Renungan Rezeki, Waspadai 17 Pintu Masuk Setan

Hubungan dosa dan rezeki.

  • Mengapa rezeki kita macet? Karena hidup kita berlimpah dosa. Dosa itu ibarat kotoran yang melekat pada badan. Kotoran bisa membawa penyakit, membuat badan bau sehingga dijauhi orang. Dosa pun juga sama. Jika anda membiarkan dosa menjadi pelengkap hari-hari anda alias tiada hari tanpa dosa, yakinlah bahwa tubuh anda akan dihinggapi penyakit hati diantaranya lupa mengingat mati, menunda-nunda taubat dan tak pernah merasa cukup rezekinya.

setan

Hubungan dosa dan setan.

  • Siapa musuh terbesar manusia? Pastilah setan. Setan memang sengaja menggoda manusia agar membangkang perintah Allah, sehingga manusia terjerumus dalam dosa. Kenapa kok dia mesti repot-repot menggoda manusia? Karena itu sudah perjanjiannya dengan Allah saat terusir dari surga karena menjerumuskan Adam, nenek moyang manusia ke dalam dosa. Allah memastikan setan yang sombong menjadi penghuni neraka paling dalam. Setan menerima keputusan Allah tersebut dengan permohonan agar dapat menjerumuskan manusia ke lembah dosa dan menemaninya masuk neraka.
  • Kelebihan setan adalah dia bisa melihat kita sementara kita tak bisa melihat mereka. Sehingga kita pun tak merasa kalau setan memperdaya kita lewat bisikan dan rayuannya.
  • Apa manusia harus pasrah saja jadi bulan-bulanan setan? Tentu tidak. Manusia harus melawan setan dengan pikiran dan kekuatannya.


17 pintu masuk setan.

1. Kebodohan (aj jahlu).
  • Ilmu membuat kita jadi terpandang, memahami mana yang baik dan mana yang benar, mana jalan lurus dan mana jalan yang salah. Jika kita tak berilmu mudah sekali setan memperdaya kita. Hanya orang berilmu lah yang kemudian memiliki iman, hanya berharap dan bergantung pada Allah yang akhirnya jadi berani mengangkat senjata melawan setan.
  • Setan termasuk iblis sangat takut pada orang berilmu.

2. Marah (ag gadhab)
  • Marah itu emosi negatif yang muncul dalam diri manusia. Kenapa kita harus marah? Karena hawa nafsu memerintahkan kita untuk marah. Manusia itu tak seperti malaikat yang tugasnya hanya beribadah kepada Allah sepanjang hidupnya. Manusia memiliki hawa nafsu yang gampang dipergunakan setan untuk menjerat manusia dalam dosa. Salah satunya lewat amarah. Setan menunggangi pikirannya, menusuk-nusuk hatinya dan mulailah keluar kata-kata setan yang kasar dari mulutnya.

3. Cinta dunia (hubbud dunya)
  • Dunia itu hanya tempat main-main yang sebentar. Tapi banyak manusia yang terlena menganggap dunia itu tujuan dan melakukan segala macam cara untuk meraih dunia. Kecintaannya pada dunia jauh lebih besar dari kecintaannya pada Allah Pemilik Dunia. Kenapa? Karena setan telah menutup mata hatinya untuk melihat cahaya kebenaran dan menggunakan hidupnya untuk berfoya-foya, bersibuk-sibuk mengejar dan menikmati keindahan dunia.  

4. Panjang angan-angan (thulul amal)
  • Panjang angan dikaitkan dengan keinginan kosong. Hanya sebuah lamunan dan anggapan keliru tentang masa depan. Bermimpi untuk menjadi sukses, berhasil, dihormati tapi tak melakukan apapun untuk mimpi itu. Setan membisikkan dalam dirinya agar terus bermalas-malasan dan tak perlu berbuat sesuatu untuk mimpinya, karena mimpi itu akan terasa lebih indah jika terus hanya dalam mimpi.

5. Tamak (al hirshu)
  • Tidak ada yang lebuh rakus daripada setan, dia makan segalanya. Dan dia senang jika manusia juga menjadi rakus. Karena kerakusan akan menutup hatinya dari kebenaran. Yang paling penting adalah tujuannya tercapai. Tamak membuat manusia tak pernah puas dan tak ingat bersyukur, karena ia terus mengambil tanpa pernah memberi. 
  • Lihat kerakusan manusia atas alam ini, mengeksploitasinya sampai terjadi kerusakan dan bencana alam di mana-mana. Penebangan hutan mengakibatkan banjir dan tanah longsor, pembakaran hutan yang tak terkendali menyebabkan kabut asap. Manusia sengaja merusak alam karena ketamakannya. Kita sengsara sementara setan bertepuk tangan.

6. Pelit (al bukhlu)
  • Setan menakut-nakuti kita dengan kemiskinan, itu sebabnya dia selalu manahan tangan kita untuk memberi atau berbagi dengan orang lain. Bisikannya di kepala kita membuat kita jadi enggan untuk menafkahkan sebagaian rezeki, karena bukan keberlimpahan tapi bayangan kekurangan yang ditampakkan setan di benak kita

7. Sombong (al kibru)
  • Kenapa setan terusir dari surga yang serba nyaman? Karena dia sombong pada Adam dan merasa dirinya lebih tinggi derajatnya karena terbuat dari cahaya dibanding Adam yang terbuat dari tanah yang kotor.
  • Karena sifat ini milik setan, dia sudah tahu betul bagaimana mewujudkan rasa sombong itu dalam dada manusia. Mengapa banyak orang yang suka meremehkan sesama? Karena setan telah meniup kesobongan dalam hatinya.

8. Gila pujian (hubbul mad'hu)
  • Adalah fitrah manusia yang senang dipuji tapi hati-hati jangan sampai gila pujian. Gila pujian itu artinya dia berbuat apapun (bahkan beribadah) tujuaannya semata-mata untuk mendapatkan pujian manusia. Dan jika pujian itu tak ia dapatkan maka ia akan marah dan mencak-mencak. Di sinilah peranan setan masuk dalam aliran darah manusia dan menjadikannya cenderung gila pujian, agar semua amal baik dan pencapaiannya itu sia-sia.

9. Suka pamer (ar riyaa'u)
  • Pamer dilakukan oleh mereka yang merasa diri punya kelebihan oleh orang lain. Orang yang suka pamer adalah orang yang sangat rendah kepercayaan dirinya sehingga butuh pamer untuk memdapatkan pengakuan orang lain. (baca : kenapa orag suka pamer). Setan masuk di hati mereka yang suka memamerkan diri dengan tujuan mendapatkan pujian dari manusia. Karena secara tidak sadar manusia telah melakukan syirik dengan berharap lebih pada sesama manusia daripada pada Allah, Pencipta Manusia. Dan itu ganjarannya cuma satu dosanya tak diampuni dan di lempar ke dalam neraka.

10. Bangga diri (al ujubu)
  • Bangga atas pencapaian diri itu tak perlu. Kenapa? Karena apapun yang terjadi dalam hidup kita, termasuk pencapaian dan prestasi penting itu terjadi atas izin Allah. Biar kata kita sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya jika takdir Allah mengatakan kita harus kalah, maka tak ada yang bisa mencegahNya.
  • Di sinilah peranan setan yang membuat kita berpikir seolah-olah kita ini hebat dan jauh lebih berharga dibanding manusia lain. Kekayaan, pangkat, jabatan, kemenangan membuat kita jadi bangga padahal itu tidak ada apa-apanya di hadapan Allah.

11. Panik dan galau (al jaza'u wal hala'u)
  • Panik membuat kita tak dapat berpikir jernih, setan masuk dan membuat kita mengambil keputusan yang salah dan terjerumus dalam dosa. Orang yang berpikir jernih kan bisa tetap tenang dan bisa memikirkan langkah-langkah yang baik serta tak lupa memohon pertolongan Allah lewat doa-doa yang dipanjatkan. Sementara orang yang grasa grusu karena panik boro-boro ingat Allah, udah untung kalo masih bisa mikir. Karena panik kadang bikin orang jadi bingung, tak tau mau buat apa. Setan bikin pikiran jadi lumpuh.
  • Begitu juga dengan galau. 

12. Menuruti nafsu (ittiba'ul hawa)
  • Manusia diciptakan sudah include alias satu paket dengan hawa nafsu. Tapi manusia itu memiliki nurani yang selalu menuntun manusia untuk menuruti fitrahnya sebagai mahluk ciptaan Allah, yang bersedia mengikuti perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Tapi di sisi lain nafsu juga menarik manusia agar bersedia mengikuti langkah-langkah setan yang keliatan lebih menarik dan lebih asik. Akhirnya jadilah mereka budak nafsu alias budak setan.

