Jika YA, artinya anda memang sedang terhambat rezekinya. Nah agar alirannya lancar anda harus INTROSPEKSI DIRI!
(1) CARI PENYEBABNYA.
  • Bekerja sama kerasnya hasilnya tetap sama/kurang
    • Mungkin karena anda kurang bisa mengatur keuangan, sehingga berapapun uang yang anda peroleh pasti habis.
    • Mungkin anda kurang bersyukur sehingga tak pernah merasa cukup. Anda selalu merasa kurang.
  • Selalu mengambil keputusan yang salah.
    • Mungkin anda selalu terburu-buru mengambil keputusan?
    • Mungkin anda tak mau mendengarkan masukan dari orang lain sehingga hanya keinginan anda sendirilah yang anda dengarkan. Padahal pertimbangan dari orang lain juga perlu.
  • Selalu berurusan dengan orang yang salah.
    • Mungkin anda terlalu gampang percaya pada orang lain, bahkan yang baru anda kenal sekalipun.
    • Mungkin anda tak mendengarkan nurani anda, yang memperingatkan adanya bahaya.
    • Mungkin anda selalu salah menilai orang karena kurang pengalaman?
  • Selalu sial.
    • Mungkin anda yang mengundang kesialan itu datang dalam hidup anda. (baca : seberapa beruntung dan sialkah rezeki anda).
    • Anda dipenuhi dengan sikap negatif sehingga bukannya keberuntungan yang menyertai anda tapi malah kesialan.
  • Selalu ditolak.
    • Mungkin kualitas anda berada jauh dibawah rata-rata.
    • Mungkin anda terlalu santai dan tidak berniat meningkatkan kualitas diri. Orang lain sekolah, kursus, diklat untuk memperbaiki diri, anda tidak demikian dengan alasan semua itu buang uang, padahal perbaikan diri itu investasi.
  • Selalu kalah.
    • Mungkin karena anda tak pernah serius mempersiapkan diri untuk menang. 
    • Mungkin anda terlalu gampang menyerah, sehingga tak memaksimalkan potensi terbaik anda.
    • Mungkin anda tidak fokus untuk menang tapi fokus kalah karena tak memiliki rasa percaya diri.
  • Selalu rugi dan kehilangan.
    • Mungkin karena anda termasuk orang yang ceroboh, tidak hati-hati, gampang diperdaya dan naif.
    • Mungkin karena anda kurang sedekah, sehingga Allah mengambil apa yang menjadi hak orang lain dalam harta kita.
    • Mungkin karena harta diperoleh dari cara yang haram dan merugikan orang lain. Easy come easy go.. mudah didapat, pun juga mudah raib.
  • Kualitas hidup stagnan cenderung menurun.
    • Mungkin anda tidak menjaga milik anda dengan baik. Badan tidak dijaga sehingga kena penyakit, harta tidak dijaga kehalalannya sehingga membawa kesulitan hidup, anak tak dididik dengan ilmu agama sehingga jadi liar.
    • Hidup anda berhias dosa dan maksiat. Punya mata dipakai untuk melihat yang haram, punya tubuh dipakai mengerjakan maksiat.
  • Susah mendapatkan kepercayaan orang.
    • Mungkin karena anda punya track record sebagai orang yang tak bisa dipercaya. Bila berjanji suka ingkar, diberi kepercayaan malah khianat, suka bohong, hidup dihiasi kepura-puraan.
  • Hidup dilimpahi penderitaan.
    • Mungkin karena hidup anda jauh dari jalan agama, melupakan Allah, tak pernah ibadah, atau sekalinya ibadah tak serius, bolong-bolong dipenuhi riya dan berharap pujian manusia.

(2) CARI SOLUSINYA.
  • Yang terkait dengan diri anda perbaiki !
  • Yang terkait dengan sesama manusia perbaiki!
  • Yang terkait dengan ibadah anda perbaiki !
  • Semua hal yang tertulis "mungkin" di atas, jika memang anda lakukan, benahi ! Tidak menunggu besok atau lusa, mulailah memperbaikinya sekarang juga.

