Renungan Rezeki, 33 Tahun Belajar Cuma Dapat 8 Hal Ini?

Menuntut ilmu itu hukumnya wajib.

belajar

  • Hal ini dialami oleh seorang saleh bernama Hatim Al Asham, murid Imam Syaqiq Al Balkhi. Saat Sang Guru bertanya apa yang telah dipelajarinya selama 33 tahun bersamanya, Hatim menjawab hanya 8 hal. Tak pelak hal itu membuat Sang Guru terperanjat sambil berkata, "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, kuhabiskan umurku untuk mendidikmu tapi hanya sedikit yang bisa kamu pelajari?" Betapa sedikit ilmu yang diperolehnya jika dibanding dengan lamanya belajar. Sang Guru tak paham apakah dia yang tak becus mengajar, ataukah muridnya yang terlalu bodoh.
  • Akhirnya Imam Al Syaqiq penasaran juga ilmu apakah yang 8 itu. Akhirnya dengan tenang Hatim menjelaskan kalau selama waktu 33 tahun belajar ia hanya bisa mendapatkan 8 hal ini :

(1) menjadikan amal ibadah sebagai kekasih
  • Kata Hatim, "kulihat semua manusia memiliki seorang kekasih yang disayanginya. Ketika ia wafat kekasihnya turut mengantarkannya ke kuburan. Sesudah itu meninggalkannya sendirian di sana menghadapi pengadilan Allah."
  • Guru mengajarkan pada saya bahwa amal ibadah yang kita lakukan di dunia akan menemani kita sampai di kuburan menghadapi pengadilan Allah. Karena itu aku lebih memilih amal ibadah untuk menjadi kekasihku, karena ia akan terus menemaniku bahkan dalam kubur yang gelap.

(2) berjuang agar nafsu tunduk pada Allah SWT
  • Firman Allah, " Dan adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya" (Q.S. An Naazi'at (49) : 40-41).
  • Aku sadar kalau firman  Allah itu pastilah benar. Makanya aku berusaha menundukkan hawa nafsuku agar tunduk pada Allah SWT.


(3) selalu menyedekahkan harta di jalan Allah.
  • Kata Hatim, "kulihat manusia begitu mencintai harta benda dan menyimpan harta itu sedemikian rupa. Kemudian aku renungkan firman Allah SWT, " Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal." (Q.S. An Nahl (16): 96).
  • Maka setiap kali aku memiliki harta yang berharga aku menyedekahkannya di jalan Allah SWT, agar hartaku senantiasa terjaga di sisiNya.

(4) beramal untuk taqwa
  • Kata Hatim, "aku melihat setiap manusia mengejar harta, kedudukan, kehormatan dan kemuliaan. Namun setalh aku mempelajarinya ternyata semua itu tidak ada apa-apanya saat aku membaca firman Allah SWT, " sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling taqwa pada Allah diantara kamu sekalian" (Q.S.Al Hujurat (49) : 13).
  • Karena itu aku berusaha agar memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT dengan banyak beramal untuk mewujudkan taqwa padaNya.
(5) meninggalkan sifat iri dan permusuhan
  • Kata Hatim, "Aku melihat manusia saling mencela dan melaknat karena adanya perasaan hasad (iri) yang menimbulkan kebencian dan permusuhan terhadap sesama. Lalu aku mempelajari firman Allah, "Kami telah membagikan untuk penghidupan mereka di dunia." (Q.S.Az Zukhruf (43) : 32)
  • Aku sadar bahwa semuanya telah dibagi oleh Allah SWT di dunia ini dan Dialah Pembagi yang Paling Adil, maka aku tinggalkan sifat hasad, kujauhi manusia dan permusuhan dengan sesama.
(6) menjadikan setan sebagai satu-satunya musuh
  • Kata Hatim, "kulihat manusia saling bunuh-bunuhan dan menganiaya satu sama lain. Padahal Allah berfirman, "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."
  • Karena itu kutinggalkan permusuhan dengan sesama manusia dan kujadikan setan sebagai satu-satunya musuhku. Aku berusaha dan berjuang melawan setan yang tak terlihat tapi selalu membisikkan dan mengarahkanku agar membangkang Allah SWT. Bukankah Dia sendiri telah menjadikan setan sebagai musuhku?
(7) tak merisaukan rezeki yang sudah dijamin
  • Kata Hatim, "Aku melihat banyak orang yang rela menghinakan diri dengan melakukan maksiat dan dosa demi sepotong roti (harta). Lalu kuperhatikan wahyu Allah, " dan tiada satupun binatang melata di bumi ini, melainkan Allah SWT sudah menanggung rezekinya" (Q.S.Hud (11) : 6)
  • Aku sadar bahwa diri ini hanyalah salah satu diantara yang melata itu dan karenanya aku percaya Allah SWT telah menjamin rezekiku. Sehingga kusibukkan diriku untuk menunaikan kewajibanku pada Allah SWT, memperbanyak amal ibadah seperti tujuan penciptaanku dan tak pernah merisaukan segala sesuatu yang telah dijamin Allah SWT untukku.
(8) Bertawakkal agar Allah mencukupkanku
  • Kata Hatim, " Kulihat semua orang bergantung pada mahluk Allah SWT. Ada yang bergantung pada sawah ladangnya, pada perniagaannya, pekerjaannya, kesehatan jasmaninya, bahkan bergantung pada sesama manusia (penguasa). Akupun kembali merenungi apa kata Allah, " Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah, maka Allah akan mencukupkan segala keperluannya." (Q.S.At Thalaq (65) : 3).
  • Karenanya akupun berusaha dan bertawakkal kepada Allah SWT yang Maha Perkasa dan Maha Agung agar Allah mencukupkan segala keperluanku.


KESIMPULAN

  • Setelah mendengarkan apa yang dikatakan muridnya berkatalah Sang Guru, " Wahai Hatim semoga Allah SWT memberimu taufik. Aku telah mempelajari Zabur, Taurat, Injil dan Al Quran. Aku mempelajari bahwa semua kebaikan dan ajaran agama berkisar pada 8 hal yang telah engkau sampaikan. Barangsiapa mengamalkan ke 8 hal tersebut maka ia telah mengamalkan isi dari 4 kitab suci.
  • Bagaimana dengan anda? Berapa lamakah menuntut ilmu agama? Dan apa yang telah didapatkan?
  • Semoga Allah memberi kita taufik dan hidayah agar bisa mengamalkan apa yang kita dengar. "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan orang yang megikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka. (H.R. Muslim). Terutama untuk saya sendiri, bisa mengamalkan apa yang telah saya tulis di blog lancarrezeki.blogspot.com ini. Amin...
  • Wallahu alam..

Ahli Maksiat Tapi Kok Rezekinya Makin Lancar?

Maksiat dan dosa menghalangi rezeki

  • Maksiat dan dosa itu menghalangi rezeki. Mengapa? Karena yang membagi rezeki itu Allah SWT. Sementara dosa dan maksiat menyebabkan terhalangnya seorang hamba dari TuhanNYA. Dosa dan maksiat adalah bentuk pembangkangan seorang hamba pada Allah SWT.
  • Harusnya orang yang hidupnya dipenuhi dengan dosa rezekinya pun susah. Tapi mengapa banyak orang yang bergelimang dosa dan maksiat tapi rezekinya lancar-lancar saja. Begitu pula ada yang kelihatannya ahli ibadah tapi rezekinya kok susah dan tetap aja miskin?
  • Itulah pertanyaan orang awam seperti kita.