13. Prasangka buruk (su'udzan)
  • Allah selalu menanamkan dalam diri manusia perasaan takut, was-was sesuatu yang buruk akan terjadi. Rasa takut diciptakan oleh Allah sebagaimana mekanisme pertahanan diri, agar kita bisa waspada terhadap ancaman yang membahayakan diri. Tapi jika was-was sudah parah dan mulai menghiasi hidup dengan prasangka buruk yang dibisikkan setan di telinga kita membuat hidup tak punya harapan dan selalu dikecam ketakutan dan kegelisahan.
  • Hidupnya bisa sengsara, rezekinya menjauh dan bisa-bisa terjatuh dalam lembah dosa seperti mencari jalan pintas lewat dukun, lewat benda-benda dan tempat keramat atau malah mengakhiri hidup secara tragis (bunuh diri).

14. Merendahkan orang Islam (ihtiqarul muslim).
  • Banyak muslim yang tidak menganggap muslim lainnya sebagai saudara, melainkan melihat dan menilainya sesuai tingkat kehidupannya di masyarakat. Kalau kaya, punya pengaruh, punya jabatan dan pangkat maka dia dipandang tinggi di matanya meskipun akhlaknya tak betul. Tapi jika dia miskin, tak punya jabatan dilihatnya tak ubah seperti keset kaki saja. Setan menimbulkan perasaan itu dalam hatinya.

15. Meremehkan dosa (ihtiqaruz dzunub).
  • Banyak yang menganggap enteng dosa-dosa kecil. Padahal dosa-dosa kecil itu kalau dikerjakan terus menerus lama kelamaan akan menumpuk dan menjadi dosa besar. Apalagi jika tak ingat taubat.
  • Setan membuatnya terlena dan tak membuatnya berpikir untuk mengabaikan dosa itu, toh hanya dosa kecil.

16. Merasa aman dari ancaman Allah (Al amnu min makrillah).
  • Banyak yang lupa diri dan terus berbuat dosa seolah diri merasa aman dari ancaman nerakanya Allah. Kenapa? Setan sudah masuk bertahta di hatinya dan menjadikannya cenderung berbuat jahat dan maksiat.
  • Setan membuatnya berpikir bahwa ancaman Allah masih lama.. padahal waktu terus berjalan. Siapa bisa menjamin umur seseorang? Apa masih bisa hidup sampai esok hari? 

17. Pesimis dari rahmat Allah. (Al qunuth min rahmatillah).
  • Setan bakalan tertawa-tawa melihat manusia para korbannya jadi pesimis atas rahmat Allah. Setan membuatnya merasa sudah terlambat untuk taubat karena dosanya sudah terlalu banyak. Pesimis sudah mulai merasukinya, akhirnya dia jadi pendosa abadi dan tak ingat taubat meski umur terus berkurang dan waktu menuju liang lahat semakin dekat.


Cara menghindari godaan setan.


  • Begitu dahsyatnya godaan setan ini sehingga manusia harus punya tips dan trik sendiri untuk mengakalinya. Tak mungkin kita menghindari untuk digoda, karena memang sudah tugasnya setan begitu. Tapi kita harusnya jauh lebih pandai dari setan. Harusnya kita bisa memilih. Digoda itu sudah pasti tapi mengikuti godaan itu pilihan. Sama seperti seorang gadis cantik dan sexy yang menggoda seorang lelaki. Di goda itu memang sudah pasti dan sudah kejadian karena sang gadis berdiri di depannya, tapi mengikuti kemauan si gadis untuk berbuat dosa itu pilihan. Lalu bagaimana bisa selamat jika setan terus menggoda kita untuk berbuat dosa dan maksiat? 
Ada 3 cara yang bisa kita ingat saat setan mulai menggoda dan diri siap melakukan dosa. Yaitu :


(1) ingat mati
  • Ingatlah bahwa waktu kontrak kita di dunia ini terus berkurang. Apakah kita akan menghabiskan sisa kontrak tersebut dengan mengikuti hawa nafsu dan mengikuti anjuran setan yang sesat? Sudah yakinkah kita dengan tabungan amal ibadah sudah cukup untuk diperhadapkan di hadapan Allah. Yakinkah kita selamat dari siksaNya.
  • Mati membuat kita sadar bahwa kita tak hidup terus. Dunia ini hanya tempat mengumpulkan tabungan amal, tempat transit dan bukan tujuan akhir.

(2) ingat kalau Allah melihat.
  • Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat perbuatan kita. Apakah kita tak malu, hidup di bumi Allah, makan dari makanan yang ditumbuhkan olehNya, minum dari air yang disediakanNya, bernafas dari oksigen yang diberiNya, merasa hangat dengan matahariNya, tapi terus melakukan kemaksiatan di depanNya?
  • Ingat kalau Allah melihat adalah benteng yang paling besar bagi kita untuk melawan godaan setan.

(3) ingat kalau malaikat mencatat.
  • Ada 2 malaikat yang ditugaskan Allah untuk mencatat amalan kita, baik yang buruk ataupun yang baik. Catatan amal itu nantinya akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak. Apapun yang kita lakukan, meski secara sembuyi-sembunyi tetap dicatat. 
  • Saat mulai tergoda ajakan setan untuk bermaksiat ingat kalau malaikat siap mencatatnya dan itu bisa menambah berat timbangan amal keburukan kita yang membuat kita jadi calon penghuni neraka. Naudzubillahi min dzalik.
Semoga kita semua jadi insan yang senantiasa bisa menjaga diri dari godaan setan yang dirajam. Wallahu alam..

Waspada ! Bisa Jadi Kita Membuat Rezeki Kita Tak Bermanfaat / Sia-Sia

Rezeki Allah itu banyak dan luas.



rezeki


Rezeki yang tak bermanfaat.

  • Adakah rezeki yang tak bermanfaat? Tentu saja, jika rezeki itu tak memberi perbaikan kualitas hidup bagi pemiliknya dan orang-orang di sekitarnya. Seperti :

# 1. Ilmu yang tak diamalkan.
  • Ilmu itu rezeki. Ilmu yang membuat seseorang derajatnya lebih tinggi dibanding yang lain. Tapi jika ilmu hanya sebatas di kepala, hanya sebatas tahu saja, tidak diamalkan sehingga mempengaruhi kehidupan menjadi lebih baik dan tidak disebarkan untuk membuat orang lainpun menerima manfaatnya maka ilmu kita jadi rezeki yang sia-sia. Hanya diberi, hanya dimiliki tapi rezeki itu tak bermanfaat, minimal bermanfaat buat si empunya ilmu.

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S. Al Mujaadilah : 11)

Dan sesungguhnya kalau mereka MENGAMALKAN pelajaran yang diberikan pada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka) (Q.S. An Nisa : 66)

#2. Amal yang tak ikhlas dan tak sesuai contoh Rasulullah SAW.

  • Kemampuan untuk melakukan amal saleh itu rezeki. Karena tak semua orang dikaruniai keinginan dan kemampuan untuk beramal.
  • Ada yang ingin beramal, misalnya sedekah banyak-banyak tapi tak diberi kemampuan karena dia miskin dan hartanya kurang. Ada yang mampu beramal tapi tak ingin melakukannya seperti orang kaya yang enggan sedekah atau tak berniat mengunjungi baitullah di Mekkah lewat ibadah haji atau umrah.
  • Ada lagi yang mampu dan ingin beramal tapi amalnya diniatkan agar jadi terpuji di mata manusia, riya mengotori amalnya, tak ada keikhlasan di hatinya
  • Kemampuan dan keinginan beramal itu rezeki, tapi jadi tak bermanfaat jika tak diiringi keikhlasan disertai dengan modifikasi sesuka hati yang tak pernah dicontohkan Rasulullah. Rasulullah mengingatkan agar meninggalkan segala perkara ibadah yang tidak ada contoh dan tuntunannya dari beliau.

Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang murni dan hanya mengharap ridha Allah (H.R. Abu Daud dan Nasa'i).

Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada urusannya dari kami maka amalan itu tertolak (H.R. Muslim)

# 3. Harta yang tak diinfakkan.

  • Beruntunglah orang-orang yang diberi rezeki berupa harta benda yang banyak, karena peluang untuk beramal saleh jauh lebih besar dibanding mereka yang papa. Tapi rezeki itu menjadi tak bermanfaat jika ditahan dan tidak diinfakkan di jalan Allah SWT. Harusnya kita tanya kenapa Allah memberi kita rezeki berlebih? Agar kita bisa membagi rezeki itu pada orang lain. Bukannya mengurangi harta kita tapi memberi apa yang menjadi hak atau rezeki orang lain yang dititipkan ke tangan kita.
  • Semua rezeki berasal dari Allah, dan rezeki yang diinfakkan demi mendapat ridha Allah SWT akan kembali kepada kita sebagi bentuk kecintaanNya.
Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, dan Allah tidak akan menambah bagi seseorang yang suka memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seorang yang merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya.  (H.R. Muslim) 

#4. Hati yang kosong dari mencintai Allah dan tak rindu ingin bertemu denganNya
  • Perasaan dekat pada Allah itu juga rezeki, karena itu tumbuh dari perasaan butuh padaNya, rindu kasih sayangnya dan tak semuanya orang diberi perasaan ini. Kebanyakan manusia itu lalai mengingat Allah dan kufur nikmat. Ingat Allah hanya pada saat susah saja. Diberi rezeki hati dan akal tapi tak dipakai untuk mengingat Allah.