(3) KONSISTEN
  • Jika anda lagi berproses menuju perbaikan, konsistenlah.
  • Ibadah yang mulai dibenahi teruslah tingkatkan, jika terasa mulai menurun kembalikan semangat anda. 
  • Perbaikan kualitas diri seperti pola pikir, sikap hidup, gaya hidup harus terus diupayakan. Teruslah memperbaiki diri, tak ada kata berhenti.
  • Fokuslah pada perbaikan diri, pada kebaikan, pada kemaslahatan dan kebermanfaatan diri. Terus pertahankan fokus anda, kalo perlu pake kacamata kuda agar tidak mencla mencle...!
  • Yang membuat seeorang berhasil bukan karena dia hebat dan terlahir sebagai juara tapi karena dia konsisten meningkatkan dirinya, meski peningkatan itu kecil saja. Begitupun ibadah. Bukan kuantitas ibadahnya yang perlu, tapi kualitasnya. Meskipun jumlahnya sedikit tapi dilakukan secara konsisten dan niatnya benar itu jauh lebih baik.
Selamat memperbaiki diri ! 

Wallahu alam

Waspadai Rasa Dendam, Itu Bisa Menghambat Rezeki Anda!

Tau gak kenapa rezeki kita terhambat? 

  • Karena kita yang menciptakan hambatan itu, kita sendiri yang menghambat rezeki mendekati kita, kita yang menghalangi rezeki masuk rumah kita. kalau kita berbicara fisika quantum, seperti energi yang berjalan mengitari kita dan akan mendekati atau masuk jika frekuensi yang kita pancarkan sama dengan frekuensi rezeki.
  • Pola pikir dan sikap yang kita tunjukkan dari hasil pola pikir itulah yang menentukan frekuensi yang kita pancarkan. Pola pikir yang positif akan menghasilkan sikap yang baik dan terpancarlah energi positif dari orang tersebut. 
  • Energi memang tak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. Jika anda berada di sekitar orang yang suka mengeluh, orang yang suka bohong, orang yang suka gosip, orang yang sombong kira-kira bagaimana perasaan anda. Anda pasti tak nyaman bukan? Karena kita punya hati nurani yang selalu mengarahkan kita pada kebaikan agar satu frekuensi dengan Zat yang Maha Agung, Pencipta alam ini. Begitulah mengapa sikap bisa memancar keluar dan mempengaruhi sekitarnya.
  • Sikap positif memancarkan perilaku yang baik dan menarik kebaikan di sekitarnya termasuk rezeki. Begitu juga sebaliknya sikap negatif memancarkan perilaku buruk dan menjauhkan rezeki. Padahal kita adalah umat terbaik yang diciptakan Allah untuk manusia seperti yang dipertegas dalam surah Al Imran ayat 110 berikut ini.
baca juga : 4 sikap yang paling sering kita lakukan yang ternyata menghambat rezeki.
umat terbaik

MEMELIHARA DENDAM.