Ahli ibadah tapi rezekinya seret

  • Mungkin banyak orang di sekitar kita bahkan mungkin kita sendiri yang menghabiskan hidupnya untuk ibadah tapi kok rezekinya tetap susah?
  • Banyak hal yang harus diperhatikan di sini. 
(1) Ahli ibadah di depan manusia
  • Ahli ibadah, siapa yang menyebutnya demikian. Manusia bukan? Seseorang yang kelihatannya ahli ibadah di hadapan manusia belum tentu sama di hadapan Allah. Karena Allah Maha Tahu apa yang ada di dalam hati hambaNYA. Bisa saja ibadah yang dilakukannya tujuannya bukan untuk Allah, tapi agar dilihat saleh oleh manusia, agar dianggap manusia terpuji, atau untuk mengejar tujuan atau gelar tertentu. 
  • Niat ibadahnya bukan karena Allah Taala, tapi karena yang lain.
(2) Rezeki susah itu ujian
  • Bisa saja rezeki susah yang diberikan Allh padanya tujuannya untuk menguji sejauhmana keimanannya? Apakah kondisi itu tetap membuatnya istiqamah dan sabar atau membuatnya berpaling?
  • Ujian ini akan menentukan sejauhmana tingkat keimanannya. Apakah dia lulus dan naik tingkat ataukah dia gagal.
(3) Rezeki susah itu pelajaran
  • Bisa saja rezeki susah diberi pada mereka yang ahli ibadah untuk melihat bagaimana dia menyikapi kondisi itu? Apakah dia memperoleh pembelajaran dari sana dan mensyukuri kondisi apapun yang diberi Allah?
  • Apakah dia introspeksi diri dan mulai merenung, mengapa Allah memberinya kondisi yang tak mengenakkan? Apakah karena perbuatannya di masa lalu? Lalu bagaimana memperbaiki diri?
(4) Rezeki susah itu azab
  • Mungkin dia punya kesalahan yang besar di masa lalu, kemudian Allah mengazabnya dengan membuat rezekinya susah.
(5) Rezeki susah itu bentuk sayangnya Allah
  • Dunia itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan akhirat. Allah memberi rezeki yang sedikit karena tak ingin hambaNya yang saleh / salehah lebih mementingkan dunia yang fana dibanding akhirat yang abadi.
  • Allah ingin menyelamatkan hamba dari pengaruh harta dunia yang tak berharga dibanding kenyamanan surga firdaus.


Ahli maksiat tapi rezekinya lancar

  • Kita melihat di sekitar kita ada orang yang kerjanya maksiat melulu tapi kok rezekinya tetap lancar? Jangan langsung berprasangka pada Allah, bisa saja :
(1) Rezeki lancar itu istidraj
  • Istidraj artinya Allah membiarkan seseorang tetap berbuat maksiat sesukanya tanpa mengazabnya, malah diberi bonus rezeki yang melimpah.
  • Tapi hukumannya ditangguhkan sampai Hari Penghisaban kelak dan dia langsung dilempar ke neraka.
(2) Allah memberinya dunia
  • Allah memberinya dunia tapi tidak ada bagian untuknya di akhirat sana. Semua nikmat dan pemberian Allah sudah diberi baginya di dunia sehingga tak ada lagi yang tersisa di akhirat nanti. Kecuali jika ia taubat mengakui kesalahannya.
(3) Allah memalingkan wajah darinya
  • Bisa saja Allah memberinya rezeki melimpah dan nikmat yang tak putus, sementara ia terus berbuat naksiat tapi Allah memalingkan wajah darinya. Apalah arti kita hidup di dunia jika Allah memutus kasih sayangNYA ke kita. Ibarat kita ini anak manja yang hanya diberi materi dan fasilitas dari orang tua tapi tidak diberi perhatian dan kasih sayang. Apakah hal ini yang kita inginkan? Putusnya kemesraan dengan Allah SWT.
(4) Bentuk kasih sayang Allah
  • Lho kok? Jika semua orang berdosa dan maksiat langsung diputus rezekinya oleh Allah maka pastilah semua manusia di bumi ini sudah habis.  Bukankah tak ada manusia yang bebas dari dosa?
  • Dunia amat tidak berharga di mata Allah, karenanya Dia tetap melimpahkannya bahkan pada mereka yang kafir padaNya.


Ingatlah, boleh maksiat asal...

  1. Jangan makan dari rezeki Allah. Bisakah? Sementara semua yang ada di muka bumi adalah rezeki dariNya? Apakah pantas kita mendurhakai Allah sementara kita makan dari rezekiNya.
  2. Jangan tinggal di bumi Allah. Bisakah? Di mana kita akan tinggal, semua bumi dan isinya berikut langit dan angkasa yang luas itu juga milik Allah? Apakah pantas kita bermaksiat pada Allah sedangkan kita numpang hidup di bumiNya?
  3. Carilah tempat untuk bermaksiat yang tak dilihat dari Allah. Apa mungkin? Semua yang kita lakukan Allah pasti lihat, bahkan masih terbersit dalam hati pun Allah sudah tahu. Apa patut kita tinggal di bumiNya kemudian melakukan maksiat dalam pengawasanNya?
  4. Jangan tinggal di wilayah kekuasaan Allah. Bisakah? Bukankah bumi dan negeri manapun yang kita pijak itu berada dalam wilayah kekuasaan Allah? Apakah layak kita tinggal dan bermaksiat di negeri yang dikuasai Allah?
  5. Jika malaikat maut datang menjemputmu, mintalah dia untuk menangguhkannya. Sanggupkah kamu menolak ajal? Jika tak sanggup mengapa kamu masih bermaksiat sedangkan ajal tak tahu kapan datangnya?
  6. Jika malaikat Zabaniah (malaikat penjaga neraka) mendatangimu di hari kiamat tolaklah dia. Bagaimana mungkin? Kamu pasti tak dilepaskannya. Jika kamu tak bisa menolong dirimu sendiri dari api neraka lalu mengapa masih berbuat dosa dan makisiat?
  • Masihkah pantas kita berbuat maksiat dan masih berharap Allah terus memberi rezekiNya? Sadarlah.. tidakkah kita malu padaNya yang telah begitu baik pada kita? Lalu balasan kita adalah dosa dan maksiat? Betaa kita termasuk hamba yang tak tahu diri.
  • Wallahu alam..

6 Alasan Mengapa Rezekimu Jauh

Rezeki mengapa tak mau dekat-dekat?

  • Jika rezeki seolah menjauh dan ogah mendekat, harusnya kita introspeksi diri. Mungkinkah karena 6 alasan ini ?
rezeki jauh

(1) Hidup dihiasi dengan negativitas
  • Apapun yang terjadi dalam hidupnya disikapi dengan prasangka negatif pada Allah SWT. Mengapa rezekinya kurang? Dia merasa karena Allah tidak sayang padanya. Mengapa rezekinya seolah terhambat? Dia merasa Allah tidak adil padanya. Mengapa dia tak bisa kaya-kaya? Karena orang lain menjegalnya. Orang lain sengaja berdoa agar Allah menghambat rezekinya. Begitu terus yang ada dalam pikirannya.
  • Akhirnya hidupnya selalu tak bahagia karena pikiran negatif yang mendominasi kepalanya. Pikirannya didominasi oleh prasangka buruk pada Sang Pemberi Rezeki. Sehingga semua nikmat dan rezeki sekecil apapun luput dari matanya. Rezekipun menjauh tak bisa hadir dalam pikiran mereka yang tak tahu berterima kasih pada Allah.
  • "dan supaya Dia mengazab orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk pada Allah. Mereka akan dapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka jahanam. Dan neraka jahanam itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. (Q.S. Al Fath : 6)


(2) Selalu merasa menjadi korban.