# 5. Badan sehat tapi tak digunakan untuk taat pada Allah.
  • Punya badan sehat tapi lebih banyak dipakai maksiat dan berbuat dosa. Tangan dipakai mencuri, mata untuk melihat yang haram, mulut digunakan untuk dusta, telinga untuk mendengar keburukan, kaki dipakai berjalan ke tempat-tempat maksiat dan sebagainya. Manusia lupa untuk apa dia diciptakan


# 6. Cinta yang tak diikat keridhaan yang dicintai. 
  • Cinta yang tak diikuti perasaan taat menjalani perintahNya. Padahal manusia diberi rasa cinta agar dapat menyebarkan kasih sayang di dunia dengan rasa cinta yang tumbuh di hatinya. 
  • Pokok dari tauhid adalah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Artinya tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan menyempurnakan kecintaan kepada Rabb-nya dan menyerahkan semua unsur kecintaan kepadaNya dengan menjadikan kecintaan kepada hamba mengikuti kecintaan kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Taala berfirman pada hari kiamat kelak, " Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan KU? Hari ini Aku naungi mereka dalam naungan KU, dimana tidak ada nanugan pada hari ini selain naunganKU. (H.R.Muslim)


# 7. Waktu yang habis sia-sia tanpa mengerjakan amal saleh. 
  • Waktunya dibiarkan berlalu begitu saja, kosong dari kebaikan. Padahal waktu itu adalah rezeki yang paling besar yang diberi Allah pada kita. Umur yang diberi itu adalah waktu yang harus kita manfaatkan untuk membekali diri agar selamat di akhirat nanti. 
  • Begitu pentingnya soal waktu sampai Allah pun bersumpah mengatasnamakan waktu dalam surah Al Isra, "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.....". Waktu yang diberi bukanlah untuk dibiarkan berlalu begitu saja. Tapi untuk dimanfaatkan diisi dengan ibadah dan amal saleh. Karena kata lagu Opick " bila waktu tlah berhenti teman sejati tinggallah amal.." Jika kematian telah menjemput dan kita telah terbaring di kuburan yang sunyi dan sempit, maka tak ada yang menemani kecuali amal.

# 8. Pikiran yang dipenuhi hal-hal yang tak bermanfaat.

  • Mengapa Allah memberi kita pikiran? Agar bisa memikirkan hakikat penciptaan kita dan memikirkan kebesaran Allah lewat ciptaanNya. Jangan pikiran dipenuhi hal-hal salah, hal-hal yang merugikan banyak orang, hal-hal yang mendustakan Allah. Pikiran diberi agar bisa membantu mengarahkan hati kita ke jalan yang benar.
  • Tak ada orang yang tak pernah berpikir salah, karena itulah fitrah manusia yang lemah. Tapi jangan sampai pikiran salah itu menguasai kita, bukan sebaliknya. Karena serugi-rugi manusia adalah mereka yang menggunakan pikirannya untuk memikirkan hal-hal yang salah dan tak memberi manfaat. Memikirkan bagaimana caranya menipu orang lewat sms. Memikirkan bagaimana caranya mark up anggaran. Memikirkan bagaimana caranya menyelundupkan narkoba dan barang ilegal lainnya.

# 9. Punya banyak kawan tapi tak ada yang taat pada Allah.


  • Kawan itu adalah rezeki. Tak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Pasti butuh orang lain. Jika teman kita banyak tapi tak ada yang suka beribadah dan semuanya doyan maksiat maka kita juga akan ikut terbawa-bawa melakukan dosa dan berkawan akrab dengan setan.
  • Merasa gaul karena punya banyak teman. Tapi kebanyakan teman itu tak memberi manfaat karena selalu mengajak berbuat dosa. Sia-sia saja jika kita diberi rezeki banyak kawan tapi semuanya ahli maksiat. Opick menyanyikan lagu tentang obat hati ada lima perkara, salah satu diantaranya adalah berkumpullah dengan orang saleh bukan orang salah, agar kita ketularan salehnya dan gak ketularan salahnya.

#10. Rasa takut yang berlebihan pada sesuatu yang tak memberikan manfaat dan tak juga memberikan mudharat.

  • Suka nonton film horor? (Kan lagi ngetrend di bioskop-bioskop) membuat kita jadi suka ketakutan sendiri. Padahal ketakutan itu tidak lahir begitu saja, itu diciptakan oleh pikiran kita dengan bantuan imajinasi. Kita suka curigaan setiap lewat tempat-tempat tertentu. Lihat pohon lebat langsung curiga kalau ada penunggunya. Lewat kuburan bukannya masuk, ikut mendoakan para ahli kubur malah langsung lari terbirit-birit. Lihat sesuatu yang aneh bin ajaib langsung timbul ketakutan dalam jiwanya. Padahl semua itu benda-benda yang tidak memberikan manfaat dan tak juga memberikan mudharat.
  • Takutlah hanya pada Allah dan siksaNya di Hari Perhitungan kelak. Lebih baik takut pada siksa kubur dan ancaman neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu itu, sehingga betul-betul mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya di dunia ini.
Waspadalah....Jangan sampai rezeki kita hanyalah kesia-siaan belaka dan tak memberi manfaat pada kita apalagi pada orang lain. Jika ingin rezeki kita bermanfaat lakukan kebalikan 10 hal di atas.
Wallahu alam..

Mungkinkah Kita Salah Fokus Rezeki?

Rezeki Allah itu luas.

  • Rezeki Allah tidak hanya harta atau berupa uang saja. Tapi makna rezeki itu sangat luas. Silakan baca kembali makna rezeki dan hakikat rezeki yang pernah saya tulis di blog ini. Sebenarnya rezeki kita itu banyak, hanya kadang kita terlalu bodoh untuk melihatnya. Kita fokus pada kekurangan kita. Kurang duit, kurang harta, kurang pintar, kurang sukses sehingga membuat kita jadi kufur nikmat dan lupa bersyukur. Karena fokus kita bukan pada keberlimpahan tapi pada kekurangan. Perasaan berkelimpahan itu menarik rezeki. Ia ibarat magnet yang menarik rezeki dimanapun kita berada. Jadi hitunglah rezekimu dan berhenti mengeluh!
fokus rezeki

Fokus rezeki

  • Mengapa saya menggaris bawahi untuk memfokuskan rezeki pada tulisan ini? Karena bisa saja kita salah fokus sehingga merasa hidup tak begitu bersahabat dengan kita, merasa galau, merasa rezeki tak berpihak pada kita. Padahal kasih sayang Allah begitu besar.
  • Kalau boleh meminjam istilah Emha Ainun Najib kita terlalu fokus pada bungkusnya daripada isinya.
(1) Rumah yang indah hanya bungkus.
  • Kita mungkin bersedih karena belum diberi rezeki rumah. Selama ini kita hidup numpang sama orangtua / mertua, numpang sama keluarga, numpang sama sodara. Atau sekian lama hidup di kontrakan atau kos-kosan yang sempit.
  • Tahukah kalau kita salah fokus rezeki? Kita fokus pada rumah sebagai benda. Kita menganggap diri sukses dan berezeki baik saat sudah punya rumah sendiri, yang indah, yang nyaman. (baca : ciri-ciri rumah berezeki baik)
  • Padahal kita melupakan rezeki yang lain yang diberi Allah, yaitu keluarga yang bahagia. Meski hidup numpang sama orang lain, kos atau hidup di kontrakan yang sempit tapi keluarga kita bahagia. Mereka ikhlas hidup susah senang bersama kita. Isteri solehah setia mendampingi dan tak pernah mengeluh. Anak-anak soleh/solehah tumbuh sehat dan menjadi aset yang kelak akan menjadi amal jariyah kita. 
  • Kita merasa sedih dan tak bersyukur karena kita salah fokus. Kita fokus pada bungkusnya daripada isinya. Buat apa rumah megah bak istana tapi isteri minggat dengan lelaki lain dan anak-anak rusak tak bisa diatur?

(2) Pesta perkawinan hanya bungkus.
  • Bagi anda yang akan menikah begitu galau karena ingin mewujudkan pesta pernikahan yang megah. Karena nikah itu insya Allah sekali seumur hidup jadi harus di usahakan sebaik mungkin. Sementara kondisi keuangan anda tak mencukupi untuk menghasilkan pesta impian bersama sang pujaan. Akhirnya anda sedih dan merasa kekurangan.
  • Sekali lagi anda salah fokus rezeki. Anda fokus pada pesta perkawinan megah, padahal itu hanya bungkus. Harusnya anda fokus karena telah diberi Allah rezeki jodoh yang baik, yang soleh/solehah. Anda harusnya fokus mempersiapkan diri menjadi imam yang bertanggung jawab, jika anda lelaki. Jika anda wanita, fokuslah menjadi isteri yang soleh dan siap menjadi partner suaminya.
  • Fokuslah pada rezeki berupa cinta kasih yang diberi Allah di hati anda berdua. Buat apa diberi rezeki mampu menyelenggarakan pesta pernikahan yang megah dengan tamu ribuan dan dimeriahkan artis ibukota, tapi umur pernikahan hanya bertahan 3 bulan? Pesta perkawinan hanya bungkus, isinya adalah cinta kasih, pengertian dan tanggung jawab.