  • Dendam adalah perasaan sakit hati dan terluka karena kelakuan orang lain dan ingin menuntut balas. Kita merasa terhina dengan sikap orang lain dan ingin melakukan hal yang sama buruknya supaya yang bersangkutan merasakan penderitaan yang sama. Ayo ngaku.. apa anda sering merasa dendam pada orang lain?
  • Waspadalah...jangan menyepelekan perasaan dendam dan jangan memelihara perasaan ini. Mungkin anda bilang, "enak banget kamu ngomong, bukan kamu yang ngerasain waktu dia nyakitin hatiku!". Silakan.. itu hak anda untuk tetap merasa sakit, tetap merasa terluka, terhina dan belum puas jika tak menuntut balas. Tapi saya ingatin ya... dendam menghalangi potensi rezeki anda. 
  • Mungkin anda bilang, "aku pendendam, tapi masih bisa sukses kok !". Kalo kata saya sih, kalo anda tidak pendendam pasti lebih sukses, lebih sehat, lebih tenang dan lebih bahagia.
  • Gimana ceritanya dendam bisa menghambat rezeki? Lha iyalah... karena anda FOKUS pada penderitaan yang anda rasakan, penderitaan yang disebabkan oleh orang lain. Anda bukannya sibuk untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup agar lebih sukses dan lebih bahagia, anda malah sibuk mengatur skenario buat balas dendam. Anda sibuk mendengarkan bisikan setan di telinga anda dan mulai menjalankan rencana untuk mencelakai dan melukai orang lain.
  • Jika orang lain juga terluka dan celaka, anda mendapatkan kepuasan dari situ. Lalu setelah pembalasan dendam itu terjadi, mungkin orang lain akan menyusun skenario yang sama kembali membalas dendam dan mencelakai kita juga. Begitu seterusnya... apa anda bisa hidup tenang karenanya??? Kalaupun yang bersangkutan tidak membalas, kita jadi diliputi prasangka buruk suatu ketika dia akan akan membalas dan mencelakai kita. Kita fokus pada hal itu terus menerus dan melemahkan semangat hidup kita. Ya... DENDAM ITU MELEMAHKAN..!!
  • Dendam memancarkan energi negatif, menjauhkan rezeki, menghalanginya masuk dalam rumah. Rezeki adalah energi positif yang hanya bisa bersenyawa dengan energi yang positif juga.


MENGELOLA DENDAM

  • Lalu bagaimana mengelola dendam, karena dasarnya kita adalah mahluk yang lemah yang kadang dikendalikan oleh emosi dan hawa nafsu?
(1) Orang lain boleh dendam, anda jangan ikutan.
  • Tidak semua kebaikan yang kita lakukan diterima baik oleh orang lain. Banyak yang justru sakit hati dengan kebaikan kita. Beberapa diantaranya merasa tersinggung dengan sikap kita yang sebenarnya tak dimaksudkan untuk menyakiti siapa-siapa. Orang lain boleh dendam tapi kita jangan sampai dendam pada orang lain
  • Maafkan kesalahan orang lain. Allah saja mudah memaafkan kesalahan hambaNya bahkan sebesar buih di lautan, masa' kita susah memaafkan kesalahan orang lain? Sementara kita juga belum tentu sempurna dan gudangnya salah? Sampai kapan kita akan memelihara dendam?
  • Allah menyukai orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, seperti yang dikemukakanNya dalam Surah Al Imran 133 - 134 berikut ini.
bersegera mohon ampun

(2) Orang lain menipu anda, jangan dendam.
  • Dunia ini penuh dengan beraneka rupa orang dan diantara mereka ada juga yang menarik keuntungan dengan merugikan orang lain. Mereka begitu putus asanya dengan rezeki halal dari Tuhannya sehingga memilih mencari rezeki dengan cara yang haram.
  • Jika kebetulan anda yang menjadi korban penipuan, silakan perjuangkan hak-hak anda tapi jangan dendam ! Maafkan dia, dan terima sisi positifnya. Anda jadi tahu bagaimana rasanya ditipu dan menjadi lebih berhati-hati memilih teman kepercayaan. Pengalaman ini akan melatih kepekaan anda, agar tak ditipu lagi. 
(3) Rekan bisnis tak jujur, putuskan !
  • Jika anda dimanfaatkan oleh rekan bisnis yang tak jujur, berhentilah menjadi rekannya. Putuskan kerjasama tapi jangan dendam. Lewat rekanan yang tidak jujur itu Allah mengajarkan anda untuk lebih selektif memilih rekan bisnis dan bangkit kembali. Pengalaman ini akan mengasah kemampuan anda mengenali rekan bisnis yang terpercaya.
(4) Tim yang anda bangun, mengkhianati anda, ikhlaskan !
  • Anda bersusah payah membangun team work, tapi ternyata mereka mengkhianati anda, ikhlaskan, tapi jangan dendam.
  • Anda jadi tahu bagaimana karakter mereka sebenarnya. Lebih baik anda tahu lebih awal bagaimana sifat mereka daripada anda terlanjur bekerjasama dengan orang yang tak bisa dipercaya. 
  • Lebih baik anda memulai dari awal dengan orang-orang yang bisa dipercaya dan siap susah senang bersama anda.
(5) Rival mencelakakan anda, hati-hatilah!
  • Persaingan dalam dunia bisnis atau pun dalam kehidupan sehari-hari adalah kenyataaan yang tak bisa dihindarkan. Rivalitas menjadi keharusan dimana orang berkompetisi untuk menang. Tapi ada pihak yang menghalalkan segala macam cara demi mencapai tujuannya.
  • Jika rival mencelakai anda, jagalah diri anda. Waspada itu perlu tapi tak perlu jadi paranoid dan tak usah mendendam. Hanya mereka yang memiliki karakter yang baik yang kesuksesannya berkah.