  • Setiap kali memiliki masalah selalu menuduh orang lain sebagai penyebabnya. Termasuk kondisi rezekinya yang sedikit tak seperti rezeki orang lain, dianggapnya sebagai akibat perbuatan orang lain padanya. Entah dia merasa dijegal, dijatuhkan, ditelikung, pokoknya merasa dizalimi saja. Tanpa pernah sedikitpun berpikir bahwa mungkin dirinyalah penyebab kesusahannya itu.
  • Hidupnya tak bisa bahagia karena pikirannya didominasi prasangka buruk pada orang lain. Bagaimana rezekinya tidak menjauh, dia fokus pada prasangka buruknya terhadap orang lain, bukan fokus mencari rezeki dengan memperbaiki dirinya.
  • Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah sebagaian kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? 


(3) Terlalu sensitif terhadap semua hal.

  • Sensitif di sini maknanya negatif. Segala hal menjadi urusannya. Dia merasa apapun yang terjadi di sekitarnya selalu terkait dengan dirinya. Orang bergerombol berbincang, dia mencurigai mereka memperbincangkannya. Jika kondisi rezekinya sulit dia mencurigai ada orang yang mensantet atau mengguna-gunainya. Jika hidupnya dihiasi kesulitan dia merasa karena dirinya sengaja dimiskinkan oleh keadaan. Dia selalu kesal pada mereka yang kaya, yang memiliki rezeki yang banyak, yang menjadi pejabat atau duduk di pemerintahan. Dia merasa mereka semua berkontribusi dan bekerjasama menjadikan rezekinya susah.
  • Bagaimana rezekinya mau mendekat jika hidupnya dihiasi dengan ketidakpuasan pada kondisi yang dialaminya dan menuduh hal-hal di luar dirinya sebagai penyebabnya. 


(4) Suka menyakiti orang lain

  • Merasa berhak untuk menyakiti orang lain karena menganggap rezeki orang lain itu adalah miliknya. Dia akan melakukan segala macam cara untuk mengambil hak orang lain yang diyakini sebagai haknya.
  • Bagaimana bisa rezekinya mendekat jika selalu membuat orang lain menangis? Jika hidup berdiri di atas penderitaan orang lain? Jika orang yang teraniaya, berdoa, bukankah doanya diijabah oleh Allah?


(5) Suka bereaksi berlebihan


  • Jika sesuatu tak sesuai kehendaknya dia akan mengamuk dan memprotes bukan hanya kepada pihak-pihak yang dirasakan merugikannya, bahkan kepada Allah pun dia bereaksi berlebihan. 
  • Dia tak segan-segan marah dan meluapkan kebencian pada Penciptanya. Kesulitan bukannya makin mendekatkan dia pada Allah malah makin menjauhiNYA. Dia pikir menjauhi Sang Pemberi Rezeki akan membuat perubahan dalam hidupnya? Langkah yang bodoh dan salah.


(6) Terlalu bergantung pada sesama mahluk.

  • Jika punya masalah dan kesulitan yang dicari adalah manusia. Punya utang yang dicari pinjaman uang, meski harus mengemis dan merendahkan diri, meski harus dicekik oleh bunga tinggi. Jika punya keluhan, manusialah yang dicari yaitu para dukun sesat, paranormal sakti, kuburan atau pohon besar pun tak luput didatangi. Jika sakit yang didatangi para ahli seperti dokter, psikiater, ahli saraf.
  • Boleh mendatangi manusia asalkan masih sesuai dalam koridor agama. Jangan sampai terjerumus pada syirik yang tak terampunkan. Jangan pula terlalu berlebihan mengharap pada manusia. Sampai melupakan Allah yang Maha Ahli dan mampu menyelesaikan semua masalah manusia, cukup dengan istighfar. Lebih jelasnya bisa dibaca di keutamaan istighfar kaitannya dengan rezeki.


KESIMPULAN

  • Jika hidupmu terasa susah, rezeki menjauh dan enggan menghampiri, jangan keburu protes dan berparasangka buruk pada Allah dan sesama manusia. Introspeksi dirilah. 
  • Allah tidak akan menyusahkan hambanya. Hamba sendirilah yang merusak dan membuat hidupnya menderita.
  • Wallahu alam.

Keutamaan Istighfar Kaitannya Dengan Rezeki

Istighfar yang powerful.

  • Rasulullah SAW bersabda,
" Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka sangka" (H.R. Abu Daud).
power of istigfar


Apa yang bisa dipetik dari hadits di atas?

(1) istighfar membawa kelapangan dari kegundahan.
  • Jadi bagi anda yang suka galau, gundah, sedih dalam menghadapi masalah yang menimpa, termasuk masalah susah rezeki, banyak-banyaklah beristifghfar. Istighfar membawa kelapangan dari kegundahan yang anda alami. Kesedihan yang tak berujung bisa diobati dengan istighfar. Mengapa kita gundah dan sedih? Karena kita tidak menerima ketentuan Allah pada kita. Kita tak terima masalah itu datang pada kita.
  • Istighfar adalah permohonan ampun atas sikap tidak menerima itu. Sehingga Allah bukakan hati dan keikhlasan kita menerima ketentuanNya.
(2) Istighfar memudahkan jalan keluar dari segala kesempitan.
  • Jika anda merasa terhimpit oleh begitu banyak kesulitan yang terus mendera, sehingga susah memikirkan dan mendapatkan jalan keluarnya, banyak-banyaklah beristighfar. Termasuk bagi anda yang terasa sempit rezekinya.
  • Mengapa kita susah menemukan jalan keluar semua permasalahan? Karena kita memakai otak manusia yang terbatas. Istigfar adalah permohonan ampun pada kesombongan kita yang mencari jalan keluar hanya dari otak kita yang terbatas. Istighfar itu mengalihkan kita dari pemikiran sebagai manusia yang lemah ke petunjuk Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Jalan Keluar.
(3) Istighfar mengundang rezeki
  • Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. Al Baqarah : 222)
  • Istighfar membuat hamba bertambah kesejahteraan dan kesenangan hidupnya.
  • Maka aku katakan kepada mereka, " mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (Q.S. Nuh : 10 - 12)

Mengapa Istighfar itu begitu istimewa?


  • Istighfar seolah seperti kalimat ajaib yang membuka semua tabir kesedihan, kesulitan, kesempitan sehingga lebih merasa bahagia, lebih dimudahkan dan dilapangkan langkah kita dalam mengarungi hidup ini.
  • Mengapa bisa begitu? Tahukah kalau yang menyebabkan kita ketiban masalah yang tak berkesudahan adalah dosa, maksiat dan kesalahan yang kita lakukan tak berkesudahan pula. Rasulullah SAW bersabda
  • " Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya" (H.R. Ahmad, Ibn Hibban dan Ibn Majah)
  • Kita yang mengundang masalah dan kesedihan datang dalam hidup kita. Allah memberi kita nikmat yang tak terbatas tapi bukannya bersyukur kita menyalahgunakan nikmat itu dengan maksiat.
  • Dosa, maksiat dan kesalahan membuat kebebasan kita terenggut, meningkatkan kecemasan dan ketakutan. Jika sudah mencuri, merampok, memperkosa, membunuh, korupsi, begal, narkoba pasti kita ketakutan. Meski tak dinampakkan tapi hati kecil kita pasti cemas dan takut. Kecemasan dan ketakutan itu hanya bisa hilang jika kita mohon ampun padaNYA dan melakukan perbaikan diri.
  • Istighfar akan leindungi kita dari azab Allah.
  • "dan tidaklah pula Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (istighfar)" (Q.S. Al Anfal : 33) 


Istighfar itu apa isinya? 