(3) Ranjang mewah hanya bungkus.
  • Mungkin kita susah karena selama ini hanya bisa tidur melantai beralaskan tikar. Atau kalaupun punya ranjang hanya berupa dipan tua yang sudah reot dan berderak-derak saat ditiduri. Anda membayangkan betapa nikmatnya tidur di ranjang mewah, kasur busa yang nyaman dalam kamar ber AC bukan? Anda merasa susah karena merasa tak punya banyak rezeki untuk merasakan kenyamanan ranjang mewah itu.
  • Sekali lagi anda salah fokus. Ranjang mewah itu hanya bungkus. Isinya adalah tidur nyenyak. Jika selama ini anda bisa tidur nyenyak di atas diapn reot atau di atas lantai beralas tikar, tidakkah itu rezeki yang tiada terhingga drai Allah? Betapa banyak orang kaya yang tidur di atas ranjang mewah tapi tak bisa nyenyak. Bahkan ada yang tergantung pada obat-obatan supaya bisa tidur. Juga ada yang selalu diganggu mimpi buruk. Juga ada yang tak bisa tidur karena pasangan hidupnya tidak kembali ke rumah.
  • Tidur yang nyenyak itu rezeki dari Allah. 

(4) Kekayaan hanya bungkus
  • Banyak yang sedih karena terlahir miskin dan merasa rezekinya kurang. Apa ada yang bisa menjamin kalau orang kaya itu pasti bahagia? Tidak bukan? Ya.. betul, karena kekayaan itu hanya bungkus, isinya adalah hati yang gembira.
  • Hidup yang bahagia tak mesti kaya, tak mesti berharta banyak tapi hati yang gembira meski dalam keterbatasan itulah kekayaan yang sesungguhnya. Buat apa kaya dan harta banyak tapi hati galau melulu? Harta tak bisa dinikmati juga tak bisa dibawa mati. Kan sia-sia.. cari harta banyak, waktu habis untuk mencari harta itu tapi hati tak bisa bahagia juga. 
  • Hati yang gembira itu rezeki.

(5) Makan enak hanya bungkus.
  • Mungkin selama ini kita hanya bisa menelan liur menyaksikan orang kaya bisa makan makanan enak kapan saja mereka mau. Sementara kita yang berjuang untuk mendapatkan sesuap nasi setiap hari, hanya sanggup makan makanan sederhana.
  • Salah fokus lagi? Ya.. betul! Anda fokus pada makanan enaknya, bukan pada gizi, energi yang dihasilkan, rasa kenyang yang ditimbulkannya dan tubuh sehat yang diberinya. Apakah makanan sederhana itu tidak memberi rasa kenyang? Harusnya kita bersyukur, banyak orang di luar sana yang tak bisa makan dan harus menahan lapar karena tak punya uang. Apakah tubuh kita bisa bergerak karena energi yang dihasilkan oleh makanan sederhana itu? Apakah makanan itu mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya? Apakah badan kita sehat wal afiat karenanya? Semua jawabannya YA. Lalu di mana masalahnya?
  • Buat apa memenuhi tubuh dengan makanan enak, tapi tidak mengandung gizi, hanya lemak, garam yang tinggi dan zat aditif yang berbahaya buat tubuh? Akhirnya tubuh digerogoti penyakit karena kebanyakan makan makanan enak yang tak bergizi.
  • Makanan itu rezeki meskipun sederhana. Yang penting cukup gizi dan tidak membahayakan tubuh.

(6) Wajah menarik itu bungkus.
  • Merasa galau karena wajah kurang tampan atau muka kurang cantik? Penampakan itu hanya bungkus yang paling penting adalah isinya alias hati dan kepribadian. Buat apa wajah tampan atau cantik jelita tapi kepribadiannya kayak setan berbentuk manusia? Kerjaannya memanfaatkan wajah menarik itu untuk bikin orang lain susah.
  • Wajah tak perlu sempurna seperti model iklan. Yang penting panca indera yang nempel di wajah itu berfungsi dengan sempurna itu rezeki yang tak ternilai. Anda bisa membayangkan mereka yang buta, tuli, bisu. 
  • Jadi jangan salah fokus rezeki ya..!

(7) Bicara itu bungkus.
  • Banyak yang jago bicaranya, orator ulung, pidatonya berapi-api, tapi kenyataannya atau realisasinya NOL. Ya.. betul tak perlu fokus pada bicara, fokuslah pada kenyataannya.
  • Buat apa janji-janji tapi tak bisa dipenuhi? Seseorang dihormati karena dapat memegang kata-katanya. Bagi anda yang jadi pemimpin hati-hatilah dengan lidah anda. Lidah itu bisa membawa anda ke neraka.
  • Merasa sedih karena tak bisa berdiri di depan publik dan bicara berapi-api, serta beradu debat dengan orang lain. Santai saja! Bicara itu hanya bungkus yang penting kenyataan alias realisasi dari bicara itu.
  • Diberi mulut untuk bisa berbicara itu rezeki tapi mempertanggungjawabkan apa yang telah diucapkan itu yang penting.

(8) Buku hanya bungkus.
  • Merasa bangga karena punya perpustakaan pribadi yang luas? Tapi bukunya hanya dibaca sendiri, trus ilmunya hanya untuk diri sendiri. Salah fokus lagi. Buku itu hanya bungkus, isinya adalah pengetahuan. 
  • Buat apa diberi rezeki banyak untuk membeli buku tapi bukunya dibaca sendiri. Atau bukunya malah tak sempat dibaca, ditumpuk saja di lemari biar jadi pajangan. Kalaupun dibaca ilmunya tidak diamalkan dan tidak dibagi dengan orang lain.
  • Pengetahuan itu rezeki dan rezeki akan semakin bertambah jika disebar luaskan dan memberi manfaat bagi banyak orang. Termasuk pengetahuan. Pengetahuan atau ilmu yang diajarkan pada orang lain akan membuat pengetahuan itu berkembang. Ini juga salah satu alasan mengapa saya menulis blog ini. Mungkin ilmu saya yang sedikit ini akan bermanfaat setidaknya bagi diri sendiri. Blog ini akan dibaca orang meskipun setelah saya pensiun menulisinya atau bahkan setelah saya mati nanti.

(9) Jabatan hanya bungkus.
  • Bagi anda yang kebetulan dipercaya memegang sebuah jabatan, percayalah itu hanya bungkus. Isinya adalah pengabdian dan pelayanan. Kenapa orang memilih kita menjadi pejabat? Karena mereka percaya kalau kita mampu melayani mereka dengan lebih baik.
  • Jabatan baiknya jangan diminta-minta tapi kalau dipercayakan dan bisa melaksanakannya, silakan diterima. Tapi sekarang ini malah banyak orang mengejar jabatan, karena jabatan identik dengan fasilitas. Akhirnya minta dilayani dan difasilitasi oleh rakyat. Mulailah memperkaya diri pribadi dengan uang negara, uang rakyat yang memilihnya dengan prinsip aji mumpung. Mumpung masih menjabat, kalo sudah turun kan tak bisa mendapat uang banyak lagi. Tak perlu malu melakukan korupsi, kolusi dan menerima gratifikasi. Toh semua orang melakukannya. Lalu dimana pengabdian dan pelayanan pada mereka yang memberi kepercayaan pada kita?
  • Jabatan itu bisa menjadi rezeki berkah bagi kita jika kita fokus pada semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga jabatan itu benar-benar memberi manfaat bagi banyak orang. Jangan lupa di akhirat nanti akan ditanya oleh Allah tentang jabatan itu.

(10) Pergi ke tempat ibadah itu bungkus.
  • Melakukan ajaran agama itu isi. Buat apa capek-capek melangkahkan kaki ke mesjid tapi shalat tak pernah khusyu', maksiat dan dosa jalan terus. Buat apa menghabiskan duit mengunjungi Baitullah tapi hati tak pernah lepas dari perasaan dengki dan amarah pada orang lain, percuma saja.
  • Dalam agama diajarkan untuk tidak bohong. Tapi kenyataannya banyak orang yang menjadikan kebohongan sebagai hal biasa. Dia juga ke mesjid shalat sebagaimana orang lain, dia punya yayasan anak yatim bahkan sudah bergelar haji. Tapi kadang ucapannya tak bisa dipercaya.

(11) Kharisma itu hanya bungkus.