KESIMPULAN

  • Bukan orang lain, bukan rival, bukan rekan bisnis yang tak jujur, bukan team work yang khianat yang menghalangi potensi rezeki anda, melainkan perasaan dendam andalah yang menghambat rezeki anda.
  • Hidup itu harus fokus. Jika kita fokus pada hal-hal positif, mengerjakan hal-hal yang positif, mengelola perasaan secara positif maka hal-hal positif lah yang akan mendatangi kita. Ingatlah hukum tarik menarik. Yang baik akan menarik yang baik, begitu juga sebaliknya. Rezeki akan tertarik, kebahagiaan tertarik, ketenangan hidup didapatkan dan sebagainya.
  • Jika ingin rezeki anda lancar, kelola perasaan anda dengan baik ! Jauhi dendam..! Mulailah belajar memaafkan, kita saling membutuhkan satu sama lain, apalagi sesama muslim itu adalah saudara. Tak ada guna menyimpan dendam.
Wallahu alam...

6 Langkah Agar Tak Ditipu dan Rezeki Melayang !

Penipu merajalela..

  • Baru-baru saya baca di media online jika seorang penipu kartu kredit ditangkap polisi setelah berhasil mengibuli banyak orang di Jakarta dan Bandung. Modusnya berpura-pura untuk menaikkan limit kartu kredit seseorang kemudian mengambil kartu kredit korban beserta identitasnya kemudian menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Data-data korban dibeli secara online seharga 800 ribu. Begitu gampangnya mendapatkan data-data nasabah bank pengguna kartu kredit di internet?
  • Bukan hal yang baru bagi saya pribadi menerima telepon dari seseorang yang menyatakan diri dari salah satu bank di mana saya menjadi nasabahnya dan memiliki kartu kredit bank tersebut. Mereka menelepon bukan dengan nomor telepon resmi bank yang bersangkutan. Mereka akhir-akhir ini juga menelepon dari handphone dengan menggunakan SIM card prabayar dengan mengajukan segala macam penawaran, termasuk asuransi dan selalu dikait-kaitkan dengan bank di mana saya menjadi nasabahnya. Telepon yang sangat mengganggu karena mereka menelepon di saat jam kerja dan jika tak diangkat akan terus menerus menelepon. 
  • Pernah juga saat berada di mesin ATM, seorang lelaki paruh baya mendekati dan mengatakan kalau dia ingin mentransfer uang kepada seseorang Rp. 200.000 tapi tidak memiliki saldo senilai tersebut dan meminta tolong kepada saya untuk mentransferkannya, sambil memperlihatkan 2 lembar uang 100-an ribu. Sebelumnya saya pernah mengalami peristiwa yang sama, juga di mesin ATM bank lain, tapi karena saat itu saya sedang terburu-buru sehingga tidak meladeni bapak tua yang ingin mengirinkan uang 100 ribu pada seseorang tersebut dan menyuruhnya minta tolong pada orang lain. Karena ini yang kedua kali saya menemukan cara minta tolong yang "mirip", rasa ingin tahu membuat saya mewawancarai bapak tersebut. Awalnya dia menjelaskan kalau saldonya tak mencukupi dan minta tolong agar saya mengirim uang 200 ribu rupiah kepada nomor rekening yang ada di secarik kertas lusuh. Kemudian saya tanya apakah rekening itu di BCA (kebetulan saya hendak menggunakan ATM BCA), kemudian bapak itu menjawab ya dan spontan mengatakan "berapapun biaya transfernya akan saya bayar." Saya sudah mencium ada yang tak beres pada bapak tersebut, karena setahu saya transfer