  • Permohonan ampun dari seorang hamba kepada Tuhannya. Hamba adalah gudangnya salah, khilaf dan mudah tergelincir dalam dosa dan maksiat. Sementara ampunan itu selalu terbuka bagi hamba selama ia memintanya. Ampunan itu hak prerogatif Allah. 
  • Tidak ada yang taubatnya dijamin diterima kecuali Rasulullah SAW. Beliau dijamin bersih dari dosa. Beliau saja beristighfar 70 kali setiap hari. Bagaimana dengan kita?
  • Taubat itu tidak ada batasnya. Karena taubat itu mencapai batasnya jika telah diterima oleh Allah SWT. Yakinkah kita bahwa taubat kita diterima? Tidak ada yang bisa menjaminnya. Minta ampun / tobat saja belum tentu diterima oleh Allah, apalagi kalau tidak minta?
  • Jadi banyak-banyaklah beristighfar, semut saja berzikir memuji Allah kok kita tidak?
  • Wallahu alam..

Doa Minta Rezeki dari Seekor Semut

Bahkan seekor semutpun berdoa.

semut

  • Dikisahkan Nabi Sulaiman as pernah hendak pergi mencari air (maksudnya hendak shalat istisqa untuk minta hujan) lalu beliau melihat seekot semut yang sedang menyandarkan punggungnya sambil mengangkat kedua kaki belakangnya menghadap langit dan berkata, 
  • " Sesungguhnya kami adalah salah satu mahluk dari mahluk-mahlukMu, kami sangat butuh siraman dan rezekiMu. Baik Engkau akan mengucurkan air dan rezeki kepada kami atau akan membinasakan kami." Kemudian Nabi Sulaiman berkata (kepada kaumnya), " Kembalilah pulang, kalian akan diberi air (hujan) melalui doa mahluk lain (H.R.AHMAD)

  • Dari kisah lainpun diriwayatkan, Rasulullah bersabda, "Ada salah seorang nabi yang singgah di bawah pohon, lalu ia digigit oleh seekor semut. Lalu ia membinasakannya dan mencari tempat persembunyian semut tersebut. Setelah itu ia menyuruh membakar tempat persembunyian semut tersebut. Kemudian Allah menanyakan padanya, "Apa hanya karena gigitan seekor semut, engkau membakar satu umat yang senantiasa bertasbih. Mengapa bukan satu ekor saja yang kamu binuh?" (H.R.Bukhari).

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah di atas?

doa


  • Binatang pun senantiasa bertasbih pada Allah dengan caranya sendiri. Mereka selalu berzikir memuji Allah, karena insting yang membawa mereka untuk mengagungkan penciptanya, Zat yang memberi mereka rezeki, Zat yang menjamin rezekinya. 
  • Mereka mahluk yang tak berakal tapi tahu apa yang harus dilakukannya dalam hidup. Kita tak paham bahasa binatang sebagaimana Nabi Sulaiman sehingga kita tak tahu kalau semutpun berzikir mengagungkan Allah. Jika semut berzikir artinya binatang lain pun pasti berzikir mengagungkan Allah. Bahkan tumbuhan, batu, tanah pun semua mengagungkan Allah.

Lalu bagaimana dengan kita yang diberi akal untuk berpikir? 

  • Tidakkah harusnya kita lebih baik zikirnya, ibadahnya dari seekor semut kecil? Bahkan seekor semut yang sedang kesulitan rezeki pun berdoa pada Allah. Dia tidak mencari sembahan selain Allah. Bahkan tak pernah mencari muka pada manusia agar diberi rezeki berupa makanan. Karena semut itu tahu dengan pasti kepada siapa dia harus berdoa dan memohon kemudahan rezeki.
  • Semut itu siap menerima segala ketentuan Allah. Meski dia mohon rezeki tapi siap juga menerima nasib dibinasakan jika Allah menghendaki. Artinya semut pasrah dengan ketentuan dan takdir Allah untuknya.
  • Bagaimana dengan kita manusia yang konon jauh lebih pintar, lebih besar dan lebih kuat? Dibanding dengan seekor semut kecil yang bodoh dan lemah, seberapa banyak kita mengingat Allah?
  • Apakah kita telah menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas kita? Berapa banyak kita bertasbih setiap hari padaNya. Bahkan setelah menerima rezeki dan nikmat yang begitu besar kita kadang lupa bersyukur.
  • Saat susah rezeki kita malah mencari pertolongan pada dukun-dukun sesat, ajian, sesajen, jimat, benda-benda yang katanya sakti, tempat-tempat yang katanya bertuah. Kita malah mempersekutukan Allah. Kita tak yakin bahwa Allah akan merubah nasib dan memberi kita rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Bodoh sebodoh-bodohnya kita. Kita menggantungkan diri pada mahluk yang tak punya kekuatan dan kelebihan. 
  • Tak malukah kita pada seekor semut?
  • Wallahu alam

Inilah Rezeki dan Nikmat Terbesar Manusia

Berlombalah mendapatkan ampunan.

  • Apa pesan pertama dari Surah Al Hadid ayat 21 di bawah ini? Ya... berlomba-lombalah dari mendapatkan ampunan Allah. Caranya dengan berlomba-lomba melakukan taubat. Karena lewat taubatlah ampunan Allah didapatkan. Taubat bukan sekedar ucapan istighfar sesaat dari mulut. Tapi istighfar itu betul-betul keluar dari dalam hati dibuktikan dengan perbuatan yang tidak lagi melakukan kesalahan / dosa / maksiat yang sama.
  • Kalau kita mendapatkan ampunan Allah terus kenapa? Tahu kan kalau salah satu penghalang rezeki yang paling utama adalah dosa. Dengan bertaubat kita berharap Allah akan membuka tabir penghalang rezeki kita dan memberi kita rezeki dunia dan nikmat paling besar, paling utama yaitu SURGA...

nikat terbesar manusia


Inilah rezeki dan nikmat terbesar manusia..

  • Apa itu? Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Maksudnya apabila bumi dan langit dipersatukan maka luasnya itu akan menyamai luas surga.
  • Jadi bagi mereka yang sudah merasakan surga dunia karena rezekinya yang banyak dan melimpah, itu belum seberapa jika dibandingan dengan surga beneran di akhirat nanti.
  • Itu sebabnya ayat ini menyuruh kita untuk berlomba-lomba meraih surga yang luasnya menyamai bumi dan langit bila disatukan. Bayangkan, belum semuanya tempat di bumi bisa kita datangi saking luasnya, jangan tanya soal langit yang seolah menjadi misteri seperti apa luasnya.


Bagaimana caranya meraih surga?

  • Siapa yang masuk surga??? Surga disediakan bagi orang-orang yang beriman pada Allah dan RasulNya. Jadi syarat mutlak bagi para penghuni surga adalah KEIMANAN.
  • Dalam Surah Al Imran ayat 133 -134, Allah berfirman
  • Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk-untuk orang yang BERTAKWA. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan 
  • Mereka yang memiliki keimanan sudah pasti ORANG YANG BERIMAN. Lalu siapa orang yang beriman itu?
    1. (a). Memiliki rasa takut dalam hatinya, (b). bertambah imannya saat Quran dibacakan, (c) tawakkal pada Allah . "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka. dan apabila dibacakan ayat-ayatNya maka bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal " (Q.S. Al Anfal : 2).
    2. Mereka yang mendirikan shalat dan suka sedekah. "(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan pada mereka"(Q.S. Al Anfal :3)
    3. Mereka akhirnya akan ditinggikan derajatnya, mendapatkan ampunan dan rezeki yang mulia. "Itulah orang-orang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia". (Q.S. Al Anfal : 4)

  • Syarat terakhir adalah jika dikehendaki oleh Allah. Jadi hanya orang-orang yang dikehendaki Allah yang bisa masuk dalam surganya yang luas itu.