  • Karakter itulah yang isi. Kharisma itu pesona yang tampak dari luar, citra yang sengaja ditimbulkan untuk memperoleh tujuan tertentu. Sebagaimana yang dilakukan oleh para kandidat yang bertarung di pilkada. Mereka berusaha menonjolkan diri dengan pencitraan. Tapi apakah karakternya seperti yang dicitrakannya itu? Belum tentu.
  • Jadi fokuslah untuk mengembangkan karakter yang baik yang akan menjadikan kita rezeki buat orang lain. Orang baik rezekinya baik dan jadi rezeki pula bagi orang lain. Jika karakter kita baik tak perlu repot-repot membuat pencitraan karena otonatis citra itu akan terbentuk dengan sendirinya. Karakter yang baik otomatis akan berkharisma.

Jadi jangan salah fokus lagi terhadap rezeki kita. Selama ini kita menganggap rezeki terbaik jika kita punya rumah yang indah, ranjang mewah, kekayaan berlimpah, jabatan yang tinggi dan megah. Padahal itu semua hanya bungkus, bukan isinya. Yang terpenting adalah utamakan isinya dan jangan lupa rawat bungkusnya. Isi tanpa bungkus juga tak akan sempurna.
Wallahu alam.

Doa Rezeki Tak Terkabul? Husnudzan lah Pada Allah

Kenapa doa tak dikabulkan?


  • Tidak ada doa yang tak dikabulkan. Kalau ingin memperbaiki sub judul di atas, bukan kenapa doa tak dikabulkan Allah tapi kenapa Allah menunda pengabulan doa kita? (baca : hadirkan manusia keramat, kunci pengabulan rezeki yang ekspres)
  • Meski begitu kita tak pernah berhenti berdoa, terus berdoa. Dan doa itu terus tertunda pengabulannya. Durasi waktu pengabulan doa yang lama, dan banyaknya doa yang terpanjat tapi tak kunjung dikabulkan membuat kita putus asa dan timbul su'uzan pada Allah. Bahwa Dia telah menolak doa kita. Akhirnya kita memutuskan berhenti berdoa dan berharap padaNya. (baca juga : mengapa doa minta rezeki seolah tak terjawab?)
  • Apakah anda mengalami perasaan ini?
  • Sabda Rasulullah SAW, 

Tidaklah seorang mukmin berdoa selama yang didoakannya itu bukan untuk dosa atau untuk memutuskan silaturahmi melainkan Allah pasti akan memberinya 1 dari 3 hal, disegerakan baginya pengabulannya, disimpan baginya di akhirat, atau dihindarkan baginya keburukan yg semisal dengannya (Sahih al Adabul Mufrad).
  • Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan semua orang yang berdoa akan dikabulkan, hanya saja pengabulan itu berbeda-beda. Terkadang dikabulkan sesuai permintaan, terkadang pula diganti dengan sesuatu yang lain. (baca juga : Kunci pengabulan doa minta rezeki)
  • Jika saja anda sudah berdoa sungguh mengikuti tata cara berdoa yang benar, zikir dan memuji Allah terlebih dahulu, sudah sholat hajat dan rukun doa semua telah dilaksanakan tapi doa tak kunjung terkabul. Daripada kita bersu'udzan pd Allah, mari kita lihat apa penyebabnya. (baca : diguyur rezeki dengan doa)

(1) Allah mengabulkan doa yang kita perlukan.
  • Allah pasti mengabulkan doa yang kita perlukan/butuhkan tapi belum tentu mengabulkan doa yang kita inginkan. Keinginan dan kebutuhan adalah 2 hal yg berbeda. Misalnya anda ingin mobil dan mencoba berusaha mengumpulkan uang untuk membeli mobil sambil berdoa siang dan malam. Tapi sekian lama menunggu uangnya tak cukup-cukup, artinya doa kita tak terkabul juga. Jangankan mobil baru mobil bekas pun tidak ada.
  • Sebelum protes pada Allah, coba deh tanya dengan jujur diri anda apakah anda memang benar-benar butuh mobil? Atau hanya ingin gaya-gayaan di depan orang lain atau hanya ingin merasakan nyamannya naik mobil sendiri seperti yang anda lihat pada mereka yang punya mobil pribadi.
  • Pernahkah anda berpikir konsekuensi bila anda punya mobil? Selain ongkos belinya yang tentu saja sampai ratusan juta (mahal), juga supaya bisa jalan mobil butuh BBM yang harus dibeli secara kontinyu, butuh asuransi supaya kalo ada apa-apa bisa diselamatkan, belum lagi ongkos pemeliharaan berkala / service, pembelian suku cadang, belum lagi biaya pajaknya yang tak murah meski dibayar setahun sekali. Apakah keuangan anda mampu mengatasinya? Sudahkah anda menghitung dan mengkalkulasi pengeluaran anda jika memiliki mobil?
  • Allah melihat bahwa kita cukup dengan sepeda motor butut yang masih layak pakai. Keuangan kita untuk sementara cukup untuk membiayai motor tersebut. Bukankah itu tandanya anda harus bersyukur doa anda tak terkabul?

(2) Berdoanya kurang jelas
  • Meski Allah Maha Tahu apa yang diinginkan hambaNya meskipun belum diucapkannya tapi kita manusia ini serba terbatas. Kadang kita minta sesuatu pada Allah yang kita sendiri tidak paham apa yang kita minta, bagaimana mengeksekusi permintaan itu, alias doa kita samar-samar, kabur, kurang jelas.
  • Contohnya, " Ya Allah permudahlah rezekiku." Kira-kira dipermudah seperti apa yang anda inginkan? Apakah (1) saking mudahnya belum berdoa atau belum minta pun sudah dikabulkan, (2) berusaha sedikit saja tapi hasilnya banyak, (3) Allah mengarahkan langkah anda menuju sumber-sumber rezeki (4) Allah memberikan anda semangat sehingga tetap berusaha meskipun berkali-kali gagal menjemput rezeki yang banyak. (baca : kunci pengabulan doa di saat susah)
  • Dari 4 poin di atas kategori "mudah" yang bagaimana yang anda inginkan? Kalo poin 1 sih itu domain para nabi dan orang saleh yang merupakan kekasih Allah. 
  • Jadi berdoa itu sebaiknya detail, biar dikabulkannya juga detail. Bukan berarti Allah bingung lho ya.. tapi agar kita mudah saja mengkategorikan keinginan kita. Kaya' kalo minta sesuatu pada ortu dulu kan harus spesifik. "Papa minta mainan!" Mainan seperti apa, mobil-mobilan, boneka, lego biar gampang papa beliin.
  • Contoh lain ya minta kekayaan. Kekayaan yang bagaimana yang anda mau? Gak spesifik banget, apakah kaya hati atau kaya materi? Kalau memilih kaya materi yang seperti apa? Karena standar kekayaan mereka yang hidup di desa dan di kota itu beda. (baca : doa sama tapi rezekinya beda)

(3) Doa hanya sekedar ingin saja
  • Berdoa yang baik itu adalah berdoa dari lubuk hati yang terdalam, bukan hanya sekedar ingin saja, tapi juga benar-benar karena kita butuh. Dan untuk itu kita betul-betul butuh Allah untuk mewujudkan kebutuhan itu.
  • Buatlah alasan kebutuhan itu ada hubungannya dengan ibadah. Misalnya ingin kendaraan agar bisa dipakai menuju mesjid untuk ibadah, untuk dakwah dan menebar kebaikan dan mengagungkan namaNya.
  • Paling tidak anda memohon agar anda dan keluarga bisa bersyukur atas rezeki yang diberiNya.

(4) Kurang sabar
  • Percayalah doa kita pasti dikabulkan, hanya kadang kita kurang sabar untuk menanti terkabulnya doa tersebut. Allah Maha Tahu kapan sebuah doa sebaiknya dikabulkan. Allah juga Maha Tahu bagaimana teknisnya doa kita dikabulkanNya. Dan Dia juga yang paling tahu apakah pantas doa kita dikabulkan? Mungkin saja akan lebih baik bagi kita jika doa itu tak terkabul? Banyak misteri di sini, karena doa itu domain Allah. Kita hanya bisa berusaha, tak putus harapan dan doa padaNya.

KESIMPULAN

  • Tak perlu kita berputus harap apalagi sampai berprasangka buruk (su'udzan) pada Allah gara-gara doa yang kita panjatkan tak terkabul / tertolak. Allah menyuruh kita banyak berdoa dan bergantung hanya kepadaNya. Allah menjanjikan dan menjamin akan mengabulkan doa-doa kita, sebagaimana firmanNya,
Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia benar-benar berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Q.S.Al Baqarah : 186).
  • Apa kata Allah dalam ayat di atas? ALAH ITU DEKAT. Sedekat apa Allah pada kita? "Dan Kami lebih dekat padanya dari urat lehernya." (Q.S.Qaff : 16). Begitu dekatnya Allah pada kita sehingga tak mungkin doa-doa yang kita panjatkan tak didengarNya? Bagaimana agar doa kita dikabulkan? Dari lanjutan ayat itu sudah jelas, kalau mau permohonanmu dikabulkan wahai manusia, penuhi segala perintah Allah dan jadi orang yang beriman. Jika kita suka membangkang perintah Allah dan jadikan maksiat sebagai penghias hidup, pantaskah doa kita diterima?