antar bank yang sama tidak ada biayanya atau jumlahnya tak besar, 10 atau 15 ribu. Tapi bapak itu sangat ingin saya segera mentransfer uang sampai siap menanggung berapapun biayanya. Bukannya memasukkan kartu ke ATM saya malah bertanya lagi, bapak itu dari mana? Dia menjawab dari Jakarta. Kemudian saya tanya lagi bapak itu kerjanya apa. Dengan nada menggumam yang tak jelas bapak itu bilang kalu dia dari MABES POLRI (dengan nada mengintimidasi). Bukannya menjelaskan pekerjaannya, malah menyebut sebuah tempat dengan harapan saya takut. Tinggi badan saya 160 cm dan bapak tersebut lebih pendek dari saya dan kelihatan sudah tua, jadi saya tidak percaya kalo dia polisi, apalagi ditambah dengan sikap tubuh yang salah tingkah karena tahu saya menyeledikinya. Saya semakin mencium ada yang tak beres dengan orang ini dan memilih meninggalkannya untuk menunaikan shalat magrib dan memintanya minta tolong pada orang di belakang kami.
  • Saya tidak mengatakan mereka penipu, tapi cara-cara menjual dengan memaksa dan menelepon terus menerus apalagi mengatasnamakan salah satu bank, salah satu institusi resmi, itu tidak benar. Belum lagi praktek minta tolong yang ujung-ujungnya malah menghipnotis dan menguras semua isi ATM kita, entah dengan transfer ke nomor rekening yang ditunjukkannya atau tarik tunai. Menolong orang itu bagus, tapi tak berarti kita harus mengurangi kewaspadaan kita.  Kita harus berhati-hati dengan praktek-praktek ilegal dari orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Langkah agar tak ditipu orang.

Berikut ini beberapa langkah-langkah yang bisa diamalkan agar tak ditipu orang.

(1) Jangan sekali-kali menipu orang.
  • Apa yang kita tanam itu yang kita tuai, jika kita sering menipu orang maka cepat atau lambat kitapun akan tertipu. Jangan suka mmebohongi orang lain karena kita pun nantinya akan merasakan sakitnya dibohongi.
  • Memang tak ada manusia yang sempurna, tapi kitalah yang mengontrol diri dan lidah kita. Berkatalah yang baik atau diam.
ditipu

(2) Baca doa saat keluar dari rumah.
  • Doa adalah pengharapan agar langkah kita saat berada di luar senantiasa di mudahkan dan dilindungi Allah. Doa adalah penyerahan mutlak  diri kita pada ketentuan Allah. Jadi dengan berdoa kita berharap Allah yang mengambil alih urusan kita dengan kekuasaanNya sehingga kita selalu menemui hal-hal yang baik-baik saja di luar sana.
  • Bacaan doa jika keluar rumah :

3. Waspada tapi tak perlu paranoid.
  • Tak semua orang yang kita temui itu orang baik api juga tak semua yang kita jumpai itu orang jahat dan ingin mencelakakan kita. Yang harus kita lakukan adalah tetap waspada dengan kondisi sekitar kita. Jangan biarkan pikiran kita kosong, banyak ngelamun. Jika tak ada yang bisa dikerjakan, ingat Allah, berzikirlah, atau baca Al Quran, sehingga perlindungan Allah senantiasa menyertai anda. Orang gampang dihipnotis karena pikirannya sedang kosong, sehingga gampang dipengaruhi.
baca : doa dan zikir keberlimpahan rezeki.
  • Tak perlu paranoid dan jadi takut keluar rumah dan ketemu orang baru. Karena itu akan menghambat rezeki, bukankah rezeki bisa datang lewat tangan orang lain juga?