PENUTUP

  • Jadi.... marilah berlomba-lomba meraih surga akhirat dengan memperbaiki keimanan dan ketakwaan kita pada Allah. 
  • Wallahu alam

Adukanlah Masalah Rezeki Pada Allah

Manusia itu suka curhat

  • Manusia adalah mahluk berperasaan. Kadang galau, senang, sedih, bahagia semua dipergilirkan dalam hidupnya. Mereka sukanya curhat pada teman, pasangan hidup, keluarga, tapi kadang-kadang aja curhatnya pada Allah. Padahal Allah itu ahli dari segala ahli dan bisa menyelesaikan masalah apapun. 
  • Apa yang membuat manusia berubah-berubah perasaannya? Kondisi sekelilingnya lah yang membuatnya sedih susah senang gembira. 
  • Termasuk dalam urusan rezeki. Rezeki banyak atau sedikit mempengaruhi perasaan manusia. Rezeki banyak membuatnya merasa gembira. Rezeki sedikit membuatnya merasa sedih. Semua itu manusiawi. Tapi adakah manusia mengadukan kondisi rezekinya pada Allah? (baca : jangan sombong kalau rezekimu banyak dan jangan galau kalau rezekimu sedikit)

adukan masalah


Saat susah rezeki



Saat murah rezeki



  • Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka ceritakanlah" (Q.S. Ad Dhuha : 11)


KESIMPULAN

  • Lalu mengapa kita malas mengangkat tangan, curhat pada Allah, mengadukan kondisi hidup nyaman kita? Memohon bimbingan Allah agar senantiasa membuat kita ingat padaNYA. Jangan sampai rezeki yang berlimpah itu malah membuat kita kufur nikmat, melupakan ibadah dan tujuan penciptaan kita.
  • Jangan hanya mencari Allah dan curhat bercucuran air mata saat rezeki susah dan butuh Allah untuk memperbaikinya. Cari Allah juga dong saat hidup terasa begitu nyaman dan melenakan !
  • Untuk apa? Agar kita selalu ditarik ke jalan yang benar, diingatkan kalau dunia ini hanya tempat transit, rezeki bisa jadi ujian, cobaan bahkan azab. Jadi tak perlu berbangga dan bersedih dengan kondisi rezeki kita. Karena mencari rezeki itu bukan tujuan hidup. Rezeki itu hanya alat untuk mencapai tujuan, RIDHA ALLAH SWT.
  • Ibaratnya kita berniat menuju rumah ibu kita di luar kota, itulah tujuan kita keluar dari rumah, bertemu dengan orang tua yang kita rindukan. Dan alat untuk menuju rumah itu adalah mobil pribadi milik kita. Jadilah kita berangkat menuju tujuan dengan alat itu dan berharap sampai di tujuan dengan selamat dan bertemu dengan orang tua kita.
  • Begitu juga halnya rezeki. Banyak sedikitnya hanya alat untuk mengantar kita mencapai tujuan, menuju kampung akhirat yang abadi, bertemu dengan Allah SWT. Apakah alat itu bisa membuat kita celaka? Mengapa tidak seperti halnya mobil bisa kecelakaan, rezeki juga bisa membuat kita celaka, terjerumus ke jurang maksiat. Mencari rezeki haram, makan dan hidup dari rezeki haram itu, membelanjakannya di jalan yang haram, maka sia-sialah semua amalan kita.
  • Masihkah kita menjadikan rezeki sebagai tujuan hidup, impian, cita-cita? Apakah akal yang diberi Allah tidak bisa membantu kita berpikir? Bahkan para binatang dan ulat kecil cuek aja dengan rezekinya, karena yakin bakal diberi oleh Allah. Kok kita yang berakal dan katanya cerdas ini sibuk menghabiskan umur untuk mengejar rezeki dan mengurus rezeki itu disela-sela ibadah.
  • Silakan kaya, banyak harta tapi jadilah orang kaya yang bermanfaat.
  • Curhatlah pada Allah karena dia selalu ada setiap saat hamba membutuhkannya, tak pernah sibuk dan tak pernah meminta balasan dari semua pemberianNYA. Kitalah yang harus tahu diri.
  • Wallahu alam.

Mari Mencari Janda Untuk Berbagi Rezeki !

Status JANDA yang meresahkan...

janda

  • Jangan terkecoh dengan judul di atas yang seolah-olah menyesatkan. Kita semua sudah tahu bahwa konotasi JANDA di masyarakat kita itu jelek banget. Janda seolah harus ditakuti oleh isteri atau bahkan yang masih tunangan / pacaran. Bukan karena tampangnya yang menakutkan tapi karena statusnya yang PERNAH merasakan menikah itu seolah menjadi ancaman. Seolah-olah para janda ini tak punya kerjaan selain melirik dan merayu lelaki lain / suami / tunangan orang agar bersedia menikahinya. Padahal bukan hanya janda yang "kegatelan" begini, banyak juga kok perawan atau gadis yang melakukannya.
  • Begitu juga banyak janda yang bermartabat, menjaga harga diri dan kehormatannya. Sementara banyak gadis yang menjual kehormatannya demi uang, cinta buta atau gaya hidup.
  • Jadi yang menentukan seorang wanita itu bermartabat atau tidak bukan statusnya tapi ahlaknya di masyarakat. Rasulullah SAW pun memiliki isteri kebanyakan janda.
  • Lalu janda yang bagaimana di maksud judul di atas?


Amalan yang banyak dilupakan orang

Rasulullah bersabda :
Orang yang membantu kebutuhan seorang JANDA dan seorang miskin; itu seperti orang yang berjihad dan berperang di jalan Allah atau seperti orang yang malamnya shalat siangnya puasa (H.R. Bukhari Muslim)

  • Subhanallah pahala jihad, shalat dan puasa diborong hanya dengan membantu seorang janda. Betapa pemurahnya Allah.
  • Tapi ingat kategori janda yang perlu dibantu bukanlah janda kembang bahenol yang masih cantik dan tampak haus belaian. Supaya si janda merasa berhutang budi dan siap dinikahi. Tapi janda miskin yang memiliki banyak tanggungan. Janda tua yang ditinggalkan suami dan tak memiliki sanak keluarga yang mengurus dan memberi nafkahnya. Janda tua yang miskin dan harus bekerja keras dengan tubuh rentanya demi menghidupi dirinya.
  • Bantulah janda -janda itu karena Allah. Karena kebutuhan kita akan pahalanya jauh lebih besar dibanding kebutuhan janda itu atas pemberian / sedekah dari sebagian rezeki kitaLagipula pahalanya akan menjadi milik kita selama-lamanya. Bukan tidak mungkin amalan ini yang menyelamatkan kita dari api neraka.


KESIMPULAN

Ayat-Ayat Rezeki dalam Al Quran

Bacalah Al Quran

  • Banyak orang yang tidak sempat membaca Quran karena kesibukannya. Betulkah? Sebenarnya kita sibuk mengejar dunia untuk apa sih? Untuk mencari rezeki yang sudah dijamin akan diberi Allah? Kemudian setelah meninggal, semua yang sibuk dicari itu ditinggalkan dan tidak dibawa mati. Kalau kebetulan anak cucu yang ditinggalkan menggunakan rezeki itu untuk menambah amalan kita? Kalau hanya diperebutkan dan dipertengkarkan warisan itu oleh mereka? 
  • Betapa celakanya kita, menghabiskan umur untuk mencari rezeki yang sudah dijamin, tak akan dibawa mati kemudian setelah meninggal menyisakan kesusahan buat anak cucu.
  • Sempatkanlah membaca Al Quran, meski tak harus membuka mushaf atau membawa Al Quran yang tebal dan berat. Ada yang bisa didownload dan bisa dibawa-bawa bersama ponsel kita. 
  • Disamping itu membaca blog yang berisi ayat-ayat Al Quran dan artinya itu juga sudah membaca dan pasti dapat pahala. Seperti membaca sebagian ayat Al Quran yang membahas tentang rezeki berikut ini :


Ayat-Ayat Rezeki

# 1. Al Baqarah ayat 58
  • Keutamaan mereka yang berbuat baik. 
  • Allah akan menambah pemberian (rezeki) bagi mereka yang berbuat baik.