  • Doa
    Allah lebih dekat dari urat leher kita
Dan Tuhanmu berfirman, berdoalah kepadaKu niscaya akan kukabulkan (doa) bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah (berdoa) kepadaKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina (Q.S. Ghafir : 60)
  • Lihat ayat di atas, Allah menyamakan mereka yang enggan berdoa dengan orang sombong yang tempatnya di neraka. Karenanya berdoalah, apa yang patut kita sombongkan karena kita ini cuma setitik debu yang tak berharga. Yang membuat kita mulia karena amal saleh yang kita lakukan sehingga Allah mengangkat derajat kita.
  • Sebagai orang yang beriman kita harus percaya pada janji Allah, karena Dia Maha Menepati Janji.
Wallahu alam

Taubat Berkaitan Erat Dengan Kelancaran Rezeki

Taubat Melancarkan Rezeki.

taubat

  • Artikel lalu juga bercerita sedikit tentang taubat tapi dikaitkan dengan shalat dhuha. Silakan dibaca kembali untuk menyegarkan ingatan.
  • Alquran menjelaskan bahwa barangsiapa yang memohon ampunan / taubat ia akan dimudahkan segala urusannya.
"Maka aku katakan kepada mereka, "Mohonlah ampunan pada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai (Q.S. Nuh : 10-12).
  • Menurut ulama tafsir hujan dalam ayat tersebut di atas adalah kata kiasan saja. Hujan pada dasarnya menyimpan kemakmuran. Daerah yang senantiasa mendapat limpahan hujan tentu saja setiap tanaman akan tumbuh dengan mudah di sana. Buah-buahan dan hasil panen melimpah. Makanan yang diperoleh karena limpahan hujan itu adalah rezeki kita. Jadi hujan di sini diartikan sebagai limpahan rezeki.
  • Ditegaskan pula dari kalimat berikutnya :"Tuhan akan membanyakkan harta dan anak-anakmu." Betapa bahagianya kita jika kita memiliki harta melimpah dan anak yang banyak. Kekayaan bisa membuat hidup kita lebih mudah (Baca : 6 alasan mengapa kita harus kaya). Begitu juga dengan anak. Bukankah ada pameo yang mengatakan banyak anak banyak rezeki? Bukankah anak merupakan hiasan mata yang membuat hidup jadi ceria? Hari-hari akan sepi bila dalam rumah tangga tidak dikaruniai anak. Pasangan suami isteri meskipun banyak harta tapi tak dikaruniai anak, bagi mereka hidup tidaklah sempurna.
  • Kemudian sungai-sungai yang juga dijelaskan di atas adalah sumber rezeki. Bukankah setiap kehidupan bergantung pada air? Tanpa air mahluk hidup bisa mati atau menderita. Air merupakan sumber kehidupan. Betapa makmurnya sebuah daerah jika dijumpai sungai-sungai yang mengairi kebun-kebun. Betapa bahagianya jika rezeki dari hasil panen kebun itu melimpah.

Taubat solusi untuk semua masalah rezeki.

  • Sayidina Umar Ibn Khattab menggunakan ayat di atas untuk memohon turunnya hujan kala kemarau panjang. Muthrif meriwayatkan dari asy Sya'bi bahwasanya Sayidina Umar ra keluar untuk memohon hujan bersama-sama rakyatnya. Beliau hanya mengucapkan istighfar (taubat) kemudian pulang. Seorang merasa penasaran dan bertanya, " Aku tak mendengar Tuan Khalifah memohon hujan?" Umar menjawab, " Aku memohon diturunkannya hujan, lalu membaca ayat yang artinya, Mohonlah ampunan pada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat."
  • Ulama salaf terdahulu menganggap istighfar selain sebagai pertobatan juga ampuh untuk memohon rezeki. Contohnya Hasan Al Bashri, beliau menganjurkan agar istighfar dipakai untuk mengadukan kepada Allah tentang paceklik, kekeringan, kemarau panjang, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kegersangan kebun-kebun mereka. Diriwayatkan suatu ketika ada orang yang mengeluh kepada Hasan Al Basri tentang kemarau panjang, beliau menganjurkannya untuk istighfar. Pada kesempatan lain datang lagi orang mengeluh pada beliau karena dililit kemiskinan. Beliau menganjurkan untuk beristigfar pada Allah. Yang lain mengeluh karena bertahun-tahun telah menikah tapi belum dikaruniai anak. Beliau lagi-lagi mengatakan solusinya adalah istighfar, mohon ampun pada Allah. Selain itu ada lagi yang mengeluh karena kebunnya kurang subur, beliau menyarankan hal yang sama juga.
  • Para nabi pun melakukan hal yang sama. Sebagaimana seruan istighfar pernah disampaikan Nabi Nuh as kepada kaumnya agar mereka mendapat rezeki yang melimpah, sebagimana yang digambarkan dalam Surah Nuh ayat 10 -12 di atas. Demikian juga Nabi Hud as menyerukan kepada pengikutnya untuk bertaubat hingga Allah membukakan rezeki baginya. dan itu dijelaskan dalam ayat ini,
Hendaknya engkau meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang  baik (secara terus menerus) kepadamu hingga pada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada setiap orang yang mempunyai keutamaan (sehingga diberi balasan dengan) keutamaannya. Jika kamu berpaling maka aku khawatir kamu akan ditimpa siksa (Q.S. Hud : 3)
  • Pada ayat tersebut di atas ditemukan janji Allah Pasti Dia akan memberi kenikmatan yang baik (secara terus menerus) kepadamu. Kenikmatan di sini maknanya sangat luas, bisa jadi nikmat iman, nikmat kesehatan, nikmat harta benda, anak isteri, teman-teman yang bermanfaat dan lain sebagainya. Hal ini diberikan pada orang yang mempunyai keutamaan yaitu senantiasa memohon ampun / bertaubat atas kesalahannya. 
  • Imam Al Qurtubi menafsirkan ayat tersebut bahwa Allah akan memberikan kenikmatan kepada hambaNya dalam berbagai bentuk, misalnya berupa kemudahan datangnya rezeki dan kemakmuran hidup. Dia tidak akan menjatuhkan siksa jika hambaNya melanggengkan taubat / istighfar.
Dan (dia berkata), Wahai kaumku, mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu allau bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat bagimu dan Dia akan menambah kekuatan pada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa (Q.S. Hud : 52).
  • Allah SWT memberi contoh dengan menggambarkan kondisi Kaum Hud saat itu. Kaum Hud dikenal sebaga masyarakat yang gemar berbuat dosa. Sehingga Nabi Hud memerintahkan kepada mereka untuk memohon ampunan pada Allah. Jika ampunan itu diterima maka Allah akan melimpahkan kemudahan dan rezeki yang mensejahterakan hidup mereka lewat usaha cocok tanam yang berhasil. Bagi masyarakat agraris hujan adalah pertanda baik karena menyirami tanaman mereka yang sedang butuh air untuk hidup dan memberi panen yang cukup pada mereka. Hujan adalah rezeki yang diberi Allah.
  • Berkaitan dengan hal ini Rasulullah SAW bersabda,
Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampunan Allah) maka setiap kesedihannya diberi jalan keluar, setiap kesempitannya diberi kelapangan dan Allah memberi rezeki halal dari arah yang tak disangka-sangka (H.R. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Al Hakim)
  • Jadi jangan bosan-bosannya untuk melakukan taubat karena manusia juga tak pernah luput dari kesalahan dan kekhilafan. Tak pernah lepas dari dosa baik yang disengaja maupun tak disengaja. Jemput rezeki Allah lewat istighfar dan taubatan nasuha.
  • Semoga kita dijadikan orang-orang yang melanggengkan istighfar dan taubat.
  • Wallahu alam..

Sudah Rutin Dhuha Kok Rezeki Masih Macet?

Dhuha itu memperlancar rezeki.

dhuha


  • Anda mungkin sudah tahu bahwa salah satu amalan pembuka pintu rezeki adalah dengan merutinkan shalat dhuha. Shalat dhuha adalah shalat rezeki, silakan baca kembali artikel terkait dhuha di Mengapa dhuha melancarkan rezeki? Juga di inilah amalan 40 hari menjadi kaya atau artikel 5 pendobrak pintu rezeki.
  • Bagi anda yang belum mempraktekkannya barangkali masih belum yakin kekuatan energi dari shalat dhuha. Namun bagi mereka yang sudah rutin mengamalkannya bisa berkata bahwa shalat dhuha memang memperlancar rezeki, menolak kemiskinan dan memudahkan urusan. 
  • Bukan bermaksud riya atau ujub diri tapi saya berani menuliskannya di sini karena saya pun mengamalkannya sebagai salah satu ibadah rutin setiap hari kecuali jika saya dapat dispensasi karena kedatangan "tamu bulanan" atau sakit. Sebagai manusia biasa yang imannya naik turun kadang saya juga lupa melaksanakannya karena kesibukan dunia melenakan saya, tapi sedapat mungkin saya berusaha untuk mengerjakannya. Meskipun tidak kaya, dalam artian harta berlimpah tapi alhmadulillah kami selalu cukup dan tak pernah merasa kekurangan. Urusan pun senantiasa dimudahkan dan rezeki datang dari mana saja bahkan dari arah yang tak disangka-sangka. Rahasia di balik shalat dhuha memang luar biasa. 
  • Tapi banyak juga orang yang merutinkan dhuha tapi rezekinya tetap saja macet, apa ada yang salah?