4. Percayai hati nurani.
  • Hati nurani tak pernah berbohong dan tak akan mencelakakan kita jika kita betul-betul mendengarkannya. Seperti pengalaman saya di atas. Saya merasa ada yang tak beres dengan bapak tersebut, nurani saya berkata untuk menghindarinya dan segera pergi dari situ. Dan saya mendengarkannya. Memang belum tentu bapak itu penipu, tapi membaca beberapa pengalaman orang-orang yang berhasil ditipu di mesin ATM dengan modus operandi yang sama dan harus kehilangan uang karena tak sadar akibat pengaruh hipnotis, tak ada salahnya waspada. Mereka ini sengaja meminta tolong pada wanita karena konon wanita lebih gampang kasihan dan lebih gampang dipengaruhi. Setelah korban memasukkan kartu ATM ke mesin, dan menekan tombol transfer, bukannya mengetik jumlah uang Rp. 200.000 seperti pada contoh di atas, tapi malah mengetik jumlah yang lebih banyak 2.000.000 atau lebih sesuai dengan instruksi yang diberikan si penghipnotis. Dan melayanglah uangnya kepada rekening si penipu tanpa disadarinya.
  • Percayai hati nurani, karena hati nurani taka akan menjerumuskan kita.

5. Jangan anggap enteng azan.
  • Mungkin kita kebiasaan shalat di akhir waktu dan menganggap enteng panggilan Allah melalui azan. Jika anda hendak keluar rumah, sementara azan berkumandang, lebih baik shalat dulu baru keluar rumah.
  • Banyak pengalaman orang yang celaka, terjebak macet, mengalami kesialan di luar rumah karena mengabaikan panggilan Allah. Seolah-olah kita menganggap urusan kita di luar rumah itu jauh lebih penting daripada Allah. Akhirnya Allah memperlihatkan bahwa apa yang kita kejar itu hanya kesia-siaan belaka. Dan jika Dia mau Dia terlalu Maha Kuasa untuk menunjukkannya kepada kita.
  • Seperti pada kasus saya di atas, Azan magrib sudah berkumandang dan saya ingin menunaikan shalat magrib tapi terlebih dahulu singgah sejenak di mesin ATM. Nurani menarik kesadaran saya kembali, untuk segera menunaikan shalat magrib dan meninggalkan ATM.

6. Beli keberuntungan Anda !
  • Kalau sering ditipu bukankah itu kesialan? Beli keberuntungan anda dengan sedekah. Jangan pelit, jangan kikir, jangan menahan rezeki untuk diri sendiri. Karena dalam rezeki kita ada hak orang lain di situ, hak para fakir miskin, anak yatim, orang yang sedang dalam kesempitan. Bagaimanapun caranya bagian mereka akan keluar juga. Jika tak kita sedekahkan maka uang itu akan keluar lewat cara yang lainnya, entah itu dicuri, digondol maling, ditipu orang atau bahkan digunakan untuk membayar kesembuhan kita karena sakit yang berkepanjangan.
  • Tahukah anda bahwa kesialan itu tidak datang dengan sendirinya, kesialan itu diciptakan dan kitalah yang mengundang kesialan masuk dalam hidup kita.
baca : betulkah sial bisa dibuang?
Itulah 6 langkah agar kita tak ditipu orang. Mudah-mudahan bermanfaat.

Wallahu alam...

Followers

Pages

About Me

My photo

Saya  apa adanya, senang baca buku, mikir, nulis dan berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Harapan saya sih  ilmu yang sedikit itu bermanfaat, setidaknya untuk saya sendiri. Saya juga menulis blog pribadi lancarrezeki.blogspot.com, berbagidanjadikaya.blogspot.com catatanngocol.blogspot.com, hanya-love.blogspot.com dan belajarlewatquotes.blogspot.com