# 2. Al Baqarah ayat 60
  • Makan dan minumlah rezeki yang diberikan Allah 
  • Dan larangan untuk berkelaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan (dosa dan maksiat)


# 3. Al Imran ayat 27
  • Rezeki diberi Allah kepada siapa saja yang dikehendakiNYA. Kepada siapa saja terserah Allah. Bukan saja orang beriman tapi orang kafir pun dapat jatah rezeki.
  • Rezeki diberi tanpa hisab (batas). Karena kekayaan Allah tak terbatas, maka Dia bisa memberi hambaNya rezeki sebanyak-banyaknya, bisa pula sesedikit mungkin. Yang jelas Allah tidak akan menyengsarakan hambaNya. Kalau pun dia sengsara karena rezeki itu, maka itu adalah hasil perbuatan tangannya sendiri.


# 4. Al Jumu'ah ayat 11
  • Allah lah sebaik-baik pemberi rezeki. Jangan pernah berharap sesama mahluk akan memberi rezeki seperti Allah. Karena tidak ada yang memiliki kekeyaan tak terbatas seperti Allah SWT.


# 5. Al Mulk ayat 21
  • Allah menantang hambaNya dengan mengatakan siapa yang akan memberi rezeki kepadamu jika Allah menahannya. Jadi Allah Maha Bisa untuk memberi dan Maha Kuasa untuk menahan rezeki. Karena itu janganlah berharap dan meminta rezeki kepada mahluk yang dianggap sakti dan keramat. Karena itu akan menjerumuskan kita ke syirik yang dibenci Allah. Dosa syirik adalah dosa yang tak terampunkan.



# 6. An Nahl ayat 71
  • Allah memberikan rezeki tidak sama pada setiap hamba. Ada yang diberinya berlebih, sementara yang lain diberinya hanya sedikit.
  • Rezeki tidak boleh ditahan dan tidak dibagi dengan orang tidak mampu (membutuhkan) karena sikap itu dianggap mengingkari nikmatNya dan itu sangat dibenci oleh Allah.


# 7. An Nahl ayat 112
  • Allah Maha Kuasa untuk merubah keputusan dan nasib suatu bangsa. Dari yang tadinya berlimpah rezeki bisa menjadi dilanda kelaparan dan ketakutan karena penduduknya mengingkari nikmat (rezeki) dari Allah. Mereka tidak bersyukur dan terus berbuat ingkar padaNya.



# 8. Ar Rad  ayat 26
  • Allah meluaskan rezeki dan menyempitkan bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Jadi mengapa mesti sombong jika rezekimu banyak? Engkau tak ada lebihnya dibanding mereka yang rezekinya sedikit, karena itu sudah ketentuan Allah. Siapa yang banyak rezeki dan siapa yang sedikit rezekinya murni hak prerogatif Allah.
  • Di ayat ini Allah juga mengingatkan agar kita tak terlena dengan dunia karena kesenangan yang ada tak sebanding dengan kesenangan yang akan kita peroleh di akhirat nanti. Dengan syarat perbaiki diri dan ibadah selama di dunia ini.



# 9. As Syura ayat 12
  • Allah mempertegas lagi di ayat ini bahwa Dia melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakiNya. Tak perlu terlalu gembira saat rezekimu banyak karena bisa jadi itu ujian. Tak perlu sedih kalau resekimu sedikit bisa jadi itu cobaan atau azab? Allah memberi rezeki bukan berdasrakan keinginan tapi berdasarkan kebutuhan kita. Allah yang menciptakan kita jadi tahu betul apa kebutuhan mahluk ciptaanNya.


# 10. Surah Fathir ayat 2
  • Jika Allah telah menganugerahkan rezeki pada seseorang maka tak ada siapapun yang sanggup menahannya, meskipun dia mengerahkan seluruh kemampuan dan sumberdayanya. 
  • Begitu juga jika Allah menahan rezeki seorang hamba, maka tak ada yang sanggup melepaskannya. Jadi santai saja tak perlu berlari-lari mengejar rezeki. Betul kata orang kalo rezeki takkan kemana..


# 11. Surah Fathir ayat 3
  • Jangan sekali-kali mencari Tuhan selain Allah yang dianggap mampu memberikan rezeki yang banyak berrlimpah. Karena yakinlah bahwa tidak ada Pemberi Rezeki selain Allah. Syukurilah nikmat Allah dan janganlah sekali-kali menduakanNya. Tidak ada gunanya berpaling kepada selain Allah. Karena sembahan-sembahan itu tidak akan menolong kita di akhirat nanti, malah membuat kita di lempar ke neraka.



# 12. Surah Thaha ayat 132
  • Tidak mungkin Allah yang Maha Kaya meminta rezeki kepada manusia yang diciptakanNya. Allah lah yang memberi rezeki dan terserah DIA akan memberikan banyak atau sedikit rezeki kepadamu. Yang jelas Allah menyukai mereka yang bertakwa.


baca juga : Ayat-ayat rezeki (2).

Zikir yang Teruji Memperlancar Rezeki Lahir dan Batin

Jadikan zikir sebagai menu makanan harian anda !

  • Zikir adalah mengingat Allah di setiap kesempatan dengan memuliakan namanya. Jika anda tak sanggup untuk tidak makan dalam sehari karena badan terasa lemah dan terasa lapar, mengapa kita tak menggunakan zikir juga sebagai menu makanan harian kita. Jika tak berzikir rasanya ada yang kurang. Kalau makanan ujung-ujungnya akan jadi ampas dan keluar berupa kotoran dari saluran pembuangan di tubuh kita, maka zikir akan terus bersama kita dan menambah pundi-pundi amalan kita.
  • Zikir yang sudah teruji melapangkan rezeki lahir dan batin adalah :

zikir

(1) baca laa ilaaha illallah. Al malikul haqqul mubiin. 
  • Zikir ini dibaca 100 kali setiap hari. Rasulullah berkata" Barangsiapa membaca laa ilaaha illallahil malikul haqqul mubiin, maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa taku dalam kubur" (H.R. Abu Nuaim dan Ad Dailami)

(2) baca subhanallahi wabihamdihi subhanallahil adzim. Astaghfirullahil adzim. 
  • Dibaca juga 100 kali. Kedua zikir ini baik dilazimkan antara sesudah shalat qabliah subuh dan sebelum iqamah shalat subuh. Kalau tak dapat waktu itu bisa juga dibaca setelah shalat subuh sampai matahari terbit. 
  • Tahukah anda bahwa tulisan laa ilaaha illallahi. Al malikul haqqul mubiin. Muhamadur Rasulullah ash shadiqul wa'dil amiin, tertulis di pintu kabah?
  • Kata Rasulullah, " dari setiap kalimat tasbih itu ada Malaikat yang bertasbih pada Allah Ta'ala sampai kiamat dan pahala tasbihnya diberikan untukmu (H.R. Al Mustagwiri dalam Ad Da'awat).

(3) Baca asmaul husna. 
  • Baca yaa fattah yaa wahhab yaa raazaq yaa ghaani yaa mughni, sebanyak 1000 kali tiap hari. Tidak terbatas waktunya dari pagi sampai malam. Dhawamkan setiap hari saja. Sudah banyak dipraktekkan dan dibuktikan dapat menarik rezeki berlimpah pada orang yang mengamalkannya.
  • baca : rezeki gampang terbuka dan lancar dengan zikir ini.