Menarik rezeki tak cukup hanya dengan sekedar dhuha.

# 1. MULAI DENGAN NIAT YANG BENAR.
  • Rezeki adalah sebuah misteri besar yang siapapun tak dapat mengetahuinya. Yang patut digaris bawahi bahwa rezeki adalah hak prerogatif Allah, diberikan pada siapapun yang dikehendakiNya. Banyak amalan untuk memperlancar rezeki (baca : 55 cara membuka pintu rezeki). Tapi amalan itu harus dimulai dengan niat yang benar. Jangan melakukan amalan karena niatnya ingin rezeki. Berniatlah melakukannya karena Allah, rezeki yang datang selanjutnya adalah bonus. (baca : bolehkah niat beramal karena ingin dapat rezeki?)
  • Kesalahan pertama adalah niat yang sudah melenceng. Berniatlah selalu karena Allah dan untuk mendapatkan keridhaanNya.

# 2. LANJUT DENGAN PRASANGKA BAIK.
  • Setelah meluruskan niat, lanjutkan dengan berprasangka baik padaNya. Dengan berprasangka baik maka kita memiliki harapan bahwa Allah akan mempermudah urusan dan memperlancar rezeki kita hari ini. Bukankah Allah sesuai persangkaan hambaNya?
  • Setelah shalat subuh jangan tidur lagi / bermalas-malasan. Namun dengan semangat tinggi dan harapan baik untuk mengupayakan ikhtiar. Manakala matahari bergerak naik sepenggalan, segera ambil air wudhu dan sempatkan untuk shalat dhuha. 
  • Mulailah ikhtiar / pekerjaan hari itu dengan prasangka (harapan) baik pada Allah bahwa rezeki akan dibukakanNya. Langkah menuju kesuksesan diawali dengan keadaan lahiriah dan batiniah yang bersih. Dengan demikian pikiran menjadi jernih dan dibukakan jalan / solusi memperoleh rezeki hari itu.

#3. SERTAI DENGAN TAUBAT
  • Terkait dengan dhuha Rasulullah SAW mengingatkan, 
Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali hanya orang-orang yang bertaubat. (H.R. Tirmidzi)
  • Jadi shalat dhuha harus dilaksanakan secara istiqamah dan digandengkan dengan taubat. Mengapa taubat? Ibarat seseorang yang ingin melihat bayangan yang jelas pada cermin, maka dia harus membersihkan cermin itu dari segala macam kotoran dan debu. Begitu pula jika ingin merasakan pencerahan hati dan ide-ide cemerlang dalam meraih rezeki, perlulah membersihkan debu yang menempel pada hati. Caranya dengan bertaubat.
  • Karena itu untuk menjemput rezeki Allah lakukan taubat dan beristighfar (baca : keutamaan istighfar kaitannya dengan rezeki). Jika kita merasa melakukan banyak kesalahan (yang sudah pasti, karena kita manusia yang bisa khilaf) segeralah mohon ampun pada Allah. Kemudian kembali pada Allah, lakukan perintahNya dan jauhi yang dilarangNya. Lakukan dengan ikhlas hati tanpa merasa terpaksa. Istighfar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, menghadirkan kesadaran yang tinggi dari lubuk hati yang terdalam. Merasa menyesali semua sikap buruk kepada Sang Pemilik Rezeki.
  • Karena itu istighfar belum dianggap memenuhi syarat jika hanya dilakukan secara lisan saja. Meskipun kita membaca istighfar sampai ribuan kali setiap harinya tidak ada artinya bagi Allah jika tidak disertai sikap dan tindakan.
  • Mula-mula taubat harus (1) dimulai dengan niat di dalam hati. Untuk menetapkan kesungguhan dan kemantapan hati, (2) perlu dilahirkan secara lisan. Kemudian (3) berjanji tidak mengulangi perbuatan buruk itu, menyesal sepenuhnya kemudian (4) memperbaiki perilaku. Lakukan setiap selesai shalat dhuha.
  • Orang yang enggan bersitighar (bertaubat) akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidup termasuk menjemput rezeki Allah SWT. Walau pada kenyataannya kita melihat banyak pendosa yang rezekinya justru makin lancar, itu hanya cara memandang kita yang keliru (baca : ahli maksiat tapi kok rezekinya makin lancar?). Sesungguhnya rezeki yang tampaknya melimpah itu menyimpan kemudharatan-kemudharatan. Masuklah dalam kehidupan mereka tentu kita akan tahu meskipun kelihatan hartanya melimpah tapi jiwanya menderita. Tak sedikit orang kaya tapi terkena penyakit yang mematikan (tak kunjung sembuh), atau memiliki banyak masalah yang membuatnya tak nyenyak tidur.
  • Mereka inilah yang sejatinya menjauh dari Allah. Taubatlah obatnya, peluang untuk merebut rahmat Allah. Jika Allah menerima taubat kita tentu Dia akan memberi rahmatNya (kasih sayangNya). Jika Allah mengasihi maka bukan hal yang sulit bagiNya mengabulkan keinginan kita.
Maka aku katakan kepada mereka, "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (Q.S.Nuh : 10-12).

KESIMPULAN 

  • Apakah anda sudah memahami mengapa rezeki anda masih macet padahal merasa sudah mengamalkan amalan pembuka rezeki termasuk diantaranya shalat dhuha?
  • Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Mulailah hari ini dengan meluruskan niat saat melakukan ibadah, murni karena Allah taala, kemudian jangan lupa berprasangka baik padaNya dan beristighfar atau bertaubatlah setiap hari.
  • Mudah-mudahan upaya kita diperhitungkan Allah, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti. Amin..
  • Wallahu alam

6 Alasan Mengapa Hidup Harus Kaya.

Semua orang mau kaya.


  • Ada yang menolak pernyataan di atas? Saya kira tidak. Karena jadi kaya itu bukan dosa. Yang dosa kalau kekayaan diperoleh dengan cara haram dan dimanfaatkan di jalan yang haram.
  • Orang kaya punya sumberdaya yang jauh lebih banyak dibanding orang miskin. Punya uang dan harta itu memudahkan kita menikmati dunia ini. Tapi banyak yang kebablasan, terlalu cinta dunia dan melupakan akhirat. Padahal dunia itu sementara akhirat itu yang kekal abadi.
  • Ippho Santosa pakar otak kanan dan penulis buku 7 keajaiban rezeki mengatakan bahwa hidup itu tak boleh sederhana. Sedapat mungkin kaya, karena muslim itu wajib kaya.


Mengapa harus kaya?

(1) Hidup kaya jauh lebih bermanfaat.
  • Dengan kekayaan kita bisa memberi manfaat lebih banyak dan dapat memberikan yang terbaik bagi diri dan orang lain. Kita bisa membeli rumah yang lebih layak, memberi pendidikan/ sekolah anak yang lebih baik, membeli makanan yang bergizi, membeli kendaraan untuk menunjang kita mencari rezeki dan sebagainya.
  • Dengan kekayan di tangan kita bisa mengulurkan bantuan dan berbuat lebih banyak bagi orang lain. (baca : cara membangun taman kekayaan)
  • Kalau kaya itu jauh lebih manfaat lalu mengapa ada orang miskin? Supaya orang kaya bisa bersedekah dan memberdayakannya. Itulah mengapa orang kaya jauh lebih bermanfaat. Karena dia bisa memberdayakan dirinya dan orang lain dengan hartanya.

(2) Kekayaan membuat kita lebih leluasa dalam bersedekah.

  • Kekayaan membuat kita mudah membantu aktivitas sosial dan keagamaan di lingkungan kita. Misalnya mengentaskan kemiskinan anak yatim, membangun panti asuhan, panti jompo, panti cacat, mendirikan mesjid / mushala / rumah tahfidz / majelis ilmu dan majekis zikir, memberangkatkan diri, keluarga dan orang lain pergi haji dan umroh dan sebagainya. 

(3) Contoh dari Rasulullah.

  • Rasulullah sejak kecil sudah bekerja keras menjadi penggembala kambing dan membantu pamannya Abu Thalib berdagang. Setelah besar beliaupun mulai berdagang sendiri dan menerima kepercayaan orang lain untuk membawa dagangannya, karena beliau terkenal jujur dan amanah. Dari berdagang inipun beliau bertemu jodoh, Sayidina Khadijah, seorang janda kaya yang mempercayakan hartanya untuk dikelola beliau dan tertarik dengan karakter yang dimilikinya.
  • Bukan hanya Rasulullah SAW yang berdagang hingga sukses dan kaya raya, para sahabat beliaupun juga sama. Dengan kekayaannya itu maka perjuangan islam menjadi dinamis hingga dapat mencapai kejayaan. Peperangan dan politik tentu membutuhkan dana yang besar. Tanpa ditopang dana,  perjuangan beliau menegakkan agama Allah belum tentu mudah dan cepat seperti yang dibuktikan dalam sejarah.
  • Rasulullah SAW memberikan pernyataan untuk kita, "bekerjalah kamu seakan-akan hidup seribu tahun lagi, beribadahlah kamu seakan-akan mati esok pagi.

(4) Kefakiran dekat dengan kekafiran.
  • Tidak semua orang miskin itu sabar dengan keadaannya, tapi kadang menjadi gelap mata menghalalkan segala cara termasuk yang haram untuk memenuhi tuntutan hidupnya. Banyak orang miskin yang tak segan-segan mencuri, merampok, membunuh karena desakan ekonomi. Bahkan ada yang rela menjual agamanya, keluar dari Islam dan memeluk agama lain yang bersedia menjamin kebutuhan hidupnya. Begitu murah imannya.
  • Orang Islam harus menjadi terdepan dalam perekonomian global. Rasulullah tidak menghendaki umatnya miskin dan dilindas oleh keadaan dan menjadi bulan-bulanan bangsa kafir yang jauh lebih kaya, seperti yang kita lihat sekarang ini. Pembantaian umat muslim di Palestina, Siria, India, Pakistan, Thailand, Filipina terus berlangsung. Karena umumnya kita lemah dan miskin.

(5) Kaya bisa menjadikan orang lebih mulia
.
  • Bukan berarti orang miskin tidak bisa mulia. Kalau mereka tawadhu dan menerima keadaannya, itu wajar. Tapi orang kaya bisa jauh lebih mulia jika dia bisa bersikap tawadhu (tidak sombong), meski bisa saja ia menyombongkan diri. Jika dia gemar memberi pada orang lain meskipun ia mampu untuk menahan hartanya untuk diri dan leluarganya saja, maka kemuliaan akan dia dapatkan.

(6) Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.
  • Kaya merupakan sarana yang memudahkan kita dalam menempuh kesempurnaan beribadah. Sukakah kita menjadi orang tangan di bawah? Yang kemana-kemana selalu menadahkan tangan pada orang lain. Agama melarang kita untuk menjadi hina dan menghinakan diri dengan mengemis (baca : jangan sekali-kali mencari rezeki dengan mengemis).
  • Jadilah muslim yang terhormat dan disegani oleh mereka yang non muslim. Kaya tapi tak segan untuk menolong mereka yang membutuhkan termasuk mereka yang non muslim/kafir, semoga kebaikan kita akan memberikan hidayah dan menarik mereka mengucapkan syahadat.


KESIMPULAN

  • Jadilah muslim yang terhormat, bermanfaat, memiliki harga diri dan disegani. Bukan hanya karena agamanya tapi juga ahlaknya yang tak pernah ragu untuk memberi pertolongan pada orang yang membutuhkan.
  • Pertanyaannya, apakah kita mampu memberikan pertolongan sementara diri sendiri butuh bantuan orang lain? Kita hanya bisa memberi jika kita berlebih. Jika kita pun kekurangan dan butuh, bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi berbagi? (Baca juga : amalan 40 hari menjadi kaya)
  • Jangan suka minta gratisan, itu menghalangi rezeki. Bangkitkan potensi diri dan jadilah magnet rezeki.
  • Wallahu alam...

Waspada Rezeki Haram, Jangan Ada Dukun Diantara Kita.

Rezeki haram itu apa?

dukun


  • Rezeki haram adalah rezeki yang diperoleh dari jalan yang haram, jalan yang dilarang Allah. Jadi sumbernya jelas dengan melakukan pekerjaan yang diarang Allah SWT. Seperti menjual narkoba, minuman keras yang memabukkan, menjual senjata dan bahan peledak untuk membunuh orang lain, atau rezeki lewat korupsi, kolusi, nepotisme, menyogok, gratifikasi. Atau mencari rezeki lewat praktek perdukunan baik dengan menjadi dukunnya sendiri atau meminta rezeki pake jasa dukun.
  • Rezeki bisa jadi haram juga jika rezeki yang diperoleh dengan cara yang halal tapi pemanfaatannya untuk kegiatan yang bathil dan dimurkai Allah. Seperti uang yang didapatkan dari hasil bekerja sehari-hari tapi digunakan untuk berjudi atau memasang togel, lotere atau apapun namanya. Atau menggunakan rezeki halal untuk menggandakannya lewat praktek riba, jatuhnya jadi haram. Atau uang hasil kerja keras digunakan untuk membayar jasa dukun, dan lewat jasa dukun itu kita menerima jimat penglaris dan atas izin Allah usaha kita memang laris. Rezeki yang diperoleh jadi haram karena kita percaya jimat dukun lah yang menarik rezeki datang dan bukan karena Allah.


Mengapa harus ke dukun?

  • Kurang ilmu. Penyebab utama manusia suka ke dukun adalah kurangnya ilmu agama sehingga menyangka dukun bisa menyelesaikan semua masalahnya.
  • Kurangnya iman. Mereka yang datang menemui dukun karena lemahnya iman dan keyakinannya kepada Allah SWT.
  • Tergoda tipu daya syaitan. Syaitan tak segan-segan menjerumuskan manusia kepada kesesatan karena memang itu tugasnya. Itulah janji nenek moyang syaitan kepada Allah, bahwa ia akan terus memperdaya anak cucu Adam sampai di akhirat nanti.


Waspadai ciri-ciri dukun.

  • Banyak yang merasa bukan pergi ke dukun tapi pergi ke kyai atau orang yang dianggap lebih pintar untuk minta pertolongan. Padahal orang pintar yang dianggapnya kyai itu sebenarnya dukun yang bersembunyi di balik jubah nama kyai. 
  • Bagaimana mengenali para dukun? Ini dia ciri-cirinya :
  1. Bertanya nama ibu kandung. 
  2. Meminta pakaian bekas pasien.
  3. Terkadang meminta hewan tertentu untuk disembelih kemudian dilempar atau dikubur di tempat tertentu.
  4. Menuliskan jimat atau membacakan mantra aneh.
  5. Menuliskan mantra berupa tulisan Al Quran yang ditulis sungsang yang dianggap bisa melindungi dan memberikan berkah.
  6. Menyuruh pasien mengurung diri dalam tempat gelap (tanpa cahaya).
  7. Melarang pasien menyentuh air dalam jangka waktu tertentu.
  8. Memberi pasien beberapa kertas untuk dibakar agar mengeluarkan asap.
  9. Berkomat kamit dengan kata-kata yang tidak dipahami.
  10. Memberi tahu nama pasien dan kampung halamannya, lengkap dengan permasalahan yang belum dikemukakannya.
  11. Meminta mahar atau tarif tertentu yang tidak boleh ditawar / dikurangi dan sifatnya menyulitkan pasien.
  12. Mentransfer penyakit ke hewan / telur.
  13. Mengeluarkan jin dengan bantuan jin.
  14. Menyuruh mandi dengan bunga tujuh rupa, dari tujuh sumur, tujuh mata air bahkan tujuh lautan.
  15. Memberi amalan wirid overdosis disertai puasa dan tirakat tertentu.
  16. Melakukan pelecehan seksual, seperti memandikan pasien beda jenis di tempat tertentu.
  17. Bergantung pada jimat, atau peralatan tertentu seperti keris, batu akik (mustika), dan memberikan jimat juga kepada pasien.
  18. Menjanjikan kesembuhan dan kekayaan atau apapun penyelesaian masalah pasien dalam jangka waktu tertentu.


KESIMPULAN

  • Itulah 18 ciri-ciri dukun yang patut diwaspadai. Bagi anda yang senang mengunjungi dukun sebaiknya segera dihentikan. Hadits Rasulullah SAW:
Barang siapa datang kepada dukun, menanyakan sesuatu kepadanya maka tertutup taubatnya selama 40 malam, dan jika ia mempercayai perkataan dukun itu, ia kafir (H.R.Thabrani)
Tidak akan mencapai derajat yang tinggi orang yang percaya kepada dukun atau orang yang percaya pada ramalan nasib atau kembali dari bepergian (menunda keberangkatan) karena percaya waktu itu waktu sial (H.R.Thabrani).
Barangsiapa yang datang kepada tukang ramal dan menanyakan sesuatu kepadanya maka tidak diterima shalatnya selama 40 malam. (H.R.Muslim).
Wallahu alam... baca juga ini apakah susuk menghalangi rezeki? Atau artikel yang terkait Ingin beruntung dan rezeki banyak, hindari 3 perbuatan setan ini.

Followers

Pages

About Me

My photo

Saya  apa adanya, senang baca buku, mikir, nulis dan berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Harapan saya sih  ilmu yang sedikit itu bermanfaat, setidaknya untuk saya sendiri. Saya juga menulis blog pribadi lancarrezeki.blogspot.com, berbagidanjadikaya.blogspot.com catatanngocol.blogspot.com, hanya-love.blogspot.com dan belajarlewatquotes.blogspot.com