(4) Baca wa annaahu huwa aghnaa wa aqnaa 
  • Baca sebanyak 313 kali. Arti dari zikir ini adalah dan sesungguhnya DIA lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan. 
  • Zikir ini dibaca setiap hari, waktunya kapan saja, bisa setelah shalat dhuha atau shalat tahajud sambil membayangkan Allah memberikan kekayaan dan kecukupan dalam rezeki kita. Gambarkan atau visualisasikan dalam bayangan anda bahwa rezeki itu terus datang dan anda terima melalui tangan anda yang menengadah itu. Insya Allah dengan perkenan Allah maka rezeki kita akan seperti apa yang dibayangkan. Mengapa?
  • Bukankah Allah berkata AKU sesuai persangkaan hambaku. Jika kita menyangka Allah itu Kaya dan Maha Pemurah dan Maha Pemberi Rezeki dan sebagian dari kekayaanNYA akan diberi kepada kita, maka itulah yang akan terjadi.
  • Kita mengakui kalau kita ini lemah dan kita bergantung soal rezeki hanya pada Allah. Itulah sebabnya kita memohon rezeki padaNYA. Bukankah Allah mengatakan, mintalah maka akan kuberi. Jadi zikir di atas adalah pujian sekaligus pengakuan pada kekuasaan Allah dan kemurahan hatiNYA pada hamba.
  • Allah pasti menunjukkan jalan melalui ilham yang diberi pada kita agar menuju dan menjemput rezeki yang memang ditakdirkan untuk kita. Baik itu rezeki lewat pekerjaan, lewat bisnis / usaha, maupun lewat orang lain bahkan datangnya kadang dari arah yang tidak disangka-sangka.

(5) Baca bismillahi tawakkal tu laa hawla wala quwwata illa billahil aliyyil adziim
  • Seperti sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Thabrani, " Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaknya dia banyak-banyak mengucapkan laa hawla wala quwwata illa billah."

(6) Baca shalawat nabi
  • Bacalah allahumma salli wasallim ala sayyidina muhammadinil aalifil ma'luufi ujburnii haajati 70.000 kali setiap hari. 
  • Arti dari shalawat ini " ya Allah limpahkanlah rahmat dan keagungan serta keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad yang penyayang dan disayangi, penuhilah hajatku.


KESIMPULAN

  • Allah lah yang membagikan rezeki. Tak perlu risau pada rezeki kita karena Allah lah yang telah menjaminnya. Karena rezeki itu mudah dicari dan gampang didapat. Dekati saja Allah si Pemilik Rezeki, melalui ibadah dan amal saleh, muliakan namanya lewat zikir-zikir harian kita.
  • Biasakan membaca zikir-zikir di atas dengan sepenuh hati disertai niat untuk menjalin komunikasi yang baik dan merasa terhubung pada Allah SWT. Sama halnya saat kita menelepon seseorang kita merasa terhubung dan dapat berkomunikasi dengan baik. 
  • Bacalah dengan perlahan dan penuh penghayatan disertai pemahaman akan maknanya. Sadarlah bahwa anda sedang menghadap dan memuji Allah, bukannya sedang membaca mantra. Perhatikan etika dan tata krama yang baik. Jangan hanya menghadap bos atau pejabat kita punya tata krama tapi menghadap Allah kita malah sembrono dan seenaknya.
  • Wallahu alam.

Jangan Memandang Rendah Mereka yang Kurang Rezekinya

Jangan berbangga diri.

  • Jika kita termasuk sebagian dari sedikit orang yang dianugerahi rezeki yang banyak oleh Sang Pemberi Rezeki, janganlah berbangga diri. Perhatikan tulisan di bawah ini :

jangan berbangga

# 1. Siapa tahu rezeki yang diberi itu adalah UJIAN.
  • Allah ingin tahu sejauh mana keimanan kita saat diberi rezeki yang banyak. Banyak orang yang bisa lolos dari ujian kekurangan rezeki / harta. Tapi hanya sedikit yang lulus saat diberi ujian rezeki yang banyak. Harta berlimpah membuatnya merasa nyaman dan memiliki dunia sehingga sering melupakan Allah dan ibadah-ibadah lainnya. Saat miskin dan berezeki sedikit dia banyak mencari Allah dan memasrahkan rezekinya pada Allah. Setelah kaya dan berezeki banyak dia malah semakin giat mencari rezeki dan memasrahkan ibadah sesuai kemampuannya. Maksudnya kalau tidak sibuk dan sempat, baru ibadah, baru sedekah, baru ngaji dan sebagainya.
  • Inilah tanda bahwa rezeki itu ujian baginya. Jika tak memperbaiki diri maka dia tak lulus dari ujian itu dan bisa saja rezekinya yang banyak itu diambil kembali, atau dibiarkan dalam kesesatan sampai tiba ajalnya dan harus mempertanggung jawabkan rezeki / hartanya yang banyak itu. Mengapa penting untuk lulus dari ujian? Agar Allah tahu bahwa kita memang pantas disebut orang beriman. Bukankah Allah mengatakan: 
  • Apakah mereka dibiarkan saja mengatakan kami telah beriman dan tidak diuji lagi? (Q.S. Al Ankabut : 1) 
 # 2. Siapa tahu rezeki yang diberi itu adalah COBAAN.
  • Rezeki yang banyak yang Allah anugerahkan kepada kita bukannya membuat kita bahagia, tapi malah membuat kita tambah susah. Tubuh yang digerogoti penyakit yang mematikan justru diberi saat kita mampu membayar biaya pengobatan dokter. Anak yang kecanduan narkoba justru diterima saat kita mampu memberi mereka fasilitas dan uang jajan lebih. Suami yang gemar bermain perempuan, atau isteri yang doyan selingkuh justru dihadapi saat uang bukan masalah lagi dalam keluarga.

# 3. Siapa tahu rezeki yang diberi itu memberi MASALAH BARU
  • Rezeki membuat kita kesandung masalah. Banyak yang iri dan benci melihat kita makmur. Lebih banyak yang memusuhi dan memfitnah kita. Rezeki itu membuat kita harus berurusan dengan polisi, perkaranya bisa macam-macam, sepertu ditipu rekan bisnis, kemalingan, tersangkut bisnis ilegal yang mengharuskan kita mendekam dalam penjara, mulai mengenal korupsi, kolusi dan nepotisme dan sebagainya.
  • baca juga kapan rezeki itu menjadi masalah?

Baca juga : jangan galau kalau rezekimu sedikit dan jangan sombong kalau rezekimu banyak.


Jangan pula merendahkan

  • Jika kita diberi rezeki yang banyak selain tetap harus mawas diri agar rezeki itu bisa menjadi manfaat buat kita maupun buat orang lain, Juga jangan pula membuat kita merendahkan mereka yang rezekinya sedikit dan punya banyak utang. Karena belum tentu kita lebih baik dari mereka itu. Juga karena rezeki itu hanya titipan, dan kelak akan dimintai pertanggung jawaban atas hal itu.
  • Perhatikan kata Ibnu Qayyim berukut ini : 
  • jika Allah memudahkan bagimu untuk mengerjakan shalat malam maka janganlah memandang rendah mereka yang tidur..
  • Jika Allah memudahkan bagimu melaksanakan puasa maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berpuasa dengan tatapan menghinakan.
  • Jika Allah mudahkan membuka pintu jihad untukmu maka janganlah engkau memandang orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan.
  • Jika Allah memudahkan kamu memiliki pemahaman agama yang baik, janganlah memandang mereka yang belum paham agama dengan pandangan menghina.
  • Jika Allah memudahkan kepalamu menerima ilmu, janganlah memandang rendah mereka yang kurang ilmu karena Allah lah yang memberikan pemahaman itu kepadamu.

Sungguh engkau terlelap tidur semalaman dan pagi harinya menyesal lebih baik daripada semalaman engkau ber shalat tahajud tapi pagi harinya jadi takjub dan berbangga diri karenanya. Karena orang yang bangga dengan amalnya tidak akan pernah naik (diterima) amalnya tersebut.
Wallahu alam 

Fenomena Rezeki, Mengapa Kucing Datangnya Ke Kita?

Seekor kucing datang mendekati kita yang sedang makan. Apakah tindakan kita? Apa memberi kucing itu bagian dari makanan kita, ataukah kita menyepaknya menyuruh pergi?

kucing


Allah punya maksud mengapa kucing itu dikirim ke kita

(1) Dalam rezeki kita ada hak mahluk lain
  • Allah memberi tahu bahwa dalam rezeki kita termasuk makanan kita ada rezeki mahluk lain, yaitu si kucing. Itu sebabnya mengapa Allah kirim dia untuk datang pada kita, bukan pada orang lain. Yaitu untuk mengambil apa yang menjadi rezekinya, yang dikirim melalui tangan kita.
  • Menyepak dan menyuruh kucing itu pergi artinya kita menahan rezeki kucing itu agar tetap berada dalam genggaman kita. Sesuatu yang bukan rezeki akan memberi masalah bagi kita nanti. Apakah akhirnya kita menjadi saki karena makanan itu, itu bisa terjadi jika Allah menghendakinya.
  • Kucing itu makannya hanya seberapa sih dari makanan kita? Makanan sisa kita pun dia tak keberatan untuk memakannya. Karena kucing tak punya malu, yang dia tahu hanyalah perutnya harus terisi makanan, dari manapun sumbernya. Tidakkah kita punya malu dan punya hati yang cukup besar untuk sekedar berbagi sedikit makanan bahkan sisa makanan dengan seekor kucing yang lapar? Apalagi kalau itu memang rezekinya yang dia makan.


(2) Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik
  • Allah menginginkan kita berbuat baik pada semua mahluk, termasuk seekor kucing lapar yang mencoba mengais belas kasihan kita. Saat kita memberi makan kucing itu kita melakukan satu kebaikan. Tahukah anda bahwa satu kebaikan dibalas 10 kebaikan oleh Allah. 
  • Rezeki yg kita bagi pd kucing itu akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik. Mungkin anda masih ingat ada cerita seorang pelacur kehausan dan setelah susah payah menemukan sumur dan hendak meminum airnya melalui sepatunya, tapi tiba-tiba datang seekor anjing yang tampaknya kehausan mendekatinya. Akhirnya pelacur itu memberi air yang sedianya ingin diminumnya itu pada anjing yang kehausan. Dan karena perbuatannya itu ia dijamin masuk surga.


(3) Orang pelit itu rezekinya jauh
  • Allah sudah mengingatkan kepada kita bahwa sedekah itu penderas rezeki. Orang yang banyak bersedekah kepada siapapun termasuk kepada binatang, akan dibalas Allah sampai 700 kali lipat. Allah mengajarkan kita untuk murah hati.
  • Allah ingin mengajarkan kalau kita pelit dan enggan memberi makan pada kucing itu sebenarnya kita sedang menolak tambahan rezeki yg Allah akan beri pada kita. 

(4) Allah ingin mengajarkan apa ikhlas itu.
  • Allah inginkan kita belajar ikhlas. Mau ikhlas memberi? Berilah pada hewan. Mereka hanya pandai mengambil tapi tak pandai mengucap terima kasih. Kadang kita begitu sakit hatinya saat memberi seseorang tapi dia tak berucap terima kasih atas pemebrian kita. Itu tandanya kita belum ikhlas. Kita masih berharap balasan dari manusia, minimal ucapan terima kasih.
  • Bagaiman dengan hewan? Ia hanya bisa minta dan makan kemudian ngeloyor pergi begitu saja, bahkan menoleh pun tidak. Bisakah kita ikhlas dan berharap pahala dan ridha Allah saja untuk tindakan kita? 
  • Jangan lupa orang yang ridha itu orang yang mudah rezeki lo. Tidak percaya? Baca saja artikel ini mengapa rezeki selalu mudah untuk orang yang ridha?
  • Jadi jika seekor kucing mendatangi kita lain kali, berilah apa yang menjadi rezeki, yang menjadi haknya karena perlakuan kita padanya kelak akan ditanya. Kemana rezekimu kau belanjakan?
  • Wallahu alam..

Fokuslah Pada Hal Ini, Maka Rezekimu Akan Mengikut !

fokus


Jangan khawatir pada dunia karena dunia itu milik Allah

  • Setiap hari kita melahap berita-berita tentang kebobrokan yang terjadi di dunia ini. Carut marut dunia politik, keruntuhan ekonomi, manusia menjadi predator bagi manusia lainnya, perang, pengungsi, kejahatan yang semakin merajalela membuat kita jadi bingung dan ikut berputus asa.
  • Kita diberi anugerah dan rezeki berupa bumi dan semua sumberdaya yang ada di dalamnya. Tumbuh-tumbuhan dan hewan ternak untuk jadi makanan kita. Matahari yang terus menghangatkan bumi. Air untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Sungai, lautan, pegunungan, hutan semua bersinergi dan serba seimbang.
  • Lalu mengapa kerusakan ada di mana-mana? Itu karena tangan-tangan manusia serakah dan tak bertanggung jawab mulai ikut campur mengelola sumberdaya alam. Mereka mulai memikirkan kepentingan diri dan kelompoknya di atas kepentingan orang banyak. Akhirnya terjadilah banyak kemaksiatan. Imbas dari kemaksiatan itu adalah penderitaan bagi seluruh umat manusia.
  • Tapi haruskah kita ikutan pusing memikirkan dunia ini? Dunia ini milik Allah, kembalikan kepada pemilikNYA untuk mengaturnya kembali. Kita manusia yang serba terbatas, tidak punya kekuatan untuk melakukan perubahan tanpa izin Allah. 
  • Jadilah orang baik yang memberi manfaat di atas dunia yang carut marut ini. Biarlah kita menjadi orang yang beda, demi kebaikan. Orang baik, rezekinya pun akan baik. Jangan ragukan itu ! Urusan politik serahkan pada mereka yang ahli politik. Urusan negara serahkan kepada ahli pemerintahan. Urusan keuangan serahkan kepada mereka yang ahli akuntansi. Tugas kita adalah mewarnai hidup ini dengan manfaat yang sesuai kemampuan kita.


Jangan khawatirkan rezekimu karena itu dari Allah


Jangan khawatirkan rezekimu karena itu di tangan Allah.


Fokuslah pada satu hal 

  • Fokuslah dengan menjadikan Allah ridha padamu, ridha pada usahamu, ridha pada perbuatanmu, ridha pada amalanmu. 
  • Kalau Allah ridha, maka Allah akan menjadikan manusia ridha padamu. Dia akan menjadikanmu tercukupi dan tidak bergantung pada orang lain. Dia akan memberikan rezeki untukmu baik secara langsung maupun lewat sesama manusia. Rezeki akan mendatangimu di saat ibadah dan amal saleh kau lakukan. Karena hanya orang yang pantas beroleh rezeki yang akan memperolehnya. 
  • Kalau Allah ridha maka penduduk langit pun akan ridha, mereka ikut mendoakan kita agar hidup selamat dunia akhirat, rezeki bertambah-tambah dan berkah.
  • Jadi tetapkan fokus anda sekarang !

Followers

Pages

About Me

My photo

Saya  apa adanya, senang baca buku, mikir, nulis dan berbagi sedikit ilmu yang saya miliki. Harapan saya sih  ilmu yang sedikit itu bermanfaat, setidaknya untuk saya sendiri. Saya juga menulis blog pribadi lancarrezeki.blogspot.com, berbagidanjadikaya.blogspot.com catatanngocol.blogspot.com, hanya-love.blogspot.com dan belajarlewatquotes.blogspot.com